A Short Announcement From My Leader

I have a leader. He’s so funny and kind. Yesterday, he sent to all SQE members an announcement. Smart and fun enough to fill a “mati-gaya” day 😀 .

Pit giliranmu absenin semua orang SQE adalah “Hari ini” mulai berlaku hari ini :p.

Aku hari Senin, Anshari hari selasa, Jati hari Rabu, Tiar hari  Kamis, Erva hari Jumat, Tosan hari Sabtu, kamu Hari Ini Pit.

Mwahahahah, so tricky and awesome trick to trap a little donkey and its ass ^__^. But, im not trapped hihihihi…

Just My Dreams

Kalo mau dilist, mimpi-mimpiku tu banyak banget. Biar ga lupa, sebagian ditaroh di sini aja. Maklum, IQ ku tiarap jadi jangan berharap banyak ahahahah.

  1. pengen belajar tentang bisnis ato komunikasi publik ato apalah yang diperlukan untuk menjadi seorang PR. Maklum, aku amatiran dalam masalah ini. Progress: nyari-nyari jurusan program pasca sarjana di beberapa universitas lokal.
  2. someday pengen jualan produk Indonesia ke luar negeri, semacam batik ato kerajinan tradisional. Biar mereka tau kalo Indonesia itu ada. Progress: belum ada^^.
  3. pengen berkecimpung di dunia tulis menulis ato broadcast hehehe (hope someday i will be a writer *ngayal*). Progress: nulis blog, baca-baca blog atau buku macem-macem, liat-liat lowongan editor ^^.

Sementara itu aja dulu, kalo kebanyakan ntar malah tidak terlaksana satupun (amit-amit). Smangat!

Gada salahnya kan bermimpi? Semua itu berawal dari mimpi dan keinginan. Tuhan juga ga akan mengubah nasip suatu kaum kalo mreka sendiri ga ingin mengubahnya. Entah nanti tercapai atau tidak, yang penting udah berusaha 🙂 .

Mukena

Aku suka heran, heran banget malah. Soal mukena.

Biasanya orang selalu berlomba-lomba untuk membeli pakaian mahal, parfum, perhiasan emas, kosmetik, dan sebangsanya, hanya untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari orang lain. Biar dianggap modis, cantik, gaya, gaul, keren, dan entah apa lainnya.

Ratusan ribu dihabiskan untuk membeli sebuah atasan baru yang lagi tren. Untuk bawahannya, dihabiskannyalah lagi ratusan ribu yang lainnya. Setiap hendak pergi ke mall atau main dengan temannya, dikenakanlah pakaian-pakaian beserta perlengkapan mahal itu. Disertai dengan parfum supaya komplit. Masih kurang, diumbarlah ratusan ribu lagi untuk mentraktir teman-temannya, agar eksistensinya kian tak terbantahkan.

Lalu, datanglah saat untuk menunaikan solat fardhu.

Bergantilah dia dengan baju tidur yang lusuh, butut dan berlubang. Bau keringat yang menyeruak dari ketiak pun tak dihiraukan. Hanya sekedar berwudhu dan mengenakan mukena dianggap telah pantas untuk menghadap Sang Pencipta dan Pemilik.

Diambillah mukena bau yang lama tidak dicuci. Berjamur dibagian kepala dan dagu karena tak sempat menjemurnya selepas sholat. Mukena yang telah dikenakan 2 tahun dan kendur di bagian karet pinggangnya, jadi perlu peniti atau ditali dulu sebelum dipakai agar tidak melorot di tengah-tengah rakaat.

Aku, bukanlah orang yang alim dan santun pada Tuhanku. Bukan orang yang mematuhi segala perintahNya. Aku tau itu. Dan dengan ini aku juga tidak berniat menghakimi atau menceramahi siapapun. Tapi hanya untuk bercermin dan menasehati diri sendiri.

Tidakkah hal yang aku ceritakan di atas adalah salah? Mengapa kita selalu berlomba untuk mendapatkan nilai plus di mata mahlukNya, dan tidak berlomba untuk tampil cantik, harum dan rupawan dihadapanNya? Pantaskah mukena berjamur itu dikenakan untuk meminta keselamatan dunia akhirat? Pantaskah mukena bau itu digunakan untuk memohon agar kita diberi rezeki berlimpah yang bisa digunakan untuk membeli baju baru (lagi)? Pantaskah kita pergi ke FO kenamaan untuk sebuah kaos ketat mengumbar aurat yang menghabiskan dua ratus ribu, dan pergi ke pasar becek untuk mendapatkan mukena dengan harga termurah?

Ya Allah, bimbinglah hatiku dan saudaraku untuk selalu mengingat dan menyembahMu dengan segala yang terbaik dari apa yang kami miliki. Hingga kami menjadi mahluk mulia dalam pandanganMu. Amiin.

Wahai saudaraku, periksa lagi sarung dan mukenamu. Adakah yang perlu diperbaiki di situ? 🙂

Heran Atas Pembajakan Tulisan

Aku terheran-heran, mendengar kabar soal tulisan yang dibajak.

