Kopi Tiam Oey: Masa Lalu yang Ada di Depanku

[Blog post kali ini ditulis oleh Mr. S, yang akhirnya pulang juga ke Indonesia. Bagi yang sudah pernah membaca blog post sebelum ini, saya sudah sering menceritakan tentang Mr. S.

Setelah tujuh tahun mengadu nasib di Amerika, Mr.S akhirnya pulang for good. Sejak kepulangannya tiga minggu lalu, kami sering berwisata kuliner di sekitar Jakarta. Tempat yang pertama kali kami kunjungi bersama adalah Sabang 16 dan Kopi Tiam Oey. Mr. S terkesima dengan Ijs Koffie Sisiliana yang ada di Kopi Tiam Oey.

Bagi yang sudah lama meninggalkan Indonesia, pasti mengalami apa yang dirasakan oleh Mr. S. Makan makanan tertentu akan menggugah kenangan lalu. Demikian juga ketika mengunjungi tempat-tempat.] Baca lebih lanjut

Iklan

NESCAFÉ Dolce Gusto: Ngopi Seru Bersama Barista Pribadimu

Coffee is like a great partner. Always there, comforting without asking questions.

Saya lupa kapan awalnya saya mulai menjalin kedekatan dengan sesuatu yang bernama kopi. Yang pasti, sejalan dengan usia yang bertambah, seiring dengan masalah-masalah hidup yang tidak dapat diselesaikan bersama segelas susu. Ketika malam-malam harus diisi dengan begadang, untuk memastikan bahwa esok hari harus disambut kedatangannya dengan mempersiapkan diri sejak hari ini, saya semakin berhubungan baik dengan kopi.

Meskipun saya tidak mengerti banyak tentang kopi, setiap kali memegang buku menu untuk memilih minuman, jemari saya tak perlu diperintahkan untuk langsung mencari menu yang mengandung kopi. Demikian juga rutinitas sebelum berangkat ke kantor di pagi hari, saya merasa lebih bahagia dan “siap” menghadapi “kejutan” ketika sudah menghirup wangi dan merasakan aliran hangatnya kopi masuk ke dalam tubuh.

Begitulah cinta saya pada kopi. Baca lebih lanjut

[Jakarta Weekend Gateway] Memasak Seru Bersama Little Chef di Swiss-Belresidences

Ketika weekend, kalian biasanya ngapain aja?

Sebagai lajang ibukota, yang di hari kerja disibukkan oleh rutinitas dan disuguhi dengan kemacetan Jakarta, weekend adalah hal yang saya nantikan nomor tiga setelah gajian dan kepulangan significant other. Bahkan saking bersemangatnya, kadang saya sudah merencanakan hendak melakukan apa ketika weekend di hari Senin atau Selasa.

Setelah sebelumnya pernah mengikuti cooking class “Rustic French Pastries” bersama DetikFood sebagai pilihan weekend gateway, kali ini saya memilih untuk menghabiskan weekend bersama para little chef. Pada hari minggu, 20 Maret 2016, lalu Swiss-Belresidence Kalibata mengadakan Little Chef Cooking Class. Saya tertarik untuk datang ke acara ini karena dua hal. Pertama, letak Swiss-Belresidence yang “selemparan batu” dari Kalibata City. Kedua, karena saya ingin melihat langsung bagaimana menggemaskannya adik-adik belajar memasak, yang biasanya hanya bisa dilihat di layar tv. Baca lebih lanjut

Makan Apa di Kalibata?

kuliner kalibata city

Setelah hampir dua tahun tinggal di rumah susun (bahasa kerennya sih apartment) Kalibata, saya memang belum banyak mengeksplorasi tempat makan yang ada. Biasa sih, saya memang kurang suka mencoba tempat makan karena malas berekspektasi. Jadi kalau sudah cocok sama yang satu itu, ya ke situ aja bolak-balik.

Hidup di Indonesia ini penuh dengan kemudahan. Kalau malas mau jalan beli makan, tinggal telpon delivery order. Penjaja makanan juga gampang ditemukan. Tinggal pilih saja mana yang disuka.

Kalau di Kalibata, ada beberapa makanan yang sering saya beli. Baca lebih lanjut

Mencicipi Markobar Cikini

review markobar cikini

Sejak bulan September 2015 lalu, saya sudah penasaran ingin mencicipi Markobar (Martabak Kota Baru) yang merupakan salah satu bisnis kuliner milik Gibran Rakabuming, putra Presiden Jokowi. Sebelum ada outlet di Cikini, saya mencari-cari di Instagram dan Twitter @markobar1996 yang akhirnya menemukan info bahwa Markobar bisa dipesan delivery dari Kemang. Mencari martabak saja semangat sekali, apa kabar mencari jodoh ya? 😛 Baca lebih lanjut

First Date? Jangan ke Lobbie Lobster!

Apa yang kamu lakukan pada 1 Januari 2016?

