September 2012 dan Kehidupan Baru

Ternyata saya sudah melewatkan beberapa bulan tanpa meninggalkan jejak cerita di sinišŸ˜€ #lebay. Sebenarnya postingan itu berguna bagi saya ketika menoleh ke belakang, melihat lagi apa saja hal yang pernah saya lakukan pada bulan dan tahun tertentu. Footprints gitu ceritanyašŸ™‚.

Awal bulan September tahun 2012 ini menjadi milestone yang penting bagi saya: meninggalkan comfort zone. Rutinitas yang tadinya berangkat mandi setengah enam pagi (atau lebih), ke kantor dekat, pulang kerja bisa seenaknya saja mau ngapain, weekend bisa main dengan teman-teman dan masih banyak lagiĀ privilegeĀ dengan after office hoursĀ yang saya miliki.

Pindah ke Depok dan kuliah (seperti yang saya ceritakan di sini) berarti harus mengubah pola hidup, jauh berbeda dari sebelumnya. Saya mulai membiasakan diri untuk bangun setidak-tidaknya jam empat pagi (bisa jadi ke depannya lebih pagi lagi untuk mengerjakan tugas). Kemudian keluar dari kosan jam enam kurang untuk menuju ke stasiun. Seringanya sih bukan jalan ke stasiun, tapi jalan cepat setengah lari karna takut ketinggalan kereta :p.

Masalah belum selesai sampai di situ. Kalau menggunakan kereta Bogor – Stasiun Kota, sering kali jadi jantungan, deg-degan antara bisa masuk kereta apa enggak. Selama setelah lebaran, kereta makin sesak dan pintu CL (Commuter Line) semakin banyak yang tidak tertutup saking penuhnya. Akhirnya hal ini disiasati dengan naik kereta yang datang sebelumnya dengan tujuan Tanah Abang, turun di Tebet. Nah kalau sudah sampai Tebet bisa dibilang kereta Bogor – Stasiun KotaĀ lebih longgar karena banyak yang turun di Cawang dan Tebet. Bisa keangkut kereta aja udah syukur, jadi kalau sampai bisa duduk itu adalah keajaibanšŸ˜€.

Pulang kerja kembali berlari-lari supaya bisa ikut kereta jam setengah lima sore. Kebijakan PT KAI yang tidak menghentikan CL di stasiun Gambir sangat memberatkan. Padahal kalo berenti di Gambir, tinggal nyeberang aja udah sampai di kantoršŸ˜¦. Ga heran kalau berat badan saya yang tadinya di kisaran 52-54 Kg, belakangan ini stabil di angka 49 Kg.

Pada pertemuan pertama antara mahasiswa S2 Hubungan Internasional dengan para dosen pembimbing akademik (welcoming ceremony gitu lah), saya sempat terpikirkan “maaan, what I am doing here”. Masih takut kalau saya telah membuat keputusan yang keliru, terutama karena biaya sekolahnya yang tidak murah -__-. Tapi menyadariĀ there’s no way back but keep moving forward,Ā satu-satunya jalan hanyalah belajar dan rajin membaca. Seperti yang pernah saya tuliskan pada twitterĀ “tweet less read more, sleep less walk more”.

Di semester ini, ada 4 mata kuliah wajib yang harus diambil dan HARUS LULUS, yakni:

  1. Teori Hubungan Internasional
  2. Dinamika Politik Internasional
  3. Kebijakan Luar Negeri Indonesia
  4. Metodologi Penelitian Hubungan Internasional

Menerima dengan lapang dada bahwaĀ backgroundĀ pendidikan saya bukan dari cabang ilmu sosial dan politik, saya harus lebih giat belajar dan membagi waktu dengan baik antara kerja dan kuliah. Kerja mulai pagi sampai sore, kuliah di kelas mulai jam tujuh hingga setengah sepuluh malam.Ā At leastĀ saya harus bisa membuktikan kepada diri sendiri kalau saya bertanggung jawab dengan pilihan dan keputusan yang saya buat. Semoga di akhir tahun 2012 nanti, saya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan baik di pekerjaan maupun perkuliahanšŸ™‚.

Saya juga mengharapkan hal yang terbaik buat kalianšŸ™‚.

I don’t know where the future will take me. But I know I will be where I am meant to be. @AdolphTwittler

2 thoughts on “September 2012 dan Kehidupan Baru

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s