Random Thought: Tentang Bekerja

Berbicara tentang bekerja, pengalaman saya memang masih seujung kuku kelingking bayi semut. Iya, saya tau semut tidak punya kuku, tapi intinya masih sangat sedikit sekali😀. Saya pernah bekerja di perusahaan manufaktur asing berskala multinasional yang gadget produksinya menguasai pasaran, dan sekarang saya bekerja di perusahaan nasional yang ingin bersaing di skala internasional. Jika ditanya bagaimana rasanya bekerja di kedua perusahaan tersebut? Many lessons learned🙂.

Apa yang saya tuliskan adalah self note yang daripada disimpan di kepala dan nanti akan lupa, maka saya tuliskan di sini.

Berdoalah sebelum bekerja.

Loh kok enggak nyambung sama paragraf di atas? Namanya juga random thought :p. Sebaik apapun persiapan kita, selalu ada X Factor yang lebih menentukan keberhasilan apa yang kita upayakan. Dalam hal ini Allah tentunya. Saya mulai membiasakan berdoa ketika saya mulai keluar rumah, berdoa mohon diberikan kemudahan dan semoga apa yang akan saya kerjakan bermanfaat dan dicatat sebagai amal ibadah. Ikhtiar pertama selesai.

Bekerja, berada di kantor, setidaknya membutuhkan waktu 9 jam. Kalau dalam 9 jam ini niat kita tidak benar, apalagi tidak tercatat sebagai ibadah, rasanya kok sayang sekali ya.

Jabatan datang bersamaan dengan tanggung jawab.

Ketika saya masih bekerja di perusahaan terdahulu, saya merasa berada di comfort zone. Apapun yang saya lakukan, atasan saya akan “pasang badan” ke level yang lebih tinggi. Mungkin saya memang beruntung mendapatkan atasan yang baik selama saya bekerja. 2 tahun 4 bulan, saya tidak pernah berhadapan secara langsung untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan saya kepada manager ekspatriat. Ya, mungkin ini faktor dari susunan organisasi yang berbeda dengan tempat saya bekerja sekarang.

Begitu pula halnya ketika saya masih berstatus peserta didik. Saya bekerja, tetapi ada senior dan atasan saya yang mengontrol dan tidak banyak tanggung jawab yang saya miliki. Namanya juga pelajar, ya tugas utamanya belajar hehe.

Namun berbeda halnya ketika saya sudah berstatus pekerja dan memiliki jabatan secara fungsional. Satu bulan pertama saya bekerja, saya masih memiliki asisten manager. Sekarang asman saya pindah ke bagian lain, dan posisinya masih vacant. Kalau dibaca secara struktural, tanpa adanya asman sama dengan membuat skripsi dan hanya di simpan di leptop, without back up. Challenge? Tentu. Saya merasa mengikuti kelas akselerasi. Dua minggu gabung di tim ini, saya diikutkan kursus selama 3 hari. Setelah kursus masih ada ujian sertifikasi yang harus ditempuh dan harus lulus sebagai syarat kompetensi jabatan.

Bekerja adalah proses belajar terus menerus (menurut saya). Kalau kata rinso, gada noda ya ga belajar #bukaniklanberbayar. Ketika dipuji, berarti saya sedang belajar untuk mempertahankan apa yang saya pahami. Ketika dikritik, diberi masukan atau salah, berarti ada hal yang akan saya ingat ke depannya untuk diperbaiki. Tidak perlu melempar bola salju ketika sedang mendapatkan masukan dari orang lain, apapun bentuknya. Manfaatkan saja hal itu untuk proses pembelajaran agar ke depannya menjadi semakin baik.

Someone has to make this done.

Pernah merasa “apaan sih, kok kerjaan kek gini musti aku yang ngerjain? Aku harusnya dikasih kerjaan yang lebih berbobot”. Perusahaan adalah layaknya badan kita. Ketika ada satu bagian yang tidak dirawat, kita bisa sakit dan rasa sakit tersebut akan dirasakan oleh seluruh badan kita. Lagian, ketika kita tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas kecil, apakah kita bisa dipercaya untuk mengemban yang lebih besar?🙂

Bekerja itu jangan dimasukkan ke hati.

Maksud saya gini… Kita harus bisa membedakan hubungan profesional dan hubungan pribadi. Ketika di dalam pekerjaan, katakanlah, ada gesekan dengan si A maka jangan sampai hal tersebut mengganggu hubungan baik yang selama ini sudah dijalin. Kita harus bisa membedakan si A secara personal dan si A yang kaitannya melekat dengan jabatan dan tugas dalam pekerjaannya. Semacam ada pembatas antara otak dan hati😀.

Kerjakan dengan baik.

Rasa bosan atau lelah memang tidak bisa dihindari, atau hal-hal lain yang bisa merusak hasil kerja kita. Mirip saja dengan bagian someone has to make this done, usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik karena jabatan yang sedang kita emban bersifat sementara dan suatu saat pasti kita akan pindah ke bagian lain. Haruskah meninggalkan track record yang buruk untuk sesuatu yang sifatnya temporer? Karena pekerjaan kita tidak hanya dinilai oleh atasan atau anggota tim saja, namun juga oleh customer dan pihak-pihak lain yang bekerja sama dengan kita. Ya, kalau saja ada penghapus yang bisa digunakan untuk menyamarkan track record yang buruk, mungkin akan lain ceritanya😀.

Pulang dan berisritahat yang cukup.

Agar di pagi hari badan terasa segar dan bersemangat ke kantor *evil laugh*, maka pergunakan waktu pulang kerja dengan bijak. Kalau badan segar, mood juga akan bagus dan rasa stres, lelah, bosan, bisa diminimalisir. Seseorang pernah berkata kepada saya:

pernah ga sih ngrasa kadang kita ke kantor dengan energi sisa-sisa, padahal gaji yang dibayarin ke kita tiap bulan layak mendapatkan lebih dari itu?

Intinya bertanggung jawab dengan apa yang kita nikmati saja sih.

Kalau ada yang tidak berkenan, mohon dimaafkan ya. Kalau ada yang baik, semoga bermanfaat bagi kita.

4 thoughts on “Random Thought: Tentang Bekerja

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s