My New Desk

I’ve a new desk today. Not really new i mean. My leader asked me to move from my latest desk dan bertukar dengan senior. Posisiku sekarang: jauh dari tim dan bersebelahan dengan para leader dan manager. Oh NO!

Jadi makin autis di sini, karena aku ga bisa rame-rame lagi. Paling kalo mau gangguin orang pake jalan 10-20 langkah dulu, bikin males. Ya ga mungkin lah aku gangguin pembesar-pembesar, kecuali leaderku ehehehe. He’s so kind ^^. Thanks God.

Kalo ada award bagi karyawan yang paling sering pindah, maka trima saja saudara-saudara, akulah pemenangnya. Selama 6 bulan kerja, aku udah pindah 7 kali. 3 kali lagi bisa dapet piring cantik hihihihi.

Gapapalah, aku bisa dapet suasana dan pelajaran baru lagi di sini. Setidaknya, interaksi. Yippie!

I did my job ^^

Kok berasa capek ya? Hehehehe, ya wajar si mengingat sekarang jam 19.27 WIB dan still stuck in the office πŸ˜€ . Sambil merekam ulang apa saja yang udah aku kerjain hari ini selama di kantor.

  1. Diawali dengan meeting pagi seperti biasa. Eh ini kali kedua, waktu meeting gitu tau-tau ada tikus lewat dengan santainya. Tikusnya gede pula! Ckckckck.. Yang jadi misteri: dari mana si tikus dekil berasal?
  2. Nge-update test case blok cd ripping ma setup. Karena decodernya beda-beda, jadi musti ngetes satu-satu. Dan sampai hari ke-4 ini belum juga kelar.
  3. Tanda tangan kontrak sebagai karyawan tetap. Yippie, alhamdulillaah udah jadi kartap. Mengingat ekonomi lagi susah kayak gini, bersyukur banget tiap bulan masih punya penghasilan tetap.
  4. Checking buat DVD software short inspection. Ya ngecek fungsi-fungsi set berjalan dengan baik apa nggak. Trus ke interup karna disuruh jadi badut nge-mc-in acara ultah bulanan di kantor. Padahal ga ada persiapan apa-apa, gara-gara banyak kerjaan. Tapi syukurlah semua berjalan lancar (dan tidak memalukan). Lumayan dapet egg roll ma tart hehehe. Seneng juga jadi ketemu dan kenal banyak orang. Thank to God, karna udah memberikanku kelebihan dalam hal ngomong πŸ˜€ .
  5. Habis magrib nerusin checking set. Giliran checking HDMI ma CEC. Nah ini dia yang musti belajar, karna jarang banget ngecek bagian ini :D. Alhamdulillaah lagi aku jadi belajar banyak hehehe. Ternyata ga perlu menghindar dari sesuatu yang dianggap sulit, karna dari situ justru aku mendapatkan banyak hal baru dan berguna tentunya πŸ™‚ .
  6. Sekarang lagi posting ma introspeksi diri, apa ada hal yang masih kurang hari ini biar besok bisa diperbaiki. Moga-moga dengan padatnya kerjaan hari ini, rezekiku jadi halal. Amiiiin.

Eh iya, so much fun hari ini. Tadi waktu acara ultah udah bikin bos, yang notabene bukan orang Indonesia, nyanyi lagunya Ungu ahahahaha. Menghayati gitu nyanyinya, kayak ngerti aja artinya ahahahha. Tapi emang bos yang 1 ini funky abiiiis. Salut de ^^.

Ada 1 lagi, namanya juga disuruh jadi mc, ya otomatis aku ngecipris terus. Eeeeh, tau-tau si bos bilang “yaaa, kamu yaaa…bahasa indonesianya lancar sekali”. Buset dah ahahaha, “iya mister, saya kan orang indonesia hehehehe”.

Yap begitulah kegiatanku selama seharian ini. Alhamdulilaaah berguna. Sekarang mau meneruskan pekerjaan lagi. See yaaa πŸ™‚ .

(Posting gini aja setengah jam heheheh…)

“Congratulation!!”

Alhamdulillaah si email yang ditunggu datang juga pagi ini.

Greetings,

CONGRATULATION!!

Starting January 31st 2009, you are officially become Permanent Employees.

Begitulah sebagian isinya.

Alhamdulillaah masih ada yang bisa aku kerjakan sehari-hari. Dan alhamdulillaah masih punya penghasilan tetap di saat keadaan ekonomi sedang buruk begini.Alhamdulillaah juga aku tidak menambahi beban bapak dan ibu.

