Connecting The Dots

Mari ber-flash back ria!

“You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future.”

– Steve Jobs

Pernah ga merasa “kenapa sih saya harus melalui kejadian ini?” atau “kenapa sih orang ini harus ada di hidup saya?” Konon kabarnya tidak ada sesuatu yang lepas dari takdir dan rencana Tuhan. Jadinya apapun yang hadir dalam kehidupan kita memang sudah seharusnya, dan tugas kita adalah mengambil pelajaran. Salah satu yang saya dapatkan ketika kuliah di HI adalah kita harus belajar dari sejarah dan melakukan analisa, sehingga kita dapat menentukan langkah yang lebih baik untuk saat ini dan masa depan *padahal kalo gitu doang semua orang juga tau kayaknya hahaha*.

Bj6MbWCIUAA_FI6

Saya ingin menceritakan tentang perjalanan pendidikan dan pekerjaan saya. Saya SD di Singkawang, SMP di desa Wates (salah 1 desa di bawah kaki Gn Kelud, iya kemarin rumah ortu saya terlimpahi pasir yang dimuntahkan Gn Kelud *padahal gada yang tanya*), SMA di Kediri, kuliah S1 di Malang, dan kuliah S2 (pertama, ya kali ntar ada yang kedua dst :p) di Depok. Semacam nomaden, memang.  Baca lebih lanjut

Iklan

Cerita si Lajang

Udah lama ga ngeblog, sekali nongol malah curcol :p

Jadi ceritanya tadi malam saya blogwalking ke blognya Mbak Okke yang membahas tentang Teori Jodoh dan Label Perempuan Lajang. I couldn’t agree more with these posts. Ternyata masalah perempuan lajang ini menjamur yah, jadi saya ga perlu merasa khawatir sendirian *dadah-dadah ke perempuan lajang lainnya*.

Faktor lingkungan memang luar biasa berpengaruh dalam pola pikir seseorang, apalagi kalau orang itu tidak punya visi khusus terhadap hidupnya sendiri. Beberapa waktu lalu saya sempat “dicekokin” berbagai teori tentang pernikahan. Intinya sih jangan terlalu picky dalam memilih jodoh, ntar malah ga nikah-nikah. Hal ini belum seberapa kalau lajang lain di sekitar adalah mereka yang sedang ngebet nikah hihi.. Padahal beli lele yang sama hitam dan kumisan di pasar aja perlu milih, lah ini urusan dunia akhirat yang ga bisa di-trial and error masa ga milih sih? Non sense :p Baca lebih lanjut

(Sedikit Tentang) Wanita

Wanita bekerja, bukan karena dia tidak mempercayai (calon) pasangannya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan menafkahinya dengan baik.

Wanita bekerja, bagi saya, adalah aktualisasi diri, lebih dari sekedar materi, wadah untuk bersosialisasi dan meningkatkan kompetensi. Bukan sekedar mengisi waktu luang karena bosan berdiam diri.

Demikian juga mereka yang memutuskan untuk melanjutkan studi. Bukan karena arogansi dan gengsi, tapi bukankah wanita bagian dari pembentuk bangsa di ranahnya? Dengan ilmu yang dimiliki, pandangan yang didapat dari perjalanannya selama mencari, memperkaya apa yang akan diajarkan kepada penerusnya, lingkungannya.

Bangsa ini perlu mereka yang terdidik dan peduli. Dan sudah saatnya berbenah diri, karena kita adalah pembentuk negeri.

If you think you are nothing for your family, your society, your company, your country, then you are right.

She is… The Single Woman

Taken from here

She might be the bravest woman I know.

She walks the unaccompanied path. She has her own back. She asks for no favors. Not an ounce of independence does she lack.

She has moments where she feels as though no one sees her. She feels them LOOK at her, but do they really SEE her? She gets catcalls when she walks down the street…yet she goes to bed alone.

She’s not afraid to change her mind…but petrified to change a tire. She makes her own decisions…but can’t make toast without burning it. Her idea of a three course meal is a Lean Cuisine. There are shoes in her cupboard where flour and sugar are supposed to be.

She’s sassy and feisty on the streets…but some nights her tears fall on empty sheets.

She has moments where she KNOWS she’s sexy…and moments where she doubts everything about herself.

She screws up…a lot. She stumbles and she falls. She gets it wrong as often as she gets it right. But she never gives up the fight.

