Ngantuk Bikin Dudul?

Yap, sekarang udah jam 20.30 WIB dan aku masih di kantor. Ni tadi maunya pulang sebelum jam 20.00. Tapi karena lagi ngopi file-file mp4 gitu, jadinya ya nungguin sampe copy paste kelar.

Setengah jam sudah aku menanti, akhirnya kelar juga. Dan hatiku gembira karena udah mau pulang. Akirnya aku beres-beresin dulu file yang ada di flashdisc, aku hapusin yang ga kepake.

(Menekan Tombol Delete)

Dan…yang aku delete ternyata file yang aku tungguin setengah jam tadi. DARN!.

*Hmmmpf, meratapi kedudulan diri sendiri, menahan diri untuk tetep melek dan nungguin file-file terkutuk ini selesai di kopi*

Resign (Lagi…)

Ok, di postingan sebelumnya aku bilang kalo aku senang kerja di sini. Iyah, emang bener. Dan 1 hal yang aku ga suka adalah kalo ada yang pamitan resign. Sediiiiih…. di satu sisi, tapi di sisi lain ikut senang karena ybs udah mendapatkan “tempat” yang diinginkan.

Sadar atau nggak hal ini juga mempengaruhi psikologis pegawai baru, terutama aku. Selama 5 bulan aku bekerja di sini, sudah 5 orang yang resign di departemen di mana aku bekerja. Hmm, ada yang salah di sini..??

Mbak Ren, jadilah PNS yang bener. Kalo narik pajak jangan besar-besar, kita kerja keras di sini hahahhha *lebay*. Duuuduuu….

Asuransi

Biasanya aku termasuk orang yang teliti, ya ya aku ngaku: agak teliti lebih tepatnya. Hari ini tadi setelah mengurus pembayaran internet lewat ebanking, aku jadi ingat tentang asuransi kesehatan yang aku ikutin. Padahal udah 2 bulan rekeningku di autodebit oleh si asuransi ini, tapi beberapa menit tadi aku sendiri ga tau apa nama program yang aku ikutin, parah … Karena was-was aku kena tipu, makanya aku segera memutuskan untuk bertidak *halaaah*.

Akirnya aku telepon si pihak asuransi dan menanyakan kenapa polisku belum dateng sampai sekarang. Sayang duitnya booo kalo di autodebit ga jelas. Dan ternyata 1 fakta penting yang aku ketahui setelah menelpon dan melewati sesi tanya jawab dengan customer service pihak asuransi ini adalah: aku ga tau apa-apa soal program asuransi yang aku ikutin! mwahahahha…

Dan yang aku inget sekarang adalah aku ikut asuransi kesehatan Niaga Hospital Care Plus saudara-saudara.. Ntar masalah rulenya gimana, nunggu polisnya dateng aja 🙂 .

Coklat

Orang-orang udah pada ribut ngeliat badanku yang sedikit membengkak, dan sekarang mulai membiasakan diri dipanggil “ndut”. Kemaren celana kerja sempet sesek gitu, dan membuatku berkeinginan untuk tidak ngemil, ya TIDAK ngemil! *menggebu-gebu*.

Dan siang tadi niatnya mau beli es krim di koperasi. Lah, kok kosong melompong tempat es krim nya ga bersisa. Eh…. ada yang jualan Cadbury, harganya murah kalo orang Cadbury jualan di koperasi.

Dan aku beli 1. Lupakan masalah tidak mau ngemil tadi ^____^

(Untukku Sendiri) Do Something Please..

Pagi ini ku tertegun, melihat mereka yang masih muda mati syahid. Walau mungkin saja itu bukan keinginan mereka sendiri. Aku miris, iri, dan menyadari betapa telah disibukkannya diri ini atas urusan duniawi.

Terkutuklah kita semua dengan kenikmatan semu yang kita miliki saat ini; tertawa terbahak-bahak, menggunjing, sibuk berbelanja, melakukan maksiat dan terperangkap di dalamnya, tanpa peduli dengan nasib saudara kita yang tengah berjuang menegakkan asma Allah di jalur Gaza.

Apa yang harus aku katakan di hari pertanggungjawaban kelak, wahai Tuhan Pemilik Alam Semesta?

Buku Bagus (untuk wanita) ^^

Hehehe, judul nya ga banget. Tapi gapapalah, yang penting kan isinya informatif dan komunikatif *halaaah*.