Saya yang ketika libur Natal hanya di rumah saja, pada libur tahun baru ingin melakukan sesuatu yang istimewa. Sedari lama sudah berwacana untuk wisata kuliner lobster, setelah sebelumnya sudah mencicipi kepiting, namun rencana tersebut baru terealisasi ketika libur tahun baru kemarin. Sebenarnya tidak ada perayaan istimewa, hanya ingin makan enak sebelum melakukan medical check up (MCU) tahunan yang suka bikin deg-degan. Sering kali ketika hasil MCU sudah keluar, saya merasa berdosa kalau makan makanan yang tinggi kolesterolnya :(.
Baca lebih lanjut

Coffee Tasting: Cupping Kopi Lokal Bersama Anomali Coffee

Coffee shop adalah salah satu tempat favorit saya jika sedang menulis atau menyelesaikan pekerjaan. Aroma kopi dan suasananya bikin betah, yang penting sih ketika pulang ke rumah sudah ada progres atas pekerjaan yang dibawa ke sana biar ga rugi. Dengan harga yang terbilang tidak murah, bisa jadi harga secangkir kopi yang kita beli adalah termasuk biaya untuk harga sewa ruangan yang nyaman dan wifi :p*elus-elus dompet*. Karena kecintaan saya itu, maka ketika ada info mengenai acara coffee tasting saya langsung mendaftar.

Ini adalah kali kedua saya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Detik Event. Sebenarnya acara Serial Coffee Class ‘Indonesian Coffee Academy’ diselenggarakan selama tiga hari (13 – 15 November 2015) dengan sesi yang berbeda-beda, mulai dari Sesi 1 “Mengenal Bisnis Cafe”, Sesi 2 “Coffee Tasting”, hingga Sesi 3 “Coffee Blending” dengan harga tiket Rp 350.000 tiap sesi. Tentu saja saya sebagai penikmat kopi memilih untuk mengikuti Sesi 2, karena saya belum berencana untuk membuka cafe (belum ada modal tepatnya) ataupun berencana sebagai barista. Detik Event bekerja sama dengan owner Anomali Coffee, yang ternyata masih muda untuk mengadakan acara ini *brb pasang susuk pemikat*.

Coffee Cupping

Ini loh alasan kenapa cupping itu perlu

Baca lebih lanjut

K-Food Fair 2015, Acara Seru Pecinta K-Culture

Sebagai seorang tante dari satu ponakan, agar ga merasa tua maka saya harus catch up dengan hal-hal yang bersifat kekinian. Nah yang lagi ngehits sekarang kan yang berawalan K, segala yang berkaitan dengan Korean. Saya bukan pecinta K-Culture garis keras sih, jadinya kalau saya ditanyain sesuatu yang berhubungan dengan K-Drama ataupun K-Pop saya hanya punya satu nama. Lee Min Ho. Saya mulai sakau dengan film yang dibintanginya sejak Boys Over Flowers. Dedek-dedek pasti juga udah gede kan ya waktu itu? *insecure sama ktp*.

Pemerintah Korea menangkap peluang dengan makin berkembangnya pecinta K-Drama dan K-Pop dengan memperkenalkan K-Food. Emang demam banget kayaknya warga Indonesia dengan yang berbau Korea ini, sampai-sampai di commuter line saya sering menemui penumpang yang menghabiskan waktu dengan menonton K-Drama walau berdesak-desakan. Oppa-oppa ini emang mengalihkan dunia ckckck. Kalau lagi nonton drama trus nangis-nangis gitu kan bawaannya laper ya, nah biar sekalian menghayati suasana dan budaya Korea, maka bisa juga nih nyobain K-Food nya.

Baca lebih lanjut

I Tasted Love So Sweet (A Project)

In the middle of my working time, I decided to chose The Vampire Diaries as a checking media :p. Several days ago, I also posted a song by Matt Nathanson “All We Are” here.

Nah, when I was watching The Vampire Diaries, accidentally the song was played as soundtrack. This is a beautiful song, simple, lovely, as sweet as candy ^^, and I sent its certain lyric to her.

I tasted, tasted love so sweet
And all of it was lost on me
Buttons sold like property
Sugar on my tongue

I kept falling over
I kept looking backward
I went broke believing
That the simple should be hard

All we are we are
All we are we are
And every day is a start of something beautiful

It never came to my mind before about her reply, she said:

It’s like the taste of something that I ate yesterday, as sweet as love.

She bought wafer which has peanut butter inside, actually :D. So. I’m as an active person, as written in @ZodiacFacts : the typical Aries doesn’t rest like most other people; both male and female Aries are too busy with some project, I had an idea to make a project called “I Tasted Love So Sweet” and she agreed.

In the next one month we will taste foods and beverages which have tastes as sweet as love, take their pictures, and we will put soundtrack for each food if it’s possible. After that, we will write posts on our blog. This project and its contents are subjective because we think the definition, taste, desire of a thing (including love) are subjective too.

The aim of this project are we want to share to other that there are many ways to feel the taste of love, make “me-time” more cheerful, pick bliss up around us that had never considered before, and we hope this can encourage broken-hearted people to live their life 😀 (it ever came to our mind to run broken-hearted consultant service, because we see many people need companion, free shoulders, and feel friendless lately ^^).

If you want to join with us, please be our guest :). Let’s spread the taste of food love ^^.