Pengalaman Membuat Visa Amerika

cara-membuat-visa-amerika-2

Dibandingkan dengan pengalaman mengurus visa Schengen dan visa Turki sebelumnya, mengurus visa Amerika kali ini terasa lebih melelahkan jiwa. Hal ini dikarenakan banyaknya rumor yang beredar mengenai persyaratan pembuatan visa, dan ketidakjelasan alasan ditolaknya permohonan visa. Kan ga enak ya kalo ditolak tanpa kepastian gitu :p .

Semakin banyak membaca blog dan komen, semakin gundah gulana hati ini *alah*. Setelah ngobrol dan disuruh Mr S, akhirnya saya memantapkan diri untuk mengurus visa.

Sebagai warga negara yang cinta tanah air beta, saya memilih mengajukan visa non imigran (visa turis). Sejak menyelesaikan pengisian formulir DS-160 pada 31 Oktober 2016, passport saya sudah dikembalikan bersama dengan visanya pada 11 November 2016. Berikut langkah-langkah untuk mengurus visa turis Amerika.

1. Menyiapkan foto standard

Untuk memaksimalkan keakuratan hasil foto agar sesuai standard visa, saya pergi ke Jalan Sabang dan memilih salah satu studio foto yang ada tulisan “visa Amerika” di depannya. Setelah bilang ke Tukang Foto (TF), saya mau membuat visa Amerika, terjadilah percakapan berikut:

Saya: biasanya syaratnya gimana Pak?

TF: hmm, telinganya kelihatan Mbak

Saya: lah, saya kan jilbaban, masa mau dilihatin telinganya? Nggak deh, kayak gini aja

Bagi yang berjilbab, tidak perlu menampakkan telinga di foto. Standard fotonya adalah berwarna, dengan latar balakang putih, foto terbaru (minimal 6 bulan terakhir), dicetak dengan ukuran 5×5. Foto sendiri, bukan foto calo, J-Lo atau gebetan. Untuk informasi detil bisa dibaca di sini. Biaya foto Rp 75.000,-, saya dikasih CD dan 5 lembar foto cetak. Hasil fotonya bisa ditunggu selama 20 menit.

2. Mengisi Formulir Aplikasi DS-160 online

Formulir DS-160 berisi informasi mengenai data pribadi applicant (dapat diakses di sini). Untuk Indonesia, ada dua lokasi yang dapat dipilih untuk apply visa (proses interview), yakni di Jakarta dan Surabaya. Setelah memilih lokasi dan memasukkan captcha, applicant diminta untuk mengupload foto digital. Selanjutnya pilih Start an Application.

ds160

Data yang harus diisi adalah data pribadi, alamat dan nomor telpon, passport, travel companions, pengalaman travel ke Amerika sebelumnya, U.S Contact, keluarga, pekerjaan, dan security and background check. Yang paling banyak pertanyaannya adalah pada bagian security and background seperti apakah saya menderita mental or physical disorder, pernah menjadi drugs abuser or addict (ketagihan Tolak Angin tidak saya tuliskan di sini), pernah terlibat kejahatan dan dipenjara, hingga apakah pernah terlibat dalam genosida. Tentu saja semua pertanyaan di bagian ini saya jawab No.

Setelah selesai melakukan pengisian DS-160 yang melelahkan, saya mendapatkan formulir konfirmasi penyerahan aplikasi visa non imigran. Nomor konfirmasi yang tertera dalam formulir akan menjadi input pada formulir registrasi visa Amerika. Print formulir konfirmasi ini.

ds160-confirmation

 

3. registrasi dan membuat profile online

Untuk dapat menjadwalkan interview atau untuk menentukan alamat pengambilan/pengantaran visa, maka applicant perlu melakukan registrasi pada halaman ini. Untuk visa turis, pilih B1/B2. Lanjutkan pengisian hingga proses pembayaran.

registrasi-visa-amerika

 

Biaya pembuatan visa adalah Rp 2.160.000.- (USD 160). Pembayaran dapat dilakukan di teller Bank CIMB Niaga dengan membawa Cash Deposit & Electronics Fund Transfer (EFT) Instructions yang berisi nomor virtual account dan expiration date. Pembayaran harus sudah dilakukan sebelum masuk expiration date.

slip-setoran-visa-amerikaKetika sampai di bank, saya disuruh mengisi formulir setoran tunai yang dibantu oleh satpam yang sepertinya memang sudah terbiasa dengan orang-orang yang berkeperluan membayar biaya visa. Kalau visa ditolak, uang yang sudah dibayarkan tidak akan dikembalikan ya (non refundable). Duh, nyesek banget kan😦 . Setelah selesai membayar, jangan lupa membawa pulang slip hijau bukti setoran, karena menjadi salah satu syarat dokumen yang dibawa ketika interview.

