Allah Maha Melipatgandakan

Cerita ini hanya bentuk dari berbagi pengalaman semata. Semoga tidak terselip rasa riya dalam dua ribu rupiah.

Keajaiban sering datang di depan mata, namun kita lalai mengakuinya.

Sekitar dua minggu yang lalu, sepulang kerja saya mengalami yang namanya macet di daerah sekitar Gambir dan Menteng. Di dalam kopaja, daripada nganggur, saya memikirkan apa yang ingin saya makan. Jadilah saya memutuskan ingin makan pizza. Rencana: sampai di kos segera mandi, sholat, dsb, kemudian ke Pasar Festival.

Namun, rencana tinggal rencana. Badan saya yang nempel di kasur susah diajak beranjak. Saya berusaha menghubungi PDH, sebagai solusi rasa malas keluar kamar. Sayang sekali PHD tidak meng-cover daerah kosan saya *sedih*. Jam delapan malam sudah, tapi pizza masih terbayang-bayang dan perut semakin keroncongan. Baca selebihnya »

Branding

Belakangan sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya tuliskan di blog ini. Selain untuk pengingat diri, mengurangi apa yang ada di kepala, juga sekaligus untuk berbagi. Oke, mari dimulai dari branding.

Setelah membaca buku 99 Cahaya di Langit Eropa, saya baru benar-benar memikirkan soal branding. Di sana diceritakan mengenai Fatma, seorang wanita Turki yang hijrah ke Eropa (saya membaca 15 bab dari buku ini di Gramedia GI bersama teman saya, and I think we had a quality weekend there. Dan akhirnya saya juga membeli buku ini). Di Eropa, dengan hijabnya, Fatma kesulitan mendapatkan pekerjaan. Akhirnya dia mengisi waktunya dengan belajar bahasa Jerman, yang merupakan bahasa lokal di Austria.

Diceritakan bahwa ketika Fatma dan Mbak Hanum (sang pengarang buku) sedang makan di salah satu tempat makan, ada tiga pengunjung lain yang membicarakan tentang roti croissant.Baca selebihnya »