Hikmah dari Sebuah Film: Me Before You

Bagi jamaah Game of Thrones, pasti kenal dengan perempuan berambut panjang dan pirang, yang tunggangannya anti macet dan anti mainstream: naga. Yup, Emilia Clarke! Berbanding terbalik dengan sosok Daenerys Targaryen yang diperankannya dalam serial GoT, Emilia pada Me Before You memerankan perempuan manis, chatty dengan selera fashion yang nyentrik, yang  bernama Louisa Clark (Lou).

Film ini diawali dengan adegan kruntelan di selimut putih yang hangat, pada jam 6.15 a.m yang membuat saya iri. Selain ada Mas Sam Claflin (Will Traynor) di kasur, dengan senyum manisnya yang bisa bikin diabetes, karena kok ya jam segitu masih pada kruntelan dan belum berangkat ke kantor. Saya jam segitu mah sudah siap-siap memesan ojek *sigh*, terus masih LDR-an pulak *yah curhat*.

me before you

Will yang terburu-buru jalan di bawah hujan deras, tidak melihat kanan kiri, tertabrak motor dan membuat kehidupannya berubah drastis. Lou yang dipecat dari toko kue, tempatnya bekerja selama ini, bingung mencari pekerjaan baru karena harus membantu orang tuanya yang jobless membiayai keluarga. Akhirnya atas bantuan seorang teman, Lou berhasil mendapatkan pekerjaan baru di sebuah kastil untuk mengurus Will yang lumpuh.

me before you

Will ini orang yang dingin, tapi tetap ganteng *gagal fokus*. Ya bagaimana ya, dulu dia punya kehidupan yang sempurna; anak tunggal keluarga kaya raya, ganteng, punya karir cemerlang, jago olahraga, punya pacar cantik, tipe calon menantu idaman, tiba-tiba jadi lumpuh. Lou yang setiap hari datang dengan baju berwarna-warni dan senyum manisnya, tidak juga meluluhkan Will untuk bersikap friendly. Itu hati apa batu sih, Mas?

Lou punya pacar yang suka sekali lari, Patrick (diperankan Matthew Lewis, yang jadi Neville Longbottom di Harry Potter). Setiap melihat Patrick, saya bawaannya emosi. Mereka sudah pacaran tujuh tahun tapi belum juga menikah. Patrick ini mas-mas yang lebih memikirkan diri sendiri daripada memberi perhatian ke Lou. Yang ada di kepalanya sepertinya hanya seputar lari😐. Dengan adanya Lou, Patrick tidak merasa ada kebutuhan untuk lari mengejar jodoh *duh me-review saja baper*.

Lantas bagaimana kabar pacarnya Will? Tiba-tiba di suatu hari yang cerah, sang pacar (Alicia) datang menjenguk Will bersama seorang pria yang merupakan teman baik Will di kantor. Bukan, bukan bermaksud menghibur hati Will, namun mereka meminta restu untuk menikah *pukpuk Will*. Memang ya, yang pernah bilang cinta pasti kalah sama yang memberi perhatian dan kepastian😛.

Will kecewa dan menghancurkan semua foto-fotonya dulu yang ada di atas meja. Dengan niat baik, Lou mencoba menyatukan kembali frame foto yang sudah hancur untuk menyenangkan Will. Lagi pula Lou ini kan bingung mau ngapain di tempat Will, nggak diajak ngobrol, nggak dikasih kerjaan kecuali nyiapin teh, Will sinis pula. Mereka terlibat cekcok karena Will tidak mau foto-foto itu diperbaiki dan dikembalikan ke mejanya, sementara Lou jengkel karena Will tidak menghargai dia dan usahanya untuk bekerja dengan baik. Keributan ini menjadi titik balik hubungan mereka berdua yang semakin manis . Biasalah ya dalam sebuah hubungan pasti ada ups and downs-nya, kadang kalau habis ribut-ribut begitu bisa bikin tambah mesra *alah*.

Kenapa nonton film ini

Saya suka nonton film romance. Film ini mengajari makna keluarga, bisa bikin saya kesal, senyum-senyum, sampai nangis sendiri, dan berujung tidak terima dengan ending-nya. Sometimes we don’t get what we want. Things don’t always go as we’ve planned, just because this is life. 

