The 90’s Festival: Karena yang Bagus, Tak Pernah Tergerus

Ketika membahas tentang angkatan sekolah atau kuliah, kadang saya merasa insecure karena akan mengingatkan tentang usia masa lalu atau tentang pencapaian yang hingga saat ini masih lajang belum bisa menandingi Mbak Hadia Tajik yang udah jadi menteri di usia 29 tahun, atau Mbak Amal yang sukses di karir dan mendapatkan Om Clooney di usia 36 tahun #gagalfokus.

Sebelumnya saya juga enggan datang ke konser Glenn Fredly karena khawatir akan pulang dengan hati yang berdarah-darah, setelah dompet yang dibuatnya berdarah terlebih dulu. Namun setelah ditawari oleh teman harga presale The 90’s Festival, sekaligus dibelikan dan saya tahunya tinggal beres, tanpa berpikir panjang saya langsung mentransfer empat ratus ribu rupiah untuk membeli tiket masuk.

Photo Spot The 90s Festival

The 90s Festival

The 90’s Festival pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta pada 7 November 2015 lalu, bertempat di Istora Senayan. Stage dibagi menjadi tiga, dan hanya Stage 1 yang indoor. Hari Sabtu lalu Jakarta diguyur hujan deras sejak pagi, dan sempat berhenti di siang hari yang memberikan secercah harapan bagi kami yang sudah membeli tiket untuk bisa datang ke Istora tanpa halangan. Namun ternyata sorenya hujan lagi, saya juga sempat malas pergi keluar rumah bahkan merelakan tiket tidak terpakai jika memang hujan semakin deras. Setelah dipesankan Uber oleh teman, saya bersama dua orang lainnya berangkat ke Istora. Yay!

Dan, TIDAK MENYESAL SAMA SEKALI! Karena:

Pertama, saya salut atas pengaturan waktu tampil bagi masing-masing artis di setiap panggung yang sepertinya saling melengkapi dan memungkinkan penonton melihat hampir semua pertunjukan. Waktu untuk break sholat magrib juga diperhitungkan.

Rundown The 90s Festival

Rundown The 90s Festival

Kedua, pemandangan yang ramah lingkungan karena semua berpakaian “layak”. Yang jelas tidak ada dedek-dedek unyu yang ikutan nonton😀. Sempat juga di samping saya berdiri mahmud (mamah muda) yang lagi hamil dan tampak sangat menikmati om-om ME dan Cowboy manggung. Kalau saya, mungkin sudah sama mengusap-usap perut “ketularan cakep ya Nak” :p.

The 90s Festival

Air genangan pun bukan hambatan menikmati ME. Inikah cinta?

Ketiga, semua penonton tampak menikmati dan ikut bernyanyi. Gila ya, lagu lama loh padahal yang dinyanyikan tapi banyak dari kami yang ikutan bernyanyi tanpa teks! Di sana sini terlihat gerombolan tante-tante dan om-om yang bergoyang atau teriak bahagia bersama teman-temannya sembari mengenang masa-masa sekolah dulu kali ya..

Stand Makanan The 90s Festival

Perut kenyang hati senang

Keempat, banyak food truck dan stand dengan area makannya dibuat seperti panggung layar tancap yang memutarkan film Benyamin dan Warkop DKI. Terlihat beberapa pasangan om tante yang menikmati makan malam sambil menonton film tersebut. Duh manis sekali dan membuat saya iri *brb beli tiket ke Wisconsin*.

java jive the 90s Festival

Mas Fatur dan Java Jive

Kelima, artis yang pertama kali saya lihat di konser tersebut adalah Java Jive. Tanpa harus menunggu lama setelah saya dan teman-teman duduk, mereka langsung keluar dan nyanyi

Kau yang di sanaaa, terpisah jarak waktu. Aku di sini, merindukan bayangmu…

Semacam lagu bagi para korban pelaku LDR. Setelah itu dilanjutkan dengan Menikahlah Denganku, hingga Selalu untuk Selamanya *pelesterin hati yang mulai meleleh*. Lagu yang hits pada jamannya.

Rasanya semakin malam malah semakin ramai acaranya. Karena setelah Java Jive ada ME, Cowboy, Bening, Rida Sita Dewi, Jingga, Base Jam, Frente, P-Project, dan ditutup oleh Kla Project. Kalau bahasa kekiniannya, konser ini PECAH!

Keenam, kabarnya acara ini akan dibuat annual!

Beneran deh saya tidak keberatan untuk nyanyi lagi bersama ME

Inikah rasanya cinta, oh inikah cinta, cinta pada jumpa pertamaaa

atau bersama Bening

Bila mimpi terusik pagi, gelapnya malam mengganti hari. Haruskah hidup sepi sendiri hi.. tanpa arti :p

atau, tentu saja bersama KLA yang malam itu total banget penampilannya!

Aku tak bisa pindaaaah o..o, pindah ke lain hatiiiii

Kla Project

Kla Project yang menjadi penutup acara

Di konser ini saya menyadari bahwa lagu atau karya lain yang memang bagus tidak akan tergerus waktu. Lagu-lagu yang hits sekitar dua puluh tahun lalu juga masih enak dinikmati hingga sekarang.

Iya, saya belum bisa move on dari The 90s Festival😀.

41 thoughts on “The 90’s Festival: Karena yang Bagus, Tak Pernah Tergerus

  1. Dita berkata:

    Hikss nyesel sihh gak nonton, tapi badan jompo ini harus tau diri untuk milih salah satu antara konser atau Dufan. Gak bisa semuanya x)))) *brb pake pake minyak telon*

  2. denaldd berkata:

    Asli beneran pengen salto ke Istora lho sabtu malam kemaren. Ga tahan lihat potongan2 gambar bersliweran di IG dan twitter. Apalagi grup kuliah heboh banget update kabar. Perihnya lagi pas ada yang kirim foto berdua sama Adon. Dan dia bilang pas minta foto sama Adon “boleh minta foto bareng? Buat teman saya yang ngefans banget sama Adon tapi ga bisa datang kesini karena di Belanda. Dia merengek2 minta difotoin” bwuahaha kalimat yang terakhir itu yang mengada2. Kamfret 😆😆
    Foto yang Kla jernih banget Fit. Cakeepp.

  3. Muhammad Akbar berkata:

    Lagu-lagu tahun 90’an memang tidak terhapuskan oleh era manapun.
    Masih tetap enak didengar, dulu suka nyanyi bareng teman sekolah.
    Tiap lyric lagu dituliskan di bindernya teman perempuan, kita yang cowok cuma ikutan nyanyi doang.

    Lagu P-Project, Java Jive, Jikustik, Sheilaon7, Padi.
    kangen era 90’an…

    • Safitri Sudarno berkata:

      Hihi kayaknya banyak yang memiliki kenangan manis dengan lagu2 era 90an. Sampai sekarangpun kalau diputar ulang, lagu2 mereka masih enak dan ehm..masih hapaaal dong liriknyaaa😀
      Dulu jangan2 Akbar anggota band juga?

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s