Sign?

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it. – Paulo Coelho

Pernahkan memiliki keinginan atas sesuatu? Membayangkannya terwujud rasanya akan enlighten the way. Jadi ketika kamu sedang menginginkan sesuatu, ke manapun pandanganmu beralih, kamu merasa selalu diingatkan akan keinginan tersebut. Pernah nggak?

Jadi ceritanya saya sedang memiliki sebuah keinginan. Untuk mencapai keinginan tersebut, ada beberapa step yang harus saya lalui. First step nya ada di depan mata. Nah belakangan, sejak saya tahu bahwa saya harus memutuskan untuk mengambil first step tersebut, saya merasakan banyak hal yang kebetulan terlihat oleh mata dan mengingatkan saya akan hal ini.

Entah buku yang saya baca (padahal saya membaca banyak buku yang berbeda, setidaknya yang saya ingat ada tiga buku. Di ketiga buku tersebut menyebutkan hal yang mengacu pada si first step dan keinginan saya), telpon yang saya dapatkan, stiker, dan masih banyak hal lain yang mengingatkan saya. Jika memang ini adalah pertanda, semoga pertanda baik dariNya.

Yasudahlah, kita lihat saja nanti :).

Live This Month To The Fullest

I warn you, maybe you’ll read a random post about my thought, or things I do with my life.

First, thank you for keep reading. No matter who you are, with purpose or not by dropping your self here, and even though you’re totally stranger who spend your leisure because don’t have any better idea to fill it with.

Some say that you should write something, because when you die you’ll leave nothing to be remembered. Or, at least with humility by your writing, you’ll give lesson learned for somebody else. So, keep writing!

#1. Gift for me

This year, I gave myself as a birthday gift a passport to catch my dream. Either I pass the test or not, at least I give my shot to make it happen. Wish me luck, wish me luck :).

About the test, my dad is the one who was very excited on this. Maybe he doesn’t know what kind of “pain in the ass” that I will have if I pass it :D. I hope I can pass it, and if I don’t (maybe) I’ll try on the next semester.

oke, kembali ke bahasa ibu saja :p

Jadi ceritanya, hari sabtu lalu saya harus pergi ke Kampus UI Depok untuk melakukan survey lapangan lokasi ujian. Hari itu pertama kalinya saya naik Commuter Line, jadi ya ndeso gitu deh. Berangkat ke Depok, saya ditemani seorang teman. Tapi dia tidak bisa menemani saya ke UI. Alhasil, saya turun di Stasiun UI dan mengandalkan tukang ojek yang pastinya menguasai lapangan :D.

Saya diantarkan ke Fakultas Teknik di mana lokasi ujian berada. Selanjutnya, dengan menanyakan kepada satpam di sana saya akhirnya menemukan Gedung K ruang K 207 dengan selamat. Melihat lokasi ujian pada H-1 memang sangat disarankan, karena ujian pada tanggal 15 April kemarin dilaksanakan pada jam 07.00 sehingga bisa langsung menuju TKP yang tepat tanpa membuang waktu *yang seharusnya saya bisa berleha-leha bangun siang di weekend >.<*.

Setelah selesai, saya menunggu @magicaelly di Starbucks Margo City demi mendapatkan tempat penampungan untuk bermalam. Thanks to her, karena sudah bersedia bangun di minggu pagi untuk mengantarkan saya ke UI juga *terharu*. Pada hari yang sama, saya juga menghadiri (separuh acara) talk show oleh Asma Nadia & Helvy Tiana Rosa dan Muhammad Assad. Finally, bisa melihat penampakan Assad live :D.