Alhamdulillaah ya Allah πŸ™‚ .

Menunggu Email, Sebuah Email..

Ah, email keparat itu belum juga dateng. Email dari HRD yang isinya pemberitahuan apa aku bakal jadi karyawan tetap atau bakal diakhiri sampai di sini masa internshipku.

Memasuki hari kedua.

Email laknat itu tak jua muncul. Malah email yang berbunyi “Besok sore aerobic yaaa” yang memenuhi inbox-ku.

Ah, aku BENCI menunggu. Aku benci berharap. Karena keduanya senantiasa mengecewakan. Bagiku.

Menurutku, skali lagi menurutku, apapun yang aku dapatkan bukanlah karena campur tangan harapan. Tapi karena doa dan sebuah kerja keras. Ya, doa dan kerja keras!

Mintalah hanya pada Tuhanmu, karena hanya Dia yang tak pernah mengecewakan..

Flu

Lagi kena flu, tapi aku ga mau minum obat dulu biar sembuh secara alami. Mulai kemaren udah memenuhi asupan gizi (buseeeet, asupan gizi katanya mwhahahaha).

Susu beruang (Bear Brand ato apa si namanya?), You C1000, Koko Krunch + susu, milo, makan nasi, buah (semangka doang adanya di kantor), roti panggang, nutrisari. Ah banyak deh yang udah aku makan. Tadi malem juga makan sup kambing, enak πŸ˜€ .

Eh kenapa si ingus malah keluar ya? Kalo misal idung buntu gitu kan masi bisa dilakukan tindakan preventif. La kalo udah mulai meler-meler gini…..

Kata orang, obat biar cepet baekan tu istirahat ma makan yang banyak. Walo ga sakit, selera makanku juga norak abiiis (not really ding πŸ˜€ ). Kemaren juga udah gajian, jadi hati cukup senang. Tapi belum baekan juga ini.

Duuuh, pengen tiduran di kamar bermalas-malas dan makan.

Serupa tapi menyiksa

Pagi-pagi sarapan di kantor, hanya diterangi oleh cahaya dari layar monitor dan dengan tergesa-gesa adalah musibah. Sekali lagi, MUSIBAH saudara-saudara!

Bentuknya mirip, apa lagi pas gelap-gelap gitu cuma keliatan ijo aja. Mana lagi laper, belum cuci gelas dan bel untuk senam pagi kurang 5 menit lagi. Iya, senam pagi!. Ga salah baca kok.

Pas enak-enak makan, tau-tau #$%@#$. Oh sial, yang aku makan bukan buncis tapi cabe rawit ijo. *nangis*

Bertahun (Lagi)

Lebih dari 3 tahun ya perjalanan kita? Hmm, ga terasa. Aku pikir baru beberapa bulan berselang saja, karena masih banyak yang harus ku pahami tentangmu πŸ™‚ .

Masih inget ga jaman-jaman kita masih (sama-sama) kuliah?

Lebih sering menikmati dinginnya udara malam Malang dan lampu-lampu terang itu, dari pada menikmati minuman hangat di warung makan atau cafe. Iya, karena duit kita pas-pasan, malah kadang ga punya duit πŸ˜€ .

Jaman-jaman kita mengerjakan tugas kuliah, dan aku harus memaksamu untuk ngerjain Pemrograman Internet karena aku ga bisa. Masih inget? Kita berteduh di teras orang di depan masjid sambil membawa monitor, main tebak-tebakan kata: kita harus menemukan di mana kata itu berada. Masih aja bisa ketawa-ketawa tanpa beban, padahal kita keujanan deras, dingin banget.

Jaman-jaman dirimu selalu akan muncul di depan pintu kosku kalau kita sedang berselisih. Entah hujan entah panas. Entah dateng dengan selamat atau degan goresan-goresan luka karena kecelakaan di jalan, dengan baju kering atau basah kuyup tanpa mantel. Cuman untuk memastikan kita bisa tertawa lagi, saling bercerita hal lucu dan sederhana tapi hangat. Masih inget?

Aah, 3 tahun.

Kita pun terus bergerak, berusaha untuk bersama, nantinya.

Ku lihat dirimu masih sama, selalu muncul di depanku jika kita berselisih. Walaupun sekarang bukan 7 atau 8 Km lagi yang musti ditempuh, tapi 900 Km lebih. Dan masih saja kau melakukan hal yang sama πŸ™‚ .

