2024 Di Awal 2025

Sudah lama tidak posting blog, bahkan tahun 2023 dan 2024 tidak ada cerita yang ditulis di sini sama sekali.

Time flies.

Di postingan sebelumnya, saya sedang hamil besar dan sekarang anak (Sabi) sudah berumur 22 bulan. Banyak hal terjadi, termasuk survived dari baby blues syndrome, drama menyusui, konsul ke psikolog, curhat ke terapis dan adegan hidup dewasa lainnya. Seru sekali 😀 .

Kali ini mencoba untuk merangkum apa saja highlight yang terjadi di 2024. Bisa dibilang tahun 2024 adalah tahun di mana banyak puzzle yang mulai tertata, hidup terasa lebih ajeg (karena memang kami usahakan), dan less noise. Tahun yang penuh berkat luar biasa karena kantor suami yang “idle” menjadikan kami memiliki waktu cukup leluasa untuk membersamai Sabi tumbuh, traveling dan bahkan mudik sebulan di Jakarta, menikmati rumah yang dibeli tapi jarang ditempati itu 😀 . Walau tentu saja ada bayang-bayang layoff yang membuat kami tetap harus waspada.

KPI saya di tahun 2024 hanya ada 2: sehat fisik dan mental 😆 . Apakah tercapai? So far on track sih rasanya 😀 .

Januari

Menjalani kehidupan di Singapura sebagai ibu bekerja kantoran yang hanya sebulan sekali WFO. Di bulan ini pertama kalinya Sabi jatuh dari kasur, walau sudah dipasang bed rail. Jidat kanannya benjol besar sekali, dan kami roentgen dengan anjuran dari Paediatric. Alhamdulillah hasil test bagus, Sabi sembuh total beberapa minggu kemudian.

Kami mulai punya rutinitas pagi yakni setelah Sabi selesai sarapan, kami akan jalan pagi ke taman dekat rumah. Biasanya main ayunan, atau ya jalan-jalan saja sambil mengajari Sabi “This is white flower”, “let’s play swing”, “Sabi, it’s a bus!”, dan apapun yang kami temui untuk diperkenalkan ke Sabi. Setelah itu minum kopi di warung kopi dekat pasar yang sampai postingan ini ditulis masih menjadi langganan kami. Mereka sampai hafal dengan apa yang kami pesan 😀 .

Februari

Bertepatan dengan Chinese New Year, di mana load kerjaan saya cukup low, kami memutuskan pulang ke Jakarta selama dua minggu untuk refleksi dan WFJ (Work From Jakarta). Kantor suami juga mulai gonjang-ganjing sejak akhir tahun 2023, yang berimbas pada load yang sangat-sangat low tapi gaji dan benefit tetap full hahahah alhamdulillah.

Berangkat ke Jakarta masih dengan pikiran yang optimis untuk tetap bekerja, mendapatkan gaji, siapa tahu suami kena layoff duluan jadi masih ada income dari saya walau harus nombok. Ternyata di suatu malam ketika Sabi sudah tidur dan usianya dalam beberapa hari akan tepat satu tahun, saya menangis sambil memeluk erat Sabi. Betapa cepat waktu berlalu, walau saya WFH tapi rasanya hanya sedikit waktu untuk benar-benar hadir mendampingi Sabi. Di malam itu juga saya memutuskan resign.

Saya memantapkan hati untuk berpisah dengan transferan bulanan dari kantor yang biasanya membuat mata berbinar-binar. Daripada dipakai untuk membeli barang konsumtif, gaji saya lebih banyak dibelanjakan untuk investasi. Jadi seharusnya saya tidak akan merasakan kehilangan yang menyakitkan, karena tidak membiasakan diri dengan retail therapy.

Ketika di Jakarta ini saya juga menyempatkan kencan bersama suami, sekedar makan di PIM berdua mengenang masa lalu, dan juga menjumpai beberapa teman baik di kantor lama. Menyenangkan sekali!

Maret

Ramadan dan bulan yang sibuk untuk menyiapkan handover dan menyelesaikan pekerjaan, karena per 2 April 2024 saya resign. Saya memulai tradisi baru di keluarga kecil ini dengan memasang lampu hias di rumah untuk menyemarakkan Ramadan. Mungkin suatu saat, hal-hal kecil ini yang bisa diingat Sabi sebagai memori baik.

April

Akhirnya menjadi Stay At Home Mom (SAHM). Di bulan ini pertama kalinya kami bertiga mudik ke rumah orang tua di Kediri untuk berlebaran bersama keluarga, dan pertama kalinya juga Sabi bepergian cukup jauh dari Singapura (flight 2 jam lebih dan perjalanan darat sekitar 4 jam) bertemu kakek-bude-pakde-dan kakak sepupunya. Walaupun lelah, tapi menyenangkan sekali bisa berkumpul dengan keluarga 🙂 .

Mei

Menjalani rutinitas sebagai SAHM. Pagi ke taman terdekat bersama anak dan suami. Pulangnya mampir dulu minum kopi dan makan kaya toast di warung langganan. Kalau weekend strolling around Singapore saja.

Di bulan ini saya juga melakukan operasi LASIK, yang ternyata adalah Best Buy 2024! LASIK demi bisa melihat Sabi dengan jelas ekspresinya dari jauh tanpa kacamata. Setelah fully recovered, saya nonton The Architecture of Love di bioskop sendirian, menikmatinya dan sekaligus mencoba hasil LASIK 😀 . Wah, life without glasses takes quality of life to a whole new level!