Perfect Match
Assad 🙂

Baca selebihnya »

Random Thought: Tentang Bekerja

Berbicara tentang bekerja, pengalaman saya memang masih seujung kuku kelingking bayi semut. Iya, saya tau semut tidak punya kuku, tapi intinya masih sangat sedikit sekali :D. Saya pernah bekerja di perusahaan manufaktur asing berskala multinasional yang gadget produksinya menguasai pasaran, dan sekarang saya bekerja di perusahaan nasional yang ingin bersaing di skala internasional. Jika ditanya bagaimana rasanya bekerja di kedua perusahaan tersebut? Many lessons learned :).

Apa yang saya tuliskan adalah self note yang daripada disimpan di kepala dan nanti akan lupa, maka saya tuliskan di sini.Baca selebihnya »

Snapshot 2011

Diambil dari TheSage’s English Dictionary and Thesaurus, snapshot adalah:

an informal photograph; usually made with a small hand-held camera

Nah begitu juga dengan snapshot 2011 yang akan saya tuliskan: tidak formal dan ceritanya tidak lengkap karena keterbatasan long term memory saya :D.

Ketika membaca postingan beberapa teman yang membahas mengenai apa yang mereka alami di tahun 2011, saya mulai mikir *tumben*. Saya sampai membuka archive tulisan-tulisan saya di tahun 2011. Trus mikir-mikir lagi. Kesimpulannya sih kenapa kayaknya saya susah menemukan kembali kenangan di tahun 2011 ya :D.

Beberapa hal yang saya ingat:

31 Desember 2010:

Melewati malam pergantian tahun di PLC Simprug, dirayakan bareng teman-teman satu batch. Sebenarnya saya lebih suka di kamar dan menonton tv sih daripada kumpul-kumpul sama ngantuk sampai larut malam.Baca selebihnya »

Shouldn’t Do List in 2012

It’s only 6 days left before we can say “Happy New Year” all around.

I think it’s not too early to write a part of To Do List in 2012. Since we can’t roll back the time, and I know until now I still do things that I shouldn’t do, I hope next year I can manage my time better. So I can set my priority and see either it’s useful or not.

Inspired from this, and I totally agree with Dorie Clark about the list of “Five Things You Should Stop Doing in 2012”.  And here, I add several points for my list, so this can be my reminder when “I get lost” :D.

  1. Don’t buy books before I finished to read the previous. I need to warn myself, because sometimes I exaggerated buy books and I don’t have plenty of time to read all of them. Err, actually I have time, but too lazy to read them.
  2. Shopping using my brain, not using my feeling. Because I’ve found out that sometimes when I open my cupboard, I say “what was on my mind when I purchase this”. And the clothes will be end up to someone else’s cupboard.
  3. Sleep earlier, because I can use the time to upgrade my brain and insert something useful in it.
  4. My addiction to “a way to exist” media.

Focus focus focus! Like what Peter Bregman wrote

The world is changing fast and if we don’t stay focused on the road ahead, resisting the distractions that, while tempting, are, well, distracting, then we increase the chances of a crash.

I think this temporarily enough. Maybe addition will be written when I find other things :). And what are on your Shouldn’t Do List in 2012?

Desember 2011 dan Berkahnya

Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Desember 2011 ini saya resmi diangkat menjadi pekerja di kantor saya setelah 1 tahun sebelumnya saja menjalani berbagai macam tahapan pendidikan. Rasanya? Lega! Akhirnya kalau ditanya orang saya bekerja di mana, saya bisa memberikan jawaban pasti “Pertamina” :D.

Dengan bergantinya status dari peserta pendidikan menjadi pekerja, maka saya juga mendapatkan perlengkapan seperti seragam, syal, ID Card dan juga harus mengisi berlembar-lembar form baik untuk data perusahaan maupun fasilitas seperti Corporate Card (credit card untuk pekerja), asuransi kesehatan, Dana Pensiun Lembaga Keuangan, Jamsostek, NPWP, dll.Baca selebihnya »

Holy Holy Holiday

Di penghujung november 2011, di awal tahun baru Hijriah 1433H, saya ingin posting jadinya *iya, biarin kalo ga nyambung*.

