First Date: Traveling ke Amerika Serikat [Part 2]

first date

Culture: perihal Menahan pintu dan tip

Perjalanan lintas negara lintas benua memang membawa banyak hal baru. Salah satu contohnya, di Jakarta saya tidak terbiasa menahan pintu untuk orang di belakang saya. Ketika hari pertama sampai di Milwaukee, saya masih membawa kebiasaan tersebut. Ujung-ujungnya disenyumin Mr. S dan dikasih tau kalau di sana mereka terbiasa untuk menahan pintu agar orang di belakangnya dapat keluar/masuk dengan nyaman. Gentle ya!

Mengenai tip, saya juga tidak terbiasa memberikan tip ketika selesai makan. Lha seringnya makan di warteg. Di sana, secara tidak tertulis, customer akan memberikan tip yang nantinya akan diberikan kepada waiter. Kata Mr. S sih biasanya 15% dari total bill. Tambahan income waiter bergantung pada tip tadi. Baca lebih lanjut

Iklan

First Date: Traveling ke Amerika Serikat [Part 1]

Sebenarnya Benua Amerika tidak pernah masuk dalam list tempat yang ingin saya kunjungi. Selain dikarenakan letaknya yang sangat jauh dari Jakarta, banyaknya isu rasisme juga membuat saya enggan ke sana. Namun takdir berkata lain.

Setelah dua puluh bulan LDR-an dengan Mr. S (iya, kami belum pernah bertatap muka sama sekali di dunia nyata), kami memutuskan untuk kopdar. Persoalan selanjutnya, Mr. S belum bisa pulang ke Indonesia karena masih sibuk dengan urusan kelulusan dan apply kerjaan di sana. Akhirnya saya yang dengan senang hati pergi menempuh jarak lima belas ribu kilo meter, untuk penyegaran setelah lelah dan terseok-seok menjalani tahun 2016 sekaligus menambah list benua yang pernah dikunjungi.

penerbangan

Awalnya saya ingin merasakan suasana Natal atau Tahun Baru di NYC seperti di film New Year’s Eve, sehingga sejak November sudah berlangganan notifikasi tiket murah di Skyscanner. Namun karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan belum ketemu jadwalnya Mr. S yang pas, keinginan tersebut harus diurungkan. Setelah ditimbang-timbang, tanggal keberangkatan diputuskan adalah 5 Januari 2017, dengan harapan memberikan pembukaan yang baik di tahun ini.

Sejak keputusan tersebut, saya hanya punya waktu kurang dari dua minggu untuk mempersiapkan semuanya: winter outfit, menyelesaikan pekerjaan, hingga beli tiket dan pesan penginapan. Karena sudah mepet, maka tiket yang dibeli juga tidak bisa mendapatkan harga yang murah banget, apalagi kalau beli Jakarta – Chicago PP. Ya Allah bisa puasa dua bulan kayaknya hanya untuk beli tiket. Untuk menekan pengeluaran di tiket, saya membeli tiket KL – Chicago PP dengan menggunakan maskapai United Airlines yang bekerja sama dengan ANA. Dari KL ke Narita menggunakan ANA, dari Narita ke Chicago dengan United Airlines. Sementara Jakarta – KL PP, menggunakan Air Asia yang harganya cukup murah untuk penerbangan di hari kerja.

Baca lebih lanjut