[Jakarta Weekend Gateway] Memasak Seru Bersama Little Chef di Swiss-Belresidences

Ketika weekend, kalian biasanya ngapain aja?

Sebagai lajang ibukota, yang di hari kerja disibukkan oleh rutinitas dan disuguhi dengan kemacetan Jakarta, weekend adalah hal yang saya nantikan nomor tiga setelah gajian dan kepulangan significant other. Bahkan saking bersemangatnya, kadang saya sudah merencanakan hendak melakukan apa ketika weekend di hari Senin atau Selasa.

Setelah sebelumnya pernah mengikuti cooking class “Rustic French Pastries” bersama DetikFood sebagai pilihan weekend gateway, kali ini saya memilih untuk menghabiskan weekend bersama para little chef. Pada hari minggu, 20 Maret 2016, lalu Swiss-Belresidence Kalibata mengadakan Little Chef Cooking Class. Saya tertarik untuk datang ke acara ini karena dua hal. Pertama, letak Swiss-Belresidence yang “selemparan batu” dari Kalibata City. Kedua, karena saya ingin melihat langsung bagaimana menggemaskannya adik-adik belajar memasak, yang biasanya hanya bisa dilihat di layar tv. Baca lebih lanjut

Mencoreti Impian Tahun 2014

Bulan Juni tahun 2014 ini sungguh bulan yang luar biasa buat saya, terutama dalam 2 minggu terakhir. Banyak hal-hal penting dan menarik yang terjadi, hal yang selama ini saya tunggu dan dambakan. Setelah bisa short escape ke Samosir, sementara badan belum selesai lelahnya, saya kembali ke Jakarta. Selain ditunggu oleh list pekerjaan, list impian saya di tahun ini juga menanti untuk dicoret. Yay! ^^

Sebenarnya saya lelah secara fisik dan mental, saat ini saja saya sedang flu yang sepertinya sebagai akibat kurang istirahat dan kurang makan. Hari minggu saya sampai di kosan, kembali dari Medan, pada jam 23.00 WIB. Besoknya sudah bekerja lagi dan harus pulang malam karena ke kampus dulu untuk menyerahkan tesis kepada dosen penguji ahli, serta ke toko kue untuk menyiapkan konsumsi bagi para dosen yang hadir di sidang tesis saya pada hari Selasa. Dengan badan yang lelah sangat, file presentasi pun saya buat pada hari Selasa jam 01.30 WIB. Deadliner sejati 😐

Pas mau sidang rasanya hati dan pikiran ga karuan. Tapi alhamdulillah dinyatakan lulus walaupun harus dengan revisi :D. Akhirnya ujung dari perjuangan selama dua tahun terlihat sudah. Dua tahun yang luar biasa karena saya harus banyak menolak ajakan teman-teman untuk ngumpul bareng dan traveling :(. Berat banget melihat yang lain upload foto liburan sementara saya di warung kopi mengerjakan tugas kuliah. Selalu ada harga yang dibayar untuk setiap cita-cita! 🙂

Wajah bahagia setelah sidang

Wajah bahagia setelah sidang

Baca lebih lanjut

Medan!

Akhirnya saya bisa ke Medan juga sodara sebangsa dan setanah air ^^. Seharusnya tahun lalu saya ditugaskan untuk kunjungan dinas ke kota ini. Hotel sudah saya pesan, sudah membayangkan makan durian Ucok. Namun apa daya Allah berkata lain. Saya tidak jadi ke Medan karena ada pekerjaan lain di Jakarta. Kecewa? Pasti. Karena seharusnya saat itu saya dinas bersama ehm…bos idola :p

Kata orang rejeki ga ke mana, tapi jodoh yang entah di mana #eh, maap ga fokus *ditoyor*. Saya mendapatkan tugas kembali untuk pergi ke Medan. Tadinya malah malas-malasan karena saya yang sedang menunggu jadwal sidang tesis, harus sebisanya stay di Jakarta karena saat ini saya lebih mengharapkan lulus dan mendapatkan ijasah daripada ijab sah. Tapi karena kepastian sidang tak kunjung datang, maka saya memutuskan menerima tugas ke Medan. Tuh kan wanita itu perlunya kepastian, bukan digantungin kayak jemuran *ditoyor lagi*.

Baca lebih lanjut

New Friends New Activities!

When was the last time you did something for the first time?

It’s definitely an important question for coloring our days. New communities, new activities are important to give us new experiences, environment, friends and knowledge for sure. And if you’re lucky, it will lead you to your passion 🙂

Me? I have at least two new communities. One of it you can read on my previous posting. Yes, Pertamina Runners. As you know from its name, it’s a community in my office to collect those who love to run. We train together, and attended some running races in Indonesia or abroad. Here we can support and enrich our information about things related with running activity such running apparels, injured treatment, race schedule, etc.

