Keputusan Finansial Terbaik di 2020

Salah satu hal yang banyak saya pelajari di tahun 2020 adalah mengelola finansial. Sejak pandemi Covid19 terjadi, kantor memutuskan untuk WFH, banyak akun di Instagram yang saya follow mengadakan IG Live di jam istirahat siang. Jam istirahat jadi bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu baru, atau ya sekedar menguatkan ilmu yang sebelumnya memang sudah saya ketahui. Luar biasa sih, para pemilik akun berbagi ilmu gratis mulai dari parenting, mental health, dan yang jadi gong buat saya adalah literasi finansial.

Masih saya ingat betul di bulan Maret 2020, sebelum akhirnya Singapura menutup border dan suami saya tidak bisa pulang setiap weekend ke Jakarta seperti sebelumnya, kami (saya dan suami) mengisi weekend dengan mengunjungi PIM. Saat itu ada pameran mobil di depan HERO. Ya, tujuan awal kami adalah ke HERO untuk ngisi kulkas 😀 . Tapi melihat ada pameran Mazda, kami mampir dulu sebentar.

Sebelumnya, sudah beberapa kali kami membahas rencana untuk membeli mobil. Kami tahu kalau saat itu mobil bukanlah hal yang esensial buat kami, karena di hari kerja saya ke kantor dengan menggunakan transportasi umum yang lebih efektif efisien (karena tidak bisa nyetir juga), sementara suami ada di rumah hanya ketika weekend saja. Jika kami perlu mobil, menggunakan Bluebird atau sewa harian di Traveloka masih sangat nyaman. Sebuah motor sudah cukup untuk kebutuhan keseharian kami.

Kembali ke pameran di depan HERO. Suami mulai tergoda nyobain Mazda-nya. Mas Sales-nya sudah bilang kalau bisa test drive dan mobilnya akan dibawa ke rumah. Suami dan Mas Sales sudah bertukar nomor Whatsapp. Sudah kami pertimbangkan metode pembayarannya, kalaupun mau nyicil rasio utang terhadap penghasilan masih sangat aman (rasio utang sebaiknya tidak lebih dari 30% terhadap total income bulanan).

Kepada Mas Sales, kami minta waktu untuk berfikir. Sebenarnya kami tahu dan sadar bahwa kami belum butuh mobil, tapi namanya keinginan ya kadang tidak rasional 😆 . Seminggu kemudian, Singapura menutup border. Jumat malam berikutnya setelah kunjungan kami ke PIM, suami tidak bisa pulang ke Jakarta. Dan saat itu kami tahu bahwa kondisi ini tidak akan berlangsung sebentar. Entah sebulan, entah dua bulan. Dan ternyata hampir dua tahun berlalu, kondisi belum menunjukkan kapan pandemi Covid akan berakhir hingga kami leluasa pulang pergi Jakarta-Singapura.

Suami mengabari Mas Sales bahwa kami membatalkan rencana membeli mobil.

Hingga saat ini, saya merasa bahwa ini adalah salah satu keputusan finansial terbaik kami di 2020. Bisa dibayangkan damage nya kalau saat itu kami jadi membawa pulang mobilnya, barter dengan uang ratusan juta. Padahal setelah itu Jakarta juga memasuki masa PSBB, mobil tidak akan terpakai, cash berkurang cukup banyak, masih ada biaya maintenance yang harus dikeluarkan, dan ternyata di akhir 2020 saya menyusul suami ke Singapura.

Ada yang bilang “mending nyesel beli, daripada nyesel ga beli”. Buat saya tidak ada yang lebih mending, karena semua ada konsekuensinya dan prioritas setiap orang berbeda. Conscious spending, belanja dengan sadar, adalah hal yang sedang saya pelajari saat ini, membedakan mana yang memang kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan. Dari sini, saya merasa lebih tenang, karena bisa mengeliminasi perasaan yang tidak perlu, hidup menjadi lebih sederhana, dan energi bisa digunakan untuk melakukan hal-hal lainnya daripada sekedar membayangkan benda-benda yang saya inginkan namun tidak saya butuhkan.

Kalau kamu, apa keputusan finansial terbaikmu selama pandemi ini?

8 respons untuk ‘Keputusan Finansial Terbaik di 2020

  1. Nita berkata:

    “mending nyesel beli, daripada nyesel ga beli” ini tuh jebakan banget yang bikin boros.. kayak jebakan di alfamart, kalau belanja 50ribu bisa dapet produk ini seharga 5000 (lebih hemat 3000-an), tapi akhirnya pengeluaran jadi lebih banyak dari yang seharusnya.

  2. Efie Thaha berkata:

    paling susah klo berada diantara keinginan dan kebutuhan.. kadang tidak sadar beli hal2 yang ternyata tidak terpakai

  3. Dita berkata:

    wkwkwk tertohok akuuu yg sering bersembunyi dibalik kata “mending nyesel beli daripada nyesel gak beli”. Tapi memang gara2 pandemi sialan ini jadi kita mengevaluasi kondisi finansial kita ya, trus jadi belajar2 invest, financial planning, dll

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s