Aku, Tak Memiliki Alasan

Bumi masih berotasi, mentari mengintip dari balik awan untuk menghangatkan kota yang penuh polusi. Manusia berjejalan menjemput rezeki, atau hanya mengadu nasib dan berjudi untuk mengisi perut hari ini. Ya, hanya hari ini.

Aku berdiam diri, menikmati pikiran yang silih berganti mengisi ruang cerebrum. Lobus frontalis yang ada pada benda seberat dua gram di kepalaku itu berusaha keras untuk berfikir, menyeimbangkan kerja sulkus entralis yang mengirimkan sinyal pada hatiku untuk merasa.

Jarang otakku bisa berdiam diri dan tenang, setenang sikap dudukku di atas bangku lusuh berwarna hitam bis jemputan pagi. Dari balik jendela berdebu, aku menyaksikan jalanan sesak oleh manusia yang berebut eksistensi, berlomba untuk mendapatkan rute tercepat ke destinasi. Apa yang aku, kamu, kita cari sebenarnya?

Di saat seperti ini, duduk diam sendiri, adalah waktu yang paling aku senangi. Waktu yang tepat untuk berfikir atau hanya sekedar melatih otak kanan untuk merangkai kata. Menjadi pujangga sungguh menguras emosi. Sementara aku sadar hidup tak semanis dan seindah bait puisi.

Pernah aku bertanya tentang cita-cita, pada seorang muda dan paruh baya. Kebanyakan dari mereka menjawab hal yang sama, mendapatkan bahagia. Mungkin ini hanya masalah persepsi, tapi menurutku kebahagiaan itu tak perlu dicari karena setiap dari kita sejatinya memiliki. Namun lagi-lagi adalah ekspektasi, yang tak jarang menyamarkan pemahaman bahagia dari makna dasarnya.

Bukankah kebahagiaan ada pada hati yang bersyukur?

Ketika dada terasa pilu, ketika bahu terlau lelah dan tak sanggup memanggul beban baru, ketika kepala yang tak lebih besar dari bongkahan batu terasa penuh, maka apa atau siapa yang patut dipersalahkan? Benda seberat dua gram itulah yang harusnya berada di kursi pesakitan! Mungkin benar adanya pepatah yang mengatakan jika pikiran itu adalah seburuk-buruk tuan dan sebaik-baiknya pelayan.

Sungguh. Tak perlu pergi ke Eropa atau Amerika untuk membuatmu tertawa, tidak juga dengan menenteng tas Prada seharga belasan juta atau parfum sekelas Dolce & Gabbana, apalagi berusaha mengukurnya dengan harta. Jangan berlaku bak mencari gajah hilang yang sejatinya ada di depan mata dengan dalih mencari bahagia. Jangan.

Aku beranjak dari kursi hitam, mengangkat tubuhku keluar dari bis dan menyusuri lorong menuju ruangan kerjaku berada. Sekilas aku pandang papan putih bertempelkan tulisan “Apa yang membuatmu tersenyum hari ini?”. Sederhana, limpahan kasih dari Tuhanku yang tak sedikitpun aku memiliki kuasa untuk menghitung dan menimbangnya. Harga mati yang tidak akan pernah bisa aku wakili dengan untaian kata.

Tuhan, aku tersenyum karena aku bersyukur.

Terlahir sebagai hambaMu merupakan berkah luar biasa, tak perlu aku berjalan tanpa petunjuk dan meraba. Terlebih lagi masih dikaruniai dengan kehadiran ayah bunda. Doa-doa dan sujud mereka mungkin yang menyingkirkan duri dari jalanku, meminta pada Zat Yang Maha untuk menambahkan sehari lagi pada umurku.

Atas iman yang masih Kau percayakan. Atas pekerjaan yang aku miliki, penghasilan yang lebih dari cukup untuk menghidupi diri. Tak perlu aku khawatir akan makan atau tidak sore nanti. Atas nikmat sehat yang Engkau berikan padaku hari ini. Atas panca indera yang sempurna untuk meresapi kebesaranMu.

Betapa senyum itu mampu melegakan hatiku yang sempit, mampu memulangkan pikiranku yang berkelana, mampu menentramkan jiwa saudaraku yang berduka.

Tuhan, sesungguhnya aku tak memiliki alasan untuk bersedih. Tidak sama sekali.

Gembel Time To Phuket (Part 1)

I’d like to say thank you to Air Asia (brasa promosi) for giving low fare ticket, so I can go to Phuket.

Tiket ke Phuket udah dibeli dari jauh-jauh hari, bulan November 2009. Tadinya sih ga kepikiran buat maen ke sana. Tapi entah kerasukan apa, setelah tau Elly, Wawan, Chocky dan Mas Eriek beli tiket, aku langsung beli juga pada hari yang sama ^^ *kerasukan setan CC sepertinya*.

