Tentang Ekspektasi

Aku bukanlah orang yang gampang akrab dari-hati-ke-hati dengan orang lain. Aku emang ramah, ga terlalu menemukan kesulitan dalam bergaul, cerewet, berisik dsb, temenku juga lumayan banyak tapi tidak untuk sahabat.

1 tahun kerja di sini memberikan banyak pengalaman dan pelajaran, menyelami hati beberapa orang, mengalami hal yang enak dan tidak mengenakkan, mendapat banyak cerita dan kisah hidup yang berwarna. Hal itu menjadi faktor yang berperan dalam proses pendewasaanku dan membuat aku memiliki kecenderungan untuk menarik diri dan tak banyak berekspektasi pada orang lain.

Pernah, sekali waktu aku berusaha untuk akrab dengan si A, aku jaga semua omonganku untuk menghargai perasaan si A. Tapi hasilnya? A made me cry.Satu pelajaran.

Pernah juga di lain waktu si B, orang yang cukup aku hormati saat itu, mengatakan sesuatu yang-yaaah-cukup-menyakitkan-si-kalo-buat-aku di depanku dan beberapa orang lainnya. I mean, kalo ada masalah dengan perilakuku, cukupkan saja menegurnya langsung ke aku aja, ga usah di depan orang lain. Apalagi saat itu aku bener-bener ga sengaja. Dan sekarang, aku tidak ingin berurusan terlalu banyak dengan si B. Dua pelajaran.

Dan masi banyak lainnya.

Yah banyaklah tipe manusia ini, toh emang Allah menciptakan manusia berbeda-beda. Kadang kita ingin percaya ke seseorang, tapi hasilnya malah sebaliknya. Kadang kita ingin membantu seseorang, malah ditanggapi negatif. Kadang kita ingin loyal ke seseorang, malah dihianati. Ya begitulah. Ga semua kenyataan sesuai dengan harapan.

Bisa saja rasa kecewa yang muncul tadi dikarenakan oleh kesalahan kita sendiri, ekspektasi yang berlebihan pada orang lain. Ketika kita tidak berharap banyak tapi hasilnya malah membahagiakan, ya disyukuri, alhamdulillah. Tapi ketika kita tidak berekspektasi dan hasilnya ga bagus, kita juga ga sakit-sakit amat karna emang ga berharap. Jangan pernah juga mengandalkan orang lain ^^. Andalkan aja diri sendiri, selama bisa dilakukan sendiri, kenapa harus menyusahkan orang lain?.

If you lead your life the right way,the karma will take care of itself..

Iklan

My New Mouse-Tail-Haircut-Style

Karna ribet ngurus si rambut, ampun-ampun ma rontoknya yang ngotorin kamar, finally i cut my hair.Yang paling malesin kalo ke salon buat potong adalah waktu si mbak-mbaknya nanya: “mau potong model apa mbak?”. Hiyaa, aku kan bukan pengikut hair style.

Mbak: jadinya potong gimana mbak?

Aku: apa aja deh mbak, asal masi bisa dikuncit.

Mbak: (ngambil perlengkapan ritualnya). Segini mbak? (sambil nunjukin batas rambutku yang mau dipotong)

Aku: iya de (belagu sok paham ma ukuran rambut).

Mbak: (potong sana sini dengan liarnya pake peso cukur. Iya peso cukur! Bukan gunting. Aneh..).

…….

Mbak: udah ni mbak.

Aku: (nyoba nguncit rambut. Hiyaaaaaaaaa…kek buntut tikus. And you called it masi-bisa-dikuncit-haircut-style??).

*Pasrah T_T*.

Tapi kata mbak Heni ma mbak Titi aku makin lucu aja hohoho. Orang lucu diapa-apain ya lucu aja jadinya ^^ *dilempar sepatu*. Yah, 11-12  ma gambar ini laah :p.

Lucu abeeez hohoho

Lucu abeeez hohoho

Move To New Boarding House

Yay, finally i’ll move to another boarding house for woman, after passed 9 months in mixed-boarding house. Too fast, but im happy because i’ll face a new environment and get a better room and furniture ^^, even though the price is more expensive than the old one. This afternoon i will need a lot of energy to lift and move all of my stuff. Hell yeah, do somebody there want to help me?.

Let me think, what are my stuff?. Hmm, clothes, laptop, speakers, dolls (penguin mavioso ohohoho), books, cosmetics, bathing equipments, a big bookcase, carpet, doormat, this one, that one. Huaaa too much. Keep fighting!!. Pray for me guys ^^.

move move

hoosh hoosh ^^

The Cursed Songs

Yesterday, when i was going to office, i heard rrrrrrgggh (sorry i cant define it well) terrible songs in the bus. Those songs were Ungu’s and Wali’s. From the first time i heard it, i just said “are you kidding me? Do you want to sell this sucky product to us?”.

I really really cant believe that Ungu can make this kind of song. It’s so terrible. And Wali? OMG, if you dont have ability to make a good lyric, oh please dont ruin Indonesia’s music.

Since morning till time to go home, i got headache and Ungu’s song was spinning in my mind. Oh God help me. It made me sick.

Holiday Syndrome

I miss you, my bedroom. I miss lying down on my bed. I miss playing word challenge and browsing something for hours in front of my laptop. I miss sleeping and waking up as late as possible too.

I felt so sleepy at 9 am this morning and i just want to close my eyes and fell asleep, nothing else. It is so hard to do everything while feeling drowsy and sleepy. I made a cup of coffee, but it didn’t bring a good effect to help me.

All of those feelings is called holiday syndrome.

My First Day with 8 am

Yaaaa, first monday with the new rules in my office is such a disaster.

Biasanya masuk kerja jam 7 pagi, dan bis jemputan dateng jam 6.20, ideal banget mengingat perjalanan dari kos ke kantor hanya memerlukan waktu 10-15 menit. Dan sekarang ada kebijakan baru,  demi cost down perusahaan meningkatkan taraf hidup karyawan dan efektifitas jam kerja, maka mulai hari ini jadi masuk jam 8 pagi. Okelah. Enak juga bisa minum susu, liat infotainment pagi (mental ibu rumah tangga) dan bermalas-malas di pagi hari. Tapi, the powerful rules menyebutkan bahwa: bis jemputan tetep dateng jam 6.30 WIB!.

Tadinya udah mulai bermalas-malasan, bangun jam 6 trus mandi. Maunya berangkat jam 7.30 nebeng temen biar ga kelamaan nunggu bel masuk. Eh ternyata takdir berkata lain, hujan deras dari tadi malem ga berenti. Terpaksa jam 6.50 keluar kos menuju gerbang tempat bisnya mangkal, dari pada naek motor dan mandi untuk kedua kalinya. Dan bis berangkat 20 menit kemudian karena menunggu anak-anak lain yang belum juga dateng.

The next disaster was begun waktu turun dari bis dan ngantri nyecan id card. Antrian yang naujubilah dan dalam keadaan hujan kayak gitu, mesin scannya juga ngadat. Ckckckc, what a great work place!. Clana dan sepatu basah. Untung aja bawa sandal yang baru dibeli kemaren dan mirip dengan sandal kantor. Ga jadi masuk angin deh ^^.

Oh iya, metal detector juga udah dipasang. Masih lengkap dengan plastik pembungkusnya. Umm, atap koridor sepanjang penempatan metal detector itu bocor lo. Dan kenapa ga dibenerin dulu atep plastik yang bocor sebelum metal detector nan mahal dan anggun itu dipasang?