Dalam 1 x 24 jam, applicant baru bisa memasukkan reference number pada formulir registrasi online tadi. Nomor reference yang dimaksud adalah nomor virtual account pembayaran. Selanjutnya, memilih jadwal interview. Jika sudah selesai mengisi formulir registrasi, applicant akan menerima email yang berisi Appointment Confirmation. Print dokumen ini.

appointment-confirmation

instruksi interview visa

instruksi interview visa amerika

4. Interview visa

Tahap yang paling bikin saya stres adalah interview, karena hanya bisa menebak-nebak pertanyaan apa yang nanti akan diajukan oleh interviewer Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan apakah dokumen yang saya bawa sudah cukup meyakinkan mereka bahwa saya tidak berniat menjadi imigran gelap di sana.

Dari salah satu sumber yang saya baca di sini,

Petugas Konsuler akan memperlakukan setiap pemohon Visa sebagai orang yang berniat untuk berimigrasi ke Amerika, kecuali orang tersebut dapat membuktikan sebaliknya

sehingga saya memutuskan untuk membawa dokumen yang menunjukkan strong ties berikut ketika interview:

  1. itinerary perjalanan
  2. surat pengantar dari kantor yang menyatakan saya benar pekerjanya yang meminta visa untuk kepentingan pribadi
  3. slip gaji tiga bulan terakhir
  4. print out mutasi rekening tiga bulan terakhir (diambil dari e-banking)
  5. print out rekening mutual funds, karena rekening tabungan isinya ga banyak😀
  6. akta lahir asli dan copy nya
  7. booking-an penginapan (yang tentu saja bisa di-cancel tanpa cancelation fee :p )

Sementara dokumen wajib yang harus dibawa adalah:

  1. Appointment Letter
  2. DS-160 Confirmation yang dicetak pada kertas A4 dalam format potrait dan barcode yang terbaca jelas
  3. Passport yang masih berlaku dan passport lama
  4. Bukti setor dari Bank CIMB Niaga
  5. Foto berwarna ukuran 5×5 (1 lembar)

Saya memilih jadwal interview jam 07.00, dan sudah sampai di depan pintu kedutaan untuk antri pada jam 06.00. Satu per satu applicant dipersilakan masuk, untuk melakukan pemeriksaan isi tas. Barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa masuk akan diminta dititipkan di pos petugas keamanan (hp, charger, gunting kuku, token, earphone, flash disk, dll). Makanan dan minuman tidak boleh dibawa, harus dihabiskan atau dibuang.

Setelah itu, saya mengikuti panah dengan tulisan “visa” yang mengarahkan saya ke empat buah loket yang di depannya terdapat kursi-kursi panjang. Ini merupakan proses screening awal. Setelah mendapatkan giliran, saya maju ke loket 4 dengan menyerahkan dokumen wajib (kecuali bukti setor). Di tahap ini saya hanya ditanyai beberapa pertanyaan singkat seperti nama lengkap, apakah punya nama lain, dan tujuan ke Amerika. Setelah itu saya diberikan sebuah kartu yang menandakan saya masuk di kelompok 4 untuk proses berikutnya. Di kartu ini juga diinfokan arti dari kertas yang akan diterima oleh masing-masing applicant. Putih, artinya visa approved. Pink, artinya visa ditolak dsb. Juga ada saran harus tenang ketika interview😀 .

Saya mengikuti anak panah lagi dan masuk ke sebuah ruangan yang berisi loket-loket untuk scan fingerprint dan interview. Satu persatu kelompok dipanggil. Setelah selesai scan, saya menunggu giliran kelompok 4 dipanggil untuk interview. Karena ruangannya kecil, otomatis pertanyaan dan jawaban interview yang sedang berlangsung juga terdengar. Saya makin nervous setelah ada salah satu applicant yang mendapatkan kertas pink, dan ditanya-tanya cukup lama. Saya berdoa agar tidak diinterview oleh orang yang baru saja mengeluarkan kertas pink. Ternyata doa saya tidak terkabul! Duh makin nervous.

Kalau tidak salah dengar, Mbak yang ditolak tadi bilang mau ke Amerika buat belajar, tapi dia tidak bisa menjelaskan kenapa memilih Amerika, dan bukan negara lainnya. Beberapa hal yang bikin saya deg-degan adalah:

  1. Saya pernah kehilangan passport, dan ini saya tuliskan di formulir DS-160
  2. Saya menuliskan nama Mr S sebagai orang yang saya kenal di sana
  3. Jumlah uang yang ada di rekening tabungan saya tidak banyak sementara tidak ada panduan jumlah minimal uang untuk apply visa ini