Kita sekarang juga sudah bisa mencari penghasilan yang baik. Bisa makan di tempat yang kita inginkan, mencicipi beraneka makanan. Kita bisa membeli ini itu. Bukankah kita seharusnya tak henti-henti bersyukur akan semua ini?

Aah, 3 tahun rasanya hanya sekejap mata. Aku masih ingin lagi, berlipat-lipat tiga tahun lagi. Memenuhi buku harian kita, dan membeli selusin yang baru lagi untuk terus diisi dan diwarnai. Sebagai bahan cerita kita nanti, saat kau berada di sampingku menikmati bintang atau air hujan yang turun. Dari balik jendela.

Wanita Tangguh

Pagi ini kakakku mengirimkan pesan singkat, yang sangat singkat. Berisi kegagalannya dalam tes masuk salah satu departemen di negara ini. Ini bukan pertama, kedua, kelima atau kesepuluh kegagalan yang diterimanya.

Entah apa yang berkecamuk di batinnya. Aku pun tak pernah tau. Kereta api, bis, mengantarnya dalam menjalani satu persatu tes keparat itu. Kegagalan demi kegagalanlah berita yang selalu diterimanya.

Puluhan atau mungkin lebih dari seratus map coklat itu telah dikirimnya ke berbagai tempat. Untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya, walaupun dia juga telah memiliki pekerjaan saat ini.

Dan dia tak pernah lelah untuk mencoba dan mencoba lagi. Wanita tangguh, pikirku. Karena aku (mungkin) takkan mampu menerima sebagian kegagalannya dengan segala kemudahan yang aku terima dari dulu hingga sekarang.

Teruslah berusaha, kami mendoakanmu πŸ™‚ .

Hujan

Kenapa ya kalau lagi hujan tu kadang-kadang suasana hati jadi melow-melow gitu? Apa pengaruh dari film-film? Biasanya kalo pas hujan tu aktornya duduk sendirian di pinggir jendela, lagi bersedih-sedih ria sama nangis πŸ˜€

Hujan tu gampang banget bikin orang merasa kesepian. Mungkin ya karena setiap orang mencari tempat yang hangat bagi dirinya sendiri, misalnya aja di kamar. Padahal biasanya kalo lagi ga hujan, penghuni kosku pada ngumpul di ruang tamu buat nonton tv bareng.

Oh iya, 2 hari yang lalu di pemukiman perkampungan dekat kosku banjir lo. Ga seberapa parah sepertinya. Tapi temenku bilang sampe ada perahu SAR lewat di depan kosnya πŸ˜€ , eh dia malah girang gitu teriak-teriak hehehehe . Kalo kompleks kosku sendiri cuma sempet ada genangan semata kaki di jalan depan kos pas tengah malem hujan ga berenti-berenti. Tapi paginya udah pada surut. Lagi pula kosku juga cukup tinggi dari jalan, jadi semoga aman-aman aja πŸ™‚ .

Hujan jangan bikin banjir. Kasian orang-orang yang kebanjiran. Rumahnya rusak, mereka jadi sakit, ga bisa sekolah dan nyari rejeki juga. Trus mereka mau makan apa hari ini?

Pria Misterius (Malu Bertanya = Musibah)

Blakangan ini musim hujan terus. Entah berhubungan atau tidak dengan kurang bekerjanya sistem kepandaianku, yang jelas belakangan aku sering keliatan bego.Β  Biasanya cuma sekedar nyapa orang, dan orangnya ga liat jadi aku senyum-senyum sendiri. Bukan hal besar :p .

Hingga tadi malam.

Hujan turun dengan derasnya mulai sore hari. Kedengeran kenceng banget air langit beradu dengan atap kantor tempatku bekerja. Yap, pertanda kalo pulang ntar sepatu basah, clana bagian bawah kotor berbercak tanah.

Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan Over Time hingga jam 18.30 sambil menunggu hujan reda. Ya seperti biasa kalo pulang jam 18.30, naik bis angkutan karyawan biar lebih irit. Aku liat di papan yang berisi informasi tentang nomor bis dan tempat tujuannya: 054 dan 346 itu tujuan Cikarang Baru,daerah kosku.

Setelah menyecan ID card di mesin scan (yaeyalah), ya aku menuju bis 346, dengan analisis bahwa bis yang kecil (346) ga terlalu penuh dibanding bis besar (054). Lagian bis 346 letaknya lebih deket dari pintu keluar (Dan saudara-saudara, bis 054 terletak di sebelah kirinya persis) .

