For the suffering of my insomnia,
For the misery of my heartbreak,
The pain for being adult,
God gives me the cures.
But, it’s your turn
To be my pain killer.
I am so grateful for that.
And i am addicted.
God created pain along with its cure.
For the suffering of my insomnia,
For the misery of my heartbreak,
The pain for being adult,
God gives me the cures.
But, it’s your turn
To be my pain killer.
I am so grateful for that.
And i am addicted.
God created pain along with its cure.
By Boyce Avenue
He can’t get out of bed this morning
You can tell that he’s been crying
From the stains on his pillow case last night
He wonders why he got no warning
He wonders all the time
Well maybe in his dreams he’ll make it rightHe finally pulls himself together
And tries to face his life
But the thought of her cripples him inside
He wonders if she thinks about him
Or if she feels alright
These thoughts don’t seem to leave his mindAt least he’s still got so much…
Time on his hands
Time to get back on his feet again
Time left to stand
Time to let go of his feelingsProblems in his life get clearer
As he finds some peace of mind
It gets a little easier with time
No he doesn’t have all the answers
But he figures that’s alright
Cause some things in life you just can’t findAt least he’s still got so much…
Time on his hands
Time to get back on his feet again
Time left to stand
Time to let go of his feelingsAll he wanted to find
Was a heart to match his own
When she left him behind
She killed the girl he thought he’d knownTime on his hands
Time to get back on his feet again
Time left to stand (Time won’t let go)
Time to let go of his feelings (Won’t let go)
Time on his hands (Time won’t let go)
Time to get back on his feet again
Beberapa hari yang lalu menjelang jam 11 malam, aku masih terbangun dan mendengar pembicaraan antara mbak penjaga kosku dan anak laki-lakinya yang berusia 3 tahun.
Si Mamah tanpa sengaja menyenggol mainan si anak hingga terjatuh dari kasur. Sambil terkantuk-kantuk beranjak untuk membuatkan sebotol susu.
Si anak : Mah, mamah harus minta maaf dulu. Maah..
Si mamah : Iya.. Sedikit tidak menggubris karna sudah sangat mengantuk dan tetep mengaduk susu.
Si anak : Mamah kan salah, jadi harus minta maaf dulu.. Maenan Danu kok dijatuhin.
Si mamah : Iya, mamah minta maaf.
Si anak : Nah gitu. Lain kali jangan gitu lagi ya Mah..
Dan aku pun tersenyum lebar dari dalam kamar.
Anak sekecil inipun menuntut keadilan. Tauladan yang baik, tak akan segan untuk meminta maaf dan mengaku salah.
Terima kasih atas pelajaran kali ini, mbak.
Cinta itu ga bersyarat.
Jangan pernah bilang:
Aku cinta kamu, kecuali sifatmu yang blablabla.
It’s not love.
Ibuku tak pernah mengatakan padaku:
Ibu akan sayang kamu kalau kamu blablabla.
Dan itulah cinta, ketika kita bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang yang kita cinta. Dan membiarkan mereka menjadi apa adanya.
Minggu kemaren aku ngrengek-ngrengek ke tetangga sebelah, Mbak Suti, biar dibius sampe akhir Desember. Emang ada apa ya obat yang kayak gitu? ^^
Kedengerannya emang menyenangkan, tau-tau udah Desember dan liburan. Luka yang skarang ada, tinggal bekasnya aja, udah kering. Tapi aku salah.
Setelah aku pikir-pikir lagi, bego banget kayaknya. Orang yang dikasi umur pendek dan menghitung mundur harinya di dunia aja mengusahakan biar umurnya bisa lebih panjang. Dan aku? Aku ga bersyukur. Aku cuma mau escape dari masalah dan mau senengnya aja, karna akhir Desember aku have fun time mau maen ke Jogja.
Sebenernya, tiap hari yang aku lalui dengan susah payah, berkubang dengan masa lalu dan segala memorinya, mencoba berdiri lagi setelah jatuh berulang kali, ini adalah saatnya aku belajar dan membuat antibodi. Kalau suatu saat aku diberi masalah yang serupa, aku udah tau gimana cara melewatinya, ke mana aku harus bersandar dan kembali.
Hari ini dan kemarin, pada saatnya nanti, akan menjadi bagian dari album kenangan, buku usang yang bisa aku buka kembali dengan perlahan dan tersenyum ketika membacanya. Yang bisa ku jadikan cerita pada sahabat, orang tua, kakak, anakku kelak, bersama suami, atau dengan orang yang mengalaminya denganku. Dan kamipun akan tertawa bersama, menertawakan hari ini.
Masalahnya bukan pada berapa sering kita terjatuh, tapi pada berapa sering kita bisa berdiri lagi dari keterpurukan itu sendiri.
Dan aku siap berlari, bukan sekedar berdiri ^^.
Jogja, tunggu aku. Tak lama lagi.
Mau disadari atau tidak, Allah selalu memberikan keajaiban-keajaiban padaku. Dari small things sampe yang besar. Dan aku bersyukur atas semuanya (dan semoga ga lupa untuk slalu bersyukur).
Mulai dari waktu aku mudik lebaran kemarin.
Itu untuk hal-hal yang bisa dilihat mata. Dan masih ada lagi.
Ketika aku ngrasa sesek karna masalah relationshipku, God gives me some help. Make me realize that He’s the best place to rely on.
Girls are taught a lot of stuff growing up.
If a guy punches you he likes you.
Never try to trim your own bangs and someday you will meet a wonderful guy and get your very own happy ending.Every movie we see, Every story we’re told implores us to wait for it, the third act twist, the unexpected declaration of love, the exception to the rule.
But sometimes we’re so focused on finding our happy ending we don’t learn how to read the signs.
How to tell from the ones who want us and the ones who don’t, the ones who will stay and the ones who will leave.And maybe a happy ending doesn’t include a guy, maybe… it’s you, on your own, picking up the pieces and starting over, freeing yourself up for something better in the future.
Maybe the happy ending is… just… moving on.
Or maybe the happy ending is this, knowing after all the unreturned phone calls, broken-hearts, through the blunders and misread signals, through all the pain and embarrassment you never gave up hope.(He’s just not into you – quote – movie)
Dan aku menyadari, di pintuMu aku bersimpuh dan tersungkur. Lagi.
This song made me cry. Di dengerin beberapa kali pun masi merasakan saat pertama kalinya lagu ini bikin aku nangis.
Dear God,
I know im not good enough
To ask You about goodness
But I’d love to give it a try
So I lay my head back down
And I lift my hands and pray.
God,
With Your kindness and might
With the power to change every single thing.
I ask You to lead him
Guide him to the right path
Even You bless him with wonderful life, brain and friends.
Bring him back to Your way if he stands on the cross road.
Touch his heart
To be able to choose the right
And keep away from the wrong.
Amin.