Random Thought: Tentang Bekerja

Berbicara tentang bekerja, pengalaman saya memang masih seujung kuku kelingking bayi semut. Iya, saya tau semut tidak punya kuku, tapi intinya masih sangat sedikit sekali :D. Saya pernah bekerja di perusahaan manufaktur asing berskala multinasional yang gadget produksinya menguasai pasaran, dan sekarang saya bekerja di perusahaan nasional yang ingin bersaing di skala internasional. Jika ditanya bagaimana rasanya bekerja di kedua perusahaan tersebut? Many lessons learned :).

Apa yang saya tuliskan adalah self note yang daripada disimpan di kepala dan nanti akan lupa, maka saya tuliskan di sini.Baca selebihnya »

No, I Won’t Give In

Life is a choice. Remembering what we want to be, for me, is the best way to make us realize that we still have unfinished business to be done.

Sometimes we’ll feel alone, keep on walking without companion. No matter how hard the road in front of us, at least we will give our best shot.

You’re not alone, together we stand. I’ll be by your side, you know I’ll take your hand. When it gets cold and it feels like the end, there’s no place to go, you know I won’t give in.

No, I won’t give in

Keep holding on, cause you know we’ll make it through. Just stay strong, cause you know I’m here for you.

There’s nothing you could say nothing you could do, there’s no other way when it comes to the truth. So keep holding on, cause you know we’ll make it through.

So far away, I wish you were here before it’s too late this could all disappear, before the door’s closed and it comes to an end. With you by my side I will fight and defend.

Snapshot 2011

Diambil dari TheSage’s English Dictionary and Thesaurus, snapshot adalah:

an informal photograph; usually made with a small hand-held camera

Nah begitu juga dengan snapshot 2011 yang akan saya tuliskan: tidak formal dan ceritanya tidak lengkap karena keterbatasan long term memory saya :D.

Ketika membaca postingan beberapa teman yang membahas mengenai apa yang mereka alami di tahun 2011, saya mulai mikir *tumben*. Saya sampai membuka archive tulisan-tulisan saya di tahun 2011. Trus mikir-mikir lagi. Kesimpulannya sih kenapa kayaknya saya susah menemukan kembali kenangan di tahun 2011 ya :D.

Beberapa hal yang saya ingat:

31 Desember 2010:

Melewati malam pergantian tahun di PLC Simprug, dirayakan bareng teman-teman satu batch. Sebenarnya saya lebih suka di kamar dan menonton tv sih daripada kumpul-kumpul sama ngantuk sampai larut malam.Baca selebihnya »

Shouldn’t Do List in 2012

It’s only 6 days left before we can say “Happy New Year” all around.

I think it’s not too early to write a part of To Do List in 2012. Since we can’t roll back the time, and I know until now I still do things that I shouldn’t do, I hope next year I can manage my time better. So I can set my priority and see either it’s useful or not.

Inspired from this, and I totally agree with Dorie Clark about the list of “Five Things You Should Stop Doing in 2012”.  And here, I add several points for my list, so this can be my reminder when “I get lost” :D.

  1. Don’t buy books before I finished to read the previous. I need to warn myself, because sometimes I exaggerated buy books and I don’t have plenty of time to read all of them. Err, actually I have time, but too lazy to read them.
  2. Shopping using my brain, not using my feeling. Because I’ve found out that sometimes when I open my cupboard, I say “what was on my mind when I purchase this”. And the clothes will be end up to someone else’s cupboard.
  3. Sleep earlier, because I can use the time to upgrade my brain and insert something useful in it.
  4. My addiction to “a way to exist” media.

Focus focus focus! Like what Peter Bregman wrote

The world is changing fast and if we don’t stay focused on the road ahead, resisting the distractions that, while tempting, are, well, distracting, then we increase the chances of a crash.

I think this temporarily enough. Maybe addition will be written when I find other things :). And what are on your Shouldn’t Do List in 2012?

Allah Maha Melipatgandakan

Cerita ini hanya bentuk dari berbagi pengalaman semata. Semoga tidak terselip rasa riya dalam dua ribu rupiah.

Keajaiban sering datang di depan mata, namun kita lalai mengakuinya.

Sekitar dua minggu yang lalu, sepulang kerja saya mengalami yang namanya macet di daerah sekitar Gambir dan Menteng. Di dalam kopaja, daripada nganggur, saya memikirkan apa yang ingin saya makan. Jadilah saya memutuskan ingin makan pizza. Rencana: sampai di kos segera mandi, sholat, dsb, kemudian ke Pasar Festival.

