First Date? Jangan ke Lobbie Lobster!

Apa yang kamu lakukan pada 1 Januari 2016?

Saya yang ketika libur Natal hanya di rumah saja, pada libur tahun baru ingin melakukan sesuatu yang istimewa. Sedari lama sudah berwacana untuk wisata kuliner lobster, setelah sebelumnya sudah mencicipi kepiting, namun rencana tersebut baru terealisasi ketika libur tahun baru kemarin. Sebenarnya tidak ada perayaan istimewa, hanya ingin makan enak sebelum melakukan medical check up (MCU) tahunan yang suka bikin deg-degan. Sering kali ketika hasil MCU sudah keluar, saya merasa berdosa kalau makan makanan yang tinggi kolesterolnya😦.

Untuk tempat, saya dan teman memutuskan makan di Lobbie Lobster. Sudah lama tidak girls date, jadi lupa bagaimana caranya janjian ngedate yang baik dan benar. Kami hanya sepakat untuk makan di Lobbie Lobster, sementara khilaf belum memutuskan di outlet yang mana. Jadilah saya sudah duduk manis di Senopati, sementara teman dalam perjalanan bersama abang ojek ke outlet Gunawarman😆.

lobbie lobster

Lobbie Lobster Senopati lokasinya persis di sebelah Steak Holicow, Jalan Bakti No 15 Jakarta Selatan. Meskipun kecil, susasananya cozy banget dan bikin betah. Terdapat kurang lebih tiga puluh dua kursi dan delapan blok meja. Tempat ini bisa jadi salah satu alternatif tempat untuk berkumpul bersama teman-teman dan keluarga, baik untuk lunch ataupun dinner. Jam bukanya Senin – Jumat: 11am-2pm dan 5pm-10pm, sementara Sabtu – Minggu: 11am-10pm.

lobbie lobster

Range Harga Lobbie Lobster

Sesuai dengan daftar menu, harga makanan yang dijual di Lobbie Lobster berkisar antara Rp 50.000,- hingga Rp 250.000,-. Menu lobster selain a’la carte sudah dilengkapi dengan nasi dan deep fried calamari beserta sambal matah dan saus sambal, jadi tidak perlu order nasi lagi kecuali jika kamu makannya ala portugal (porsi tukang gali)😀. Sementara untuk minuman, berkisar antara Rp 10.000,- hingga Rp 17.500,-.

daftar menu lobbie lobster

Tidak Cocok untuk First Date

Duh padahal kan makanan dan tempatnya enak, lantas kenapa tidak cocok untuk first date?

maine red lobster lobbie lobster

Jika melihat dari gambar di atas, bisa dibayangkan kelezatan lobster ini kan? Sejak suapan pertama, kami tidak berhenti bergumam memuji enaknya daging hasil perselingkuhan kepiting dan udang ini. Bumbu yang dipakai untuk memasak juga tidak merusak original taste lobsternya. Kami sepakat bahwa lobster ini malah lebih enak jika dimakan tanpa sambal.

Kenikmatan tersebut akan membuat kita lupa diri. Mulai dari makan ga pakai sendok garpu, menjilati jari, sampai rasa tidak ikhlas untuk meninggalkan sedikitpun daging di atas piring. Biasanya kalau first date kan jaim ya. Nah di sini tidak cocok banget untuk mereka yang mau makan jaim. Rugi!

bill lobbie lobster

Alasan kedua, bagi mereka yang masih konservatif dengan menganut paham “kalau ngedate ya cowok yang musti bayar”, untuk makan berdua lumayan harus merogoh kocek agak dalam. Apalagi jika dibandingkan dengan harga mie instant di warung dekat kampus yang buka sampai malam. Bisa-bisa setelah makan di sini, yang cowok puasa :p. Tapi kan konon kabarnya cinta itu irasional. Harga mengajak lunch atau dinner masih jauh lebih murah dibandingkan biaya resepsi pernikahan kok *duh kayak udah pernah aja*.

half lobbie lobster

Buat saya pribadi, harga lobster di sini worth itSebanding banget dengan rasa, kekenyangan, kenyamanan, hingga kepuasan yang saya peroleh. Walau demikian, saya tidak akan sering-sering ke sini demi alasan kesehatan badan dan kesehatan dompet tentunya😀.

