Wisata Mata, Hati, dan Perut di Pusat Jakarta? Bisa!

Menjelang tahun ke enam bekerja di sekitar ring satu Jakarta, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat akan menjadi turis lokal di kawasan ini. Setiap saya berbalik badan di meja kerja, Monas sudah di depan mata. Namun demikian baru tahun ini saya tahu makna di balik arsitektur Monas.

City Center merupakan salah satu destinasi yang ditawarkan oleh Jakarta Good Guide (JGG). Ini adalah kali ketiga saya menghabiskan weekend bersama JGG. Tur kali ini diikuti oleh peserta dari Indonesia, Singapura, Maroko, dan Prancis sehingga bahasa yang digunakan selama tur adalah bahasa inggris.

Seperti sebelumnya, tur dimulai jam 9 pagi tapi kali ini saya telat karena bermacet-macetan dulu sama abang [gojek]. Bagaimana mungkin perekonomian Indonesia mengalami pelemahan jika warga negaranya saja rajin bekerja seperti ini? Sabtu pagi saja macet! Mungkin sudah saatnya warga Jakarta mempertimbangkan nyicil helikopter. Baca lebih lanjut

The 90’s Festival: Karena yang Bagus, Tak Pernah Tergerus

Ketika membahas tentang angkatan sekolah atau kuliah, kadang saya merasa insecure karena akan mengingatkan tentang usia masa lalu atau tentang pencapaian yang hingga saat ini masih lajang belum bisa menandingi Mbak Hadia Tajik yang udah jadi menteri di usia 29 tahun, atau Mbak Amal yang sukses di karir dan mendapatkan Om Clooney di usia 36 tahun #gagalfokus.

Sebelumnya saya juga enggan datang ke konser Glenn Fredly karena khawatir akan pulang dengan hati yang berdarah-darah, setelah dompet yang dibuatnya berdarah terlebih dulu. Namun setelah ditawari oleh teman harga presale The 90’s Festival, sekaligus dibelikan dan saya tahunya tinggal beres, tanpa berpikir panjang saya langsung mentransfer empat ratus ribu rupiah untuk membeli tiket masuk.

Photo Spot The 90s Festival

The 90s Festival

Baca lebih lanjut

Jakarta Weekend Gateway: Menyusuri Sejarah Tionghoa Hingga Kuliner di China Town

Karena merasa puas mengikuti Menteng Walking Tour bersama Jakarta Good Guide, saya memang berencana untuk mengkhatamkan semua tujuan walking tour yang ditawarkan oleh mereka. Kali ini saya berkesempatan mengikuti China Town Walking Tour yang diselenggarakan oleh JGG yang bekerja sama dengan Wisata Sekolah pada 1 November 2015.

Setelah tiba di meeting point yakni Seven Eleven Hotel Novotel jalan Gajah Mada dan melakukan registrasi, para peserta tur dibagi menjadi beberapa kelompok. Saya ikut di rombongan Farid lagi, seperti sebelumnya 😀 *mulai posesif*. Tujuan walking tour kali ini adalah Candra Naya, Glodok Area, Petak Sembilan, Vihara Dharma Bakti, Gereja Katolik Santa Maria de Fatima, Vihara Toasebio, Candra Shopping Center, dan gang penjual makanan Gloria (atau kerennya Gloria Food Alley). Dari semua tempat tersebut, yang sudah pernah saya dengar hanyalah Glodok dan Petak Sembilan, padahal saya sudah sejak 2010 tinggal di Jakarta :D. Baca lebih lanjut

Jakarta Weekend Gateway: Belajar Sejarah Menteng Bersama Good Guide

Ketika main ke negara lain, saya sangat iri dengan fasilitas pariwisata yang diberikan kepada para turis lokal maupun internasional yang berkunjung. Mulai dari maps tujuan wisata, transportasi umum, dan pilihan tour baik jalan kaki, hop on hop off hingga bersepeda, rasanya dibuat dengan niat.

Sebagai orang yang mencari nafkah di ibukota Indonesia, maka banyak waktu saya habiskan di Jakarta. Namun saya emang ngrasa kurang mengenal kota ini, meskipun ketika membuka pintu balkon yang terlihat adalah TMP Kalibata tapi saya ga tau banyak sejarah kota Jakarta. Sebenernya udah lama saya mencari guide yang bisa memberikan informasi seluk beluk Jakarta, dan baru menemukan Jakarta Good Guide pada bulan September lalu. Gini deh yang namanya jodoh, kadang udah nyari lama baru ketemu *duh baper*.

Baca lebih lanjut

Alternatif Mengisi Weekend di Jakarta

Menjalani kodrat sebagai mbak-mbak kantoran, weekend adalah hal yang paling saya tunggu apalagi kalau udah minggu malam. Padahal baru aja kelar weekend-nya, eeeh udah pengen weekend lagi. Kalian gini juga ga sih?

Sebenernya selain mengunjungi mall, masih ada banyak hal yang bisa dikerjakan untuk mengisi weekend di Jakarta. Kadang ketika weekdays belum punya acara untuk mengisi weekend, jadi ga semangat nyelesein kerjaan kecuali diingatkan lagi dengan cicilan yang belum lunas. Nah, saya mau berbagi tentang hal-hal yang bisa dilakukan sebagai alternatif untuk mengisi weekend di Jakarta.

Cooking Class

Pada tanggal 3 Oktober 2015 saya bersama food and travel blogger kondang sekecamatan, Dito, mengikuti acara Cooking Class with Detikfood.com di Hotel Pullman.  Saya excited ketika diajak Dito mengikuti acara ini. Saya sedang senang mengeksplor hal baru biar ga cepet bosen terlebih sejak saya lulus kuliah karena gada kegiatan lagi after office hours dan tidak ada paper yang harus dikerjakan berhari-hari.

Pastry cooking class

Biar dikira niat belajar masak gitu deh :p

Baca lebih lanjut