Aku vs Manajemen Waktu

Pernah merasakan kalau waktu 1×24 jam dalam sehari masih terasa kurang untuk menyelesaikan pekerjaanmu? Aku rasa semua orang pernah merasakan hal seperti ini.

Time is moving faster. Even though sometimes I am bored with my routine, I keep trying to walk on the right track: do something useful so I won’t regret it later for letting time slip away easily in front of me.

Belakangan ada beberapa hal yang harus aku lakukan, dan sayangnya aku juga merasa cukup kelelahan ditengah rasa excitedku. Waktu pulang kerja yang seharusnya masih bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan hal lain di luar urusan kantor, jadi hanya terpakai untuk tidur. Ditambah lagi badan kurang fit karna sepertinya kaki kananku terkilir dan belum sembuh sampai sekarang. Rencana untuk “tidur dulu ah sebentar, ntar tengah malem bangun lagi” hanya jadi isapan jempol semata. Dan it makes me feel guilty, for wasting time.

Jadi sebenarnya yang menjadi kunci utama sumber permasalahanku sekarang adalah manajemen waktu. Sepertinya aku harus mengakui bahwa manajemen waktuku masih termasuk buruk, meskipun aku sudah melakukan beberapa perubahan ritme keseharianku. Manajemen waktu ini berkaitan juga dengan urutan prioritas dari hal-hal yang tercantum dalam to do listku.

Perubahan ritme ini adalah salah satu cara untuk menjaga passion yang aku punya agar tidak hilang begitu saja seiring dengan rutinitasku yang hanya berkutat pada kantor dan CCF, dan juga sebagai alat untuk coloring my days karena diisi dengan beberapa hal selain office thing. Tak jarang karena terlalu larut dalam pekerjaan, kita jadi melupakan mimpi-mimpi atau passion yang pernah kita punya sebelumnya. Dan aku tidak ingin hal ini terjadi padaku.

Ketika aku dihadapkan pada masalah “o o, aku belum mengerjakan ini, belum mengerjakan itu, sementara waktu dalam sehari tidak bertambah semenitpun”, maka hal yang aku lakukan adalah:

  1. menuliskan my to do list
  2. mengurutkan prioritasnya
  3. membuat jadwal untuk masing-masing “to do” tadi
  4. berkomitmen untuk menjalankan jadwal dengan (sedikit lebih) disiplin

Jangan sampai beberapa waktu ke depan kita merasa menyesal karena telah melewatkan waktu yang ada sekarang begitu saja, tanpa melakukan sesuatu yang berguna dan menyenangkan setidaknya untuk kita sendiri. Every good thing deserves to get our attention ^^.

Nb: Maaf kalo tulisannya belibet, lagi rada banyak yang dipikirin *sok sibuk* heheh