Mukena

Aku suka heran, heran banget malah. Soal mukena.

Biasanya orang selalu berlomba-lomba untuk membeli pakaian mahal, parfum, perhiasan emas, kosmetik, dan sebangsanya, hanya untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari orang lain. Biar dianggap modis, cantik, gaya, gaul, keren, dan entah apa lainnya.

Ratusan ribu dihabiskan untuk membeli sebuah atasan baru yang lagi tren. Untuk bawahannya, dihabiskannyalah lagi ratusan ribu yang lainnya. Setiap hendak pergi ke mall atau main dengan temannya, dikenakanlah pakaian-pakaian beserta perlengkapan mahal itu. Disertai dengan parfum supaya komplit. Masih kurang, diumbarlah ratusan ribu lagi untuk mentraktir teman-temannya, agar eksistensinya kian tak terbantahkan.

Lalu, datanglah saat untuk menunaikan solat fardhu.

Bergantilah dia dengan baju tidur yang lusuh, butut dan berlubang. Bau keringat yang menyeruak dari ketiak pun tak dihiraukan. Hanya sekedar berwudhu dan mengenakan mukena dianggap telah pantas untuk menghadap Sang Pencipta dan Pemilik.

Diambillah mukena bau yang lama tidak dicuci. Berjamur dibagian kepala dan dagu karena tak sempat menjemurnya selepas sholat. Mukena yang telah dikenakan 2 tahun dan kendur di bagian karet pinggangnya, jadi perlu peniti atau ditali dulu sebelum dipakai agar tidak melorot di tengah-tengah rakaat.

Aku, bukanlah orang yang alim dan santun pada Tuhanku. Bukan orang yang mematuhi segala perintahNya. Aku tau itu. Dan dengan ini aku juga tidak berniat menghakimi atau menceramahi siapapun. Tapi hanya untuk bercermin dan menasehati diri sendiri.

Tidakkah hal yang aku ceritakan di atas adalah salah? Mengapa kita selalu berlomba untuk mendapatkan nilai plus di mata mahlukNya, dan tidak berlomba untuk tampil cantik, harum dan rupawan dihadapanNya? Pantaskah mukena berjamur itu dikenakan untuk meminta keselamatan dunia akhirat? Pantaskah mukena bau itu digunakan untuk memohon agar kita diberi rezeki berlimpah yang bisa digunakan untuk membeli baju baru (lagi)? Pantaskah kita pergi ke FO kenamaan untuk sebuah kaos ketat mengumbar aurat yang menghabiskan dua ratus ribu, dan pergi ke pasar becek untuk mendapatkan mukena dengan harga termurah?

Ya Allah, bimbinglah hatiku dan saudaraku untuk selalu mengingat dan menyembahMu dengan segala yang terbaik dari apa yang kami miliki. Hingga kami menjadi mahluk mulia dalam pandanganMu. Amiin.

Wahai saudaraku, periksa lagi sarung dan mukenamu. Adakah yang perlu diperbaiki di situ?🙂

One thought on “Mukena

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s