Di depan saya, seorang bapak-bapak yang tidak bisa berbahasa inggris diinterview lebih dulu. Petugasnya bisa berbahasa indonesia, tapi kurang lancar. Pertanyaan yang diajukan dapat dijawab lancar oleh si bapak dan dia mendapatkan kertas putih. Setelah itu tiba giliran saya. Beberapa pertanyaan yang harus saya jawab adalah:

  • Apa tujuan saya ke Amerika
  • Di mana saya bekerja, sudah berapa lama, apa yang dikerjakan di kantor, berapa orang atasan saya, berapa penghasilan sebulan, kalau saya cuti siapa yang akan mengerjakan pekerjaan saya
  • Saya pergi dengan siapa
  • Siapa Mr S, saya kenal di mana. Doi kepo banget dah :I
  • Siapa yang membiayai perjalanan saya
  • Apakah saya pernah pergi ke Eropa, bersama siapa. Ini ditanyakan sambil membolak balik passport saya yang ada visa Schengen nya

Setelah menjawab pertanyaan terakhir, dia berkata “your visa is approved” dan menginfokan 2-4 hari kerja ke depan visa saya dapat diambil di tempat yang telah saya pilih. Huaaa, senang sekali karena jantung saya sudah deg-degan sejak semalam. Saya kembali ke kantor dengan membawa kertas putih dan hati yang sumringah😀 . Berakhir sudah hari-hari yang penuh kekhawatiran permohonan visa ditolak.

Tips ketika interview: jawablah pertanyaan dengan jujur dan lancar. Oh ya, tidak ada satupun dokumen pendukung saya yang diminta atau dicek ketika interview ini.

5. Pengambilan passport dan visa

Keesokan harinya pada jam sepuluh malam, saya mendapatkan email dari No Reply yang menginfokan bahwa passport saya sudah dikembalikan dan dapat diambil di RPX. Wah cepet banget jadinya! Saya mengambil visa di RPX Cassablanka dengan membawa KTP asli dan copy nya serta Appointment Letter interview. Visa berlaku untuk lima tahun, pantesan aja mahal.

visa-amerika

Semoga visanya bisa dipakai dalam waktu dekat. Mengutip kata Project Pop “cintaku berat di ongkos” *pecahin celengan ayam*.

39 thoughts on “Pengalaman Membuat Visa Amerika

  1. Timothy W Pawiro berkata:

    ‘Petugas Konsuler akan memperlakukan setiap pemohon Visa sebagai orang yang berniat untuk berimigrasi ke Amerika, kecuali orang tersebut dapat membuktikan sebaliknya’

    Wah baru tau nih, kalo ada kek gini huehehe.

    Anyway, aku ada 2 pertahanan:
    1. Kenapa ada pohon kaktus beredar di mana2?
    2. Siapakah Mr. S?
    *kabuuuuur*

    😂😂😂

  2. Cynthia berkata:

    Halo… Mba, waktu ditanya pergi sama siapa, jawabnya pergi sendiri atau dengan tour? Soalnya dengan rumor kalo perempuan usia produktif pergi sendiri susah diapprove.

  3. Fitri berkata:

    Minta no kontaknya dong say, kasus kita sama nih, mau apply visa masih maju mundur, ini no wa ku 08978244361, sya tgu bgt responya, mau tanya2 sdkit. Mksi🙂

  4. teammigrasitato berkata:

    Mbak, saya mau apply visa dalam waktu dekat untuk B1 dan B2. Untuk riwayat pendidikan harus di isi dari mulai smp sampe kuliah ya? saya khawatirnya ijazah smp saya hilang (takut di tanya pas interview).
    Oiya, saya juga pernah kehilangan passport lama (yg sudah expired). Pdhl di situ udah ada beberapa cap walaupun masih asia. Kita tulis juga nga negara yg udah di kunjungi di form ds160 nya.
    Makasih

  5. Leli berkata:

    Hihi saya ketawa pas baca ‘ketagihan Tolak Angin’, saya juga pengguna setia tolak angin dimana mana soalnya.

    Wah enak ya udah pernah ke turki dan eropa juga.
    Mungkin karena ini jugaa bisa di approve visa amerikanya.

    Eh eh bener gak sih katanya susah di approve juga kalau nama nya mengandung nama islam islam gitu ?

    Btw.. selamat berjumpa Mr. S hihiih😀

  6. Eky berkata:

    Waah senengnya granted US visa-nya!

    Btw mau nanya dong pertanyaan yang selalu ditanyain: kerja berapa lama. Kamu jawabnya udah kerja berapa lama ya? Denger-denger kalo baru kerja bakal ditolak. Unfortunately belum pernah baca pengalaman yang state otherwise😦 Saya belum 1.5 tahun kerja soalnya, tapi mau coba apply soalnya tiket murah transitnya di US. Berhubung harga visa transit sama kayak visa turis, better apply turis siapa tau dapet 5 tahun juga :))

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s