Wisata Mata, Hati, dan Perut di Pusat Jakarta? Bisa!

Menjelang tahun ke enam bekerja di sekitar ring satu Jakarta, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat akan menjadi turis lokal di kawasan ini. Setiap saya berbalik badan di meja kerja, Monas sudah di depan mata. Namun demikian baru tahun ini saya tahu makna di balik arsitektur Monas.

City Center merupakan salah satu destinasi yang ditawarkan oleh Jakarta Good Guide (JGG). Ini adalah kali ketiga saya menghabiskan weekend bersama JGG. Tur kali ini diikuti oleh peserta dari Indonesia, Singapura, Maroko, dan Prancis sehingga bahasa yang digunakan selama tur adalah bahasa inggris.

Seperti sebelumnya, tur dimulai jam 9 pagi tapi kali ini saya telat karena bermacet-macetan dulu sama abang [gojek]. Bagaimana mungkin perekonomian Indonesia mengalami pelemahan jika warga negaranya saja rajin bekerja seperti ini? Sabtu pagi saja macet! Mungkin sudah saatnya warga Jakarta mempertimbangkan nyicil helikopter. Baca lebih lanjut

Jakarta Weekend Gateway: Menyusuri Sejarah Tionghoa Hingga Kuliner di China Town

Karena merasa puas mengikuti Menteng Walking Tour bersama Jakarta Good Guide, saya memang berencana untuk mengkhatamkan semua tujuan walking tour yang ditawarkan oleh mereka. Kali ini saya berkesempatan mengikuti China Town Walking Tour yang diselenggarakan oleh JGG yang bekerja sama dengan Wisata Sekolah pada 1 November 2015.

Setelah tiba di meeting point yakni Seven Eleven Hotel Novotel jalan Gajah Mada dan melakukan registrasi, para peserta tur dibagi menjadi beberapa kelompok. Saya ikut di rombongan Farid lagi, seperti sebelumnya 😀 *mulai posesif*. Tujuan walking tour kali ini adalah Candra Naya, Glodok Area, Petak Sembilan, Vihara Dharma Bakti, Gereja Katolik Santa Maria de Fatima, Vihara Toasebio, Candra Shopping Center, dan gang penjual makanan Gloria (atau kerennya Gloria Food Alley). Dari semua tempat tersebut, yang sudah pernah saya dengar hanyalah Glodok dan Petak Sembilan, padahal saya sudah sejak 2010 tinggal di Jakarta :D. Baca lebih lanjut