So, howdy? Sesuai dengan judulnya, saya sedang menikmati cuti pendidikan. Rasanya liburan 1 minggu ini memang diperuntukkan membayar waktu 1 tahun lampau. Dikarenakan keterbatasan waktu dan lainnya, menyebabkan saya merasa did nothing untuk keluarga. Emang beda ya rasanya liburan yang dihabiskan dengan keluarga dan traveling :).

Jogja selalu mencuri hati saya. Mungkin karena dogma yang dihadirkan dari kata “Jogja” itu sendiri, yang menghadirkan bayangan keramahan dan kekeluargaan, yang membuat saya ingin selaku kembali. Meskipun liburan ini banyak dihabiskan di rumah dan di kios laundry kakak saya, tapi suasana Jogja tetep terasa.Baca selebihnya »

Time Flies So Fast

Setelah membaca postingan teman saya ini, saya jadi menghitung kembali sudah berapa bulan yang saya lewati untuk menempuh masa pendidikan saya selama 1 tahun. Dan ternyata, sudah 11 bulan! When I look back, I can say “time flies so fast“. Banyak yang terjadi selama 11 bulan ini tentunya, new born babies dari keluarga dan teman, pernikahan, kehamilan, rasa pengen jalan-jalan yang sudah sedemikian ditahan-tahan, dan masih banyak lagi.

Selain segala keterbatasan dan kehidupan yang awalnya seperti roller coaster, saya juga mendapatkan banyak pengalaman, ilmu dan teman baru tentunya, priceless. Satu ramadhan juga sudah saya lewati di sini, entah bagaimana ramadhan selanjutnya :). Rasanya saya sekarang sedang antri untuk mendapatkan tiket menuju pintu ke mana saja, yang bisa memberi saya kebebasan untuk jalan-jalan di hari libur tanpa perlu menunggu memo atau surat ijin hehe, menyenangkan. Meskipun tiketnya harus dibayar dengan paper dan presentasinya.

Memang benar keputusan saya dan teman saya ini untuk pindah memang keputusan besar. Awalnya ketika masih dalam tahapan tes-tes, saya juga tidak terbayang bisa terbiasa dengan uang saku yang jumlahnya tidak sebanyak gaji saya di perusahaan lama. But money isn’t everything, rejeki sudah ada yang mengatur dan tak pernah tertukar :). Malam sebelum saya pergi menandatangani surat persetujuan mengikuti pendidikan, saya malah nangis sesenggukan ketika ditelpon bapak. Bapak saya malah ketawa “kenapa kamu nangis? Padahal kamu dikasih kesempatan baik”. Beda sih ya perempuan sama laki-laki, saya kan banyak memakai perasaan :p.

Tanggal 10 November 2011 saya akan kembali ke asrama di Simprug, meninggalkan hiruk pikuk persaingan mendapatkan kursi di Kopaja. Saya akan kembali di classroom, menghadapi serangkaian uji saji, yudisium, dan keputusan kelulusan. Semoga mendapatkan hasil yang baik, baik hasil kelulusan maupun penempatan, bagi saya dan semua teman sebatch yang sudah berjuang bersama-sama.

Oh ya buat yang butuh move on, pindah tempat kerja bisa dipertimbangkan lo ^^.

49 Days

Ini adalah 20 episode serial drama korea yang saya lihat weekend kemarin. Sekilas drama ini tidak ada bedanya dengan serial drama korea yang lainnya: stylish, fashionable, nice setting places, nice soundtrack etc. Awalnya saya kecewa sih karena aktornya tidak setampan Lee Min Ho, tapi saya tetap menonton karena penasaran akan ceritanya.

Serial ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Ji Hyun yang memiliki kehidupan 9/10, seems perfect: orang tua yang menyayangi dia, cantik, materi berkecukupan, calon suami yang keren dan mencintainya, she has the dream world. Dia pewaris tunggal perusahaan orang tuanya. Sang calon suami, Kang Min Ho, looks like a hard to find guy dan akan menjadi pimpinan perusahaan orang tua Ji Hyun setelah mereka menikah.

