Hikmah dari Sebuah Film: Me Before You

Bagi jamaah Game of Thrones, pasti kenal dengan perempuan berambut panjang dan pirang, yang tunggangannya anti macet dan anti mainstream: naga. Yup, Emilia Clarke! Berbanding terbalik dengan sosok Daenerys Targaryen yang diperankannya dalam serial GoT, Emilia pada Me Before You memerankan perempuan manis, chatty dengan selera fashion yang nyentrik, yang  bernama Louisa Clark (Lou).

Film ini diawali dengan adegan kruntelan di selimut putih yang hangat, pada jam 6.15 a.m yang membuat saya iri. Selain ada Mas Sam Claflin (Will Traynor) di kasur, dengan senyum manisnya yang bisa bikin diabetes, karena kok ya jam segitu masih pada kruntelan dan belum berangkat ke kantor. Saya jam segitu mah sudah siap-siap memesan ojek *sigh*, terus masih LDR-an pulak *yah curhat*.

me before you

Baca lebih lanjut

NESCAFÉ Dolce Gusto: Ngopi Seru Bersama Barista Pribadimu

Coffee is like a great partner. Always there, comforting without asking questions.

Saya lupa kapan awalnya saya mulai menjalin kedekatan dengan sesuatu yang bernama kopi. Yang pasti, sejalan dengan usia yang bertambah, seiring dengan masalah-masalah hidup yang tidak dapat diselesaikan bersama segelas susu. Ketika malam-malam harus diisi dengan begadang, untuk memastikan bahwa esok hari harus disambut kedatangannya dengan mempersiapkan diri sejak hari ini, saya semakin berhubungan baik dengan kopi.

Meskipun saya tidak mengerti banyak tentang kopi, setiap kali memegang buku menu untuk memilih minuman, jemari saya tak perlu diperintahkan untuk langsung mencari menu yang mengandung kopi. Demikian juga rutinitas sebelum berangkat ke kantor di pagi hari, saya merasa lebih bahagia dan “siap” menghadapi “kejutan” ketika sudah menghirup wangi dan merasakan aliran hangatnya kopi masuk ke dalam tubuh.

Begitulah cinta saya pada kopi. Baca lebih lanjut

Budget Traveling ke Turki

budget traveling ke turki

Turki merupakan salah satu negara yang masuk ke dalam bucket list saya, selain Eropa Barat yang sudah saya kunjungi di tahun 2015 lalu dalam rangkaian solo trip. Alasannya, karena saya ingin merasakan dan menyaksikan sisa-sisa peninggalan kejayaan Ottoman Empire, terlebih ada rasa was-was jika bangunan-bangunan bersejarah yang ada di sana menjadi sasaran pengeboman selanjutnya. Duh, jangan sampai deh!

“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” – Paulo Coelho

Promo Qatar Airways melancarkan terwujudnya keinginan saya untuk melihat Turki yang sebelumnya hanya saya lihat di situs traveling, instagram orang lain, atau di tv. Setelah berdiskusi dengan Dita, akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket ke Istanbul dan memanfaatkan libur panjang di bulan Mei 2016 (biar hemat cuti).

Post kali ini khusus membahas budget untuk traveling ke Turki, sementara cerita tentang perjalanan di Turki akan dituliskan pada post berikutnya:)
Baca lebih lanjut

Berjodoh adalah Pilihan

relationship

Menjadi lajang di usia 25+ banyak suka dukanya. Setidaknya ini berdasarkan pengalaman yang saya rasakan. Hal yang tidak mengenakkan sih biasanya ketika pergi ke kondangan atau lebaran, dengan tidak membawa pasangan. Risih saja kalau ditanya “kapan nyusul menikah nih?”. Padahal pernikahan bukanlah lomba yang dimenangkan oleh siapa yang mencapai depan penghulu duluan.

Entah banyak yang menyadari atau tidak, namun bagi saya hal yang paling membuat sedih menjadi lajang adalah ketika tagihan bulanan datang. Saya harus membayarnya sendirian *kekepin dompet*😛.

Di samping hal-hal tidak enak di atas, sebenarnya ada banyak privilege yang dimiliki seorang lajang. Saya bisa menyelesaikan kuliah pasca sarjana tanpa harus memikirkan biaya membeli susu dan popok. Saya bisa traveling ke tempat yang sebelumnya hanya bisa saya lihat di kartu pos atau Instagram travelers lain, dengan pengeluaran hanya untuk satu orang. Saya bisa pergi ke sana kemari dan membangun networking dengan lebih fleksibel. Baca lebih lanjut

Menemukan Cinta

menemukan cinta

Saya setuju dengan yang dituliskan Tirta di blognya “Semakin kita tua, rasanya semakin sulit untuk jatuh cinta.” Mungkin pernyataan ini sifatnya subjektif, tetapi setidaknya saya juga merasakan hal yang sama. Mengingat hingga sekarang saya belum juga menikah.

