Half Year and This is My Resume ;)

Kayaknya udah lama banget tidak meninggalkan jejak bersejarah di blog ini *tsaah*. Adakah di luar sana yang merindukan saya? Sebenernya selama ini saya jauh lebih produktif dalam membuat tulisan, hanya saja medianya berbeda: bukan blog tapi twitter paper. Selama bulan April 2013 lalu saja, tidak kurang dari 10 paper yang harus diselesaikan sebagai tugas kuliah.

Waktu ngeliat di bar kanan bagian Archive, untuk tahun 2013 hanya ada posting di bulan Januari dan Juni. Hal ini membuat saya serasa mati suri pada bulan di antaranya, padahal ada banyak hal yang dilakukan :(. Walaupun ngeblognya libur, tapi foto-foto pastinya ada. Untuk itu saya memutuskan membongkar file foto yang ada di hp (maklum banci Path dan Instagram) dan Twitter untuk dituliskan di sini.

Januari 2013

  • Take a break dengan liburan ke Ubud bersama @magicaelly dan @lulumaeez. Moment-nya memang pas lagi libur semester 1. Bali dan Jogja adalah dua kota yang bisa dikatakan I can’t get enough, selalu bikin pengen balik lagi dan lagi. mtf_GAebo_109

Maret 2013

  • Pergi ke Dieng dengan @rizkazky. Kami berangkat dari St Pasar Senen naik kereta hingga Purwokerto, setelah itu ngeteng sampai Wonosobo. Perjalanan ke Dieng dilanjutkan dengan menggunakan mobil sewaan.

mtf_GAebo_194

April 2013

  • Saya pergi ke Malaka bersama si mas @eriek_sobieski. It was a-fun-weekend-escape ;).

mtf_kDrWk_109

Mei 2013

  • Pas dicari-cari kejadian apa yang spesial di bulan Mei ini, adanya foto pas nonton Konser Cinta Musik Indonesia dengan tiket masuk gratis dari temen kampus :). Konsernya keren!

mtf_kDrWk_124

Juni 2013

  • Nonton Djarum Indonesia Open 2013. Puas banget teriak-teriak di sana karena games nya seru ^^.

mtf_XxPrx_132

Selama bulan Februari – Juni 2013 adalah masa semester 2 untuk perkuliahan saya. Kalau diingat-ingat, semester ini endingnya lebih berat daripada semester 1. Selama bulan April sampai dengan pertengahan Mei, setiap minggu selalu ada tugas paper minimal dua dan sebagian diperparah dengan presentasi. Perjuangan tidak berhenti sampai dengan tugas itu saja, tetapi take home UAS juga tidak kalah berdarah-darahnya *lebay*. Lalu bagaimana dengan pekerjaan? Tidak kalah banyaknya!

Di pekan UAS, saya kebagian dinas ke Palembang. Posisi saat itu adalah 2 tugas UAS untuk 2 mata kuliah sudah selesai, dan masih ada 2 lagi yang belum. Di semester 2 ini saya mengambil 4 mata kuliah. Alhasil, setelah pulang kerja selama di Palembang, saya berkutat dengan berbagai macam literatur hingga tidur pun dalam posisi duduk di depan meja. Saat itu, saya hanya tidur 2 – 3 jam saja demi menyelesaikan UAS. All hard work paid off! Tanggal 28 Juni 2013 kemarin saya sudah menerima pengumuman IP semester 2, dan alhamdulillah ada peningkatan dari semester sebelumnya \(^o^)/.

Sejak akhir tahun kemarin, saya mulai mengurangi secara drastis jumlah daging merah yang saya konsumsi. Tentu saja mengenai hal ini banyak yang menanyakan alasannya. Selain alasan kesehatan, kalau dipikir-pikir, hal itu juga untuk membatasi jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh yang belum tentu disembelih dengan menyebut nama Allah. Yah semoga istiqomah, meskipun saya tidak memaksakan diri dan tidak menutup peluang kalau ke depannya ada wacana lain :).

