Gembel Time To Phuket (Part 1)

I’d like to say thank you to Air Asia (brasa promosi) for giving low fare ticket, so I can go to Phuket.

Tiket ke Phuket udah dibeli dari jauh-jauh hari, bulan November 2009. Tadinya sih ga kepikiran buat maen ke sana. Tapi entah kerasukan apa, setelah tau Elly, Wawan, Chocky dan Mas Eriek beli tiket, aku langsung beli juga pada hari yang sama ^^ *kerasukan setan CC sepertinya*.

Mau ke sana diribetin dulu dengan masalah cuti di kantor. Entah kenapa, rada susah juga untuk urusan mengajukan cuti selama 2 hari (doang) di sini. Approval cutiku yang pertama di reject, diminta untuk sehari aja cutinya. Akhirnya (ngotot) mengajukan approval lagi, dan pada H-1 baru diapprove sama si manager.

Persiapan ke sana seadanya aja sih, nggak yang ribet juga walau ini pengalaman pertama pergi ke luar negeri *udik abis*. Hal-hal yang termasuk penting untuk dibawa adalah:

  1. Passport, yak harga mati ini mah. Cek masa berlaku passport, ga boleh kurang dari 6 bulan.
  2. Kartu NPWP serta photocopy-annya buat urusan bebas fiskal.
  3. Kemaren juga bawa photocopy-an akta, sebagai tindakan preventif dari seorang yang memiliki nama hanya 1 kata ^^. Tapi ternyata ga dipake kok.
  4. Baju ganti dan kawan-kawannya.
  5. Obat-obatan.
  6. Segala macam cream yang diperluin buat muka dan badan. Tapi bawanya jangan banyak-banyak, karna maksimal hanya 100ml yg bisa dibawa ke kabin.
  7. Kaos kaki juga perlu, karna kita ga tau bakal solat di mana dan dengan gaya seperti apa.
  8. DUIT dan tiket tentunya. Ini penting sekali ^^.

Penerbangan dari Bandara Internasional Seokarno Hatta ke Phuket kurang lebih selama 2.5 jam. Walau bandaranya kecil (waktu sampe di sana cuma ada 1 pesawat doang yang parkir), tapi bersih.

Sampe di sana langsung menuju ke toilet dulu, sebelum ke bagian imigrasi. Udah jauh-jauh ya ke sono, tapi yang aku dan Elly denger pertama kali di toilet cewek adalah

“Wadhem yo banyune ndek kene”

Yang kalau diartikan di bahasa indonesia adalah dingin ya airnya di sini. Misal ada yang ga tau, itu tadi adalah bahasa jawa cuy😆. Ini Thailand apa Suriname si?😀

Di bandara

Untuk menuju ke Phuket Town di 165 Ranong Rd. Maung T. Taladyai Phuket, di mana penginapan kami “Phuket Backpacker” berada, kami memilih untuk menggunakan bis karna lebih murah dibanding kalo naik taksi, yakni @TBH85 ato sekitar Rp 25.500. Perjalanan ke sana kira-kira 45 menit.

The airport bus

Harga penginapannya sendiri adalah THB250, atau sekitar Rp 75.000. Pelayanan dan fasilitasnya memuaskan. Kamar dan kamar mandinya juga bersih. Jadi recommended buat yang nyari penginapan murah dan bersih di Phuket. Sebagian besar si isinya bule ^^.

Phuket Backpacker

Setelah check in, kami jalan ngiterin Phuket Town. Kotanya ga rame. Yang bikin beda dengan Indonesia adalah lalu lintasnya yang teratur, motor itu ada keranjang depannya dan banyak mobil berjajaran di pinggir jalannya, mobilnya keren-keren pula. Walau kotanya kecil, di sana banyak lampu lalu lintasnya.

Tapi ada juga yang serem, masalah tiang dan kabel listrik. Unbelievable, keluar suara-suara aneh dari kabel listrik di sepanjang jalan. Iya, sepanjang jalan! Meteran listrik dan stop kontak (colokan listrik itu apa si namaya?) dengan gampangnya ditemukan di tiang listrik di sana. Ajegile.

Kabel listrik yang serem abis

Mulai dari sore sampe malem, kami mengunjungi kuil (lupa Wat apaan namanya), foto-foto di pinggir jalan, dan setelah nyadar kalo laper kami nyari tempat makan.

Di depan Thaihua Museum

Di depan Thaihua Museum

Yang di atas ini cuma foto di depan museum, museumnya udah tutup karna uda kesorean. Kalo kata Chocky si sebagai tanda kalo kami udah pernah lewat sana heheh.