Semakin tua, saya merasa semakin realistis. Mungkin karena sudah ditempa dengan berbagai kekecewaan atas ekspektasi yang tidak terpenuhi, janji yang tidak ditepati, atau sudah takut dan lelah dengan rasa sakit hati. Beda dengan ketika masih umur belasan hingga awal dua puluhan, dilirik oleh lawan jenis yang rupawan saja bisa deg-degan susah tidur semalaman. Baca lebih lanjut

[Jakarta Weekend Gateway] Memasak Seru Bersama Little Chef di Swiss-Belresidences

Ketika weekend, kalian biasanya ngapain aja?

Sebagai lajang ibukota, yang di hari kerja disibukkan oleh rutinitas dan disuguhi dengan kemacetan Jakarta, weekend adalah hal yang saya nantikan nomor tiga setelah gajian dan kepulangan significant other. Bahkan saking bersemangatnya, kadang saya sudah merencanakan hendak melakukan apa ketika weekend di hari Senin atau Selasa.

Setelah sebelumnya pernah mengikuti cooking class “Rustic French Pastries” bersama DetikFood sebagai pilihan weekend gateway, kali ini saya memilih untuk menghabiskan weekend bersama para little chef. Pada hari minggu, 20 Maret 2016, lalu Swiss-Belresidence Kalibata mengadakan Little Chef Cooking Class. Saya tertarik untuk datang ke acara ini karena dua hal. Pertama, letak Swiss-Belresidence yang “selemparan batu” dari Kalibata City. Kedua, karena saya ingin melihat langsung bagaimana menggemaskannya adik-adik belajar memasak, yang biasanya hanya bisa dilihat di layar tv. Baca lebih lanjut

Makan Apa di Kalibata?

kuliner kalibata city

Setelah hampir dua tahun tinggal di rumah susun (bahasa kerennya sih apartment) Kalibata, saya memang belum banyak mengeksplorasi tempat makan yang ada. Biasa sih, saya memang kurang suka mencoba tempat makan karena malas berekspektasi. Jadi kalau sudah cocok sama yang satu itu, ya ke situ aja bolak-balik.

Hidup di Indonesia ini penuh dengan kemudahan. Kalau malas mau jalan beli makan, tinggal telpon delivery order. Penjaja makanan juga gampang ditemukan. Tinggal pilih saja mana yang disuka.

Kalau di Kalibata, ada beberapa makanan yang sering saya beli. Baca lebih lanjut

Ketika Merasa Berat Ke Kantor, Coba Lakukan 10 Cara Ini!

tips semangat dan produktif di kantor

Apa hal-hal yang bikin kamu berat hati ke kantor? Kalau saya biasanya ketika kelelahan, sedang PMS yang bikin badan seperti habis digebukin orang, masih banyak email dengan bendera merah yang perlu di-follow up, ketika transportasi ke kantor lagi kurang bersahabat, atau ketika ada yang ga ingin ditemui😛. Hal-hal tersebut merusak mood di kantor, bisa-bisa berujung menjadi tidak produktif seharian dan bikin stres.

Ada juga hal lain yang bikin nyesek yakni ketika rasanya sudah kelelahan bekerja, tapi ga kelihatan hasilnya. Duh, berasa buang-buang waktu saja!

Setelah membaca beberapa atrikel, ngobrol dengan teman di kantor, dan tentu saja hasil observasi pribadi, saya menemukan beberapa hal yang bisa membuat saya jadi lebih bersemangat ke kantor dan [merasa] lebih produktif. Baca lebih lanjut

Yuk Lakukan 5 Hal Seru Ini Waktu Mati Lampu!

browsing mati lampu

Beberapa hari lalu, saya terbangun tengah malam karena kepanasan dan tiba-tiba mendapati kamar gelap gulita. Padahal saya ingat betul ketika sebelum tidur, saya sudah menyalakan lampu tidur. Lalu saya mengingat-ingat, masa iya saya lupa belum bayar listrik? Oh tentu tidak! Ternyata memang di apartment listrik sedang mati😦.

Saya bisa mendadak bete kalau lagi mati lampu gitu.

Kejadian yang sederhana dan bisa terjadi kapan saja ini memang paling ampuh menghancurkan mood. Apalagi kalau mati lampunya terjadi ketika sedang menonton acara televisi yang seru atau sedang mengerjakan tugas. Duh, gemes banget kan? Baca lebih lanjut