Mau ke sana diribetin dulu dengan masalah cuti di kantor. Entah kenapa, rada susah juga untuk urusan mengajukan cuti selama 2 hari (doang) di sini. Approval cutiku yang pertama di reject, diminta untuk sehari aja cutinya. Akhirnya (ngotot) mengajukan approval lagi, dan pada H-1 baru diapprove sama si manager.

Persiapan ke sana seadanya aja sih, nggak yang ribet juga walau ini pengalaman pertama pergi ke luar negeri *udik abis*. Hal-hal yang termasuk penting untuk dibawa adalah:

  1. Passport, yak harga mati ini mah. Cek masa berlaku passport, ga boleh kurang dari 6 bulan.
  2. Kartu NPWP serta photocopy-annya buat urusan bebas fiskal.
  3. Kemaren juga bawa photocopy-an akta, sebagai tindakan preventif dari seorang yang memiliki nama hanya 1 kata ^^. Tapi ternyata ga dipake kok.
  4. Baju ganti dan kawan-kawannya.
  5. Obat-obatan.
  6. Segala macam cream yang diperluin buat muka dan badan. Tapi bawanya jangan banyak-banyak, karna maksimal hanya 100ml yg bisa dibawa ke kabin.
  7. Kaos kaki juga perlu, karna kita ga tau bakal solat di mana dan dengan gaya seperti apa.
  8. DUIT dan tiket tentunya. Ini penting sekali ^^.

Penerbangan dari Bandara Internasional Seokarno Hatta ke Phuket kurang lebih selama 2.5 jam. Walau bandaranya kecil (waktu sampe di sana cuma ada 1 pesawat doang yang parkir), tapi bersih.

Sampe di sana langsung menuju ke toilet dulu, sebelum ke bagian imigrasi. Udah jauh-jauh ya ke sono, tapi yang aku dan Elly denger pertama kali di toilet cewek adalah

“Wadhem yo banyune ndek kene”

Yang kalau diartikan di bahasa indonesia adalah dingin ya airnya di sini. Misal ada yang ga tau, itu tadi adalah bahasa jawa cuy :lol:. Ini Thailand apa Suriname si? 😀

Di bandara

Untuk menuju ke Phuket Town di 165 Ranong Rd. Maung T. Taladyai Phuket, di mana penginapan kami “Phuket Backpacker” berada, kami memilih untuk menggunakan bis karna lebih murah dibanding kalo naik taksi, yakni @TBH85 ato sekitar Rp 25.500. Perjalanan ke sana kira-kira 45 menit.

The airport bus

Harga penginapannya sendiri adalah THB250, atau sekitar Rp 75.000. Pelayanan dan fasilitasnya memuaskan. Kamar dan kamar mandinya juga bersih. Jadi recommended buat yang nyari penginapan murah dan bersih di Phuket. Sebagian besar si isinya bule ^^.

Phuket Backpacker

Setelah check in, kami jalan ngiterin Phuket Town. Kotanya ga rame. Yang bikin beda dengan Indonesia adalah lalu lintasnya yang teratur, motor itu ada keranjang depannya dan banyak mobil berjajaran di pinggir jalannya, mobilnya keren-keren pula. Walau kotanya kecil, di sana banyak lampu lalu lintasnya.

Tapi ada juga yang serem, masalah tiang dan kabel listrik. Unbelievable, keluar suara-suara aneh dari kabel listrik di sepanjang jalan. Iya, sepanjang jalan! Meteran listrik dan stop kontak (colokan listrik itu apa si namaya?) dengan gampangnya ditemukan di tiang listrik di sana. Ajegile.

Kabel listrik yang serem abis

Mulai dari sore sampe malem, kami mengunjungi kuil (lupa Wat apaan namanya), foto-foto di pinggir jalan, dan setelah nyadar kalo laper kami nyari tempat makan.

Di depan Thaihua Museum
Di depan Thaihua Museum

Yang di atas ini cuma foto di depan museum, museumnya udah tutup karna uda kesorean. Kalo kata Chocky si sebagai tanda kalo kami udah pernah lewat sana heheh.

Elly nampang di depan Wat
Wajah girang bisa maen ke Phuket
At the cross road

Setelah beradu argumen sebentar untuk masalah tempat makan, kami sepakat untuk makan di sebuah tempat yang penampakan dari luarnya cukup meyakinkan dan harga masih bersahabat. Rada susah buat nyari warung yang 90% halal. Tapi bismillah aja, kami mesen makanan yang gada porknya. Nama tempat makannya “Wanchan” di 68 Thalang Road.