Pertamina Runners finisher 10K

Pertamina Runners finisher 10K

Another community is Pertamina Toastmaster. Even though until this far I never found our meeting were attended by more than fifteen members, but the environment was always exuberant. The senior members never judge when other make mistakes either in grammar or pronunciation. They are really supportive and wise. And I really have fun here, because they are so funny and the stories they told were interesting. I love for being here 🙂

Toastmasters-02

From that activities, I get countless new friends and experiences (and bit injured leg)! ^^. So, how’s yours?

My Running Race(s)

Sambil menunggu boarding untuk kembali ke Jakarta (yang akan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Bandung), saya yang berkeinginan untuk rajin blogging lagi, kali ini ingin menuliskan tiga event lari yang sudah saya ikuti selama sebulan terkahir. Sejauh ini, saya sudah ikut tiga event. Berikut adalah ceritanya dan skalian sama foto-foto narsisnya 😀

LPS Run di BSD pada 10.11.13

Merupakan running race pertama yang saya ikuti dengan jarak tempuh 5K, pertama kalinya mendapatkan finisher medal juga. Medannya yang naik turun menjadi tantangan tersendiri. Masa ya baru aja lewat garis start, udah menjumpai tanjakan *ngusap dahi*. But it was fun..

IMG-20131110-WA0011

Foto bersama Pertamina Runners

Baca lebih lanjut

Buku, Buku, Buku….

Beberapa hari yang lalu saya membulatkan tekad untuk mengunjungi dokter mata. Selain untuk memeriksakan mata yang terasa mulai kabur dengan kacamata yang sedang saya pakai saat itu, saya juga bermaksud untuk memanfaatkan jatah claim kacamata dari asuransi kantor yang nominalnya cukup lumayan.

Setelah memeriksakan mata di RS Aini, ternyata oh ternyata, dengan berbesar hati saya menerima hasil dari sang dokter bahwa minus mata saya bertambah. Kali ini, jumlah pertambahannya bisa dibilang cukup banyak (kurang lebih 0,5 untuk setiap mata) *nangis meminta maaf pada mata*. Sekarang mata saya berminus 3,25 dan 3.

Setelah dipikir-pikir, mungkin ini diakibatkan oleh semakin meningkatnya kecanduan saya untuk membaca buku. Sering kali belakangan saya memanfaatkan weekend dan menargetkan untuk menyelesaikan membaca setidaknya satu buah buku. Dimulai dari jumat malam (kalau tidak berkebutuhan tidur awal karena sakit), saya akan mulai begadang untuk membaca atau menulis. Terkadang saya tidur setelah jam tiga dini hari, dan akan melanjutkan membaca setelah tidur.

Rasanya….ada kepuasan yang sulit untuk diucapkan setiap kali menyelesaikan membaca sebuah buku setiap weekend. Dari buku yang saya pilih, selalu ada pengalaman imajinatif yang menguatkan, informasi yang mengayakan, traveling baik jiwa maupun pikiran. Setiap menyelesaikannya, rasanya saya siap menghadapi hari senin dengan semangat baru. Saya lebih rela untuk menghabiskan weekend untuk membaca daripada nonton film di bioskop (karena tiket weekend harganya mahal, dan lebih senang nonton ketika weekdays :p).

Sekarang saya sedang menyelesaikan Berjalan Menembus Batas (buku yang saya peroleh dari talk show Kick Andy pada peringatan Hari Kartini di kantor) dan Travelers Tales Belok Kanan: Barcelona! (yang saya pinjam dari perpustakaan kantor).

Dan akhirnya, SAYA INGIN JALAN-JALAAAAAAAN!

Not Ordinary Weekend

Beberapa minggu belakangan, saya tengah menikmati melakukan hal-hal di luar kebiasaan ketika mengisi weekend atau liburan. Biasanya kalau liburan bakalan mengunjungi mall (untuk sekedar makan, ke toko buku, atau nonton) atau cafe untuk bekerja. Dalam rangka penghematan, liburan tidak membeli tiket pulang atau pelesir dan meminimalisir nge-mall, jadi saya (dan kadang dibuntutin oleh @neng_rizka :p) melakukan hal-hal baru. Selain untuk coloring my days, kegiatan seperti ini juga akan menambah pengalaman dan kalimat “…oooh ada toh…” atau “ealah, di sini toh tempatnya” yang bakal keluar dari mulut kami.

