Bacalah, Iqra!

Emang ya Allah itu Maha Tahu *yaiyalah, ke mana aja neng?*, udah dari jaman nabi dan rasul disuruh “Iqra, iqra, iqra”.

Sahabat saya tau persis my excessive feeling of worry mengenai pemahaman saya seputar pekerjaan. My current job desc is totally new thing for me, since I never touched SAP and business process before (including accounting thing). Maka, jadilah saya beberapa waktu lalu curhat mengenai kedudulan dan kelambatan saya dalam menguasai materi. You know the worry feeling, ketika kita harus meeting atau berhadapan dengan (katakanlah) klien atau user dan kita sendiri tidak menguasai bidang pekerjaan kita, pasti yang tadi nyalinya segede macan blesteran bule yang rajin fitness berubah menjadi kucing kampung kurang gizi kecemplung got. Drastis!

Saya tau persis kapasitas otak saya yang menganut pakem jawa “alon-alon asal kelakon” , yang membuat saya harus make sure my understanding and hands on untuk memahami pelajaran baru. Sahabat saya mengatakan sepertinya saya hanya kurang porsi untuk membaca, berasa ditabok memang. Kebetulan saya punya konsultan baru, cewek yang umurnya nggak beda jauh dari saya, memberikan kitab untuk dipelajari yang menjadi trigger saya kembali ke kehidupan mahasiswa beberapa hari belakangan: begadang ayo begadang. Bedanya dengan jaman kuliah adalah kalau dulu siang bisa dipakai beristirahat, sementara sekarang saya harus bekerja sampai sore.

Alasan cape pulang kerja itu memang sesuatu banget, sesuatu yang sungguh menenggelamkan niat belajar. Ya bagaimana, kalau badan sudah nempel di kasur kok ya ndak mau LDR an barang beberapa jam saja. Boro-boro ya mau belajar, mandi aja sukur-sukur kalo sadar :p. Intinya, saya ingin segera mandiri, at least saya tahu apa yang saya hadapi setiap hari. Kadang kalo saya pikir orang pdkt selama 6 bulan pastinya harus ada kemajuan dong ya, tau apa makanan kesukaan yang di-pdkt-in misalnya, masa iya saya pdkt sama si kerjaan saya ini ga ada kemajuannya, malu ah.

Membaca, selain meningkatkan pengetahuan juga bisa meningkatkan rasa percaya diri. Jika pemahaman kita kurang, bukan berarti IQ kita lebih rendah, tapi dikarenakan jam terbang yang masih sedikit. Untuk meningkatkan jam terbang: begadanglah! :p

Mungkin ada yang mau baca atau butuh tips mengenai How To Study, bisa mampir ke sini.

 Lah, katanya belajar, kok malah nulis blog *ditoyor*. 

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s