Wanchan

Aku pesen spicy sour prawn soup alias tom yam TBH90, orange juice TBH40, dan es kelapa muda TBH40. Tom yamnya enak dan seger banget. Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di taman kota setelah ngeliat patung naga keemasan dari jauh. Ada sejarah tentang berdirinya taman kota ini yang ditulis di dinding monumennya, tapi aku lupa ^^.

Monumen yang isinya soal sejarah taman kota
The dragon statue

Setelah puas foto-foto, kami sepakat untuk pulang. Nah di jalan aku foto dulu di salah satu mesin ATM nya. Keren warnanya, merah-merah ^^ *oke, udik abis*. Pas ngelewatin pasar deket penginapan, kami juga nyantol dulu buat beli durian dan mangga. Kalo beli mangga di sini bisa minta kupasin dan potongin skalian loh.

Bersanding dengan ATM
Nawar mangga di pasar ^^

Sampai di penginapan udah jam 10 malem. Kami langsung mandi dan istirahat. Niatan untuk maen uno diurungkan karna kaki udah pegel dan perlu energi untuk perjalanan keesokan harinya.

Pengalaman yang aneh pas nginep di sini adalah pas lagi sholat subuh. Solat subuhku dengan gaya yang beda? Ya ga lah. Pas solat dan lagi berdiri di rakaat pertama, tau-tau ada bule cewe dari ruangan sebelah yang badannya gede berhenti di sebelahku. Dia baru bangun dan masih dalam keadaan mabuk, ngeliatin aku solat. Mending kalo ngeliatnya dari jauh, tapi ini nggak. Dia mendekatkan mukanya ke mukaku. Sereeeem >.<, mana masih rakaat pertama pula. Takut aja kalo tiba-tiba dia melakukan hal yang aneh-aneh. Untung aja Elly cepet dateng dan ngomong ke bulenya:

Elly: she’s praying. She’s a moslem.

Bule mabok: Oh that’s beautiful. I am too lazy to wake up in the morning to pray. Blahblahblah.

Aku (dalem hati): bule sinting

Si bule tadi ternyata dari NZ. Dengan masi sempoyongan, dia narikin tas-tasnya yang segede gaban keluar kamar buat diberesin. Katanya hari itu dia mo pulang ke kampungnya setelah 7 bulan keliling-keliling.

Habis kelar beresin barang-barang, kami check out. Yak, cukup sesore semalem aja menginap di Phuket Backpackernya. Tujuan selanjutnya adalah mengunjungi tempat lain di Phuket yang bakalan ditulis di postingan berikutnya ^^.

Have a nice day all. We have to be happy and smile all the time ^^

Jual: Rubi Watch

Hai haii…posting terbaru yang ga biasa nih ^^.

Aku mau jual Rubi watch, jam tangan dari Australia. Warnanya transparan dan berbahan plastik.
Barangnya masih baru dan belum pernah dipakai, cuma dibuka doang plastiknya. Harga : Rp 150.000 (tidak termasuk ongkos kirim).

Gambar diambil dari sini.

Kalau berminat, silakan komen aja di sini.

Muhasabah

God always has a way to make people turn to Him

I am not a devout man.

Tentu saja. Tulisan kali ini tidak ada maksud lain selain untuk refleksi diri. Untuk diriku sendiri. Jadi jika sekiranya ada kata-kata yang kurang berkenan, maka itu adalah sebuah ketidaksengajaan dan aku dengan rendah hati meminta maaf.

Iman.

Secara harfiah dapat diartikan sebagai rasa percaya akan sesuatu. Ya, aku mengimani kalau Allah itu ada, dan Allah satu-satunya Tuhanku. Namun apa yang belakangan aku lakukan sebagai konsekuensi keimananku? Nyaris tidak ada kecuali solat 5 waktu dengan dalih kebiasaan. Kadang waktu sholatpun, pikiran ke mana-mana.

Aku tau, kualitas keimanan seseorang itu ada pasang surutnya. Tapi belakangan kenapa kok surut saja yang aku rasakan. Mungkin beberapa waktu lalu sempet naik, dan itu karna ada maunya.

Ya, aku meyakini kalau Allah selalu punya cara untuk membuat hambaNya, yang entah kadang atau sering melupakanNya, memalingkan hati mereka kembali kepadaNya melalui berbagai macam cara. Dan aku tidak ingin mengingatNya setelah aku mendapatkan musibah atau kesusahan, seperti yang selama ini aku lakukan.

Lantas, apa gerangan yang membuatku kembali memikirkan cara untuk membuat hatiku mengingat dan merindukanNya ? Menahan nafsu makan, awalnya.