Satu persatu karyawan naik bis 346 ini. Tapi kenapa aku tidak menemukan 1 pun orang yang ku kenal?Β  Aku mulai was-was, keringat dingin mengucur deras, kejang-kejang *lebay*. Karena udah pewe dan percaya pada penglihatanku akan papanΒ  bis tadi, yasuw aku duduk tenang aja.. Toh kalo salah jalur aku bisa ngojek, pikirku.

Berangkatlah si rombongan bis menuju tujuan masing-masing. Dan aku ga sabar menunggu kepastian apakah aku emang teliti dan jenius atau sebaliknya, ga teliti dan jenius *ngotot*.Tiba-tiba si bisΒ  keparat ini belok kiri ke daerah gelap gitu, padahal kalo bis ke Cikarang Baru pasti jalan lurus. MAMPUS…

Yah dengan terpaksa daripada ntar tambah terjerumus dalam jalan yang menyesatkan, aku minta di turunin aja. Udah gelap, sepi, ujan, becek dan gada ojek pula, komplit dah. Ya ya, aku sedikit menyesal, kenapa aku tadi ga pindah ke bis 054, kenapa tadi ga bareng temen-temen, biasalah “penyesalan selalu diakhir dan tak berguna kecuali untuk pelajaran”.

Aku putuskan untuk berjalan menuju pangkalan ojek yang ada nun jauh di mata. Eh, malang tak diraih malah untung yang datang. Ada motor berenti gitu tiba-tiba di sebelahku, motor besar dan bagus, dan aku beranalisis kalau dia bukan tukang ojek (kecuali kalo aku salah). Siapa dia? aku juga ga kenal. Yang keliatan cuma matanya karna dia pake jaket, clana panjang yang dilinting biar ga kena air, dan helm full face. Itupun aku ga jelas ngeliatnya karena tempatnya gelap. Panggil saja dia: pria misterius.

si pria misterius : mbak mau ke depan ya?

aku : iyah ni

si pria misterius : ya udah bareng aku aja

(bengong bingung tapi langsung naek motornya dengan kesusahan, karna tinggi gitu jok nya)

si pria misterius : kok bisa di situ?

aku : tadi aku salah naek bis, dudul emang (beracting ngetawain kebegoan diri sendiri sebelum diketawain dia)

si pria misterius : mbak mau ke mana?

aku : mau ke paviliun

si pria misterius : daerah mana ya?

aku : (WOT dia gtau paviliun!) depan sana kok…

si pria misterius : ini mau turun di mana?

aku : di depan aja, biar ntar ngojek

Singkat cerita, aku dianterin mpe pangkalan ojek. Stelah berterima kasih, aku langsung ngojek dan tetap memikirkan kejadian tadi.

Hmmm, di tengah kebegoan dan kesongonganku yang sok tau, aku jadi banyak belajar dan bersyukur pada Allah.

Yang aku pelajari:

  1. kalo liat papan bis dan tujuannya YANG BENER!
  2. kalo ga yakin bis nya bener, naik bis yang biasanya aja. Atau tanya ke orang lain yang di dalem bis “mbak ini bis jurusan mana ya?” (i didnt do that 😦 )
  3. kalo mau pulang lebih aman bareng sama temen-temen, biar kalo kesasar ga sendirian
  4. masih banyak kok orang baik di sini

Yang harus aku syukuri:

  1. alhamdulillaah aku di sekolahin ma orang tuaku, jadi bisa baca tulis walo masih sering salah baca juga (apa hubungannya??)
  2. alhamdulillaah aku ada yang nolongin
  3. alhamdulillaah aku bawa payung
  4. alhamdulillaah aku bawa duit jadi bisa ngojek
  5. alhamdulillaah aku sehat-sehat aja sekarang walo kemaren keujanan dan kedinginan
  6. alhamdulillaah Allah masih sayang aku. Coba gimana kalo ternyata aku diculik? Kan kasian penculiknya, udah aku makannya banyak, ngrepotin, ga bisa ngapa-ngapain, dan GADA yang mau nebus pula hehehehhe.
  7. alhamulillaah alhamulillaah alhamulillaah…

Terima kasih pria misterius πŸ™‚ . Hari ini aku ga mau naik bis 346 lagi. TIDAK AKAN! πŸ˜€