Mengobati Racun Tomcat

Sebagai seorang lajang yang hidup sendirian di rantau, hanya ada dua kesempatan yang mendatangkan kesedihan bagi saya. Pertama, ketika tiba saatnya membayar tagihan. Kedua, ketika sakit. Belakangan saya merasa renta karena kondisi badan yang kurang fit. Salah satu kejadian yang kurang mengenakkan adalah terkena racun Tomcat.

Serangga ini pernah ngehits beberapa tahun lalu. Jika mencari melalui Google, akan ditemukan gambar-gambar korban Tomcat yang lumayan menyeramkan. Paederus fuscipes diberi nama gaul Tomcat karena bentuknya yang menyerupai pesawat tempur AS.

Paederus fuscipes

Si Paederus Fuscipes aka Tomcat, nama bagus tapi nyusahin (sumber: Google)

Tomcat hidup di tempat yang lembab dan gelap, serta senang dengan cahaya lampu. Mungkin Tomcat aslinya tinggal di daerah yang kena giliran pemadaman PLN. Saya menemukan serangga ini ketika berada di Stasiun Gondangdia, setelah pulang gaul dari Bersih Sehat untuk pijat. Tau-tau Tomcat sudah ada di frame kacamata saya dan tadinya saya kira hanya semut. Karena sadar mahluk itu adalah Tomcat, saya langsung berusaha “mites” dengan buku. Dengan jeniusnya, buku tadi saya gunakan untuk menggaruk bagian atas bibir saya karena bosan menunggu kereta yang ditahan masuk ke Manggarai.

Iya sih saya tau kalau serangga ini beracun tapi belum ngeh kalau bisa meninggalkan racun juga. Ketika sampai di rumah, mulai muncul rasa panas terbakar di kulit atas bibir tadi. Perlahan-lahan kulit tersebut melepuh dan terasa sakit. Dikarenakan racun tadi membentuk dua garis luka seperti kumis Hitler, saya menyebutnya sebagai Hitler Scars😀.

Tadinya saya berharap luka tersebut akan segera sembuh, namun ternyata tidak dan malah tampak semakin jelas *pake cadar ke kantor*. Akhirnya saya ke Century dan apotekernya memberikan salep Hercum untuk dioles tipis di bagian luka sekitar 2 – 3 kali sehari. Dalam waktu dua hari, luka saya membaik walau meninggalkan bekas. Mungkin Tomcat memang kurang paham kalau biaya ke klinik wajah ga murah😦.

Setelah saya baca-baca, penanggulangan pertama jika terkena racun Tomcat adalah dengan mencuci luka dengan sabun. Ada juga yang bilang untuk mengoleskan minyak goreng yang dicampur garam dapur. Yang jelas, jika terkena racun ini kulit jangan digaruk. Ditahan-tahan deh sebagaimanapun gatal dan perihnya. Sebaiknya jika menemukan Tomcat, dibuang saja ke tempat yang aman (misal ke lubang WC biar ga balik lagi) tanpa harus membunuhnya karena khawatir akan meninggalkan racun.

Waspada ya, semoga ga ada yang berjodoh dengan Tomcat deh🙂.

26 thoughts on “Mengobati Racun Tomcat

  1. dani berkata:

    Habis maen ke mana nih kok disuruh komen? *gagal paham
    Postnya dilike bukan karena suka dirimu punya Hitler Scar ya Buk.. Tapi karena suka sama infonya yang bermanfaat. Amit-amit jangan sampe papasan sama tomcatnya sih.

    • Safitri Sudarno berkata:

      Waaah Mbak Vari makasih udah maen 😘. Syukurlah kalo infonya berguna ya. Kalau yang parah bisa sampe melepuh dan areanya lebar. Padahal binatang sekecil itu, tapi bisa menimbulkan luka yang lumayan menyakitkan. Iyaaa udah sembuh, sekitar seminggu sih kemarin 😀

  2. Gara berkata:

    Itu minyak goreng yang dicampur garam dapur maksudnya buat manggang tomcat-nya Mbak? *salahpokus*. Semoga binatang ini selalu jauh dari kita semua ya, agak tidak sangka juga kalau tomcat ditemukan di Jakarta, mana dekat pula dengan tempat saya main-main :huhu.
    Suka deh dengan gaya menulismu, Mbak!

    • Safitri Sudarno berkata:

      Kalau sudah digoreng, nanti dikirim ke Gara yaaa :p
      Aku pun ga nyangka dia bisa traveling sampe ke Jakarta, karena dulu kan yg heboh di bagian timur2. Woooh, aku tersanjung Gara puji gituu *sembunyi di balik bantal* hahah makasih yaaa

  3. Chocky Sihombing berkata:

    TOMCAT ??

    duh.. aku takut juga sama Tomcat kak… apalagi kalo lagi akses ser*icedesk.p*rtam*na.com keluar tulisan ‘Tomcat is Running’ trus nyangkut… alamat ga bisa tidur dengan tenang *malah curhat*

  4. Asop berkata:

    Waduh suka cahaya lampu ya? Kayak laron dong.
    Bisa gawat kalo saya salah mengira itu laron dan malah nepok pake handuk.
    Tomcat-nya nyangkut di handuk, saya pake itu handuknya buat ngelap, dan kena deh kulit saya.😦

    Eh tapi Tomcat cakep juga ya kalo difoto makro.:mrgreen:

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s