Namun, rencana tinggal rencana. Badan saya yang nempel di kasur susah diajak beranjak. Saya berusaha menghubungi PDH, sebagai solusi rasa malas keluar kamar. Sayang sekali PHD tidak meng-cover daerah kosan saya *sedih*. Jam delapan malam sudah, tapi pizza masih terbayang-bayang dan perut semakin keroncongan. Baca selebihnya »

Branding

Belakangan sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya tuliskan di blog ini. Selain untuk pengingat diri, mengurangi apa yang ada di kepala, juga sekaligus untuk berbagi. Oke, mari dimulai dari branding.

Setelah membaca buku 99 Cahaya di Langit Eropa, saya baru benar-benar memikirkan soal branding. Di sana diceritakan mengenai Fatma, seorang wanita Turki yang hijrah ke Eropa (saya membaca 15 bab dari buku ini di Gramedia GI bersama teman saya, and I think we had a quality weekend there. Dan akhirnya saya juga membeli buku ini). Di Eropa, dengan hijabnya, Fatma kesulitan mendapatkan pekerjaan. Akhirnya dia mengisi waktunya dengan belajar bahasa Jerman, yang merupakan bahasa lokal di Austria.

Diceritakan bahwa ketika Fatma dan Mbak Hanum (sang pengarang buku) sedang makan di salah satu tempat makan, ada tiga pengunjung lain yang membicarakan tentang roti croissant.Baca selebihnya »

Berlangganan TV Cable

Setelah mendapatkan tv gratis dari kantor, saya mulai memikirkan untuk berlangganan tv cable. Sayang juga kalau tv nya nganggur. Dikarenakan banyak pilihan untuk provider tv cable ini, jadi saya mengumpulkan informasi dengan bertanya ke beberapa teman dan tentu saja membaca di internet. Kata teman yang duduk di sebelah saya di kantor, mendingan saya mencari provider yang menyediakan layanan channel HD untuk mendapatkan pilihan tontonan yang memuaskan karena tv saya juga support HD. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi pelanggan First Media.

Awalnya saya membuka web First Media dan memasukkan alamat kos pada Coverage Area untuk melihat apakah First Media sudah menjangkau daerah kosan saya. Dan ternyata sudah. Namun ketika saya menghubungi CS-nya, si mbaknya mengatakan kalau sekitar kosan saya belum dicover oleh jaringan First Media. Jelas saja saya tidak percaya! La wong di webnya saja sudah mengatakan demikian.

Saya, yang benci pada penolakan, malam harinya menghubungi CS First Media. Kenapa kok malam? Karena saya yakin petugas CS nya sudah berganti shift sehingga saya tidak perlu sungkan untuk memastikan apakah saya bisa berlangganan tv cable FM (lagi). Voila, masnya bilang bisa :D.

Baca selebihnya »

Desember 2011 dan Berkahnya

Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Desember 2011 ini saya resmi diangkat menjadi pekerja di kantor saya setelah 1 tahun sebelumnya saja menjalani berbagai macam tahapan pendidikan. Rasanya? Lega! Akhirnya kalau ditanya orang saya bekerja di mana, saya bisa memberikan jawaban pasti “Pertamina” :D.

Dengan bergantinya status dari peserta pendidikan menjadi pekerja, maka saya juga mendapatkan perlengkapan seperti seragam, syal, ID Card dan juga harus mengisi berlembar-lembar form baik untuk data perusahaan maupun fasilitas seperti Corporate Card (credit card untuk pekerja), asuransi kesehatan, Dana Pensiun Lembaga Keuangan, Jamsostek, NPWP, dll.Baca selebihnya »

Holy Holy Holiday

Di penghujung november 2011, di awal tahun baru Hijriah 1433H, saya ingin posting jadinya *iya, biarin kalo ga nyambung*.

So, howdy? Sesuai dengan judulnya, saya sedang menikmati cuti pendidikan. Rasanya liburan 1 minggu ini memang diperuntukkan membayar waktu 1 tahun lampau. Dikarenakan keterbatasan waktu dan lainnya, menyebabkan saya merasa did nothing untuk keluarga. Emang beda ya rasanya liburan yang dihabiskan dengan keluarga dan traveling :).

Jogja selalu mencuri hati saya. Mungkin karena dogma yang dihadirkan dari kata “Jogja” itu sendiri, yang menghadirkan bayangan keramahan dan kekeluargaan, yang membuat saya ingin selaku kembali. Meskipun liburan ini banyak dihabiskan di rumah dan di kios laundry kakak saya, tapi suasana Jogja tetep terasa.Baca selebihnya »