Aku berfikir, satu-satunya caraku untuk menahan nafsu makanku yang kadang terasa teramat liar untuk dikendalikan adalah hanya dengan puasa. Dan aku berfikir lagi, “Allah lo Maha Tau, kamu ga malu ta mau puasa cuman gara-gara biar kurusan dikit? Kok niatmu itu gada ibadahnya sama sekali”. Plaaaak, bagus! Aku merasa malu. Emang tidak ada yang bisa aku sembunyikan dariNya, aku mungkin lupa itu.

Mulailah aku browsing, jenis-jenis puasa sunnah apa yang bisa aku lakukan. Karena kalau aku lagi puasa, ada rasa yang gimana gitu karena tidak memikirkan makanan melulu. Jadi pikiran bisa dipakai untuk memikirkan hal lain yang tentunya lebih berguna. Kalau mau tau jenis puasa sunnah, bisa dibaca di sini. Oke, satu masalah sudah ada solusinya.

Dari situs yang aku baca, ada link ke situs lain yang bertema agama juga. “Klik ah, kok sepertinya udah lama ga dapet siraman rohani”. Iseng, aku berkunjung ke muslimah.or.id. Lah halaman awal kok udah disuguhin dengan artikel berjudul Membaca Kalamullah dengan Benar Nan Indah (1) dengan tulisan segede gaban dan warna mencolok mata *istighfar*. Aku lupa kapan terakhir aku ngaji. Astaghfirullah ya Rabb. Boro-boro ngaji, kadang subuhan aja bangunnya telat.

I know myself, but He knows me well.


Dari kemaren uda sering membahas beberapa hal sama si Pinkih, mulai dari masalah geje, rencana dan target 5 tahun ke depan, masalah feminism, khayalan urusan menghandle rumah tangga nantinya sampe masalah ngaji. Ah thanks Pink, for our silly conversations :D. Pas ngoperasi bareng ngobrol lagi, aku curhat masalah ibadahku yang payah. Belakangan rasanya males banget kalau mau mampir ke mushola pas jam 10. Akhirnya kelar jajan aku mampir, and I cried. I don’t know why. I just feel shy, and miss Him maybe.

Aku bandel, dan bakalan susah untuk memberitahuku sampai pada akhirnya aku meyakinkan diri sendiri kalau aku memang perlu untuk melakukan apa yang diberitahu oleh orang tsb. Buktinya, tetangga boothku yang nyaris tiap hari nyetel nasyid atau streaming tauziah aja ga ngefek untuk menggerakkanku melakukan hal yang sama. “Berasa lagi ramadhan” *maap Bar :D*.

Dan siraman rohani berlanjut, pada sahabatku yang lagi di Bali lewat ym.