Jadi, bulan kemaren aku beli bebarapa buku, yah biasalah rutinitas setelah gajian: belanja. Di antaranya adalah “Kartini Nggak Sampai Eropa by Sammaria” dan “Why Men Marry Bitches by Sherry Argov”. Dilihat dari judulnya aja udah jelas, kalo ini buku untuk kaum hawa.

Buat aku si, ni buku good enough. Di Kartini Nggak Sampai Eropa, kita bisa ngeliat gimana si sebenarnya pemikiran dan tindakan-tindakan beberapa wanita lajang di luar sana. Ya curhat-curhatan sepasang sahabat gitu lah, yang mungkin juga biasa kita lakukan dengan temen deket kita.

Trus kalo buku yang satunya, mwahahha, penting banget ini. Khususnya buat para wanita yang ingin dihargai dan diidamkan *taelaaa* dalam sebuah relationship oleh pasangannya. Tapi, yang perlu diinget adalah: ni buku yang ngarang orang barat sono, so…kalo mau nyerep isinya ya musti pake saringan agama dan budaya kita. Jangan langsung ditelen dan diembat, karena ada sedikit bagian yang bertolak belakang (buat orang yang masih memegang ajaran agamanya).

Kalo kamu merasa pasanganmu mulai semena-mena, sering kurang menghargaimu, atau hubungan kalian sudah terasa hambar, sepertinya emang kamu perlu melakukan sesuatu hal yang berbeda dari biasanya. Bisa saja semua masalah yang terjadi dalam relationship itu merupakan kesalahan kita dalam bertindak.  Dan satu pesenku: jangan selalu menjadi wanita penurut, karena ini bisa merugikan diri sendiri. We need to do something untuk menjaga relationship agar tetep hangat dan membahagiakan mwehehehehe. Baca aja deh bukunya ^___^

See yaaa, udah waktunya makan siang ni ^^

Tentang Kambing

Kayaknya agak aneh juga waktu nulis judulnya “Tentang Kambing”. Sebegitu muliakah seekor kambing hingga bisa menjadi sebuah headline postingan blog? Hihihihi…

Kemarin, di kantor saat hari menjelang sore, aku berbincang-bincang dengan seorang peculiar guy hehehe, tapi cukup beradap dalam beragama. Berbincang menggunakan fasilitas messanger yang ada di kantor, dan aku menanyakan tentang kambing. Iya, kambing.. Kambing biasa, bukan kambingjantan yang udah menjelma menjadi artis ^^;

Walau ga terlalu inget persisnya, namun inti dari pembicaraan kami adalah seperti berikut:

aku       : mas, harga kambing itu berapaan si?

mas      : 600-700 an paling. Aku udah punya dua kkkkkk

aku       : owh aku pikir 1 jutaan. Trus syarat orang musti ber kurban apa?

mas      : ya kamu udah bisa membeli kebutuhan tersiermu apa ga?

aku      : mobil? ya ga lah

mas     : kalo gitu kebutuhan sekunder

aku      : kebutuhan sekunder itu apa ya? kacamata? masih sayang ngeluarin duitnya ^^. Ehh, kebutuhan tersier: aku pen blackberry hehehehe..

mas     : jadi manusia jangan serakah kkkkkkkk

aku      : kan cuma pen hehehehe

(perdebatan tentang kebutuhan tersier dan sekunder terus berlangsung….)

aku      : gimana, aku udah wajib kurban apa belum?

mas     : ya kalo kamu mampu kenapa enggak?

aku      : iya deh, ntar insya allah kalo ada rejeki

mas     : nduk, kamu beli sepatu harga 300 ribu aja mampu

aku      : ……. *brasa ditampar*

Siap! Laksanakan..

Peculiar + kambing = kolaborasi mematikan  ^^

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah (anhar). (Al Kautsar: 2)

Tak Ingin Jadi Robot

Sebelum terjun bebas ke pekerjaan yang aku jalani sekarang, aku ditraining dulu oleh orang-orang yang tergabung di MI (Management Innovation). Ada 1 hal yang disampaikan oleh salah satu orang MI saat mengisi materi training di sebuah penghujung sore yang aku ingat terus sampai sekarang:

“janganlah kalian menjadi budak manufaktur. Tetaplah menjadi manusia..”

