Pengalaman Membuat Visa Amerika

cara-membuat-visa-amerika-2

Dibandingkan dengan pengalaman mengurus visa Schengen dan visa Turki sebelumnya, mengurus visa Amerika kali ini terasa lebih melelahkan jiwa. Hal ini dikarenakan banyaknya rumor yang beredar mengenai persyaratan pembuatan visa, dan ketidakjelasan alasan ditolaknya permohonan visa. Kan ga enak ya kalo ditolak tanpa kepastian gitu :p .

Semakin banyak membaca blog dan komen, semakin gundah gulana hati ini *alah*. Setelah ngobrol dan disuruh Mr S, akhirnya saya memantapkan diri untuk mengurus visa.

Sebagai warga negara yang cinta tanah air beta, saya memilih mengajukan visa non imigran (visa turis). Sejak menyelesaikan pengisian formulir DS-160 pada 31 Oktober 2016, passport saya sudah dikembalikan bersama dengan visanya pada 11 November 2016. Berikut langkah-langkah untuk mengurus visa turis Amerika. Baca lebih lanjut

Iklan

NESCAFÉ Dolce Gusto: Ngopi Seru Bersama Barista Pribadimu

Coffee is like a great partner. Always there, comforting without asking questions.

Saya lupa kapan awalnya saya mulai menjalin kedekatan dengan sesuatu yang bernama kopi. Yang pasti, sejalan dengan usia yang bertambah, seiring dengan masalah-masalah hidup yang tidak dapat diselesaikan bersama segelas susu. Ketika malam-malam harus diisi dengan begadang, untuk memastikan bahwa esok hari harus disambut kedatangannya dengan mempersiapkan diri sejak hari ini, saya semakin berhubungan baik dengan kopi.

Meskipun saya tidak mengerti banyak tentang kopi, setiap kali memegang buku menu untuk memilih minuman, jemari saya tak perlu diperintahkan untuk langsung mencari menu yang mengandung kopi. Demikian juga rutinitas sebelum berangkat ke kantor di pagi hari, saya merasa lebih bahagia dan “siap” menghadapi “kejutan” ketika sudah menghirup wangi dan merasakan aliran hangatnya kopi masuk ke dalam tubuh.

Begitulah cinta saya pada kopi. Baca lebih lanjut

TeamViewer: Mengontrol Komputer Jarak Jauh Dengan Mudah

review teamviewer

Pernah ga sih mengalami kegalauan perlu mengakses laptop atau desktop lain, sementara kita berada jauh dari perangkat tersebut? Saya sering. Sebagai orang yang malas untuk membawa laptop yang ukurannya lebih berat, sementara kadang ada kebutuhan untuk tetap mengakses isi dari laptop tersebut, maka saya membutuhkan sebuah tools untuk mengakomodir remote komputer atau kontrol jarak jauh. Awalnya saya menggunakan aplikasi Microsoft Remote Desktop yang dapat diunduh dari App Store. Aplikasi ini ternyata tidak akan bekerja jika kedua perangkat (yang me-remote dan di-remote) menggunakan jaringan yang berbeda.

Saya perlu solusi lain. Baca lebih lanjut

Alergi: yang Tak Bisa Disembuhkan Tapi Bisa Dihindari

cara menghindari alergi

Dulu, saya memandang sebelah mata yang namanya alergi. Tapi sejak tahun kemarin, pandangan saya berubah total. Alergi bukanlah hal yang bisa dibiarkan begitu saja.

Gejala alergi ini bisa bermacam-macam bentuknya seperti bersin-bersin, sesak nafas, dan ruam pada kulit atau yang biasa disebut dengan biduran. Ketika masih muda belia dan belum bergelimang dosa, saya hanya sesekali merasakan alergi. Awalnya karena digigit serangga, kemudian saya merasakan panas pada kulit wajah yang disusul dengan rasa kaku dan gatal. Gatal ini menjalar ke bagian tubuh lain. Ketika bercermin, wajah saya ternyata sudah dalam taraf kurang representatif untuk ditunjukkan ke khayalak ramai karena bengkak. Rasanya pingin di kamar saja kalau sedang kambuh gitu *bersandar di bahu Mas Josh Duhamel*. Baca lebih lanjut

Betah di Rumah Berkat GIG

review berlangganan gig indosat

Sebagai anggota LDR Unite dan dalam rangka menyukseskan program “mengurangi main ke mall”, kehadiran koneksi internet yang mumpuni dan stabil di rumah sangat penting buat saya. Dulu saya mengandalkan paket data di hp, jadi kalau mau browsing via laptop harus menggunakan fitur tethering.