(10:38:07) loe2k_maez  ting tung
(10:36:43) safitri haloooo
(10:38:18) loe2k_maez  apa kbarnya adik iparnya uda? 😆
(10:36:44) safitri >:D<
(10:36:46) safitri hahahaah
(10:36:55) safitri lagi nulis soal refleksi diri
(10:37:04) safitri belakangan kok ibadahku ga bagus gini
(10:37:12) loe2k_maez  owh
(10:37:14) loe2k_maez  muhasabah
(10:37:15) safitri di blog
(10:37:15) safitri 😀
(10:37:27) safitri muhasabah artinya refleksi diri ya?
(10:37:30) loe2k_maez  merasa jauh dari God y
(10:37:34) loe2k_maez  yups
(10:37:37) safitri iyah
(10:37:44) safitri ini tadi dhuhaan
(10:37:46) safitri nangis aku
(10:37:47) safitri 😦
(10:38:22) loe2k_maez  emmm…. nangis krena mengingat Allah
(10:38:26) loe2k_maez  bagus klo begitu ^^
(10:38:33) loe2k_maez  kmren2 aq juga begitu
(10:38:36) loe2k_maez  hihi
(10:38:57) safitri hihihi
(10:39:00) safitri kok ya bisa barengan
(10:39:01) safitri >:D<
(10:40:50) loe2k_maez  iya kmren2 lagi melow hihhi
(10:41:03) loe2k_maez  udah terlalau being self center mpe jauh ma God juga
(10:43:16) loe2k_maez ini
(10:41:12) loe2k_maez  lucu y gambarnya
(10:41:31) safitri iyaaah
(10:41:32) safitri hihihi
(10:44:36) loe2k_maez  ini lagi
(10:42:28) loe2k_maez  tpi bahasanya malay ahaahha
(10:42:37) safitri 😆
(10:42:42) safitri yg ptg bukan alay
(10:50:24) loe2k_maez  hahaha ni pasti lagi sibuk nulis y…
(10:50:29) safitri hahahha
(10:50:31) safitri iyah
(10:50:36) loe2k_maez  kmren sempet bahas2 ma elly tntg artikel ini
(10:50:37) safitri biar ga penuh2 kepalaku
(10:50:44) safitri oh aku juga baca
(10:50:48) safitri liat dari link ym mu
(10:50:49) safitri 😀
(10:50:52) loe2k_maez  sebenarnya tugas qt di dunia cuman 2
(10:51:20) loe2k_maez  semuanya jadi so complicated whe we getting older krena qt melupakan 2 tugas utama qt
(10:51:55) safitri terusin kakluk, aku perlu siraman rohani
(10:51:58) loe2k_mez  saatnya menata hati,,, merefleksikan diri lagi
(10:52:01) safitri sampe banjir kalo perlu
(10:52:04) loe2k_maez  ahhahah
(10:52:11) safitri bandelnyaaaa ku ini
(10:52:16) loe2k_maez  sampe banjir katanya
(10:52:18) safitri tp aku bersyukur aku single
(10:52:19) loe2k_maez  sama aja vit
(10:52:26) safitri jadi xxxxxx //disensor demi meminimalisir ketersinggungan pihak lain
(10:52:27) safitri 😆
(10:52:30) safitri thanks God
(10:52:38) safitri You knows me well
(10:52:43) loe2k_maez  ketika hati sudah digantungkan hnya pada masalah dunia,, maka mata hati qt makin lama makin tertutup
(10:53:18) loe2k_maez  pdahal klo niat di tata
(10:53:29) loe2k_maez  maka segala sesuatu yg qt lakukan jadi ibadah
(10:53:59) safitri oh Ya Allah
(10:54:01) safitri *istighfar
(10:54:02) loe2k_maez  jadi yg pertama harus qt lakukan adalah memperbaiki niat….
(10:54:07) safitri uda lama ga denger beginian
(10:54:29) loe2k_maez  hihi aq jadi malu
(10:54:43) safitri 😦
(10:54:45) safitri lanjutiiiin
(10:55:25) safitri nah itu dia
(10:55:33) safitri ibadahku berantakan
(10:55:44) safitri uda terlalu fokus ma urusan dunia
(10:56:05) safitri ini tadi mikir “apa si yang bisa nahan nafsu ngemilku biar badan yg membengkak ini kurusan”
(10:56:08) safitri jawabannya puasa
(10:56:12) safitri nah lanjut mikir lagi
(10:56:21) safitri “kok ga malu si puasa cuma karna niat diet”
(10:56:25) safitri *plaaaaakkk
(10:56:29) safitri ditampar diri sendiri
(10:56:31) safitri 😆
(10:58:09) loe2k_maez  hahahha tpi memperbaiki niat mngkin juga gak bisa frontal
(10:58:27) loe2k_maez  ikhlas itu harus dilatih
(10:58:34) loe2k_maez  bukan instan jadi
(10:58:39) loe2k_maez  *ngomong gampang y
(10:58:40) loe2k_maez  😀
(11:02:04) loe2k_maez  klo melakukan sesuatu nunggu ikhlas secara penuh juga gak bakal dilaku2in
(11:02:06) safitri hhihi
(11:02:14) safitri ga semua orang bisa mikir kek gini kakluk
(11:02:14) loe2k_maez  ingt gak ada crta guyonan kyak gini
(11:02:22) safitri kita patut bersyukur dikasi pikiran kek gn
(11:02:42) loe2k_maez  jadi jika diibaratkan klo hasil ibadah itu dpt selembar kain
(11:02:54) loe2k_maez  iya smoga masih dibimbingNya
(11:03:00) safitri trus2
(11:03:23) loe2k_maez  ada 3 oran ini:a,b,c
(11:03:53) loe2k_maez  si A : beribadah dg sungguh n ikhlas krena tingkat keimanan yg memang udah mantab
(11:04:14) loe2k_maez  si B : y daripada gak ibadah,, gak ikhlas2 dikit boleh lah
(11:04:29) loe2k_maez  si C : ngapain ibadah klo gak ikhlas,, nunggu ikhlas dulu lha
(11:04:44) loe2k_maez  in d end : waktu ajal menjemput n tidak tahu kpan itu
(11:05:03) loe2k_maez  di hari pembalasan ntar si A baklan dpt kain utuh, bagus
(11:05:16) loe2k_maez  si B : dapt kain tpi sobek2 gak karuan
(11:05:23) loe2k_maez  si C : gak dpt apa2
(11:05:39) loe2k_maez  padahal di hari pembalasan ada yg namanya syafa’at dari baginda nabi
(11:05:58) loe2k_maez  mka beruntunglah si B kain sobek2nya dpt ditolong oleh syafa’at nabi
(11:06:25) loe2k_maez  sedangkan si C hanya melongo krena dia tidak punya apa2 yg harus ditambal oleh syafa’at
(11:06:29) loe2k_maez  hiihi
(11:06:37) loe2k_maez  dulu pernah dapt cerita kyak gitu
(11:07:12) loe2k_maez  buat motivasi beribadah pas waktu kecil,, yg masih suka minta reward 😀
(11:07:25) safitri 😀
(11:07:28) safitri baguuus critanya
(11:07:33) safitri nah itulah dia
(11:07:46) safitri aku percaya Allah selalu berusaha memalingkan kita kepadaNya
(11:07:57) safitri cuma kita sadar apa ngga, mau memanfaatkan ato engga
(11:08:00) safitri itu yg jadi kuncinya
(11:08:12) safitri malu sebenernya dateng pas butuh doang
(11:08:19) safitri karna aku juga ga suka kalo digituin
(11:08:20) safitri 😀
(11:08:50) loe2k_maez  iy ya.. apalagi pas adzan berkumandang,, Beliau harus menanti qt untuk dtang
(11:09:11) safitri aku sering nunggu mpe akhir2 kadang
(11:09:14) loe2k_maez  padahal Beliau bos qt kok y Beliau y nunggu
(11:09:14) safitri karna kecapekan