Yap, kurang lebih seperti itu.

Awalnya aku merasa itu bukanlah hal penting untuk diingat, apalagi diresapi maknanya. Belakangan aku tau bahwa itu bukanlah sekedar pesan biasa, namun pesan yang akan bisa membuatku tetap menjadi manusia, selayaknya.

Mungkin sudah jadi sebuah kelumrahan bagi sebagian besar penduduk metropolitan untuk mengabdikan dirinya pada pekerjaan dan mencapai materi sebanyak-banyaknya, dengan bekerja mulai pagi hingga malam, saat matahari belum terbit hingga matahari terbenam. Aku pun ikut larut dalam fenomena ini. Mulai dari Senin hingga Sabtu melakukan hal yang serupa: bangun pagi, ke kantor (pabrik lebih tepatnya), setelah malam tiba baru pulang dan beristirahat.

Dengan segala rutinitas itu, membuatku jarang melihat dunia luar. Tiap hari aku hanya menenggelamkan diri di balik layar monitor, televisi dan beberapa set DVD player untuk menyelesaikan pekerjaan.  Dan hari minggu aku habiskan dengan tiduran di kamar untuk membayar semua kelelahan atau pergi ke mall untuk berbelanja.

Namun, minggu pagi ini berbeda. Aku pergi untuk membeli sarapan dan harus berjalan di perkampungan penduduk di sekitar tempat kosku. Walau baru jam 8 pagi, panas matahari terasa menyiksa kulit. Aku melewati pasar yang berbau “khas”, melewati jalan kecil berbatu yang aspalnya pun terlihat rapuh, melihat para pekerja keras dengan raut muka letih dan penuh pengharapan untuk mendapat rezeki hari ini.

Aku membeli lontong sayur. Lontong sayur biasa, dipenjual biasa, dengan gerobak biasa. Namun entah mengapa saat menulis ini membuatku jadi merasa tak biasa. 3000 rupiah, semangkok lontong sayur. 3000 rupiah yang dicari dengan susah payah, mendorong gerobak dari ujung jalan hingga menemui ujung yang lainnya.

Jika dibandingkan dengan kelelahanku saat duduk bekerja, rasanya aku hanya seorang amatiran dalam memaknai apa arti “perjuangan hidup dan kerja keras”. Apalagi jika mengingat keluhan-keluhan yang sempat aku keluarkan karena masalah yang ada di kantor atau sekedar lelah dan mengantuk, padahal aku dibayar dengan pantas dan pasti tiap bulannya, aku merasa malu.

Betapa aku kurang rasa syukur padaNya, apalagi menyadari bahwa apa yang aku punya dan dititipkanNya padaku belum sempat dinikmati juga oleh mereka yang sarat akan derita di sebuah tempat lain.Apalagi setelah aku membaca blog ini dan ini.

Yah, aku ingin menjadi manusia, bukan robot, bukan budak manufaktur. Aku ingin melihat dunia, dunia yang sebenarnya. Aku ingin membuat satu, dua orang bisa tersenyum dan bahagia akan kehadiranku. Aku ingin.. Hanya keinginan sederhana.

I hope..

Blog Baru, Happy Blogging..

Akhirnya niat untuk membuat blog baru terwujud juga ^^;, Walau bikin blog itu gratis, tapi kenapa ya kadang-kadang suka berat hati kalau mau memulainya? Um setelah dipikir-pikir, aku tau alasannya, waktu. Yap, waktuku habis untuk bekerja. Brangkat jam 6 pagi, pulang juga udah malem.. Ya jadi sampe rumah udah cape’. Sisa waktu di malam hari hanya cukup untuk nyanyi-nyanyi latian vokal, dengerin mp3 dan mandi kalo pengen.

Punya blog dan mengisinya adalah hal yang menyenangkan. I can write everything that i want hihihi. Bisa buat curhat, sharing informasi ma blogger yang lain, ehhh bisa punya temen baru juga, dan juga untuk mengingat hal-hal yang terjadi di masa lalu ^^ so much fun.

Moga-moga blog ini bisa keurus dengan baik.

Oh iya, HAPPY NICE WEEKEND yee all.. Senangnya hari minggu bisa bangun siang dan ga musti ngantor. I love SUNDAY ^^..