Block, Unfollow, Remove Friend from Circle, Unsubscribe

Walaupun istilahnya beda-beda: Block, Unfollow, Remove Friend from Circle, Unsubscribe, tapi intinya tetep satu yakni cara agar news feed, status atau timeline orang tertentu tidak terbaca oleh kita.

I don't want to follow you

Emang sih ya namanya juga social media, orang bebas mengutarakan pendapatnya, pikirannya. Lantas rulenya? Entahlah, saya juga tidak paham, jujur saja. Tapi ketika ada status atau TL yang sengaja atau tidak sengaja terbaca dan menimbulkan penyakit hati, memang sudah saatnya menggunakan fasilitas yang disediakan oleh social media tersebut. Kita tidak punya hak untuk mengekang orang berpendapat, namun kita bisa menggunakan hak kita untuk meminimalisir efek buruknya.

Sorry to say,

Judging people will not make you look either cooler or smarter #justsaying. And though you’ve had a higher grade, it doesn’t mean you have skill or respect to other #tendangjauhjauh.

I Crazily Miss Those Damned Things

Bloody hell, siapa yang brani bilang kalo diet itu gampang? Huh..ngajak ribut pasti dia *murka*.

Dengan alasan kesehatan dan berat badan yang bak kurva populasi penduduk, aku memutuskan untuk melakukan diet sehat. Diet kali ini ga sembarangan, karna memakai jasa konsultan aka orang yang nyerewetin kalo aku mulai bandel.

Sejauh ini, aku dan partnet dietku udah melewati hampir 1 bulan yang penuh dengan perjuangan. Ya, emang pantas untuk dibold. Kami cuma boleh makan nasi ato apapun 1 kali doang sehari, dan 2 kali lainnya diganti dengan shake. Ngemil? Boleh, cuma buah yang banyak airnya ato sayur bayam. Laper? PASTI, pertanyaan macam apa itu! *lempar sandal ke yang nanya* Baca lebih lanjut

FB

Sometimes, i do hate to open FB.
Sometimes, it brings too much disaster than it should be.
Sometimes i think, it would be better to know nothing than to know something and get hurt.
I don’t blame the finder of FB, no.
I just cant handle my curiosity.
I just cant handle my fingers for clicking and typing on Firefox.
My eyes and my heart just can’t compromise.
And it feels like eeerrrr Baca lebih lanjut

Nyidam

Officially i said that “aku nyidam”. But wait, jangan mikir aneh-aneh! Aku tidak sedang mengandung anak siapapun. If you want to read this, just take a seat and be nice ^^.

Critanya hari ini tadi aku ke tukang “permak muka”, buat bersihin bolot-bolot debu yang nempel bekas maen liburan kemaren. Habis itu janjian ma kakakku buat nonton Sherlock Holmes di EX. Bagus loh filmnya ^^. Kelar nonton, nemenin dia beli sandal ke Sarinah. Baca lebih lanjut

Pembuka Taun 2010, Tragedi Malioboro dan Akhir Perjodohan

Hari pertama tahun baru 2010 masih di Jogja. Awalnya berencana mau ke Museum Affandi, tapi batal karna mbak serem ma yang namanya museum. Aisssh, jiwa mak-maknya keluar. Akhirnya karna cape sisa-sisa kemaren, serumah pada bangun siangan. Setelah sholat Jumat baru bisa beranjak dari kasur menjelajah Bringharjo dan Malioboro. Males si sebenernya siang bolong pergi ke pasar, tapi godaan jilbab murah jadi rela deh ^^. Dan keadaan kedua tempat belanja ini sedang penuh dengan manusia, yang ampun desek-desekannya mpe noleh dikit aja bisa mencium bau beberapa manusia sekaligus *hoek*. Singkatnya: PADET BANGET!

Tujuan belanja kali ini adalah Bringharjo buat beli jilbab, Malioboro buat beli bajunya si kecil (anak yang jagain kosku) dan nyari bakpia keju di belakang Malioboro. Nah di dompet saldo awal adalah Rp 200.000,- plus recehan (tidak termasuk tabungan di dua buah atm dan saldo credit card), sisa beli Iga Bakar tadi malem. Setelah urusan di Bringharjo kelar, aku dan mbak buru-buru ke Malioboro dengan berdesakan di tengah hamburan manusia yang memiliki satu kepentingan yang sama: mau belanja! Sampe di Malioboro bagian tengah, sisa uang di dompetku tinggal 50ribu karna uda dibelanjakan baju, jilbab dsb. Baca lebih lanjut

Panic Attack

Skarang udah jam 22.30 WIB. Setengah jam lalu aku baru pulang dari kantor dengan berbagai hal memenuhi kepalaku. 24 jam kali ini masih kurang rasanya. Sampe rumah, masih banyak yang musti dikerjain. Semoga aktivitas di akhir tahun yang padat, akan menggambarkan hari-hariku di tahun depan.

