Karena Pendidikan Adalah Hal Yang Istimewa (1)

Saya ingin bercerita tentang masa kecil dan masa-masa saya memperjuangkan keinginan untuk mendapatkan pendidikan. Maybe I am nothing, but I hope my writing can bring something..

Ketika dipikir ulang, sepertinya saya sudah terbiasa dengan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang saya inginkan. Ketika kecil, saya ikut bersama kedua orang tua saya untuk tinggal di manapun bapak ditugaskan. Bapak adalah seorang karyawan swasta yang menguasai alat-alat lapangan, gampangnya katakanlah bapak seorang teknisi atau operator.

Bapak hanya lulusan STM. Tapi yang saya salutkan dari beliau adalah semasa mudanya bapak sudah pernah merantau sampai ke jazirah Arab dan memiliki anak buah WNA yang juga merantau di sana. Foto-foto bapak semasa muda, berdiri di depan pesawat, mobil dengan plat negara-negara Arab, di dalam kapal atau sekedar hang out bersama teman-temannya masih tersimpan rapi di rumah. Hal ini sebagai bukti masa-masa “kejayaan”nya. Kalung emas yang bapak beli dulu sampai sekarang juga masih saya pakai. Ketika kami kesulitan uang, Ibu pun enggan untuk menjualnya, “sayang, untuk kenang-kenangan” katanya.

Setelah menikah, ibu tidak berkenan jika bapak merantau jauh ke luar negeri. Alasannya? Ibu seorang wanita, dan saya juga. Mungkin saya tidak perlu menanyakannya :). Meskipun janji akan limpahan materi ada di depan mata saat itu, tapi orang tua saya memilih pilihan lain, yakni tetap bekerja di Indonesia. Seingat saya, dan dari beberapa cerita yang pernah ibu sampaikan, sejak saya lahir kami sudah berpindah-pindah mulai dari Cilacap, Pangkal Pinang, Bangka, hingga ke Monterado.Baca selebihnya »

Iklan