Not Ordinary Weekend

Beberapa minggu belakangan, saya tengah menikmati melakukan hal-hal di luar kebiasaan ketika mengisi weekend atau liburan. Biasanya kalau liburan bakalan mengunjungi mall (untuk sekedar makan, ke toko buku, atau nonton) atau cafe untuk bekerja. Dalam rangka penghematan, liburan tidak membeli tiket pulang atau pelesir dan meminimalisir nge-mall, jadi saya (dan kadang dibuntutin oleh @neng_rizka :p) melakukan hal-hal baru. Selain untuk coloring my days, kegiatan seperti ini juga akan menambah pengalaman dan kalimat “…oooh ada toh…” atau “ealah, di sini toh tempatnya” yang bakal keluar dari mulut kami.

Trigger dari hal ini adalah untuk menikmati weekend, get a life. Sebelumnya saya sering menyelesaikan (menyicil menyelesaikan tepatnya) pekerjaan yang tidak terselesaikan di kantor. Setiap weekend kok masih dihantui pekerjaan, mau mengerjakan hal lain saja masih terasa dihantui. Padahal ketika itu saya sudah melebihkan waktu kerja (baca: lembur aka melakukan kegiatan sosial karena memang tidak berbayar :D) dan ketika jam kerja juga tidak chatting bahkan browsing untuk hal di luar pekerjaan. Saya sudah sangat jarang menulis, membaca buku atau blog walking. Dan ketika saya pikir-pikir lagi, kok saya mulai tidak memiliki life balance. And at the time I decided I have to go home on time or as soon as possible and enjoy the weekend. I don’t want to be a machine.

Menurut saya, rutinitas pekerjaan, dan ketika saya tenggelam di arusnya, akan membuat saya kehilangan esensi dan rasa excited dari bekerja itu sendiri. Saya sudah merasakan malasnya berangkat ke kantor, karena mungkin merasa terlalu monoton dan tidak seimbangnya aktivitas otak kiri dan kanan saya. Working is not merely about getting money. Pekerjaan yang menarik adalah yang bisa membuat saya bersemangat ketika bangun pagi, menikmati ketika mengerjakannya, dan ketika jam pulang saya akan mengatakan “..cepet amat udah sore”. Namun ketika saya tidak merasakan hal tersebut, saya merasa perlu untuk mengkaji ulang apa yang saya lakukan. Pekerjaan, menurut saya, seharusnya hanya memakan sebagian porsi dari kehidupan. Sisanya masih ada ibadah, keluarga, hobi, passion, cita-cita dan lain-lain. Penghasilan yang didapat dari pekerjaan-lah yang digunakan sebagai alat untuk memenuhinya.

Okay, cukup intermezzo dan curcolnya 😀

Pada postingan kali ini saya akan menceritakan sedikit tempat atau kegiatan yang saya lakukan. Beberapa di antaranya sempat didokumentasikan melalui kamera hp saya. Enjoy 🙂

TransJakarta Tour

Karena kami (saya dan @neng_rizka) sepakat untuk menghindari mall, jadi kami memutuskan untuk melakukan tour dengan menggunakan Transjakarta. Ngapain itu? Ya mengelilingi Jakarta dengan menggunakan TransJakarta. Total damage-nya tidak lebih dari Rp 20000. Mungkin ada yang bakal bilang kami ini kurang  kerjaan, but we enjoyed it! Jadi duduk atau berdiri aja di dalam TJ dan melihat Jakarta ^^.

Peta jalur TransJakarta

Museum Tour

Selain untuk mencicil pelajaran sejarah, kanjungan ke museum ini bertujuan untuk mengambil pelajaran dari apapun yang disajikannya. Museum yang sempat kami kunjungi adalah Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahillah. Ketiganya berada di Kota Tua.Baca selebihnya »