Makasi Kakluk *peluk-peluk*.

Ya, aku tau aku belakangan terlalu disibukkan dengan urusan dunia untuk mengejar ini mengejar itu. Khayalan soal 5 tahun mendatang aku punya, tapi ketika aku harus dipanggilNya sebelum itu rasanya aku ga punya bekal.

Astaghfirullahaladzim Ya Rabb.

Ah bapak, ibu, anakmu merindukanmu..

You

Everytime I see your smile, my heart can’t deny. It beats faster. My eyes can’t hide the truth, for adoring you. My lips can’t stop forming sweetest smile.

You, simply turn my whole gloomy mood become more colorful than a rainbow. Simply bring warmth in the middle of winter. Enough to make my heart blooms in autumn. Be the shelter when the rain comes down and brings the dark sky in my day. What kind of mantra that you use to hypnotize and take me away from my consciousness?

I am hypnotized. Again and again.

We’re separated by the ocean. But it’s not a reason for me to feel separated from you. Ah you’re too nice to be ignored.

Sorry for making you such a rain handler 😆

Aku vs Manajemen Waktu

Pernah merasakan kalau waktu 1×24 jam dalam sehari masih terasa kurang untuk menyelesaikan pekerjaanmu? Aku rasa semua orang pernah merasakan hal seperti ini.

Time is moving faster. Even though sometimes I am bored with my routine, I keep trying to walk on the right track: do something useful so I won’t regret it later for letting time slip away easily in front of me.

Belakangan ada beberapa hal yang harus aku lakukan, dan sayangnya aku juga merasa cukup kelelahan ditengah rasa excitedku. Waktu pulang kerja yang seharusnya masih bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan hal lain di luar urusan kantor, jadi hanya terpakai untuk tidur. Ditambah lagi badan kurang fit karna sepertinya kaki kananku terkilir dan belum sembuh sampai sekarang. Rencana untuk “tidur dulu ah sebentar, ntar tengah malem bangun lagi” hanya jadi isapan jempol semata. Dan it makes me feel guilty, for wasting time.

Jadi sebenarnya yang menjadi kunci utama sumber permasalahanku sekarang adalah manajemen waktu. Sepertinya aku harus mengakui bahwa manajemen waktuku masih termasuk buruk, meskipun aku sudah melakukan beberapa perubahan ritme keseharianku. Manajemen waktu ini berkaitan juga dengan urutan prioritas dari hal-hal yang tercantum dalam to do listku.

Perubahan ritme ini adalah salah satu cara untuk menjaga passion yang aku punya agar tidak hilang begitu saja seiring dengan rutinitasku yang hanya berkutat pada kantor dan CCF, dan juga sebagai alat untuk coloring my days karena diisi dengan beberapa hal selain office thing. Tak jarang karena terlalu larut dalam pekerjaan, kita jadi melupakan mimpi-mimpi atau passion yang pernah kita punya sebelumnya. Dan aku tidak ingin hal ini terjadi padaku.

