Ketika Merasa Berat Ke Kantor, Coba Lakukan 10 Cara Ini!

tips semangat dan produktif di kantor

Apa hal-hal yang bikin kamu berat hati ke kantor? Kalau saya biasanya ketika kelelahan, sedang PMS yang bikin badan seperti habis digebukin orang, masih banyak email dengan bendera merah yang perlu di-follow up, ketika transportasi ke kantor lagi kurang bersahabat, atau ketika ada yang ga ingin ditemui :P. Hal-hal tersebut merusak mood di kantor, bisa-bisa berujung menjadi tidak produktif seharian dan bikin stres.

Ada juga hal lain yang bikin nyesek yakni ketika rasanya sudah kelelahan bekerja, tapi ga kelihatan hasilnya. Duh, berasa buang-buang waktu saja!

Setelah membaca beberapa atrikel, ngobrol dengan teman di kantor, dan tentu saja hasil observasi pribadi, saya menemukan beberapa hal yang bisa membuat saya jadi lebih bersemangat ke kantor dan [merasa] lebih produktif. Baca lebih lanjut

Iklan

Krasan di Rumah

Jadi ceritanya beberapa waktu belakangan, kalau ga salah sejak menjelang tahun baru 2015, saya jadi krasan aka betah banget di rumah. Padahal tadinya saya termasuk MMK (Mbak Mbak Kantoran) yang memiliki euforia tinggi ketika menyambut weekend. Mungkin sebagai efek saking butuhnya hiburan kali ya :p.

Menyadari akan tingginya biaya gaul kalau keseringan hang out di Jakarta dan sekitarnya, saya merasa perlu untuk melakukan reformasi definisi “spending weekend wisely and happily”. Kebetulan waktu itu novel Twivortiare 2 baru beredar di pasaran, sementara saya juga belum baca Twivortiare 1-nya. Alhasil selama 4 hari libur natal 2014 saya ngendon di rumah buat baca novel sampe kelar. Karena kalau udah baca gitu bikin males keluar, saya juga perlu menyiapkan bahan makanan untuk dimasak biar maag-nya ga kambuh lagi. Berangkat dari situ, saya jadi intens lagi baca buku-buku yang sudah saya beli namun belum sempat dibaca di tahun lalu. Bahkan ada buku yang masih dalam plastik.  Baca lebih lanjut

Balance Sheet, Akuntan dan Hidup yang Dinamis

Judulnya kok sedikit hebring ya hehe.

Jadi ini adalah pengalaman pertama saya untuk menuliskan semua pengeluaran sampai dengan printilan-printilannya secara detail. Tadinya ketika saya dipaksa si neng ini untuk membukukan pengeluaran, saya bersikeras untuk menolaknya dengan alasan repot, malas, sampai dengan “buat apa sih”. Tapi mengingat saya yang begitu pemaafnya pada diri sendiri ketika menginginkan sesuatu, jadi saya memutuskan untuk mencobanya.

Untuk lebih memudahkan, saya menyimpan file excel kosong di hp karena hp adalah barang yang selalu saya bawa ke mana-mana selain dompet. Setelah membayar sesuatu saya mencatatnya di sheet yang sudah saya sediakan, atau kalau malas ya sehari sekali ketika menjelang tidur. Kebiasaan baru ini sudah berlangsung sejak awal bulan ini. And so far, so good.


Ada beberapa manfaat yang bisa saya rasakan, di antaranya adalah pengeluaran yang terkendali. Yah meskipun bulan ini masih allowed my self to buy kenzo amour even though I still have Body Shop white musk tapi setidaknya ada pos-pos lain yang bisa ditekan pengeluarannya. Yang bisa saya lihat pada sheet tersebut selain pengeluaran per line, adalah sisa anggaran bulan ini. Kalau kita mengetahui berapa sisa budget maka secara tidak sadar akan membuat kita berfikir untuk berhemat.

Nah sekarang apa efek “berfikir hemat” bagi saya? Belakangan saya pulang agak melebihi jam kantor dan teman berbagi bajaj atau taksi sudah pulang duluan, jadinya saya pulang sendiri. Yang lalu-lalu, saya akan memilih untuk tetap pulang naik bajaj/taksi, meskipun cost center nya dari dompet saya sendiri. Beberapa hari ini saya mencoba untuk ngeteng, dari depan kantor naik kopaja/metro mini jurusan Senin dan dari sana saya oper naik angkot sampai di depan gang kosan. Kalau naik bajaj saya harus membayar Rp 10000,-, taksi akan lebih dari itu, sedangkan kalau ngeteng saya hanya membayar Rp 4000,-. Mungkin memang dari kenyamanan pasti beda jauh. Tapi menurut saya hal ini bisa menjadi habit yang akan berguna bagi saya sendiri di kemudian hari.

Kenapa kok dijudulnya ada kata-kata “hidup yang dinamis”? Saya pernah bercanda dengan seorang teman baik yang sedang berkunjung ke Jakarta. Ketika itu saya mengajaknya untuk pergi ke Menara 165 di TB Simatupang dengan menggunakan Kopaja. Saya mengatakan, sebenarnya wahana yang paling menyeramkan di Jakarta tidak bisa ditemui di Dufan, tetapi ada di jalanan yakni wahana Kopaja :D. Keadaan Kopaja/Metro Mini yang tak menentu, memberikan pengalaman yang berbeda-beda setiap kali saya pulang dari kantor. Kadang penuh, kadang kosong, kadang duduk, kadang berdiri, sejauh ini masih seru-seru saja :D.

Sepertinya saya harus berterima kasih kepada Neng Rizka, atas paksaannya beberapa waktu lalu. Hihi, makasih ya Pinkih ;).