Film ini memanjakan mata saya. Selain diperankan oleh mas dan mbak yang cakep, pilihan wardrobe dan semua printilan yang ada enak dilihat. Lokasi syutingnya juga bikin saya ingin traveling. Main ke kastil, jalan-jalan di perumahan khas negara Eropa yang memiliki cerobong asap, pergi ke laut, dan melihat taman yang penuh bunga beraneka rupa.

me before you

Hikmah film ini

Kesehatan adalah rejeki dan anugerah. Maka jagalah dengan baik. Berhati-hati di mana saja. Kadang kita ga menyadari betapa berharganya kaki, mata, kelengkapan dan kesempurnaan anggota badan kita, hingga kita kehilangan salah satunya.

Be careful with your best friend. He/she has the possibility to marry your partner, when you don’t take the chance😛.

When you’re in a relationship, don’t be selfish. Give attention and love to your partner, or someone else will.

If you’re not happy with your life, don’t make someone else feel miserable.

Anything can happen, your dream can come true no matter how impossible it seems. Keep up the good deeds.

Iya, kita boleh memikirkan kepentingan orang lain, tapi jangan melupakan impian dan cita-cita sendiri.

Film ini pada akhirnya membuat saya jatuh cinta, berusaha makin mencintai dan menjaga apa yang saya punya. Akhir kata, jodoh memang di tangan Tuhan, tapi merupakan milik siapa saja yang “berusaha”. Yang pacaran puluhan bulan, tidak selalu berakhir di pelaminan.

Pics are taken from mebeforeyoumovie.com

33 thoughts on “Hikmah dari Sebuah Film: Me Before You

  1. denaldd berkata:

    Yang mempersiapkan kawin dan calonnya tinggal di sebelah komplek dan tinggal menghitung hari saja kalah dengan rencana Tuhan, malah jadi dengan yang tinggalnya musti ditempuh perjalanan 19 jam *iki komen kok selipan cerita masa lalu 😅😅 Keputusan Maha Pencipta memang paling sempurna, manusia jagonya berencana, jadi kalo belum pasti mending disimpan saja sendiri jangan diumbar2 dulu.

  2. BaRTZap berkata:

    Aku sempat nonton trailer film ini, cuma gak buru-buru nyari filmnya (download), abis aku pikir bakal kaya roman ecek-ecek gitu. Btw, ini kok reviewmu kayaknya banyak ‘muatan lokal’ nya ya Fit? Hahahahaha …

    O iya, pantesaaaan kok aku kaya familiar sama wajah aktris nya. Ternyata dia yang main di GoT. Rambutnya beda jauh sih ya, jadi bikin pangling.

    • Safitri Sudarno berkata:

      Huahahaha roman ecek2 😂. Filmnya manis bangey dan minim adegan dewasa. Eeee nganu, sekalian gitu sebagai pesan terselubung, jadi sekali kayuh dua maksud terlampaui 😂.
      Nah kan pangling kan. Warna rambut bisa mengubah banyak ternyata

      • BaRTZap berkata:

        Minim adegan dewasa? Yaaaahhhh *kecewa*

        Iya benar warna rambut bisa mengubah banyak. Dan sekarang warna putih perak lagi ngetren. Kalau aku warnain gitu, bakal pangling gak ya?😀

  3. Mutiara Ulfah berkata:

    saya awalnya gak tertarik nonton film ini karena genre nya romance khawatir baper #eh.. tapi iseng nonton yang tadinya gak niat jadi niat banget, dan ah ini film bikin baper beneran :’) bahkan saya ulang nontonya,, jadi penasaran dengan novel asli nya🙂

  4. Panji Arafat berkata:

    dari Novel kan yah ini mbae?

    Be careful with your best friend. He/she has the possibility to marry your partner, when you don’t take the chance

    yaudah deh gw kawinin segera deh, makasih loh mbae sarannya

  5. movietard berkata:

    Nice review, biarpun aku gak kenal tapi bacanya kok agak bikin senyum2 karena banyak curhatnya ya?
    Aku suka novelnya sih tapi yah emang nyesek, pas tau difilmin terus yang main SmaClaf rasanya gimana gitu, happy tapi ga happy juga karena tau endingnya, hahahaha
    btw emilia clarke emang dsini cute banget, dan alisnya aja ekspresif banget

  6. Mama Risa berkata:

    Aku nonton filmnya ini udah puluhan kali… dan selalu mewek😭 setiap nontonnya. Baper maksimal deh pokoknya….
    Menurutku ini film paling romantis I’ve ever seen.

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s