Compatibility Reason

Terkadang ketika ditanyai kriteria pasangan yang diinginkan, beberapa orang akan merasa kebingungan untuk menentukan jawabannya. Namun tak jarang kriteria-kriteria itu bisa saja tetap tidak membawa rasa “klik” ketika sudah menemui orang yang memenuhi kriteria tadi. Misal:

  • seiman dan bisa jadi imam: check
  • pinter: check
  • laki-laki: check
  • rambut belahan 35,678 derajat dari kemiringan sisi kanan menghadap utara 45 derajat: check *emang ada gituh?*
  • kaki ga bau: check
  • bisa dibawa ke kondangan: check
  • tampang ibunya ramah dan tidak seperti mertua-jahat-ala-sinetron: check
  • dsb

Ini hanya contoh.

Dalam teoriku (skali lagi maaf kalo salah, aku juga ga pernah maksa untuk setuju kok :)) sebenarnya kriteria-kriteria itu tidak akan berlaku dan termaafkan begitu saja ketika menemui seseorang yang dirasa kompatibel.

Dan sebaliknya, kenapa bisa tidak klik padahal kriteria A-ZZ sudah dipenuhi? Feeling, karena ketiadaan feeling untuk merasa compatible dengan orang tadi. Kenapa ga compatible? Bisa jadi karena beberapa alasan, seperti:

  1. Ada hal yang prinsipil yang memang menghalangi keduanya untuk berada pada jalan yang sama.
  2. Dia tidak bisa merengkuh hatimu.
  3. You just feel it, sometime something can’t be explained :).
  4. Errr… have no idea :D, sorry..

Berada pada pihak yang merasa dan dirasai tidak kompatibel sama-sama tidak enak. Tapi bukankah lebih baik meninggalkan hal yang memunculkan keragu-raguan? Tentunya setelah dipertimbangkan dengan baik apakah hal itu memang bisa ditolerir atau tidak. Jangan sampai main tabrak aja dengan yang available di depan mata hanya untuk mengejar “target”, dan jangan sampai juga merasakan “good opportunity won’t knock twice on your door” atau “sometimes it takes losing something to realize what you’ve had”.

Remember that

and

So, be wise while choosing. Don’t put yourself and other in grey area :).

Gnite all..