Untuk melakukan voice/video call, jika menggunakan hp akan mengakibatkan hp cepat panas dan tentunya baterai akan cepat habis. Nah kalau hp sedang di-charge, kabarnya kurang aman juga untuk dipakai telpon. Lagi pula voice/video call di hp banyak kekurangannya, yakni selain layar yang kecil juga capek megangin hpnya. Kondisi ini berbeda sekali jika saya menggunakan laptop, bisa sambil goler-goler atau baca buku sesuka hati. Baca lebih lanjut

Mencicipi Netflix Indonesia, Gratis!

Kemarin saya dikejutkan oleh timeline Twitter yang menginfokan bahwa Netflix sudah mengglobal dan masuk ke Indonesia. Netflix merupakan penyedia layanan streaming film dan tv show yang berbasis di Amerika Serikat. Konten yang ada di dalam Netflix hanya dapat dilihat secara online, tidak dapat di-download.

Saya suka menonton tv series Amerika seperti Suits dan Scandal. Selain alur cerita yang menarik, tentu saja karena aktornya yang tampan :p. Scandal yang ditulis oleh Mbak Shonda Rhimes, yang terlebih dahulu terkenal lewat Grey’s Anatomy, sering membuat saya gemas dan deg-degan. Selain itu, sepertinya Presiden Amerika Serikat paling tampan hanya ada di tv series ini :D. Baca lebih lanjut

Solo Trip ke Eropa #2: Membuat Visa Schengen

Hari Jumat tanggal 26 Juni 2016 ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu di minggu ini. Hari yang istimewa dan membuat jantung saya berdebar-debar. Apa penyebabnya? Karena besok adalah hari Sabtu, dan saya bisa tidur sepuasnya untuk membalas dendam kekurangan tidur saya selama 4 hari berturut-turut di awal minggu ini karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Selain itu, di tanggal ini adalah hari di mana saya dijadwalkan untuk mengambil visa Schengen di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda yang berada di Jl Rasuna Said Jakarta Selatan. Visa ini yang bikin saya jantungan, takut ditolak! Saya khawatir banget kalau sampai permohonan visa saya ditolak, mengingat semua tiket sudah dibeli dan penginapan sudah dibayar.

schengen-visa-640x300 Baca lebih lanjut

Membeli Asuransi Perjalanan

Masih dalam rangka rencana solo trip saya, salah satu syarat untuk membuat visa Schengen adalah memiliki asuransi perjalanan yang harus berlaku untuk seluruh periode perjalanan di wilayah Schengen dengan minimal nilai pertanggungan €30.000,- termasuk pengobatan dan biaya repatriasi. Dikarenakan saya malas pergi ke agen, maka saya mencari asuransi yang dapat dibeli dan dibayar secara online. Hemat waktu :).

Setelah membaca beberapa referensi dan bertanya pada teman, asuransi perjalanan yang saya pilih adalah Assist Card yang dapat dibeli di sini. Kita tinggal memasukkan data negara asal, negara tujuan, tanggal keberangkatan, tanggal kepulangan, dan jumlah orang yang akan membeli asuransi tersebut. Harga yang harus dibayarkan tergantung pada jumlah hari/lama traveling. Saya memilih Assist Card Premium dan harus membayar U$S 55.00 untuk 12 hari perjalanan. Nilai pertanggungan maksimal asuransi ini adalah U$S 100,000. Baca lebih lanjut

Komunikasi, Yuk!

Pernah ga sih ngrasa “horor” ketika ingin berkomunikasi dengan seseorang? Parno aja gitu bawaannya. Sebenarnya bukan karena orang yang ingin diajak komunikasi tersebut menyeramkan, tapi kadang saya merasa tidak siap dengan penolakan.

