One Day Before I Die

Beberapa hari yang lalu, ketika aku ketiduran setelah nyicil belajar untuk ujian sabtu, suddenly I dreamt. In the same room, I was alone, dan cuaca di luar terlihat cerah karena sinar matahari masuk melalui kerai yang dipasang di pintu dan jendela kamar ini.

Dan aku mendengar entah bisikan entah sesuatu seperti keyakinan yang keluar dari dalam hatiku, seseorang berkata bahwa aku akan mati keesokan harinya. Hal yang aku  lakukan saat itu hanyalah berdiri terdiam, menyesal, sadar.

Aku diam karna aku tau waktuku tidak banyak, sementara masih banyak hal yang ingin, belum aku lakukan, belum aku selesaikan. Aku menyesal karena telah membuang banyak waktu untuk melakukan hal yang tidak jelas gunanya, hal yang bisa jadi mendatangkan banyak mudharat ketimbang manfaat, lidah yang lalai dari menjaga, hati yang kerap ingkar, pikiran yang sering melintas dari koridornya. Aku sering menyelingkuhi Tuhanku, memangkas habis waktu keberduaan kami. Lalu pintu mana yang harus aku ketuk? Kasih siapa yang harus aku rengkuh?

Dan aku sadar, dunia hanyalah warung kopi semata.

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s