Alergi: yang Tak Bisa Disembuhkan Tapi Bisa Dihindari

cara menghindari alergi

Dulu, saya memandang sebelah mata yang namanya alergi. Tapi sejak tahun kemarin, pandangan saya berubah total. Alergi bukanlah hal yang bisa dibiarkan begitu saja.

Gejala alergi ini bisa bermacam-macam bentuknya seperti bersin-bersin, sesak nafas, dan ruam pada kulit atau yang biasa disebut dengan biduran. Ketika masih muda belia dan belum bergelimang dosa, saya hanya sesekali merasakan alergi. Awalnya karena digigit serangga, kemudian saya merasakan panas pada kulit wajah yang disusul dengan rasa kaku dan gatal. Gatal ini menjalar ke bagian tubuh lain. Ketika bercermin, wajah saya ternyata sudah dalam taraf kurang representatif untuk ditunjukkan ke khayalak ramai karena bengkak. Rasanya pingin di kamar saja kalau sedang kambuh gitu *bersandar di bahu Mas Josh Duhamel*.

Tahun 2015 lalu saya jadi sering merasakan alergi. Menjadi sebuah kebutuhan untuk menyimpan dihydrochloride di rumah dan di tas, selain tolak angin, obat maag, dan obat sakit kepala. Iya, saya fragile banget😀. Karena alergi ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, seperti ketika saya ke Penang.

Alergi yang saya rasakan adalah biduran, kulit yang gatal dan bentol-bentol. Kadang gatalnya ada di bawah permukaan kulit dan panas menusuk rasanya. Serba salahkan, ga bisa digaruk tapi gatal banget. Kalau sudah seperti itu, saya merasa powerless, hanya bisa minum obat dan goler-goler di kasur menunggu sembuh. Sampai saat ini, saya juga masih mengamati alergen yang bisa menyebabkan alergi saya kambuh.

Nah, alergi bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan. Alergi adalah reaksi sistem imun tubuh atas hal yang dianggapnya asing atau membahayakan. Semacam pasangan yang posesif gitu lah, overprotected. Saat mengetahui fakta ini, saya sedih banget karena bisa terancam harus menghindari udang dan makanan laut yang nikmatnya bisa bikin lupa kalau sekarang saya belum punya mama mertua.

Cara Menghindari Alergi

Alergi tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dihindari. Alergen (penyebab alergi) juga bisa bermacam-macam, seperti gigitan serangga, stres, tungau debu, bulu hewan, obat-obatan, makanan tertentu, serta serbuk sari.

Saya menginstal aplikasi Food Allergy Tracker Free dari Playstore untuk mencatat histori alergi saya. Jadi setiap kali muncul alergi, saya harus mengingat-ingat tadi sudah makan apa saja, rasa yang dialami ketika alergi, dan bagaimana meredakannya. Dari sini saya akan mendapatkan data apa saja yang harus saya hindari biar alerginya tidak kambuh. Semoga saya tidak alergi traveling dan ngantor ya *ditoyor Pak Bos*😛.

food allergy tracker application

Tes alergi juga bisa dilakukan untuk menemukan alergen. Saya pernah ditawari oleh teman untuk melakukan tes ini di klinik temannya. Biayanya tidak murah, kalau tidak salah sekitar tiga juta rupiah. Duh ini kan bisa buat bayar cicilan atau beli tiket huhuhu.

Bersyukurlah kalian yang tidak memiliki alergi. Tapi saya bersyukur juga sih karena jadi (terpaksa) meminimalisir makan makanan laut yang bisa menaikkan kolesterol di tubuh😀 *dadahin udang saus padang D’Cost*.

Jadi, kalian alergi sama apa?