Elly nampang di depan Wat

Wajah girang bisa maen ke Phuket

At the cross road

Setelah beradu argumen sebentar untuk masalah tempat makan, kami sepakat untuk makan di sebuah tempat yang penampakan dari luarnya cukup meyakinkan dan harga masih bersahabat. Rada susah buat nyari warung yang 90% halal. Tapi bismillah aja, kami mesen makanan yang gada porknya. Nama tempat makannya “Wanchan” di 68 Thalang Road.

Wanchan

Aku pesen spicy sour prawn soup alias tom yam TBH90, orange juice TBH40, dan es kelapa muda TBH40. Tom yamnya enak dan seger banget. Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di taman kota setelah ngeliat patung naga keemasan dari jauh. Ada sejarah tentang berdirinya taman kota ini yang ditulis di dinding monumennya, tapi aku lupa ^^.

Monumen yang isinya soal sejarah taman kota

The dragon statue

Setelah puas foto-foto, kami sepakat untuk pulang. Nah di jalan aku foto dulu di salah satu mesin ATM nya. Keren warnanya, merah-merah ^^ *oke, udik abis*. Pas ngelewatin pasar deket penginapan, kami juga nyantol dulu buat beli durian dan mangga. Kalo beli mangga di sini bisa minta kupasin dan potongin skalian loh.

Bersanding dengan ATM

Nawar mangga di pasar ^^

Sampai di penginapan udah jam 10 malem. Kami langsung mandi dan istirahat. Niatan untuk maen uno diurungkan karna kaki udah pegel dan perlu energi untuk perjalanan keesokan harinya.

Pengalaman yang aneh pas nginep di sini adalah pas lagi sholat subuh. Solat subuhku dengan gaya yang beda? Ya ga lah. Pas solat dan lagi berdiri di rakaat pertama, tau-tau ada bule cewe dari ruangan sebelah yang badannya gede berhenti di sebelahku. Dia baru bangun dan masih dalam keadaan mabuk, ngeliatin aku solat. Mending kalo ngeliatnya dari jauh, tapi ini nggak. Dia mendekatkan mukanya ke mukaku. Sereeeem >.<, mana masih rakaat pertama pula. Takut aja kalo tiba-tiba dia melakukan hal yang aneh-aneh. Untung aja Elly cepet dateng dan ngomong ke bulenya:

Elly: she’s praying. She’s a moslem.

Bule mabok: Oh that’s beautiful. I am too lazy to wake up in the morning to pray. Blahblahblah.

Aku (dalem hati): bule sinting

Si bule tadi ternyata dari NZ. Dengan masi sempoyongan, dia narikin tas-tasnya yang segede gaban keluar kamar buat diberesin. Katanya hari itu dia mo pulang ke kampungnya setelah 7 bulan keliling-keliling.

Habis kelar beresin barang-barang, kami check out. Yak, cukup sesore semalem aja menginap di Phuket Backpackernya. Tujuan selanjutnya adalah mengunjungi tempat lain di Phuket yang bakalan ditulis di postingan berikutnya ^^.

Have a nice day all. We have to be happy and smile all the time ^^

14 thoughts on “Gembel Time To Phuket (Part 1)

  1. -rizka- berkata:

    hehehehe…kesian, i was lucky then got indonesian roommates, even they arent moslem, but they understand when i prayed😀
    lanjutin postingnyaaaaa ^^

  2. ta berkata:

    “bawa photocopy-an akta, sebagai tindakan preventif dari seorang yang memiliki nama hanya 1 kata ^^”

    samaa, ahaha, siap sedia akta kemana-mana, bahkan di flashdisk pun ada scan-an nya.. emang nasib ya ^^;

    • fitri berkata:

      Huahahah, kamu jugaaaa yaaa. Iya nih, ntar kalo ngasi nama anak 2 kata lah, kesian kalo musti mikirin fotokopian akta kalo mau ke mana2😀.

      Kalo dicurigai, dikedipin aja si yang jaga😆

  3. elly berkata:

    Ihhiiyy udah diposting.. lanjutkan mpitt… ^^ ely masih ngedit2 foto grakgrakgrak =)) meramaikan dunia perfesbukan😀 siap2 penuh notification yak grkagrakgrka😀

    ralat dikit, harga si bis airportnya 85 BHT, jadi cuman sekitaran 25500 (rate baht dianggap 300) ^^

  4. uul berkata:

    Elly: she’s praying. She’s a moslem.

    Bule mabok: Oh that’s beautiful. I am too lazy to wake up in the morning to pray. Blahblahblah.

    Aku (dalem hati): bule sinting

    Hmm…bukannya adegannya kamu lagi shalat rakaat pertama y jeng? =))
    untung gak refleks nampar tu bule. wkwkwkkw.

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s