She has bad hair days. She’ll buy a new dress at Target and pray it passes for something a little fancier. Some months she struggles to make her rent and her car payment in the same month. Because she bought too many shoes? Sometimes. But the only pair of designer shoes she has in her collection are a pair of Christian LaCroix that she got half off at a sidewalk sale.

Sometimes her friends let her down. They don’t always say the right things. And the elusive “One That Got Away”? She still can’t cut the strings.

She has moments of panic where she wonders if her Prince Charming got lost somewhere, or decided to settle instead for another less complicated, less stubborn, less independent princess. Sometimes she don’t know where she’s going until she gets there.

She hasn’t got it all figured out…far from it, in fact.

But she loves God and she loves to dance…and she’s her own “Better Half.”

The bravest woman I know?

She is the reason I do what I do.

She is The Single Woman.

She’s me…and she’s you.


“Pernikahan Masa Kini dan Melajang Terlalu Lama”

FIMELA LUNCHEON; Pernikahan Masa Kini dan Melajang Terlalu Lama | FIMELA – Indonesian Online Fashion & Lifestyle Magazine.

Padahal mata sudah mengantuk, tetapi internet masih serasa memukau hingga pada akhirnya saya menemukan artikel ini. Saya juga heran sih ya, sini yang belum menikah, tapi kok ya situ yang repot. Mungkin terlalu peduli pada kehidupan kami-kami ini yang masih melajang, padahal kami ini ya menikmati kok. Tapi, makasih lo ya yang sudah pada khawatir :D.

Sepertinya memang sudah menjadi budaya, kutukan, kebiasaan, atau apa ya nama yang pas untuk menyebutnya, jika umur sudah 25++ dan masih terlihat melajang, pasti akan mengalami masa you have to be creative to answer the same question. Jawaban saya cukup variatif sih sampai sekarang, apalagi kalo mood saya sedang bagus. Kalau tidak, hehehe, monggo dicoba, yang keluar asap naga mungkin :lol:.

Biasanya kalau ditanya soal “kapan nyusul”, “kapan nikah” dsb, saya akan menjawab:

  • Doakan deh segera *edisi kalem*.
  • Carikan sekalian mas-mas yang oke deh ya *edisi agresif*.
  • Oh, segera kok. Si mas sedang mengurus visa biar bisa tinggal di Indonesia *edisi doa*.
  • Sebentar lagi, masnya sedang dalam perjalanan kemari *edisi realistis*.
  • Ibu/Bapak punya anak atau keponakan yang keren yang seumuran atau lebih tua dari saya? *edisi usaha*
  • Sayang sekali kita tidak compatible makanya saya memilih untuk mencari pria lain *edisi sadis*.
  • Menunggu masa pendidikan selesai *edisi jawaban ala BPS*.
  • Masnya sedang menyelesaikan kuliah/business trip *edisi doa*.
  • Oooh, tenang, kalau ingat pasti akan saya undang kok 😉 *edisi shut your mouth*.
  • Ah nanti kalau saya menikah kamu bakal minder, karena suami saya lebih keren dari situ/suamimu :p *edisi doa orang teraniaya dan semoga dikabulkan*
  • Ini sedang direncanakan *edisi wedding planner*
  • Kasihan kamu nanti kalau patah hati melihat saya dinikahi pria lain *edisi kepedean*.
Yah begitulah, dan serentetan jawaban kreatif lainnya. Welcome to the club 😉

The beauty of a view depends on the position where we stand.
 

For all single ladies in the world, keep being positive and enjoying your ride..

Kartini, Berdirilah di Kaki Sendiri

Ini adalah pertama kalinya saya merasakan peringatan Hari Kartini yang membekas di hati. Di kantor saya, bisa dibilang, peringatan Hari Kartini dikemas secara apik. Dengan begitu saya merasakan lingkungan yang benar-benar memaknai dan menghargai kehadiran perempuan dalam dunia kerja, meskipun jumlah perempuan yang bekerja di kantor saya ternyata tidak lebih dari 10% saja dari keseluruhan pekerja.

Pada peringatan kali ini temanya adalah Super Women @Work dan ada sesi talk show dengan narasumber para perampuan yang bisa dikatakan memiliki outstanding achievement. Mereka adalah Christine Hakim, Karen Agustiawan, Evita Legowo, Ratih Ibrahim, dan Anny Ratnawati. Melihat prestasi mereka saja saya merinding dan bangga menjadi perempuan Indonesia :).

