Kopi Tiam Oey: Masa Lalu yang Ada di Depanku

[Blog post kali ini ditulis oleh Mr. S, yang akhirnya pulang juga ke Indonesia. Bagi yang sudah pernah membaca blog post sebelum ini, saya sudah sering menceritakan tentang Mr. S.

Setelah tujuh tahun mengadu nasib di Amerika, Mr.S akhirnya pulang for good. Sejak kepulangannya tiga minggu lalu, kami sering berwisata kuliner di sekitar Jakarta. Tempat yang pertama kali kami kunjungi bersama adalah Sabang 16 dan Kopi Tiam Oey. Mr. S terkesima dengan Ijs Koffie Sisiliana yang ada di Kopi Tiam Oey.

Bagi yang sudah lama meninggalkan Indonesia, pasti mengalami apa yang dirasakan oleh Mr. S. Makan makanan tertentu akan menggugah kenangan lalu. Demikian juga ketika mengunjungi tempat-tempat.] Baca lebih lanjut

Iklan

First Date: Traveling ke Amerika Serikat [Part 2]

first date

Culture: perihal Menahan pintu dan tip

Perjalanan lintas negara lintas benua memang membawa banyak hal baru. Salah satu contohnya, di Jakarta saya tidak terbiasa menahan pintu untuk orang di belakang saya. Ketika hari pertama sampai di Milwaukee, saya masih membawa kebiasaan tersebut. Ujung-ujungnya disenyumin Mr. S dan dikasih tau kalau di sana mereka terbiasa untuk menahan pintu agar orang di belakangnya dapat keluar/masuk dengan nyaman. Gentle ya!

Mengenai tip, saya juga tidak terbiasa memberikan tip ketika selesai makan. Lha seringnya makan di warteg. Di sana, secara tidak tertulis, customer akan memberikan tip yang nantinya akan diberikan kepada waiter. Kata Mr. S sih biasanya 15% dari total bill. Tambahan income waiter bergantung pada tip tadi. Baca lebih lanjut

First Date: Traveling ke Amerika Serikat [Part 1]

Sebenarnya Benua Amerika tidak pernah masuk dalam list tempat yang ingin saya kunjungi. Selain dikarenakan letaknya yang sangat jauh dari Jakarta, banyaknya isu rasisme juga membuat saya enggan ke sana. Namun takdir berkata lain.

Setelah dua puluh bulan LDR-an dengan Mr. S (iya, kami belum pernah bertatap muka sama sekali di dunia nyata), kami memutuskan untuk kopdar. Persoalan selanjutnya, Mr. S belum bisa pulang ke Indonesia karena masih sibuk dengan urusan kelulusan dan apply kerjaan di sana. Akhirnya saya yang dengan senang hati pergi menempuh jarak lima belas ribu kilo meter, untuk penyegaran setelah lelah dan terseok-seok menjalani tahun 2016 sekaligus menambah list benua yang pernah dikunjungi.

penerbangan

Awalnya saya ingin merasakan suasana Natal atau Tahun Baru di NYC seperti di film New Year’s Eve, sehingga sejak November sudah berlangganan notifikasi tiket murah di Skyscanner. Namun karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan belum ketemu jadwalnya Mr. S yang pas, keinginan tersebut harus diurungkan. Setelah ditimbang-timbang, tanggal keberangkatan diputuskan adalah 5 Januari 2017, dengan harapan memberikan pembukaan yang baik di tahun ini.

Sejak keputusan tersebut, saya hanya punya waktu kurang dari dua minggu untuk mempersiapkan semuanya: winter outfit, menyelesaikan pekerjaan, hingga beli tiket dan pesan penginapan. Karena sudah mepet, maka tiket yang dibeli juga tidak bisa mendapatkan harga yang murah banget, apalagi kalau beli Jakarta – Chicago PP. Ya Allah bisa puasa dua bulan kayaknya hanya untuk beli tiket. Untuk menekan pengeluaran di tiket, saya membeli tiket KL – Chicago PP dengan menggunakan maskapai United Airlines yang bekerja sama dengan ANA. Dari KL ke Narita menggunakan ANA, dari Narita ke Chicago dengan United Airlines. Sementara Jakarta – KL PP, menggunakan Air Asia yang harganya cukup murah untuk penerbangan di hari kerja.

Baca lebih lanjut

Pengalaman Membuat Visa Amerika

cara-membuat-visa-amerika-2

Dibandingkan dengan pengalaman mengurus visa Schengen dan visa Turki sebelumnya, mengurus visa Amerika kali ini terasa lebih melelahkan jiwa. Hal ini dikarenakan banyaknya rumor yang beredar mengenai persyaratan pembuatan visa, dan ketidakjelasan alasan ditolaknya permohonan visa. Kan ga enak ya kalo ditolak tanpa kepastian gitu :p .

Semakin banyak membaca blog dan komen, semakin gundah gulana hati ini *alah*. Setelah ngobrol dan disuruh Mr S, akhirnya saya memantapkan diri untuk mengurus visa.