“Senjata” Ketika Perempuan Bepergian

Sebenarnya ini adalah hal yang umum, tapi mungkin kadang-kadang sebagian dari kita lupa atau tidak mempersiapkan bekal perjalanan dengan detail. Jadi kali ini saya memutuskan untuk menulis sebagian dari pengalaman saya yang tak jarang bepergian sendirian.

Kadang menjadi perempuan itu serba salah; kalau terlalu ramah dengan orang asing nanti bisa saja ditanya-tanyai hal yang bersifat pribadi seperti nomor telpon, dan sebaliknya kalau memasang wajah galak bisa mengundang mulai dari kritikan hingga perlakuan tidak bersahabat. Sepertinya tindakan preventive memang sudah menjadi prioritas dalam bepergian.

Nah, lantas, apa saja yang saya pikir perlu untuk dipersiapkan ketika seorang perempuan melakukan travelling atau perjalanan solo selain barang-barang fardhu ain (seperti uang, handphone, tiket, dompet, dll)?

  1. Hafalkan nomor hp seseorang, lebih baik kalau yang dihafalkan adalah nomor hp seorang pria. Untuk apa? Hal ini untuk mengantisipasi ketika di tengah perjalanan ada yang menanyakan nomor hp kita dan kita tidak bisa mengelak kecuali memberikannya. Lantas kalau dia menelpon untuk mengecek kevalidan nomor tadi? Tenang saja, paling dia cuma missed call saja, kalau tersambung ya ber-acting saja seolah-olah kita sudah menyimpan nomor hpnya, kalau tidak ya bilang saja hp kita sedang low bat. And it works ^^.
  2. Buku atau novel atau apapun itu. Saya pernah menemui stranger yang suka sekali mengajak berbincang. Dan saat itu saya ingin membuat dia menghentikan pertanyaan-pertanyaannya, karena semakin banyak dia bertanya maka semakin saya merasa perlu untuk melindungi diri. Ambil saja novel dan pura-puralah membaca dengan serius, seolah-olah kita telah memasang warning sign Please, don’t disturb!
  3. Mp3 player. Selain untuk kesenangan pribadi, mp3 juga bisa dimanfaatkan menanggulangi stranger yang MTA alias mau-tau-aja. Pasang aja mp3 dan ketika dia berbicara, dan kita bisa berpura-pura tidak mendengar apa yang dia katakan :D.
  4. Parfum, tentu saja digunakan ketika keadaan mendesak. Semprotkan pada mata orang yang sekiranya memiliki niat jahat, dan selanjutnya lari atau berteriaklah minta pertolongan. Alhamdulillah hal ini belum pernah saya alami. Ini hasil dari menonton film kok hehe.
  5. Foto berdua dengan seorang pria. Nah kalau ini adalah saran dari seorang teman dekat. Foto ini secara tidak langsung untuk mewakili “hey you, don’t try to flirt, I have a boyfriend/husband“. Taruh saja foto ini di dompet, dan “secara tidak sengaja” tunjukkan pada stranger. Tapi jika si stranger adalah seorang yang ganteng, bule, muslim, baik, menyenangkan, lebih baik batalkan niat tadi :p My friend said it works too, but I never tried this way because I don’t have the “such a couple” picture in my wallet.
  6. Ada yang ingin menambahkan?
Jangan lupa berdoa dulu sebelum melakukan perjalanan, beritahukan kepada orang terdekat atau keluarga ke mana kita akan pergi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Have a safe trip gals ;).

There’s Always Goodness for Something That Happened

Yesterday, I can say that unpleasant thing happened to me. It made me feel sad, of course. Actually, it was an ancient problem that came up again because of my foolishness *tabok diri sendiri*.

Amiin

I’m thankful for having problems, even though it doesn’t mean I’m happy for having them. I just want to learn to see from positive PoV (and keep working on it) for every unpleasant thing that comes in my life. Practice makes perfect, right? ^^

quite true LOL

When reality happens out of my prediction and makes me disappointed, I try (and have) to think there’s message and lesson behind that and God wants me to learn something from it.

This afternoon, someone who close with me, talked to me by ym and typed:

hey, I want to follow your step. Looking at your prof pic, I see you’re happy. I want to smile like that..

Honestly, I’m glad to read that ^^. It means I still can handle the unpleasant things that come and I wont let it ruin my days. And now, I’m realizing the advantage of having it; I can focus to learn and don’t waste my time just for false happiness :lol:.

Welcome saturday, the test day ^^. I have a good time to prepare myself better than before \(^0^)/. Let’s have fun first with this cute guys, and they are so funny ;).

Katanya mau belajar, jam segini kok masih ngeblog *tepok jidat* :lol:.

Homesick and Its Cures

Lately, I’m having homesick. Even though here I have many things to do, somehow when evening comes, I start missing my family *membik-membik*. Actually, when I was in Cikarang, I didn’t feel homesick that much. Maybe it’s caused by when I was there, I could arrange (at least) my visitation to my sister’s house in Jogja anytime.

Now, I don’t even know when I can meet my family. At least, until the next two months, I can’t go anywhere outside Jakarta, related with regulation that apply here. My oldest sister is pregnant, so she can’t be here too.

I think it’s not that easy to struggle with this kind of feeling. I have to be creative and keep thinking about its cures ^^, if I don’t want to die in crying *lebay*. So, here are several things that I do when I have homesick:

  • call or send messages to my family *terberkatilah dia yang menciptakan handphone*.
  • sleep or take a rest.
  • eat your favourite food or try something new.
  • go outside, do some exercises such running, or swimming.
  • watch movie in laptop or theater.
  • read books in a cozy place.
  • make jokes with friends.
  • and many other things ^^.

If those things don’t work on you, call me :lol:.