Masih dalam rangkaian persiapan solo trip ke Eropa di bulan Agustus mendatang, tanggal 24 Juni 2015 saya mendapatkan jadwal untuk pembuatan visa di Kedutaan Belanda di Jakarta setelah mendaftar online sebulan lalu. All was well until my new boss decided to reschedule a meeting to the date, padahal awalnya meeting [yang seharusnya saya hadiri juga untuk mendampingi beliau] tersebut diadakan pada tanggal 23 Juni 2015. Kegalauan pun terjadi. Oleh karenanya, saya menyiapkan beberapa opsi sebagai upaya ikhtiar.

Opsi pertama, melobi jadwal. Awalnya saya mencoba melobi mbak-mbak sekretaris di kantor yang terlibat untuk mengatur jadwal bos saya dan bosnya bos saya agar saya bisa hadir di meeting dan juga bisa dapet visa. Berhasil? Tentu tidak, karena bosnya bos saya sudah padat jadwalnya. Coret opsi pertama *sigh*. Baca lebih lanjut

27 Things To Do Before You Settle Down

Berawal dari mention temen di FB. Saya dikasih link video dengan judul “27 Things To Do Before You Settle Down”, yang membuat saya berfikir untuk mereview apa saja yang sudah dan yang belum saya lakukan dari 27 point di video tersebut.

  1. Travel with BFFs. Done dan masih akan berlanjut juga sih, kalau kami menemukan jadwal yang tepat. Travel has no expired date.
  2. Learn to cook. Err, kalau masak tumis dan tom yum pake bumbu instan keitung ga sih?
  3. Be financially independent. Alhamdulillah, thanks to the state-owned company yang sudah mentransfer ke rekening saya tiap bulannya.
  4. Face one of your biggest fear. Sudah pernah naik wahana Kora-Kora dan Hysteria di Dufan. And once is enough 😀
  5. Live alone. Ini sedang dijalani juga.
  6. Accomplish a goal. Tahun 2014 kemarin kelar juga S2 di HI UI yang kayak pain in the ass. It was an unforgettable experience.
  7. Find your drink of choice. Hot vanilla latte, please!
  8. Make the first move. Checked.
  9. Challenge yourself. I will.
  10. Take a road trip. Berniat untuk ikutan road trip ke Bromo, tapi belum dijadwalkan. Pe-er nih.
  11. Try a nice restaurant by yourself. Ini sudah beberapa kali, dasar doyan makan 😀
  12. Live somewhere else. Checked, tapi pengen juga merasakan stay di negara lain yang lamaan.
  13. Learn to drive manual. Belum ada rencana sama sekali untuk belajar nyupir 😐
  14. Find a new show and watch it all in one weekend. Wohooo, SCANDALS of course. And SUITS!
  15. Get fit. Nah, sudah lama bolos lari dan sedang mau daftar muaythai. Semoga klub yang di Tebet masih mau menerimaku 😀
  16. Build something with your hand. Membangun masa depan? #eh
  17. Stay up until the sunrise. Sudah pernah.
  18. See your favorite artist live. MLTR sudah, dan next Boyzone. Abang-abang Coldplay sih ga mau ke Jakarta 😐
  19. Make a list of book to read and then read them all. Kalau ini ga pake list sih, karena buku yang belum kelar dibaca sudah ada rak dan susunannya sendiri di kamar. Still in progress.
  20. Learn to fight. Ini digabung sama no 15.
  21. Volunteer. Checked. But I think I want more! Dari ShoeBox Project ini saya kenal dengan @ubermoon dan @denald :*
  22. Try a new hobby. I think I will learn bit how to make a good photo shoot with my mirror-less camera.
  23. Apply for your dream job. Hmm, give me additional time for this *grin*
  24. Keep a journal. Of course. That’s why I have De Journal.
  25. Have a long conversation with a stranger. Ini kemarin waktu naik pesawat pulang ke Jakarta dari Penang, me and my friend had long conversation with mas-mas yang duduk di sebelah kami. Good thing indeed.
  26. Do something crazy and spontaneous. Jaman-jaman masih muda sudah sering sih do spontaneous things, sekarang juga masih 😀
  27. Get to know yourself. Ini sudah, masih, dan akan terus berlanjut.

Huff akhirnya selesai juga. Semoga yang belum, dapat segera diwujudkan :).