Terakhir, saya lagi terobsesi dengan lari. Di hari kerja, sebisanya ke fitness center yang ada di kantor untuk lari di treadmill setidaknya untuk 2 mil. Kalau weekend, larinya di kampus UI. Pagi ini saya membuat rekor baru untuk waktu yang ditempuh menyelesaikan lari 2 mil yakni 23 menit. It feels good to break your own record! ;).

Selain cerita di atas, Allah masih menambah hadiahNya yang melengkapi liburan semester ini: minggu depan saya akan bertugas ke Makassar. This will be my 1st time to go there and I don’t have to pay the ticket because my office will pay for the expensive ticket :D.

And, what are your stories?

Knowing Myself: Maybe Right, Maybe Not

After long time didn’t leave any footprint here, in the middle of my effort to finish my paper for final exam this semester, I found this. Maybe after you passed many hard times, felt up and down about life, and ended up with plain feeling, you need to take a break and know yourself. And maybe, this is the time.

Your view on yourself:

You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You like serious, smart and determined people. You don’t judge a book by its cover, so good-looking people aren’t necessarily your style. This makes you an attractive person in many people’s eyes.

Your readiness to commit to a relationship:

You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.

The seriousness of your love:

You are very serious about relationships and aren’t interested in wasting time with people you don’t really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.

Your views on education

You may not like to study but you have many practical ideas. You listen to your own instincts and tend to follow your heart, so you will probably end up with an unusual job.

The right job for you:

You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

How do you view success:

You are afraid of failure and scared to have a go at the career you would like to have in case you don’t succeed. Don’t give up when you haven’t yet even started! Be courageous.

What are you most afraid of:

You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

Wanna try?

Some Notes from 2012

After re-read my posting from 2012, I’d like to remind myself with few notes about things I believe in, have passed, and maybe can be reminder how to face the life through the good and not-so-good times.

  1. Life is a choice. Remembering what we want to be, for me, is the best way to make us realize that we still have unfinished business to be done.
  2. Be thankful for the rushes you get in office. Because of it, you won’t be busy to think what will you do there.
  3. Be professional: make a clear line between personal and professional matters.
  4. Buy your difficulties by giving.
  5. Don’t hold your anger because it can burn your heart inside.
  6. If you can’t be an oasis in the desert, then don’t be quicksand.
  7. Visiting the past doesn’t mean you can’t deal with the present. But by learning histories, you can walk better in the future.
  8. When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it. – Paulo Coelho
  9. No matter how great and successful you are nowadays, you can’t make it without kindness of your parents because gave you a proper education and living.
  10. Live as well as you want to be remembered when you die.
  11. Sometimes the right path is not always the easiest one.
  12. Go confidently in the direction of your dreams. Live the life you’ve imagined. – Thoreau
  13. Chances favor the prepared mind. – Louis Pasteur
  14. We can be something or nothing, it depends on our decision. If you think you are nothing for your family, your society, your company, your country, then you are right.

And here for the addition notes to make us richer :).

1520931

I am thankful to you guys who spent your time here and read my mumbles. Have a good life afterwards ..

The pic taken from here.

Berangkat Pagi, Hemat Energi!

Tahukah kamu kalau Indonesia akhirnya memutuskan keluar dari OPEC (Organization of The Petroleum Exporting Countries) pada tahun 2008, setelah bergabung sejak 1962, karena resmi menjadi net importer minyak? Berdasarkan data dari BPPT dalam Outlook Energi Indonesia 2011, proyeksi laju produksi minyak mentah Indonesia menurun rata-rata sebesar 6.6% per tahun dari 346 juta barel pada tahun 2009 menjadi 265 juta barel pada 2014, sementara pertumbuhan tahunan rata-rata atas permintaan BBM menurut Indonesia Energy Outlook 2010 adalah 5.4%. Dengan data-data tersebut, diperkirakan pada tahun 2027, Indonesia menjadi net energy importer dikarenakan pesatnya kenaikan permintaan energi.