Kelebihan yang diberikan Tuhan kepada para perempuan, yakni kemampuan multitasking, bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan peran mereka baik sebagai istri dan ibu, maupun sebagai pekerja. Di tengah-tengah kesibukan pekerjaan yang menyita waktu, tenaga dan pikiran, para perempuan masih bisa memberikan perhatian kepada keluarga dan orang-orang yang dikasihinya dengan mengirim sms, BBM, telpon dsb.

Baca lebih lanjut

“Senjata” Ketika Perempuan Bepergian

Sebenarnya ini adalah hal yang umum, tapi mungkin kadang-kadang sebagian dari kita lupa atau tidak mempersiapkan bekal perjalanan dengan detail. Jadi kali ini saya memutuskan untuk menulis sebagian dari pengalaman saya yang tak jarang bepergian sendirian.

Kadang menjadi perempuan itu serba salah; kalau terlalu ramah dengan orang asing nanti bisa saja ditanya-tanyai hal yang bersifat pribadi seperti nomor telpon, dan sebaliknya kalau memasang wajah galak bisa mengundang mulai dari kritikan hingga perlakuan tidak bersahabat. Sepertinya tindakan preventive memang sudah menjadi prioritas dalam bepergian.

Nah, lantas, apa saja yang saya pikir perlu untuk dipersiapkan ketika seorang perempuan melakukan travelling atau perjalanan solo selain barang-barang fardhu ain (seperti uang, handphone, tiket, dompet, dll)?

  1. Hafalkan nomor hp seseorang, lebih baik kalau yang dihafalkan adalah nomor hp seorang pria. Untuk apa? Hal ini untuk mengantisipasi ketika di tengah perjalanan ada yang menanyakan nomor hp kita dan kita tidak bisa mengelak kecuali memberikannya. Lantas kalau dia menelpon untuk mengecek kevalidan nomor tadi? Tenang saja, paling dia cuma missed call saja, kalau tersambung ya ber-acting saja seolah-olah kita sudah menyimpan nomor hpnya, kalau tidak ya bilang saja hp kita sedang low bat. And it works ^^.
  2. Buku atau novel atau apapun itu. Saya pernah menemui stranger yang suka sekali mengajak berbincang. Dan saat itu saya ingin membuat dia menghentikan pertanyaan-pertanyaannya, karena semakin banyak dia bertanya maka semakin saya merasa perlu untuk melindungi diri. Ambil saja novel dan pura-puralah membaca dengan serius, seolah-olah kita telah memasang warning sign Please, don’t disturb!
  3. Mp3 player. Selain untuk kesenangan pribadi, mp3 juga bisa dimanfaatkan menanggulangi stranger yang MTA alias mau-tau-aja. Pasang aja mp3 dan ketika dia berbicara, dan kita bisa berpura-pura tidak mendengar apa yang dia katakan :D.
  4. Parfum, tentu saja digunakan ketika keadaan mendesak. Semprotkan pada mata orang yang sekiranya memiliki niat jahat, dan selanjutnya lari atau berteriaklah minta pertolongan. Alhamdulillah hal ini belum pernah saya alami. Ini hasil dari menonton film kok hehe.
  5. Foto berdua dengan seorang pria. Nah kalau ini adalah saran dari seorang teman dekat. Foto ini secara tidak langsung untuk mewakili “hey you, don’t try to flirt, I have a boyfriend/husband“. Taruh saja foto ini di dompet, dan “secara tidak sengaja” tunjukkan pada stranger. Tapi jika si stranger adalah seorang yang ganteng, bule, muslim, baik, menyenangkan, lebih baik batalkan niat tadi :p My friend said it works too, but I never tried this way because I don’t have the “such a couple” picture in my wallet.
  6. Ada yang ingin menambahkan?
Jangan lupa berdoa dulu sebelum melakukan perjalanan, beritahukan kepada orang terdekat atau keluarga ke mana kita akan pergi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Have a safe trip gals ;).

Komplemen

Kemarin aku membicarakan sedikit soal lajang dan karir bersama teman. Temanku ini dikasih wejangan sama seniornya untuk segera mencari pasangan *emang puntung rokok di jalan, bisa dicari -___-*. Kata si senior ada teori yang berhembus bahwa “semakin tinggi karir si perempuan maka akan semakin tinggi pula kriterianya dalam memilih pasangan”. Meskipun teori ini jika sekiranya memang eksis, ga adil kalo digeneralisasi ke semua perempuan :).