45 thoughts on “First Date? Jangan ke Lobbie Lobster!

  1. dani berkata:

    Sayah belom pernah cobain karena kalo makan udang, kepiting dan atau lobster cuma bisa kalo dagingnya udah dikulitin bersih tanpa terlihat cangkang ato apapun. Kalo harus meletekin kulitnya mah gak bisa makan sayahnya *manja

  2. bukanrastaman berkata:

    kemarin habis makan disini kaaa..

    karena dibayarin ya minta whole lobster 500gr, (yang paling mahal😀 ) emang enak banget dan cuma makkan sendiri jadi maboooook.. wkwkwkwkwkw

    duh jadi pengen minta dibayarin lagi.. kabuuur

  3. denaldd berkata:

    *tutup mulut biar ilernya ga netes
    Langsung kucatet Fit, duuhhh aku musti kesini kalo ke Jakarta. Suka ga kuat iman kalo seafood. Di Den Haag sebenarnya beli ikan, kepiting, lobster dipasar murah. Masalahnya aku ga berani edet edet, sementara kalo beli jadi, mihil *haha rewel mbak iki.

  4. Dita berkata:

    ohh yang senopati lebih gede daripada di gunawarman yakk?!
    tapiii tapiii kalo kesini tuuu suka merasa bersalah sama hasil MCU, meskipun gak berasa pusing abis makan, abis bayar baru pusing *buang dompet*

    • Safitri Sudarno berkata:

      nah aku belum pernah ke Gunawarman. Sebenernya kecil juga sih tapi cozy. Aku pun ngrasa bersalah gitu, apalagi dua hari kemudian muncul lah alergi di kulit. Dompet biar bertahan sampe akhir bulan, musti disubsidi sama makan mi setelahnya😆

    • Safitri Sudarno berkata:

      dari bentuk dan rasanya, benar-benar campuran antara kenikmatan udang dan kepiting. Pasti mereka melakukan hubungan terlarang *halah*. Duh dilap dulu mas ilernya biar ga ke mana-mana😀

  5. adelinatampubolon berkata:

    Belum pernah kesini, tapi semua teman yang pernah kesini semua bilangnya enak. Jadi pengen. Beberapa kali ngelewatin sich yang di senopati tapi sudah kebayang harganya pasti mahal jadi urung masuk dech. Tapi emang perlu sich sekali-sekali nyobain hehehehe..

  6. anneadzkia berkata:

    Udah nebak deh, pasti gak cocok buat ngedat pertama karena abis makan ini muka n tangan pasti belepotan bumbu n saos. Dan teman kencan pasti dicuekin abis. hihi

  7. Muhammad Akbar berkata:

    Ngedate pertama, rasanya kayak apa yah?
    Emang sih kalau pertama, suka jaim-jaiman tapi kalau sudah lama suka malu-maluin.

    Makan bareng pacar tidak melulu cowok yang bayar yah, #pengalaman
    Intinya siapa yang lagi ada rezeki, dia yang bayar atau kadang juga ganti-gantian.

    • Safitri Sudarno berkata:

      Aku juga lupa ngedate pertama rasanya kayak apa *malah curhat*. Hahaha iya tuuuh bener banget kalo awal2 jaim sekali😀

      Kalau dua2nya udah sepakat, emang enak gitu. Gantian yang bayar, kan kasian kalo cowok terus yang bayar. Biaya ngedate itu ga murah! *sok tau*

  8. iyoskusuma berkata:

    Ah, pernah makan di sini, sekali. Memang enak, bumbunya juga ga berlebihan…dan iya, jangan ngarep makan jaim kalo di sini. Hahaha. Tapi nampaknya, saya mah cukup sekali makan di sini, kecuali dibayarin :3

  9. febridwicahya berkata:

    Duh, jangan deh firstdate disini -_- mahal suwer itu harganya wkwkw. kalau masalah jaim sih, aku bukan orang yang jaim wkwkw.

    nikah dulu dong baru ajak cewek makan kesini :p wkwkwk kalau masih pacaran, rugi ah *itungan :p

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s