Tentang Wanita: Belajar dari Bea

Minggu lalu saya bertemu dengan seorang teman baru. Wanita bongsor berperawakan seperti Adele, dengan usia awal tiga puluh. Dari penampilannya terlihat jelas bahwa dia pandai, memiliki style, dan rasa percaya diri yang tinggi. Selain cantik, apa yang akan dijelaskannya kepada saya dan beberapa teman peserta training lainnya adalah hal yang sangat ia kuasai; teknologi dari sebuah perusahaan IT multinasional terkemuka.

Dia tidak bisa berbahasa Indonesia, karena dia berkebangsaan Filipina yang saat ini sedang tinggal di Singapura. Sebut saja namanya Bea.

Baca selebihnya »

Coffee Tasting: Cupping Kopi Lokal Bersama Anomali Coffee

Coffee shop adalah salah satu tempat favorit saya jika sedang menulis atau menyelesaikan pekerjaan. Aroma kopi dan suasananya bikin betah, yang penting sih ketika pulang ke rumah sudah ada progres atas pekerjaan yang dibawa ke sana biar ga rugi. Dengan harga yang terbilang tidak murah, bisa jadi harga secangkir kopi yang kita beli adalah termasuk biaya untuk harga sewa ruangan yang nyaman dan wifi :p*elus-elus dompet*. Karena kecintaan saya itu, maka ketika ada info mengenai acara coffee tasting saya langsung mendaftar.

Ini adalah kali kedua saya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Detik Event. Sebenarnya acara Serial Coffee Class ‘Indonesian Coffee Academy’ diselenggarakan selama tiga hari (13 – 15 November 2015) dengan sesi yang berbeda-beda, mulai dari Sesi 1 “Mengenal Bisnis Cafe”, Sesi 2 “Coffee Tasting”, hingga Sesi 3 “Coffee Blending” dengan harga tiket Rp 350.000 tiap sesi. Tentu saja saya sebagai penikmat kopi memilih untuk mengikuti Sesi 2, karena saya belum berencana untuk membuka cafe (belum ada modal tepatnya) ataupun berencana sebagai barista. Detik Event bekerja sama dengan owner Anomali Coffee, yang ternyata masih muda untuk mengadakan acara ini *brb pasang susuk pemikat*.

Coffee Cupping
Ini loh alasan kenapa cupping itu perlu

Baca selebihnya »

Solo Trip ke Eropa #7 (End): Au Revoir Paris!

Membaca berita penembakan di Paris yang terjadi pada tanggal 13 November 2015, saya merasa sedih karena sepertinya semakin sulit untuk mendapatkan rasa aman di manapun kita berada. Mau ke mana-mana menjadi semakin was-was, takut ada kejadian ini itu. Apalagi kalau mau solo traveling lagi :(. Semoga keadaan Paris segera pulih.

Paris adalah gerbang saya masuk ke daratan Eropa Barat sekaligus gerbang keluar. Saya berangkat dari Antwerpwen Centraal pada 22 Agustus 2015 menggunakan kereta Thalys jam 10.33 dan tiba di Paris Nord jam 12:35. Tujuan utama saya hari itu hanya hostel dan Château de Versailles. Tiket ke Château de Versailles seharga 25,00 € sudah saya beli pada malam sebelumnya via online dengan maksud untuk menghindari antrian masuk. Sepanjang perjalanan saya sudah membayangkan indahnya garden of Versailles dan untuk menuju ke sana dapat ditempuh dengan menggunakan RER C. Cara yang mudah sebenarnya.Baca selebihnya »

The 90’s Festival: Karena yang Bagus, Tak Pernah Tergerus

Ketika membahas tentang angkatan sekolah atau kuliah, kadang saya merasa insecure karena akan mengingatkan tentang usia masa lalu atau tentang pencapaian yang hingga saat ini masih lajang belum bisa menandingi Mbak Hadia Tajik yang udah jadi menteri di usia 29 tahun, atau Mbak Amal yang sukses di karir dan mendapatkan Om Clooney di usia 36 tahun #gagalfokus.

Sebelumnya saya juga enggan datang ke konser Glenn Fredly karena khawatir akan pulang dengan hati yang berdarah-darah, setelah dompet yang dibuatnya berdarah terlebih dulu. Namun setelah ditawari oleh teman harga presale The 90’s Festival, sekaligus dibelikan dan saya tahunya tinggal beres, tanpa berpikir panjang saya langsung mentransfer empat ratus ribu rupiah untuk membeli tiket masuk.

Photo Spot The 90s Festival
The 90s Festival

Baca selebihnya »

Jakarta Weekend Gateway: Menyusuri Sejarah Tionghoa Hingga Kuliner di China Town

Karena merasa puas mengikuti Menteng Walking Tour bersama Jakarta Good Guide, saya memang berencana untuk mengkhatamkan semua tujuan walking tour yang ditawarkan oleh mereka. Kali ini saya berkesempatan mengikuti China Town Walking Tour yang diselenggarakan oleh JGG yang bekerja sama dengan Wisata Sekolah pada 1 November 2015.

Setelah tiba di meeting point yakni Seven Eleven Hotel Novotel jalan Gajah Mada dan melakukan registrasi, para peserta tur dibagi menjadi beberapa kelompok. Saya ikut di rombongan Farid lagi, seperti sebelumnya 😀 *mulai posesif*. Tujuan walking tour kali ini adalah Candra Naya, Glodok Area, Petak Sembilan, Vihara Dharma Bakti, Gereja Katolik Santa Maria de Fatima, Vihara Toasebio, Candra Shopping Center, dan gang penjual makanan Gloria (atau kerennya Gloria Food Alley). Dari semua tempat tersebut, yang sudah pernah saya dengar hanyalah Glodok dan Petak Sembilan, padahal saya sudah sejak 2010 tinggal di Jakarta :D.Baca selebihnya »