Solo Trip ke Eropa #6: Belgia, ABG (Antwerp, Bruges, Ghent) yang Misterius dan Menawan

Bulan madu saya dengan Amsterdam berakhir pada tanggal 19 Agustus 2015. Saya harus pindah ke destinasi selanjutnya yakni ke Belgia. Berat banget meninggalkan kota ini, dengan segala kemudahan transportasi, kesejukan udara, dan keindahan kotanya. Karena saya akan menggunakan kereta jam 07.10 dan mengingat para Meneer ini on time, jadi saya setidaknya jam 6 sudah keluar hotel.

Amsterdam Canal

Rumah mungil dari perahu di kanal Amsterdam

Permasalahan selanjutnya adalah pagi-pagi gitu saya harus naik apa ke Amsterdam Centraal? Ketika saya cek di website, tram pertama baru mulai beroperasi jam 7. Sama Sandi sudah disuruh install aplikasi buat pesen taxi sih buat antisipasi kalau perlu. Daripada pusing-pusing, ketika check out saya nanya ke mas-mas resepsionisnya dan mendapatkan kabar gembira bahwa tram pertama yang lewat di tram station depan hotel ada di jam 06.08. Senang bukan kepalang! Baca lebih lanjut

Solo Trip ke Eropa #5: Amsterdam, You Took My Heart Away!

“Travel is finding out more reasons to write. And more reasons to live” – Critical Eleven

Alat Transportasi di Paris

Selama di Paris, alat transportasi yang saya gunakan ada empat; RER yang berhenti di stasiun-stasiun tertentu termasuk dari airport ke tengah kota Paris, kereta Grandes Lignes untuk ke negara lain (saya menggunakan Thalys), metro untuk keliling Paris dengan tarif 1.8€ untuk satu tiket, dan kaki sendiri tentunya dengan risiko betis jadi gedean bak kentongan. Lebih lengkapnya tentang public transportation di Paris bisa dibaca di sini. Aplikasi yang bisa digunakan sebagai panduan adalah Visit Paris by Metro – RATP dan bisa didownload dari Play Store. Sebaiknya download peta rute metro juga untuk backup atau minta print out ke petugas di metro station jaga-jaga kalau baterai hp habis.

Amsterdam, 16 Agustus 2015

Setelah menghabiskan waktu dua hari di Paris (walau masih belum puas keliling-keliling), saya harus berangkat ke Amsterdam pada 16 Agustus 2015. Saya menggunakan kereta Thalys dari Gare du Nord (atau biasa disebut dengan Paris Nord) ke Amsterdam Centraal yang berangkat pada jam 08.25. Dari Generator Hostel (metro station Colonel Fabien) ke Gare du Nord dapat menggunakan metro line 2 dan berhenti di La Chapelle metro station karena tidak bisa langsung turun di Nord. Ada kanal bawah tanah yang menghubungkan La Chapelle dengan Nord, jadi jalan terus aja hingga menemukan petunjuk ke Grandes Lines. Kanalnya emang panjang banget dan berasa bikin gempor karena saya juga harus menggendong carrier.

Line untuk kereta Thalys dan kereta antar negara lainnya berada di atas, sementara metro ada di bawah tanah. Yang perlu diingat kalau traveling ke negara Eropa adalah kedisiplinan mereka dalam waktu. Jika di jadwal dituliskan jam 08.25 maka jangan coba-coba untuk molor walau satu menit jika tidak ingin membeli tiket baru dengan harga 51€. Wifi juga tersedia di dalam kereta dengan biaya tambahan, dan tentunya saya tidak mau membeli paket tersebut. Perjalanan selama 3 jam 17 menit saya pergunakan untuk melihat pemandangan yang dilewati dan tidur pastinya. Sebagai traveller lansia, seperti istilah Ditto, maka saya memerlukan istirahat yang cukup untuk menjaga badan agar tetap fit.

Thalys train in Paris

Kereta antar negara Thalys

Baca lebih lanjut