Oke, beberapa kali sering aku jumpai para blogger wordpress yang “protes” karena tulisannya dibajak. Tapi kali ini, pembajakan tersebut terjadi langsung dengan orang yang aku kenal.Bikin heran. Kalo menyontek ide mah masih wajar, tapi kalo udah copy paste tanpa di edit dsb, kok ya terlalu.

Menurutku pastilah tiap orang punya pikiran beda-beda dalam memandang dan menginterpretasikan sesuatu. Cara penulisan dan analisis tiap orang itu unik. Tiap penulis tenar maupun blogger biasa aja punya ciri khas bahasa dan gaya penulisan sendiri.

Trus, bagaimana dengan para pembajak itu? Malas-kah? Ga kreatif-kah? Ga-bisa-nulis-kah? Padahal setauku ga enak banget mengakui milik orang lain sebagai milik sendiri. Malu.

My First Day with 8 am

Yaaaa, first monday with the new rules in my office is such a disaster.

Biasanya masuk kerja jam 7 pagi, dan bis jemputan dateng jam 6.20, ideal banget mengingat perjalanan dari kos ke kantor hanya memerlukan waktu 10-15 menit. Dan sekarang ada kebijakan baru,  demi cost down perusahaan meningkatkan taraf hidup karyawan dan efektifitas jam kerja, maka mulai hari ini jadi masuk jam 8 pagi. Okelah. Enak juga bisa minum susu, liat infotainment pagi (mental ibu rumah tangga) dan bermalas-malas di pagi hari. Tapi, the powerful rules menyebutkan bahwa: bis jemputan tetep dateng jam 6.30 WIB!.

Tadinya udah mulai bermalas-malasan, bangun jam 6 trus mandi. Maunya berangkat jam 7.30 nebeng temen biar ga kelamaan nunggu bel masuk. Eh ternyata takdir berkata lain, hujan deras dari tadi malem ga berenti. Terpaksa jam 6.50 keluar kos menuju gerbang tempat bisnya mangkal, dari pada naek motor dan mandi untuk kedua kalinya. Dan bis berangkat 20 menit kemudian karena menunggu anak-anak lain yang belum juga dateng.

The next disaster was begun waktu turun dari bis dan ngantri nyecan id card. Antrian yang naujubilah dan dalam keadaan hujan kayak gitu, mesin scannya juga ngadat. Ckckckc, what a great work place!. Clana dan sepatu basah. Untung aja bawa sandal yang baru dibeli kemaren dan mirip dengan sandal kantor. Ga jadi masuk angin deh ^^.

Oh iya, metal detector juga udah dipasang. Masih lengkap dengan plastik pembungkusnya. Umm, atap koridor sepanjang penempatan metal detector itu bocor lo. Dan kenapa ga dibenerin dulu atep plastik yang bocor sebelum metal detector nan mahal dan anggun itu dipasang?

My New Desk

I’ve a new desk today. Not really new i mean. My leader asked me to move from my latest desk dan bertukar dengan senior. Posisiku sekarang: jauh dari tim dan bersebelahan dengan para leader dan manager. Oh NO!

Jadi makin autis di sini, karena aku ga bisa rame-rame lagi. Paling kalo mau gangguin orang pake jalan 10-20 langkah dulu, bikin males. Ya ga mungkin lah aku gangguin pembesar-pembesar, kecuali leaderku ehehehe. He’s so kind ^^. Thanks God.

Kalo ada award bagi karyawan yang paling sering pindah, maka trima saja saudara-saudara, akulah pemenangnya. Selama 6 bulan kerja, aku udah pindah 7 kali. 3 kali lagi bisa dapet piring cantik hihihihi.

Gapapalah, aku bisa dapet suasana dan pelajaran baru lagi di sini. Setidaknya, interaksi. Yippie!

I did my job ^^

Kok berasa capek ya? Hehehehe, ya wajar si mengingat sekarang jam 19.27 WIB dan still stuck in the office 😀 . Sambil merekam ulang apa saja yang udah aku kerjain hari ini selama di kantor.

  1. Diawali dengan meeting pagi seperti biasa. Eh ini kali kedua, waktu meeting gitu tau-tau ada tikus lewat dengan santainya. Tikusnya gede pula! Ckckckck.. Yang jadi misteri: dari mana si tikus dekil berasal?
  2. Nge-update test case blok cd ripping ma setup. Karena decodernya beda-beda, jadi musti ngetes satu-satu. Dan sampai hari ke-4 ini belum juga kelar.
  3. Tanda tangan kontrak sebagai karyawan tetap. Yippie, alhamdulillaah udah jadi kartap. Mengingat ekonomi lagi susah kayak gini, bersyukur banget tiap bulan masih punya penghasilan tetap.
  4. Checking buat DVD software short inspection. Ya ngecek fungsi-fungsi set berjalan dengan baik apa nggak. Trus ke interup karna disuruh jadi badut nge-mc-in acara ultah bulanan di kantor. Padahal ga ada persiapan apa-apa, gara-gara banyak kerjaan. Tapi syukurlah semua berjalan lancar (dan tidak memalukan). Lumayan dapet egg roll ma tart hehehe. Seneng juga jadi ketemu dan kenal banyak orang. Thank to God, karna udah memberikanku kelebihan dalam hal ngomong 😀 .
  5. Habis magrib nerusin checking set. Giliran checking HDMI ma CEC. Nah ini dia yang musti belajar, karna jarang banget ngecek bagian ini :D. Alhamdulillaah lagi aku jadi belajar banyak hehehe. Ternyata ga perlu menghindar dari sesuatu yang dianggap sulit, karna dari situ justru aku mendapatkan banyak hal baru dan berguna tentunya 🙂 .
  6. Sekarang lagi posting ma introspeksi diri, apa ada hal yang masih kurang hari ini biar besok bisa diperbaiki. Moga-moga dengan padatnya kerjaan hari ini, rezekiku jadi halal. Amiiiin.