Ketika aku dihadapkan pada masalah “o o, aku belum mengerjakan ini, belum mengerjakan itu, sementara waktu dalam sehari tidak bertambah semenitpun”, maka hal yang aku lakukan adalah:

  1. menuliskan my to do list
  2. mengurutkan prioritasnya
  3. membuat jadwal untuk masing-masing “to do” tadi
  4. berkomitmen untuk menjalankan jadwal dengan (sedikit lebih) disiplin

Jangan sampai beberapa waktu ke depan kita merasa menyesal karena telah melewatkan waktu yang ada sekarang begitu saja, tanpa melakukan sesuatu yang berguna dan menyenangkan setidaknya untuk kita sendiri. Every good thing deserves to get our attention ^^.

Nb: Maaf kalo tulisannya belibet, lagi rada banyak yang dipikirin *sok sibuk* heheh

A Way To Get The Dream Has Come

Semalam aku berniat untuk hiatus dari dunia perbloggingan, karna beberapa alasan. Tapi justru hari ini malah bikin postingan baru.

God knows me well. I believe it.

Minggu kemaren aku merasa sangat kelelahan. Dan hal ini memberikan dampak ke buruknya mood dan hilangnya ide to do something fun. Sempet stuck juga dengan rencana-rencana yang bisa meningkatkan gairahku karna berjuang meraihnya. Semua menguap.

And i stopped on a point, didn’t move. I was tired. That’s all.

Yah begitulah ketika aku sudah kelelahan secara fisik. Sifat lintahku yang mudah untuk beregenerasi pun menjadi tidak berfungsi secara maksimal, bahkan bisa dikatakan impotent. No more fun.

Tapi sekarang aku justru memiliki beberapa hal yang harus aku handle bersamaan. So much fun, indeed ^^. Let God guide my path as always, I just can try my best to get closer to my dreams and I’ll let Him to decide the best way for me.

I had a great Sunday. Got a treat from Agnes in Sushi Groove *yummy* and we started to talk about our fun project. It makes me feel so terribly excited, we’ve found a way to realize one of my dream (maybe so does she).

I just imagine, for the next we’ll spend more time together with order a glass of coffee, sit in a cafe and stare at our laptop. And another time, we’ll sit on the edge of the bridge to enjoy our meal, duck and serundeng. You owe me this, Ay ^^.

But still, we have to do a hard work. Impeccably.

Thanks God for giving many lovely activities. Hope I can do it well.

“The only thing that will stop you from fulfilling your dreams is you.” -Tom Bradley-

I Had A Dream

When I walked alone, I remembered that I ever had a dream. We’ve talked about that couple years ago.

Someday we’ll move to someplace outside our country. You said we need a good place for us, a green small town with great neighborhood, and i agreed. I could smell the green grasses around the house, and feel the fresh air in the morning at that time.

The park

Russell Lupins flowers
Yellow eyed penguin
Sunset of the city

I said I want to have a small shop, sell some Indonesian products. An awesome thing when I imagine the bules will come and buy those things. And you? Of course you’ll keep running your own business.

On the weekend, we will do vacation and bring meal that we prepared on the previous night. When we’re bored and need our-time, you’ll pick me up and we’ll walk along the edge of the street and find a nice place to enjoy ice cream and local cuisines.

But finally I woke up, and it was a beautiful dream that I ever had. We’ve ever had.

“Les rêves sont comme des étoiles. Vous ne pouvez pas les toucher, mais si vous les suivez, ils vous mèneront à votre destin.”

“Dreams are like stars. You can’t touch them, but if you follow them, they will lead you to your destiny.”

Ways To Express Love

Suddenly I remembered my eldest sister. The last message I sent to her was a news related with my future plan. And she replied “it’s okay, so learn again”.

She has a tough personality, independent, a hard worker and she’s a kind of person who will stand on the front line to protect her family from bad things other people do. If I have to use one word to describe her, I’ll choose “fierce” :D. But behind her tough characteristic, she has a soft heart. Most of the times, she gives her best effort to people who ask for help.

On the previous New Year’s holiday, I spent my time there, at her home in Jogjakarta. We talked much at night, because she has to work until afternoon. As always, I am as person with expressive and stubborn characters, revealed some of my thought in front of her. And we took time until nearly down to find an agreement. I felt like long time didn’t talk to her in person. That was perfectly nice.

When the day came for me to go back to Jakarta, she accompanied me to airport. On the last time, I kissed her and she looked bit awkward 😀 and said “you’ll come again, right?”. I just smiled and pushed my trolley away from her because I had to check in.

Two days after I came back to Jakarta, she made a call. She said with half laughed and cried that she cries when open the door of the room that I used when I stayed at her home, because she thought that I was there ^^.

Nice thing also happened when she forgot my birthday. Soon after she realized that she made a biiiiiiig mistake *hyperbolic hihihi*, she talked to me and said “unyil, honey, my lovely youngest sister, please forgive me blahblah..” :D. She’s nice indeed.