Pelajaran malam ini adalah: jauh-jauh dari mesin ATM atau apapun yang berhubungan dengan uang ketika di kepala sedang ada banyak hal yang dipikirkan!.

Apakah Karena Lemak?

Aku sedang mengamati fenomena unik yang terjadi di kamarku. Jadi biasanya aku pake AC di kamar itu 26-27 derajat. Dan itu pun kalo malem musti pake selimut tebel.

Nah permasalahannya adalah, beberapa hari belakangan aku pake AC minimal 22 derajat dan skarang ngetik ini belum pake selimut. Rasanya? Ternyata mirip-mirip aja tu sama 26. Selain itu belakangan aku merasa kembali gendut. Apakah hal ini menandakan bahwa timbunan lemakku bertambah? Huhuhuh, ugly truth >_<. Ah mungkin AC nya yang rada rusak, minta diservice ^^.

Mengurus Passport

Passport?

Yap, surat yang harus aku urus dan dapatkan dalam waktu dekat ini. Alesannya adalah mumpung ada libur (agak) panjang (baca: 1 minggu), jadi semoga bisa dimanfaatkan untuk mengurus dokumen yang aku perlukan. Di samping itu aku juga sedang menunggu revisi kartu NPWP yang lagi diurus via email. Bikin emosi aja, nama uda pendek kok ya masih aja salah ngetik >_<.

Karna belum pernah mengurus passport sendiri sebelumnya, maka aku mengumpulkan info seputar mengurus passport tanpa calo. Kalo mau pake calo si gampang aja, tau beres dan cuma perlu dateng 1x ke kantor imigrasi. Tapi biayanya yang bikin ga ikhlas, Rp 750.000,-. Mending ngururus sendiri de *irit mode: on*, yang habisnya ga sampe Rp 300.000,-.

Berdasarkan info dari blog ini dan juga dari Elly, kita bisa ngurus passport di kantor imigrasi mana saja (ga harus berdasarkan KTP). Info dari Ditjen Imigrasi sendiri, persyaratan yang diperlukan untuk mengurus passport adalah:

1.  Mengisi formulir permohonan paspor RI dengan benar dan lengkap (perdim 11, yang dapat diperoleh di kantor imigrasi);
2.   Melampirkan berkas asli dan foto kopi identitas diri, antara lain ;

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  • Akte Kelahiran (KK) dan atau Surat Tanda Tamat Belajar/Ijazah;
  • Surat Kawin/Akte Nikah bagi yang telah menikah;

3.  Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI;
4.  Surat ganti nama (jika direncanakan akan dilakukan perubahan atau pergantian nama)
5.  Rekomendasi tertulis dari atasan atau pimpinan bagi mereka yang bekerja sebagai PNS, karyawan BUMN, TNI/Polri atau Karyawan Swasta;
6.  Pemohon melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku (Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2007 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI).

Liburan akhir taun besok aku bakal berada di Jogja. Oleh karenanya, aku harus mencari tau kantor imigrasi Jogja dan bagaimana cara untuk sampe ke sana. Hufff, ntar kalo berhasil, aku bagi de infonya. Kita lihat, apakah pelayanan kantor imigrasi Indonesia cukup memuaskan atau tidak ^^.

Update:

Kantor imigrasi Yogyakarta:
JL. SOLO KM.10 PO BOX 19 YKAP YOGYAKARTA 55282
YOGYAKARTA
INDONESIA
0274-487165

Kantor imigrasi Jakarta Selatan:
Jl. Warung Buncit Raya No. 207. Jakarta Selatan 12760.
JAKARTA
INDONESIA
021-7996334, 7996340

Hokay, mana yang lebih menggoda?

Me, Today

I think i am getting sick. Beberapa hari kehilangan selera makan, dan udah 2 hari juga ga kemasukan nasi. Sekarang kepala pusing ga jelas. Jika harus melihat sisi positif dari setiap kejadian, maka kali ini adalah aku punya alesan kalo besok males bangun dan ga ngantor, “saya sakit Pak” .

Hope i’ll get better soon.