32 thoughts on “Alergi: yang Tak Bisa Disembuhkan Tapi Bisa Dihindari

  1. denaldd berkata:

    Fit, duuhh keduluan kamu nih tulisan tentang Alerginya. Aku padahal sudah nulis didraft *nulis thok trus males posting huaha. Aku alergi macem2 dan aku sudah tes alergi beruntungnya dibayarin kantor, 2 kali malah tes alerginya *bwuahaha iki tes kok semacam doyan 😆😆 selanjutnya aku alergi apa saja, lek wes mood tak posting diblog dan cara menanggulangi sesuai versiku 😅 Yang pasti sih aku ga alergi koko koko ganteng *disepak suami😝

    • Safitri Sudarno berkata:

      hahahha, dasaaar! Aku nulis posting aja males *loh*. Tes alerginya mahalkan, katanya sample darah dikirim ke Amrik. Lah lak mending aku sendiri aja yang berangkat ke sanaaa huhuhu *maunya*
      Buruan diposting, biar aku juga nambah nih viewnya

      • denaldd berkata:

        Wah ga paham ya aku lek sampai dikirim ke Amerika. Mosok sejauh iku Fit. Waktu itu cepet kok selesainya. Seminggu kayaknya dan iya mahal pada saat itu, sudah bertahun2 lalu. Samplenya naik Buroq kali ya jadinya cepet dapat hasilnya 😅

      • Safitri Sudarno berkata:

        (((naik Buroq))) Ini udah dua minggu baru kambuh lagi habis makan pempek. Duuuuh piye kah kalo makan pempek tengiri aja aku ga bisa *nangis di bahu Bradley Cooper*. Iki nangis aja kok pilih2 bahu hahaha

  2. Gara berkata:

    Syukur alhamdulilah saya belum menemukan alergi terhadap makanan laut. Duh anak Lombok alergi seafood, kan apa kabar ya? *dikeplak*. Tapi nama pun sistem imun tubuh itu dinamis ya, bisa jadi sekarang tak alergi tapi besok adalah hal yang sangat dijauhi.
    Sekarang saya bingung, rumus kimianya dihidroklorida itu macam mana, ya… #random

    • Safitri Sudarno berkata:

      waaah beruntung banget deh yang ga punya alergi, semoga sehat2 terus yaa Gara. Sedih banget lah kalo sampe alergi seafood, padahal itu nikmatnya tiada tara huhuhu. Ini pe-er buat saya nih untuk jaga kesehatan badan biar fit terus dan jadi bagus imunnya..

      • Gara berkata:

        Syukurlah Mbak, semoga kita semua jauh dari penyakit ya :)). Sistem imun itu tricky ya Mbak, seperti ada individu lain yang tak bisa diatur di dalam badan kita :)).

  3. febridwicahya berkata:

    Dulu aku pernah ada masalah alergi dingin mbak ._. hasilnya ya jadi biduren gitu. Terus pernah konsultasi ke dokter, katanya alergi itu emang bisa datang sendiri dan bisa ilang sendiri gitu. Tergantung daya tahan tubuh katanya ._. seingetku gitu mbak ._.

  4. adelinatampubolon berkata:

    aku alergi apa yach? kadang kalau kulitnya gatel-gatel suka di ignore gitu sich jadi pas ketemu hal yang sama nga tau penyebabnya apa? asal jangan sea food aja dech, soalnya enak hehehe.. mending nga makan ayam dan daging dech daripada sea food.

  5. geLintang berkata:

    iya mbak,, mending hindari allergennya daripada terus-terusan minum obat. Kebanyakan obat juga ada efek sampingnya kan. Kalo masalah alergi dan reaksi tubuh, itu semacam tubuhnya ngomong sama yang punya, guys aku nggak cocok nih sama makanan ini ato sikon ini,, jangan diulang lagi ya,, ntar bisa nggak fungsi lho

    • Safitri Sudarno berkata:

      waaaah benar sekali nih komennya. Eh katanya kalau daya tahan tubuhnya lagi bagus, sebenernya alergi juga akan menyesuaikan dan bisa2 ga muncul dengan memakan makanan yang sama. Intinya badan diusahakan harus fit terus😀

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s