Juni

Di bulan Juni saya memulai latihan strength training, karena merasa kesakitan dengan low back pain yang tidak kunjung sembuh dan nyeri lutut yang datang dan pergi, padahal anak masih kecil dan pasti minta gendong.

Di bulan ini juga akhirnya penantian kami selama sembilan bulan terjawab, aplikasi Permanent Resident Singapore saya dan Sabi approved. Alhamdulillah kami bertiga sudah resmi menjadi PR semua.

Sabi juga mulai kami ikutkan kelas gym, seminggu sekali hanya satu jam tiap pertemuan untuk mengasah social skill-nya.

Juli

Kami menghabiskan waktu sebulan penuh di rumah Jakarta. Wow kapan lagi bisa begini 😀 . Setiap hari Grab datang ke rumah, tidak lupa juga para pengantar paket. Kalau malam setelah Sabi tidur, saya dan suami akan memesan minuman jahe, sate padang, atau lainnya, dimakan sambil ngobrolin apa saja. Menyenangkan sekali 🙂 .

Kami sempat menginap di Bogor, memperkenalkan Sabi ke hewan-hewan yang dipelihara oleh tempat penginapannya sekaligus ke Taman Safari.

Bagian sedihnya di bulan ini adalah Sabi sempat diare dan muntah hingga kami memutuskan ke emergency RSPI.

Agustus

Bulan ini menjalani kehidupan seperti biasa di Singapura, not much.

September

Flight pertama terlama kami pergi bertiga, kami ke Perth. Cuaca di sana yang berubah-ubah, banyak diwarnai dengan hujan dan suhu dingin, sempat membuat saya sakit di hari-hari terakhir. Walau demikian, Sabi sepertinya menikmati setiap kami traveling.

Pergi dengan toddler tentu saja menjadi hal yang cukup menantang. Di sini saya belajar untuk menerima bahwa banyak hal yang tidak berjalan sesuai yang saya inginkan. Sempat agak ngomel di awal, tapi tentu saja ada suami yang selalu menjadi anchor kokoh yang membuat saya “kembali menapak bumi” 😀 . Terima kasih suami, liburan kali ini sangat berkesan!

Oktober

Kami melanjutkan sisa hari-hari gabut suami di kantor lamanya dengan traveling ke Kuala Lumpur, walau hanya short gateway untuk membiasakan kami pergi bertiga tanpa bantuan asisten. Pulang dari KL Sabi sakit batuk pilek 😦 .

Di akhir Oktober kami pergi ke Jogja untuk menghadiri pernikahan teman baik saya. Saking menyenangkannya perjalanan dan pengalaman kami di Jogja ini, kami memasukkan Jogja dalam list untuk didatangi lagi dengan durasi yang lebih lama, yay!

November

Berakhir sudah masa “setiap-hari-ke-taman-bertiga-dan-digaji-full”, karena suami mulai bekerja di kantor baru. Ketika suami WFO, saya dan Sabi akan tetap ke taman dan sesekali kami mampir ke warung kopi langganan.

Saya mengawali habit jurnaling di akhir November dan masih konsisten dilakukan setiap hari hingga sekarang (tentu ada skip satu dua kali kalau ketiduran). Jurnaling dan memiliki checklist harian untuk dikerjakan membantu melatih consciousness dan memberikan clarity atas apa yang saya rasakan.

Desember

Diwarnai dengan bolak balik ke Paediatric karena Sabi sempat batuk pilek agak lama. Alhamdulillah akhirnya dinyatakan sembuh total dikunjungan ke-4. Terima kasih asuransi kantor suami yang sudah meng-cover biaya rawat jalan ke Paediatric ini!

Sabi juga terlihat perkembangan social skill-nya setelah setiap Sabtu kami ikutkan kelas dan tidak bolos kecuali ketika sedang sakit.

***

2024 menjadi tahun penting untuk membangun pijakan kuat bagi saya menuju titik yang saya impikan: menjadi pribadi, terutama ibu, yang tenang. Saya meninggalkan hal-hal yang menjadi distraksi untuk mencapainya: resign dari kantor, unfollow banyak akun Instagram yang tidak memberikan ketenangan, menyempitkan circle pertemanan yang juga terjadi secara alamiah, sehingga tidak banyak noise yang mengganggu.

Saya belajar beberapa hal sebagai tools, membaca buku, mendengarkan podcast, untuk terus evolve agar bisa menjadi orang yang tenang. Saya tahu kondisi mental saya yang stabil adalah hadiah yang sangat berharga bagi anak dan suami saya. Tidak mudah, tapi worth it. Seharusnya saya mengusahakan hal ini sejak masih single, tapi apa daya ketika masih muda saya harus kerja keras memperbaiki kondisi finansial. Now that I have the opportunity to no longer be directly involved in generating income just to put food on the table, I am focusing on improving my mental dan physical health.

Semoga tahun 2025 saya tetap konsisten dalam berusaha dan melihat cahaya yang bersinar di sepanjang jalan. Mumpung Sabi masih kecil, saya berbenah diri menyiapkan agar tetap kokoh ketika Sabi mulai beranjak besar dan saat itu, mendampinginya, tentu saja akan lebih menantang.

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan!

Satu pemikiran pada “2024 Di Awal 2025

  1. Demi apa aku kesini gara gara kepo banget sama Lifehouse yg pernah konser ke jakarta😭waktu itu aku masih umur 4 tahun hehe🤣 telat banget kalo seandainya mau nonton, baru kenal lifehouse pas 2024 tapi langsung takjub sama performanya, siapapun tolong saya saya fans baru terbit😭🤣

Habis maen komen dong :D