Trigger dari hal ini adalah untuk menikmati weekend, get a life. Sebelumnya saya sering menyelesaikan (menyicil menyelesaikan tepatnya) pekerjaan yang tidak terselesaikan di kantor. Setiap weekend kok masih dihantui pekerjaan, mau mengerjakan hal lain saja masih terasa dihantui. Padahal ketika itu saya sudah melebihkan waktu kerja (baca: lembur aka melakukan kegiatan sosial karena memang tidak berbayar :D) dan ketika jam kerja juga tidak chatting bahkan browsing untuk hal di luar pekerjaan. Saya sudah sangat jarang menulis, membaca buku atau blog walking. Dan ketika saya pikir-pikir lagi, kok saya mulai tidak memiliki life balance. And at the time I decided I have to go home on time or as soon as possible and enjoy the weekend. I don’t want to be a machine.

Menurut saya, rutinitas pekerjaan, dan ketika saya tenggelam di arusnya, akan membuat saya kehilangan esensi dan rasa excited dari bekerja itu sendiri. Saya sudah merasakan malasnya berangkat ke kantor, karena mungkin merasa terlalu monoton dan tidak seimbangnya aktivitas otak kiri dan kanan saya. Working is not merely about getting money. Pekerjaan yang menarik adalah yang bisa membuat saya bersemangat ketika bangun pagi, menikmati ketika mengerjakannya, dan ketika jam pulang saya akan mengatakan “..cepet amat udah sore”. Namun ketika saya tidak merasakan hal tersebut, saya merasa perlu untuk mengkaji ulang apa yang saya lakukan. Pekerjaan, menurut saya, seharusnya hanya memakan sebagian porsi dari kehidupan. Sisanya masih ada ibadah, keluarga, hobi, passion, cita-cita dan lain-lain. Penghasilan yang didapat dari pekerjaan-lah yang digunakan sebagai alat untuk memenuhinya.

Okay, cukup intermezzo dan curcolnya 😀

Pada postingan kali ini saya akan menceritakan sedikit tempat atau kegiatan yang saya lakukan. Beberapa di antaranya sempat didokumentasikan melalui kamera hp saya. Enjoy 🙂

TransJakarta Tour

Karena kami (saya dan @neng_rizka) sepakat untuk menghindari mall, jadi kami memutuskan untuk melakukan tour dengan menggunakan Transjakarta. Ngapain itu? Ya mengelilingi Jakarta dengan menggunakan TransJakarta. Total damage-nya tidak lebih dari Rp 20000. Mungkin ada yang bakal bilang kami ini kurang  kerjaan, but we enjoyed it! Jadi duduk atau berdiri aja di dalam TJ dan melihat Jakarta ^^.

Peta jalur TransJakarta

Museum Tour

Selain untuk mencicil pelajaran sejarah, kanjungan ke museum ini bertujuan untuk mengambil pelajaran dari apapun yang disajikannya. Museum yang sempat kami kunjungi adalah Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahillah. Ketiganya berada di Kota Tua. Baca lebih lanjut

Berlangganan TV Cable

Setelah mendapatkan tv gratis dari kantor, saya mulai memikirkan untuk berlangganan tv cable. Sayang juga kalau tv nya nganggur. Dikarenakan banyak pilihan untuk provider tv cable ini, jadi saya mengumpulkan informasi dengan bertanya ke beberapa teman dan tentu saja membaca di internet. Kata teman yang duduk di sebelah saya di kantor, mendingan saya mencari provider yang menyediakan layanan channel HD untuk mendapatkan pilihan tontonan yang memuaskan karena tv saya juga support HD. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi pelanggan First Media.

Awalnya saya membuka web First Media dan memasukkan alamat kos pada Coverage Area untuk melihat apakah First Media sudah menjangkau daerah kosan saya. Dan ternyata sudah. Namun ketika saya menghubungi CS-nya, si mbaknya mengatakan kalau sekitar kosan saya belum dicover oleh jaringan First Media. Jelas saja saya tidak percaya! La wong di webnya saja sudah mengatakan demikian.

Saya, yang benci pada penolakan, malam harinya menghubungi CS First Media. Kenapa kok malam? Karena saya yakin petugas CS nya sudah berganti shift sehingga saya tidak perlu sungkan untuk memastikan apakah saya bisa berlangganan tv cable FM (lagi). Voila, masnya bilang bisa :D.

Baca lebih lanjut

Desember 2011 dan Berkahnya

Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Desember 2011 ini saya resmi diangkat menjadi pekerja di kantor saya setelah 1 tahun sebelumnya saja menjalani berbagai macam tahapan pendidikan. Rasanya? Lega! Akhirnya kalau ditanya orang saya bekerja di mana, saya bisa memberikan jawaban pasti “Pertamina” :D.

Transformasi ID Card

Dengan bergantinya status dari peserta pendidikan menjadi pekerja, maka saya juga mendapatkan perlengkapan seperti seragam, syal, ID Card dan juga harus mengisi berlembar-lembar form baik untuk data perusahaan maupun fasilitas seperti Corporate Card (credit card untuk pekerja), asuransi kesehatan, Dana Pensiun Lembaga Keuangan, Jamsostek, NPWP, dll. Baca lebih lanjut