Mengurus Paspor Hilang

Entah efek menua atau memang khilaf, paspor saya hilang entah ke mana padahal saat itu adalah seminggu menjelang trip saya ke Penang. Setelah baca sana sini, saya memutuskan untuk mengurus paspor baru sendiri. Awalnya saya mau mengurus di kantor imigrasi di deket Kantor Pos Kota Tua karena skalian naik keretanya dari rumah. Sampai di kantor imigrasi jam 06.30 dan kata satpamnya saya sudah tidak dapat nomor antrian, padahal dari yang saya baca untuk mengurus paspor hilang harus ke Wasdakim dulu bukan ikut antrian paspor biasa. Tidak patah semangat, saya naik taksi ke Kantor Imigrasi Kelas I Kemayoran di Jalan Merpati.

Sampai di kantor imigrasi (kanim) Kemayoran, saya minta petunjuk dari front liner yang ada di lantai 1. Benar seperti yang saya baca, saya diarahkan ke lantai 4 untuk menemui Wasdakim dan mengaku berdosa telah menghilangkan dokumen negara. Pada kunjungan pertama ini, salinan berkas-berkas yang diperlukan sudah harus dibawa yakni surat kehilangan dari kepolisian, copy KTP (di A4), KK, ijasah terakhir, surat keterangan kerja dari kantor, dan akta lahir. Setelah berkas diberikan kepada Wasdakim, saya diminta kembali ke kanim tiga hari ke depan untuk membuat BAP.Baca selebihnya »

Mewujudkan Rencana Lama: Ke Penang, Aku Pergi

Sudah lama saya berangan-angan untuk pergi ke Penang dan rencana itu baru bisa di wujudkan di awal Mei 2015 ini. Sebenernya saya berencana ke Penang dengan seorang teman kantor, sayangnya jadwal kami tidak pernah match. Tahun lalu saya sibuk dengan kuliah, giliran tahun ini teman saya yang sibuk kuliah sementara saya sudah lulus. Akhirnya saya merencanakan ke Penang sendiri.

Tanggal keberangkatan sudah dipas-pasin dengan tanggal ultah, karena saya males banget ultah pas weekday dan harus ngantor. Males basa-basi dan salamannya itu loh kalo sampe ada yang inget, jadi sebisanya tiap ultah saya nggak ngantor :D. Ijin cuti sudah keluar, flight dan penginapan sudah dipesan, tinggal nunggu hari keberangkatan saja eh seminggu sebelumnya kok ya pake acara paspor hilang. Pusing pala Berbie! Setelah mencari di apartemen dan di kantor tidak kunjung ketemu, saya memutuskan untuk membuat paspor baru dan reschedule jadwal penerbangan dan penginapan.

Paspor

Baca selebihnya »

Krisis

Duile judulnya udah kayak tahun 98-an :p

Bulan April lalu di tahun ini adalah bulan keramat. Beberapa hari menjelang ultah, saya mengalami krisis dengan gejala over thinking, galau, mengingat lagi apa yang sudah saya lakukan selama ini hingga apa yang masih belum dicapai di umur segini. Alhasil beberapa malam saya susah tidur.

Bersyukur punya temen sejenis mbak-mbak gampangan aka gampang dihubungin kapan aja *digaplok*. Merasa kehilangan arah dan tak tau harus ke mana, saya akhirnya tengah malem curhat ke temen saya ini dengan menanyakan satu hal prinsipiil *iya piil, sesuai kbbi*Baca selebihnya »