Keputusan Finansial Terbaik di 2020

Salah satu hal yang banyak saya pelajari di tahun 2020 adalah mengelola finansial. Sejak pandemi Covid19 terjadi, kantor memutuskan untuk WFH, banyak akun di Instagram yang saya follow mengadakan IG Live di jam istirahat siang. Jam istirahat jadi bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu baru, atau ya sekedar menguatkan ilmu yang sebelumnya memang sudah saya ketahui. Luar biasa sih, para pemilik akun berbagi ilmu gratis mulai dari parenting, mental health, dan yang jadi gong buat saya adalah literasi finansial.

Baca lebih lanjut

Persiapan Cuti Panjang

Ga terasa tahun 2020 yang penuh dengan kejutan ini sudah sampai di akhir. Tahun ini kayaknya hanya Januari, Februari, tau-tau November.

Di penghujung tahun 2020 ini, saya membuat keputusan yang cukup besar yakni mengajukan unpaid leave satu tahun ke kantor. Sebenernya sudah lama sering bercanda kalau mau unpaid leave, tapi baru saat ini dirasa sebagai timing yang tepat.

Untuk memastikan kenyamanan hidup selama unpaid leave ini terjaga, beberapa hal perlu diperlu dipersiapkan.

Baca lebih lanjut

LDM di Kala Pandemi dan Cerita Bertemu Marriage Counselor

Bagi sebagian orang, Long Distance Marriage mungkin bukan pilihan. Tapi bagi kami yang dari awal berhubungan juga sudah dimulai dengan LDR, sementara sebelum menikah suami juga belum mendapatkan pekerjaan yang cocok di Jakarta, maka LDM adalah pilihan yang terbaik saat itu. Saat hidup masih baik-baik saja tanpa Covid. Saat suami bisa pulang ke Jakarta setiap weekend.

Bagaimana rasanya LDM di saat pandemi seperti sekarang? Berat di dua minggu pertama, karena kami punya kebiasaan untuk merapikan seprai bersama. Rasa kehilangan, ada yang kurang lengkap, muncul ketika aku harus merapikan seprai sendirian. Sedih banget sih rasanya saat itu, tapi ya musti dijalani. Baca lebih lanjut

Persiapan Sebelum Menikah

Mumpung masih satu setengah tahun menikah, aku mau share list yang masuk ke bagian persiapan menikah kami. List ini di luar hiruk pikuk keribetan mengurus printilan untuk hari H, karena kami udah menyerahkannya ke WO dan minta bantuan keluarga. Maklum, aku dan Sandi sama-sama jauh dari lokasi pernikahan, sebisanya minta ke WO untuk ngurusin macem-macem.  Alhamdulillah dapet WO yang enak banget diajak kerja sama. Baca lebih lanjut

Mengenang 2019

Kemarin saya menulis insta story mengenai highlight kehidupan saya di tahun 2019. Di tengah ritme hidup di Jakarta yang cepat, sejenak memberikan waktu untuk mengingat kembali apa yang sudah saya lewati di tahun 2019, membuat saya ingin memeluk erat diri sendiri sambil mengucapkan “terima kasih sudah berusaha dengan keras”.

Baca lebih lanjut

Kopi Tiam Oey: Masa Lalu yang Ada di Depanku

[Blog post kali ini ditulis oleh Mr. S, yang akhirnya pulang juga ke Indonesia. Bagi yang sudah pernah membaca blog post sebelum ini, saya sudah sering menceritakan tentang Mr. S.

Setelah tujuh tahun mengadu nasib di Amerika, Mr.S akhirnya pulang for good. Sejak kepulangannya tiga minggu lalu, kami sering berwisata kuliner di sekitar Jakarta. Tempat yang pertama kali kami kunjungi bersama adalah Sabang 16 dan Kopi Tiam Oey. Mr. S terkesima dengan Ijs Koffie Sisiliana yang ada di Kopi Tiam Oey.

Bagi yang sudah lama meninggalkan Indonesia, pasti mengalami apa yang dirasakan oleh Mr. S. Makan makanan tertentu akan menggugah kenangan lalu. Demikian juga ketika mengunjungi tempat-tempat.] Baca lebih lanjut

First Date: Traveling ke Amerika Serikat [Part 2]

first date

Culture: perihal Menahan pintu dan tip

Perjalanan lintas negara lintas benua memang membawa banyak hal baru. Salah satu contohnya, di Jakarta saya tidak terbiasa menahan pintu untuk orang di belakang saya. Ketika hari pertama sampai di Milwaukee, saya masih membawa kebiasaan tersebut. Ujung-ujungnya disenyumin Mr. S dan dikasih tau kalau di sana mereka terbiasa untuk menahan pintu agar orang di belakangnya dapat keluar/masuk dengan nyaman. Gentle ya!

Mengenai tip, saya juga tidak terbiasa memberikan tip ketika selesai makan. Lha seringnya makan di warteg. Di sana, secara tidak tertulis, customer akan memberikan tip yang nantinya akan diberikan kepada waiter. Kata Mr. S sih biasanya 15% dari total bill. Tambahan income waiter bergantung pada tip tadi. Baca lebih lanjut

First Date: Traveling ke Amerika Serikat [Part 1]

Sebenarnya Benua Amerika tidak pernah masuk dalam list tempat yang ingin saya kunjungi. Selain dikarenakan letaknya yang sangat jauh dari Jakarta, banyaknya isu rasisme juga membuat saya enggan ke sana. Namun takdir berkata lain.

Setelah dua puluh bulan LDR-an dengan Mr. S (iya, kami belum pernah bertatap muka sama sekali di dunia nyata), kami memutuskan untuk kopdar. Persoalan selanjutnya, Mr. S belum bisa pulang ke Indonesia karena masih sibuk dengan urusan kelulusan dan apply kerjaan di sana. Akhirnya saya yang dengan senang hati pergi menempuh jarak lima belas ribu kilo meter, untuk penyegaran setelah lelah dan terseok-seok menjalani tahun 2016 sekaligus menambah list benua yang pernah dikunjungi.

penerbangan

Awalnya saya ingin merasakan suasana Natal atau Tahun Baru di NYC seperti di film New Year’s Eve, sehingga sejak November sudah berlangganan notifikasi tiket murah di Skyscanner. Namun karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan belum ketemu jadwalnya Mr. S yang pas, keinginan tersebut harus diurungkan. Setelah ditimbang-timbang, tanggal keberangkatan diputuskan adalah 5 Januari 2017, dengan harapan memberikan pembukaan yang baik di tahun ini.

Sejak keputusan tersebut, saya hanya punya waktu kurang dari dua minggu untuk mempersiapkan semuanya: winter outfit, menyelesaikan pekerjaan, hingga beli tiket dan pesan penginapan. Karena sudah mepet, maka tiket yang dibeli juga tidak bisa mendapatkan harga yang murah banget, apalagi kalau beli Jakarta – Chicago PP. Ya Allah bisa puasa dua bulan kayaknya hanya untuk beli tiket. Untuk menekan pengeluaran di tiket, saya membeli tiket KL – Chicago PP dengan menggunakan maskapai United Airlines yang bekerja sama dengan ANA. Dari KL ke Narita menggunakan ANA, dari Narita ke Chicago dengan United Airlines. Sementara Jakarta – KL PP, menggunakan Air Asia yang harganya cukup murah untuk penerbangan di hari kerja.

Baca lebih lanjut