Padamkan Apinya

Selama 3 hari ini aku mendapatkan materi HSE (Health and Safety Environment). Dua hari pertama hanya materi di dalam kelas, dan hari ini praktek di lapangan. Prakteknya ngapain? I was being a fire fighter, cooooool😀. Memadamkan mulai dari api kecil dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), itu loh tabung yang warnanya merah itu. Tau kan ya? *maksa*.

Di dalam APAR ini bisa berisi CO2, bubuk kimia atau busa. Kalo mau lebih jelas, silakan tanya pada paman google yang pintar dan baik hati itu😉. Dan sodara-sodara, ternyata adalah pekerjaan yang sulit untuk menjadi seorang fire fighter >.< *yaeyalah*.

Di sini akan aku bagikan beberapa materi yang telah aku dapatkan. Mungkin ketika terjadi kebakaran di sekitar kita *ketok-ketok meja* *amit-amit*, kita bisa segera memadamkannya sebelum apinya semakin merajalela.

Secara teori, api merupakan hasil reaksi kimia yang terjadi dalam keadaan seimbang antara oksigen (O2), fuel (bahan bakar) dan panas (yang dikenal dengan sebutan “segitiga api”). Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka api tidak akan tercipta. Jadi, ketika ada api yang harus dilakukan adalah memutuskan relationship terlarang ketiga unsurnya.Secara teori ada 4 cara untuk memadamkan api: cooling, blanketing, smothering dan errrr… emmm.. oke aku lupa satunya *jedotin pala*.

Jadi ya ibu-ibu, mbak-mbak anak kos maupun anak rumahan, banyak kejadian yang berupa kelalaian yang bisa berakibat fatal ketika kita sedang berusaha bersahabat dengan kompor gas adalah waktu kita menyalakan kompor dan kompornya belum menyala juga. Hal yang HARUS *tuh sampe di capslock* dilakukan adalah kembalikan posisi pemutarnya ke kondisi awal biar gasnya tidak menyebar ke mana-mana.

Nah beberapa kebakaran yang muncul (menurut Pak Gunawan, sang instruktur) adalah karena ketika api pada kompor gas belum menyala, posisi pemutar kompor *apaan sih namanya? >.<* tetap dibuka sehingga gas menyebar di ruangan. Dan ketika kompor dinyalakan kembali, maka api akan langsung bereaksi dengan gas yang menyebar tersebut dan membakar ruangan.

Ketika terjadi kebakaran di rumah yang berhubungan dengan kompor gas, hal yang perlu dilakukan adalah:

  1. buka pintu dan jendela agar udara bisa masuk dan mengacaukan komposisi oksigen yang seimbang tadi
  2. jika bisa dan masih memungkinkan, cabut selang regulatornya
  3. matikan listrik.
  4. padamkan apinya dengan menggunakan APAR yang berisi CO2, air atau dengan melakukan blanketing menggunakan selimut basah atau karung goni. Kalo panik, gunakan anduk atau apapunlah yang bisa dipakai untuk menyelimuti api (sumber api) dan dibasahi. Jangan lupa untuk melindungi wajah dengan memegang penyelimut tadi lebih tinggi dari kepala
  5. belum mati juga, teriaklah minta tolong biar dibantuin para tetangga😀.

Lantas pelajaran paling berharga apa yang harus kita perhatikan? Jawabannya adalah: JANGAN BERMAIN API😆.

Oh ya, jangan menyepelekan peringatan di SPBU “jangan mengaktifkan handphone ketika sedang mengisi BBM”. Handphone juga merupakan sumber panas, sekedar tau saja. Ketika ada kondisi kondusif yang menyebabkan api muncul dan dipicu oleh hp tadi, maka dalam hitungan detik saja bisa blooooommm, pom bensin berisi ribuan liter BBM loh, inget🙂. Apinya bisa buat bikin ratusan sapi guling sepertinya😀. Jangan sepelekan hal-hal kecil yang menyangkut keselamatan kita semua.

6 thoughts on “Padamkan Apinya

  1. dindun berkata:

    ngomongin pemadam kebakaran…. aku selalu inget jamannya babe dulu. kita lari bukan karena ada alarm tapi teriakan babe…
    bener2 berasa creepy teriakannya =))

  2. nyumnyun berkata:

    JANGAN MAIN API

    ..kenapa aku merasa postingmu ini sebenernya hanya kedok ya..kedok untuk sesuatu yg baunya cuuuur…col. BOOM!! *ada yg meledak, kabur ah*

  3. elly berkata:

    he aku suka maenan api…. *obsesipenbisadebus*😀

    hmmm…. kalu kita “kebakar” ada 4 cara untuk memadamkan api: “cooling”, “blanketing” (ini kok keknya lucu yaaa.. grakgrakgrakgrak :D), smothering *kejam ga sih?* dan … =)) #sesat #jangandiikutin

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s