French or Deutsch?

Sungkem-sungkem dulu sama yang baca deh sebelum posting. Mohon maaf lahir batin ya teman-teman, walau pun memang agak telat tapi kan ini masih bulan Syawal *maksa*.

Sudah lama ingin cerita ini itu di sini, tapi kalau memang tidak diiringi niat yang kuat ya tidak akan terwujud. How’s life? I hope it is as colorful as rainbow. Eh udah September ya, alhamdulillah, masa OJT tinggal 2 bulan lagi insya Allah *kayang kegirangan*. Hari ini saya juga menerima hasil penilaian periode ketiga dari asisten manager saya, senang karena nilainya meningkat. Final paper saya (Kertas Kerja Wajib) juga bisa dikatakan 80% selesai, semoga tidak ada revisi yang mengkhawatirkan ketenangan saya dalam menonton drama korea #salahfokus.

Bagaimana dengan mudik kalian? Mudik saya kemarin seperti tur antar kota antar propinsi: Jakarta – Jogja – Kediri – Nganjuk – Mojokerto – Pare – Kediri – Jogja – Jakarta. Walaupun melelahkan, tapi menyenangkan sekali rasanya berkumpul dengan keluarga dan bermain dengan keponakan baru saya. Waktu berkumpul dengan keluarga, kakak saya yang mendapat giliran untuk dijodoh-jodohkan :p. Lalu saya bertanya ke bapak, kok saya nggak sekalian. Habis ngobrol sana sini, obrolan kami menyimpulkan profesi pria dengan penghasilannya. Kata bapak, profesi yang sekarang bisa memiliki penghasilan tinggi adalah *jeng jeng jeng* pemain bola😆.

Tadi siang saya mendapat komen dari pembaca yang nyasar ke blog ini. Menyenangkan sekali rasanya membaca komen tersebut, sampai-sampai bisa mengalahkan rasa malas saya untuk memposting sesuatu di sini. Beberapa waktu lalu saya memang sempat galau *halah* karena waktu kelulusan semakin dekat. Jika sudah selesai masa pendidikan ini, saya ingin kembali ke bangku perkursusan bahasa. Akhir tahun lalu saya mangkir dari ujian kenaikan tingkat di CCF dikarenakan saya harus masuk asrama dan dikirim ke belantara Cibodas. Dan, saya menyadari satu hal: les bahasa prancis itu ngangenin, tanpa mempedulikan seberapa begonya saya di kelas.

Kata si mas:

Bonjour,
votre niveau de français est très honorable.
Je vous suggère de voir le film d’Amélie Poulain ou de “bienvenue chez les chti” qui sont des grands succès internationaux.
En lecture, les auteurs classiques ne manquent pas, c’est facile de trouver ce qu’il vous plait sur l’Internet.

Bon courage pour la suite.

Philippe

Intinya kemampuan bahasa prancis saya very honorable :”>. Kasihan, masnya nggak tahu kalau saya menggunakan bantuan google translate saat menulis posting dalam bahasa prancis. Tadinya saya berencana untuk berpaling ke Gothe, karena saya merasa perlu belajar bahasa jerman dengan alasan yang tidak perlu saya tuliskan di sini. Tapi karena kerinduan saya untuk belajar bahasa prancis dan komentar di atas, membuat saya menjadi galau. 

Yang mana sebenarnya yang harus dipilih? Apakah yang kita sukai atau yang kita butuhkan? French or Deutsch? Ya sudahlah akan saya pikirkan lagi, sekarang waktunya menghadapi kenyataan: meneruskan mengerjakan KKW :p.

 

5 thoughts on “French or Deutsch?

    • fitri berkata:

      @Mas Er: hahaha, masih dilema. Semoga ntar bisa memutuskan yg terbaik *halah opo seh* :p

      @Mbak Din: Hahaha, ga kuat otaknya mbak, lagian waktu belajarnya juga kapan. Urusan kantor aja masih banyak yg musti dipelajari😀

      @Mbak Nyun: bleeeeh, habis gitu lidahku mlungker-mlungker, kejang-kejang, ga bisa ngomong bahasa indonesia😆

      @Mas Di: Errr. I don’t think so for sure ^^

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s