Dan pagi ini aku mendengar percakapan antara 2 orang perempuan, yang 1 lajang satunya sudah menikah *sambil pura-pura konsen ke laptop, aku ikut menyimak karena sepertinya menarik :D*

Si lajang: mbak, kamu kok kurusan?

Mbak menikah: ah masa si? Aku 2 malam ga makan. Kesian banget ga sih?

Si lajang: lah kenapa coba ga makan? Diet?

Mbak menikah: nggak. Tragis ga sih, 2 hari kemaren suamiku ngurusin catering dan sibuk banget sama cateringnya. Trus gada makanan pas aku pulang. Kesian ya? Hahahah. Dia nanyain “mau dimasakin apa nggak?” Aku bilang “nggak usah deh”

Si lajang: Kok kebalik sih mbak, harusnya kan kamu yang ngurusin makan suami?

Mbak menikah: Aku kan ga bisa masak. Eh tapi jangan salah, yang ke bengkel tuh aku. Kamu tanya semua urusan mobil, aku TAU.

*mereka tertawa* *Aku ikutan deh senyum2*

Nice, indeed :).

Complement:

  • (n) Something added to complete or make perfect
  • (n) Either of two parts that mutually complete each other

What A Woman Should Have and Know

This post is a side effect from woke up earlier, pursued answers to questions that were filled my brain. Yap, thanks to God for having created Maya Angelou ;).

A WOMAN SHOULD HAVE…
enough money within her control to move out
and rent a place of her own,
even if she never wants to or needs to…

A WOMAN SHOULD HAVE …
something perfect to wear if the employer,
or date of her dreams wants to see her in an hour…

A WOMAN SHOULD HAVE ..
a youth she’s content to leave behind….

A WOMAN SHOULD HAVE …
a past juicy enough that she’s looking forward to
retelling it in her old age….

A WOMAN SHOULD HAVE ..
a set of screwdrivers, a cordless drill, and a black lace bra…

A WOMAN SHOULD HAVE …
one friend who always makes her laugh… and one who lets her cry…

A WOMAN SHOULD HAVE ….
a good piece of furniture not previously owned by anyone else in her family…

A WOMAN SHOULD HAVE …
eight matching plates, wine glasses with stems,
and a recipe for a meal,
that will make her guests feel honored…

A WOMAN SHOULD HAVE …
a feeling of control over her destiny…

EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
how to fall in love without losing herself..

EVERY WOMAN SHOULD KNOW…
how to quit a job,
break up with a lover,
and confront a friend without;
ruining the friendship… Baca lebih lanjut

To All Those Who Have Lost A Loved

Some people never realize that they’ve already made a gruesome mess, when they just so fu*king easily to enter and leave someone’s life. Do you know what happened to the his/her life? I am not sure if you care.

Ya, Raditya Dika wrote :

Falling in love is the most undemocratic feeling, because we can’t choose and refuse to care about someone.

moreover if unfortunately we fall for (errr..it’s easier if we call them) jerks. I don’t know what’s on earth when they do that thing, i mean it’s kind of the most unfair game if you’re playing with someone’s heart.

For an example, boy can say “ya, i love you, i care about you, please stay with me” or just simply “ya, i’ve crush on you” to a girl, and then another time he just abandons her feeling.

Okay, if he wants to blame her for doing the stupid thing; take too serious of what he said. She didn’t ask you to say it, right?

Maybe it will be easier if everything that he said just take place in her brain, not her heart. But most of the time, a simple and humdrum words could brighten up someone’s day and it could mean a lot.

What about if your sweet and poisonous words become her hope? Become her reason to stay alive? Or one of the source of her happiness?

Loving someone don’t like driving car on a road; if you take a wrong way, you can turn your car after you see the turning direction at the side of the road. I wish it could be that easy. God didn’t create backspace and delete buttons in our life for a reason.

So, please be wise while using your words. No need to spread your poisons all around. If you don’t have a plan to stay, be nice and don’t ruin someone’s life, stay away and shut your mouth. You can destroy her hope, and maybe it’s the last thing that she had. Even more if you don’t care and don’t want to take the responsibility of the scars that you’ve made.

There are only 2 things that can not be fixed by human: history and broken hearts. –#ihatequotes

P.S: This is for you hun. And hope it wont take long time to realize that i am the one who have the kicer disease :lol:.