We can’t ask people to express their feeling in the same way with ours. Some people will choose to hide their real feeling deep inside and show the opposite with many reasons; shy, not get used to it, awkward or just for keeping his/her pride high or something else. But on this case I walk on my theory, I’ll let the people that I love know what my real feeling is. Because I don’t want to take the risk to regret in the rest of my life when I have to lose my time to tell them what the truth is. No matter what. I’ll choose to feel ashamed than regret. And I realized that they’re not mind reader who can find things unspoken correctly.

So, which way will you choose? ^^

Huge hugs and lotta loves from here, sis..

Donor Darah

Ya, saya lagi malas untuk blogging in english. Daripada hiatus lama-lama dan blog jadi mati suri, mending postingan kali ini pake bahasa ibu saja ^^.

Hari ini adalah pengalaman pertamaku untuk donor darah. Padahal kemaren baru saja mengunjungi poliklinik di kantor untuk minta obat tambah darah, karna tensi rendah dan 2 minggu belakangan suka tiba-tiba pusing ga jelas.

Entah ke sambet apa, padahal kemaren bujuk rayu untuk donor datang bertubi-tubi *hiperbola dah*, tapi tak menggoyahkan imanku untuk TIDAK melakukan donor hehe. Walaupun kemaren ga donor, tapi tetep kebagian bubur kacang ijo. Enaaaak..padahal itu buatan kantin kantor :D.

Nah ini tadi tiba-tiba kepikiran ikutan donor. Mungkin setelah mengingat koleksi dosa yang banyak dan pengen tau rasanya donor, makanya mendapatkan hidayah dan memutuskan untuk berpartisipasi hehehe.

Keputusan ini pun tidak terjadi begitu saja, namun harus melewati peperangan batin *halaaah*, adu argumen dengan beberapa temen yang udah donor duluan, dan kebetulan aku juga belum sarapan (karna konon kabarnya yang belum sarapan ga boleh donorin darahnya).

Akhirnya ada satu hal yang semakin meneguhkan niatanku untuk mendonorkan darah. Kurang lebih seperti ini ilustrasinya:

Si pembujuk: Ayuk donor yuk, ga bikin gemuk kok ^^.

Aku si calon korban: Nggak ah, serem >.<

Si pembujuk: Ntar dapet bubur kacang hijau lagi loh..

Aku si calon korban: Ho yaa? *Wajah girang*. Boleh de 😀

Ternyata keteguhan hatiku kali ini hanya seharga dua mangkok bubur kacang hijau. Sungguh sulit dipercaya -_-;.

Aku ga takut si sama jarum suntik, tapi sebisa mungkin menghindar *ngeles*. Apalagi musti ada ngambil sample darah yang jarumnya dicucukin ke jari itu. Haduuuh malas sekali, karna aku dulu punya pengalaman tidak menyenangkan dalam hal ini pas masih muda belia.

Akhirnya sampai di TKP, dengan berat badan yang termasuk berlebih dan tidak mengidap AIDS atau penyakit menular lainnya, aku resmi diperbolehkan jadi pendonor. Yaaaay! ^^ Seneng, tapi serem. Seneng karna bisa sarapan bubur *sluurp* dan dapet pengalaman baru *yeah i am so excited on it*, serem karna kayaknya kok sakit ya dicucuk jarum -_-.

Setelah kelar sarapan, aku pasrah aja di kasurnya dan sibuk meyakinkan diri “sakitnya cuma sebentar koook *wink*”. Syukurlah mbak petugas PMI nya pinter, ga susah nyari titik untuk mancepin si jarum durjana itu.

Aneh aja rasanya ngeliat darah ngalir dengan derasnya keluar dari dalam tubuhmu dan tau-tau udah terkumpul sekantong. Semoga ga dipake buat shooting sinetron deh darahnya, bikin ga ikhlas >.<.

Ada yang bilang kalo habis donor bakal lemes dan pusing. Aku mulai khawatir, karna aku sebel banget kalo udah pusing gitu. Apalagi ntar malem brangkat ke Jogja, ga asik kalo pas di sana ntar tepar.

Ternyata tidak saudara-saudara! Aku hanya merasa ngantuk dan sedikit kehilangan selera makan :D. Sekarang ini kok udah ngrasa kenyang, padahal tadi cuma makan buburnya 2 mangkok kecil, lemper 1, makan siang nasinya 4 sendok, sari roti dikit, sama telur rebus. Eh ini uda kebanyakan ya seharusnya? :lol:.

Lain kali ikut lagi ah^^.

Hayo yang masih takut mau donor, ga sakit kook *crossing fingers* hehehehe. Darah kita berguna banget bagi orang lain, bisa menyelamatkan nyawa juga ^^. Ajaib! Hihihi..