Get Lost in A Wedding

Dia terlihat begitu menawan di hari pernikahannya. Dengan mengenakan gaun berwarna coklat keemasan, menyempurnakan tahtanya yang tak terbantahkan di hari itu sebagai sang ratu.

Aku duduk di barisan terdepan untuk menyaksikan wajahnya yang bersemu merah ketika tangan sang pria beruntung berjabatan erat dengan tangan ayahnya, mengucap janji. Jantungku berdegup kencang, lututku terasa lemas.

Gambaran senyum lebarnya ketika dia membuka kado yang aku berikan di kelima ulang tahun terakhirnya, masih terlihat jelas di kepalaku. Aroma rambutnya yang begitu khas dan menenangkan, ketika dia kelelahan menangis dan akhirnya bersandar di bahuku, pun masih bisa aku nikmati hanya dengan memejamkan mata. Lima peti berukuran 2 x 1 meter rasanya tak pernah cukup untuk mengemas kenangan yang kami miliki. Terlalu banyak. Terlalu dalam.

Dulu aku punya hal yang aku perlukan untuk bisa menjadikan takdir berpihak pada kami, kesempatan. Namun aku terlalu takut diikat dan dipasung oleh hal yang bersembunyi di balik kedok komitmen. Dan aku membiarkan 5 tahun berlalu begitu saja tanpa menyisakan jejak perjalanannya, kecuali kenangan.

Setelah kata “sah” terucap, hidupku hanya terisi oleh 1 hal, sesal. Sesal yang tak akan pernah mengubah apapun. Apapun.

And I am lost, because the fight for you is all I’ve ever known.

Picture of Mbak Tiar taken from Tospringe Photography.

8 thoughts on “Get Lost in A Wedding

    • fitri berkata:

      kelima ultah nya si cewe sebelum pada akhirnya dia menikah😀

      Lah suruh sapa ga bilang kalo dia suka, kawin ma orang lain dah😆

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s