Berjodoh adalah Pilihan

relationship

Menjadi lajang di usia 25+ banyak suka dukanya. Setidaknya ini berdasarkan pengalaman yang saya rasakan. Hal yang tidak mengenakkan sih biasanya ketika pergi ke kondangan atau lebaran, dengan tidak membawa pasangan. Risih saja kalau ditanya “kapan nyusul menikah nih?”. Padahal pernikahan bukanlah lomba yang dimenangkan oleh siapa yang mencapai depan penghulu duluan.

Entah banyak yang menyadari atau tidak, namun bagi saya hal yang paling membuat sedih menjadi lajang adalah ketika tagihan bulanan datang. Saya harus membayarnya sendirian *kekepin dompet* :P.

Di samping hal-hal tidak enak di atas, sebenarnya ada banyak privilege yang dimiliki seorang lajang. Saya bisa menyelesaikan kuliah pasca sarjana tanpa harus memikirkan biaya membeli susu dan popok. Saya bisa traveling ke tempat yang sebelumnya hanya bisa saya lihat di kartu pos atau Instagram travelers lain, dengan pengeluaran hanya untuk satu orang. Saya bisa pergi ke sana kemari dan membangun networking dengan lebih fleksibel. Baca lebih lanjut

Iklan