Eh iya, so much fun hari ini. Tadi waktu acara ultah udah bikin bos, yang notabene bukan orang Indonesia, nyanyi lagunya Ungu ahahahaha. Menghayati gitu nyanyinya, kayak ngerti aja artinya ahahahha. Tapi emang bos yang 1 ini funky abiiiis. Salut de ^^.

Ada 1 lagi, namanya juga disuruh jadi mc, ya otomatis aku ngecipris terus. Eeeeh, tau-tau si bos bilang “yaaa, kamu yaaa…bahasa indonesianya lancar sekali”. Buset dah ahahaha, “iya mister, saya kan orang indonesia hehehehe”.

Yap begitulah kegiatanku selama seharian ini. Alhamdulilaaah berguna. Sekarang mau meneruskan pekerjaan lagi. See yaaa 🙂 .

(Posting gini aja setengah jam heheheh…)

TUHAN SEMBILAN SENTI

Baru kali ini posting atas titipan seorang teman. Ya, teman sekantor yang agak kampring aka kampungan aka gaptek. Masa hari gini masih aja ga punya blog ahahaha. So, kalo dia mau ngirim info ke temen-temen kantor ya via email kantor 😀 . Bikin spam aja ahahahah. Ndak ding, berguna kok infonya, bukan hoax *pernyataan under pressure hehehehe*.  Check it out! Untuk diresapi bersama..

TUHAN SEMBILAN SENTI

By Taufik Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,

di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,

di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan
hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling
menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok
di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.

Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di
dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,

di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,

pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulu tangkis,
turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki
sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-‘ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,

di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi orang
perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning
dan mempersiapkan sejumlah fatwa.

Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.

Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Diantara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
kemana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan
yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.

15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi
dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi
itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.

Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120
orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa dinegara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud
untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat

Masih ingin merokok? You’re a killer, dude..

173 Langkah

Karna ini blog ku sendiri, jadi bebas-bebas aja kalo aku mau nulisin apa pun di sini. Walau itu hanyalah sesuatu yang ga berguna ahahaha. Aku menulis, agar aku mengingatnya. So, JANGAN PROTES hehehehe..

Kadang aku suka menahan HIV (Hasrat Ingin Vivis *maksa*), karna jarak meja kerjaku ke kamar mandi berasa rada lumayan (menurutku). Sore ini, iseng-iseng, aku hitung berapa banyak langkah yang aku perlukan untuk sampai ke sana.

Dan hasilnya adalah 173 langkah 😀 .

Kalo bolak-balik berarti 346 langkah. Terus kalo 1 hari aku pipis 5 kali, berarti untuk ke kamar mandi saja aku udah melakukan 1730 langkah. Ahahahha, lumayan untuk membakar lemak. Yippie..

Hidup PIPIS!

Light On

Ini lagu keren abis, apalagi kalo udah liat klipnya. David Cook nyanyi ma maen gitar, KEREN banget! Taken from his 1st album, this is light on lyric. Enjoy the clip on YouTube 😀 .

Never really said too much
Afraid it wouldn’t be enough
Just try to keep my spirits up
When there’s no point in grieving
Doesn’t matter anyway
Words could never make me stay
Words will never take my place
When you know I’m leaving

Try to leave a light on when I’m gone
Something I rely on to get home
One I can feel at night
A naked light, a fire to keep me warm
Try to leave a light on when I’m gone
Even in the daylight, shine on
And when it’s late at night you can look inside
You won’t feel so alone

You know we’ve been down that road
What seems a thousand times before
My back to a closing door and my eyes to the seasons
That roll out underneath my heels
And you don’t know how bad it feels
To leave the only one that I have ever believed in

Try to leave a light on when I’m gone
Something I rely on to get home
One I can feel at night
A naked light, a fire to keep me warm
Try to leave a light on when I’m gone
Even in the daylight, shine on
And when it’s late at night you can look inside
You won’t feel so alone

Sometimes it feels like we’ve run out of luck
When the signal keeps on breaking up
When the wires cross in my brain
You’ll start my heart again
When I come along

Try to leave a light on when I’m gone
Something I rely on to get home
One I can feel at night
A naked light, a fire to keep me warm
Try to leave a light on when I’m gone
Even in the daylight, shine on
And when it’s late at night you can look inside
You won’t feel so alone