Sebagai warga negara yang cinta tanah air beta, saya memilih mengajukan visa non imigran (visa turis). Sejak menyelesaikan pengisian formulir DS-160 pada 31 Oktober 2016, passport saya sudah dikembalikan bersama dengan visanya pada 11 November 2016. Berikut langkah-langkah untuk mengurus visa turis Amerika. Baca lebih lanjut

Budget Traveling ke Turki

budget traveling ke turki

Turki merupakan salah satu negara yang masuk ke dalam bucket list saya, selain Eropa Barat yang sudah saya kunjungi di tahun 2015 lalu dalam rangkaian solo trip. Alasannya, karena saya ingin merasakan dan menyaksikan sisa-sisa peninggalan kejayaan Ottoman Empire, terlebih ada rasa was-was jika bangunan-bangunan bersejarah yang ada di sana menjadi sasaran pengeboman selanjutnya. Duh, jangan sampai deh!

“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” – Paulo Coelho

Promo Qatar Airways melancarkan terwujudnya keinginan saya untuk melihat Turki yang sebelumnya hanya saya lihat di situs traveling, instagram orang lain, atau di tv. Setelah berdiskusi dengan Dita, akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket ke Istanbul dan memanfaatkan libur panjang di bulan Mei 2016 (biar hemat cuti).

Post kali ini khusus membahas budget untuk traveling ke Turki, sementara cerita tentang perjalanan di Turki akan dituliskan pada post berikutnya 🙂
Baca lebih lanjut

[Jakarta Weekend Gateway] Memasak Seru Bersama Little Chef di Swiss-Belresidences

Ketika weekend, kalian biasanya ngapain aja?

Sebagai lajang ibukota, yang di hari kerja disibukkan oleh rutinitas dan disuguhi dengan kemacetan Jakarta, weekend adalah hal yang saya nantikan nomor tiga setelah gajian dan kepulangan significant other. Bahkan saking bersemangatnya, kadang saya sudah merencanakan hendak melakukan apa ketika weekend di hari Senin atau Selasa.

Setelah sebelumnya pernah mengikuti cooking class “Rustic French Pastries” bersama DetikFood sebagai pilihan weekend gateway, kali ini saya memilih untuk menghabiskan weekend bersama para little chef. Pada hari minggu, 20 Maret 2016, lalu Swiss-Belresidence Kalibata mengadakan Little Chef Cooking Class. Saya tertarik untuk datang ke acara ini karena dua hal. Pertama, letak Swiss-Belresidence yang “selemparan batu” dari Kalibata City. Kedua, karena saya ingin melihat langsung bagaimana menggemaskannya adik-adik belajar memasak, yang biasanya hanya bisa dilihat di layar tv. Baca lebih lanjut

Mencicipi Markobar Cikini

review markobar cikini

Sejak bulan September 2015 lalu, saya sudah penasaran ingin mencicipi Markobar (Martabak Kota Baru) yang merupakan salah satu bisnis kuliner milik Gibran Rakabuming, putra Presiden Jokowi. Sebelum ada outlet di Cikini, saya mencari-cari di Instagram dan Twitter @markobar1996 yang akhirnya menemukan info bahwa Markobar bisa dipesan delivery dari Kemang. Mencari martabak saja semangat sekali, apa kabar mencari jodoh ya? 😛 Baca lebih lanjut

Mengurus Visa Turki Secara Online

safitrisudarno.com

Setelah sempat dibuat galau oleh berita dari halaman Facebook resmi Kedutaan Besar Republik Turki di Jakarta mengenai adanya perbedaan tata cara mengurus visa Turki per 5 Januari 2016, hari ini saya berhasil mendapatkan visa Turki secara online yakni berupa e-Visa. Dalam pengumuman perubahan tersebut disampaikan bahwa semua jenis visa Turki harus dibuat melalui Pre-Application System of Turkish Sticker Visa (www.visa.gov.tr), sementara sebelumnya pembuatan visa dapat langsung mengakses halaman e-Visa System (www.evisa.gov.tr).

pengumuman perubahan mengurus visa turki

Saya sudah was-was dan menyiapkan mental jika memang mengurus visa Turki ini harus dilengkapi dengan berbagai macam dokumen dan datang ke kantor Kedubes Turki di Jakarta, seperti mengurus visa Schengen. Namun ternyata tidak perlu :D. Baca lebih lanjut

First Date? Jangan ke Lobbie Lobster!

Apa yang kamu lakukan pada 1 Januari 2016?

Saya yang ketika libur Natal hanya di rumah saja, pada libur tahun baru ingin melakukan sesuatu yang istimewa. Sedari lama sudah berwacana untuk wisata kuliner lobster, setelah sebelumnya sudah mencicipi kepiting, namun rencana tersebut baru terealisasi ketika libur tahun baru kemarin. Sebenarnya tidak ada perayaan istimewa, hanya ingin makan enak sebelum melakukan medical check up (MCU) tahunan yang suka bikin deg-degan. Sering kali ketika hasil MCU sudah keluar, saya merasa berdosa kalau makan makanan yang tinggi kolesterolnya :(.
Baca lebih lanjut