Namun sayang beberapa hari sebelum pernikahannya, Ji Hyun mengalami kecelakaan mobil beruntun akibat ada Song Yi Kyung, seorang perempuan yang ingin bunuh diri dengan menyeberangi jalan dan berusaha menabrakkan dirinya pada truk yang melintas. Song Yi Kyung berhasil diselamatkan oleh dokter yang selama ini memang memberikan perhatian kepadanya, namun sayang ruh Ji Hyun lepas dari jiwanya yang menyebabkan dia berada dalam keadaan koma.

Ji Hyun bertemu scheduler, sosok yang digambarkan sebagai pihak yang memastikan bahwa orang-orang mati pada waktu dan saat yang telah ditentukan oleh schedule takdir. Ji Hyun diberikan waktu 49 hari oleh scheduler untuk mengumpulkan 3 air mata dari orang-orang yang tulus mencintainya, selain mereka yang memiliki ikatan keluarga, untuk bisa hidup kembali. Sementara sang scheduler sendiri meninggal pada usia 23 tahun dan voluntary menjadi scheduler agar bisa mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan urusan dunianya yang belum terselesaikan ketika dia meninggal. Ringkasan cerita bisa dibaca di sini.

Drama ini membuat saya berfikir, what if I were in Ji Hyun’s position.

Saya tidak pernah tahu kapan saya akan mati, saya juga tidak tahu apakah akan ada yang menangisi saya dengan tulus jika saya sedang koma. Respon orang ketika saya mengalami musibah atau mungkin dalam keadaan koma/mati sebenarnya menjadi pembuktian whether I have lived well or not, how deep I left my footprints or how much I was coloring their life.

Saya jadi menyadari kalau saya banyak menyia-nyiakan waktu, menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan mengaburkan fokus saya atas apa yang seharusnya saya lakukan di dunia. Saya juga jarang atau kurang show my feeling for my family and people around me about how I love them and thankful for having them in my life. Hal-hal yang terlihat sepele dan feeble (atau istilah kerennya menye-menye) yang biasanya justru menyesakkan ketika saya menyadari bahwa saya belum menyampaikan dan melakukannya, selain ibadah dan bekal untuk hari penghakiman kelak tentunya.

Mungkin dengan membayangkan dengan berada pada akhir batas waktu kita hidup di dunia and we take a look back what we’ve done bisa menjadi cermin tentang what should we do and how to live this life well. Setelah menonton 49 days saya juga jadi lebih berhati-hati menyeberangi jalan dan berharap punya Han Kang.

Have a good life, pals.

Umur

Saya hanya ingin menuliskan fenomena yang selama ini saya amati. Ya mungkin things have changed dan hal ini merupakan salah satu respon bagi mereka yang ada di dalamnya *duh kok berat bahasanya*.

Jadi gini, saya merasa kalo saya sedang berada di lingkungan yang mempermasalahkan umur. Menurut saya sih ya (mengingat Indonesia (konon kabarnya) adalah negara demokratis, boleh dong saya punya pendapat), we can’t stop adding ages karena itu merupakan proses alamiah, we are human.

Nah yang membuat saya bingung adalah mengapa umur menjadi masalah ketika orang belum menikah? Mungkin emang culture, I accept it. But when I find younger people make jokes to the older one, yang saya pikirkan adalah belum tentu lo yang lebih muda bisa merasakan dan melewati umur yang sama dengan yang lebih tua :p. You can make jokes about someone’s age, but there’s no guarantee you’ll pass her/him current age. 

Dan yang lebih tua, is it that hard to accept your actual age? Menurut saya yang sebenarnya menjadi masalah adalah your achievement or what you have done not only for your self but also for your surroundings.

I am 26 yo and still being a single. So? 😉