Peningkatan permintaan atas energi adalah dampak dari pertumbuhan dan mobilitas penduduk, serta industri yang menjadi bagian dari fenomena negara berkembang. Penduduk yang mengalami kenaikan taraf hidup akan melakukan konsumsi energi yang lebih besar daripada sebelumnya, dikarenakan telah memiliki kemampuan untuk membeli alat transportasi ataupun elektronik yang tadinya tidak terbeli. Mobil, motor, tv, komputer, ac, kompor, hp adalah sebagian contoh dari barang sehari-hari yang ada di sekeliling kita dan memerlukan energi.

Bisa membayangkan bagaimana jika negara kita mengalami krisis energi?

BBM yang langka bisa memicu konflik (seperti yang sering kita lihat di berita-berita ketika terjadi kelangkaan BBM di beberapa daerah maka akan terjadi antrian panjang yang tak jarang berujung pada aksi demo), kereta yang tidak terpenuhi energi listriknya tidak dapat beroperasi, rumah dan kantor-kantor akan gelap dan tidak bisa beraktivitas karena ketiadaan listrik, tidak dapat memasak kecuali menggunakan kayu bakar, tidak ada lampu di malam hari, hp yang lowbat tidak dapat di recharge, jalur komunikasi terputus dan segala keadaan tadi akan menimbulkan kerusuhan yang membahayakan stabilitas negara serta kelangsungan hidup kita sendiri. Seringkali kita menganggap remeh atas apa yang mudah kita temukan sehari-hari, padahal hal tersebut sangat krusial dan kita akan “lumpuh” tanpa kehadirannya: energi.

Nah, sebenarnya kita sangat bisa turut berpartisipasi untuk menghambat laju konsumsi energi. Ingat: every small act counts dan semuanya berawal dari diri sendiri! Para pengguna kereta atau lebih sering disebut roker (rombongan kereta), saya termasuk di dalamnya, dan pengguna sarana transportasi publik adalah mereka yang turut serta melakukan penghematan konsumsi BBM. Diperkirakan dalam sehari Commuter Line (CL) mengangkut 400.000 penumpang. Bagaimana jika penumpang CL ini memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi? Selain macet, maka polusi dan konsumsi BBM juga pasti meningkat drastis!

Tidak bisa dipungkiri jika sarana transportasi publik di Indonesia masih perlu melakukan banyak perbaikan. Namun demikian, bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak andil dalam menghemat energi. “Kalau naik kereta pasti desak-desakan”, pasti sering kan mendengar komentar seperti itu? Dengan berangkat lebih pagi sebenarnya dapat dikatakan “sekali dayung dua pulau terlampaui”, semakin pagi kita meninggalkan kamar/rumah, maka konsumsi energi di rumah juga menurun karena kita mematikan lampu dan alat elektronik lainnya lebih awal. Selain itu, kereta dan transportasi publik lainnya juga pasti lebih lengang jika kita berangkat lebih pagi :).

Kalau kata Mahatma Gandhi sih

Be the change you want to see in the world”.

Mari menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Kurangi konsumsi energi, kurangi beban negara!

*Gambar diambil dari kenney-mencher.blogspot.com

September 2012 dan Kehidupan Baru

Ternyata saya sudah melewatkan beberapa bulan tanpa meninggalkan jejak cerita di sini 😀 #lebay. Sebenarnya postingan itu berguna bagi saya ketika menoleh ke belakang, melihat lagi apa saja hal yang pernah saya lakukan pada bulan dan tahun tertentu. Footprints gitu ceritanya :).

Awal bulan September tahun 2012 ini menjadi milestone yang penting bagi saya: meninggalkan comfort zone. Rutinitas yang tadinya berangkat mandi setengah enam pagi (atau lebih), ke kantor dekat, pulang kerja bisa seenaknya saja mau ngapain, weekend bisa main dengan teman-teman dan masih banyak lagi privilege dengan after office hours yang saya miliki.

Pindah ke Depok dan kuliah (seperti yang saya ceritakan di sini) berarti harus mengubah pola hidup, jauh berbeda dari sebelumnya. Saya mulai membiasakan diri untuk bangun setidak-tidaknya jam empat pagi (bisa jadi ke depannya lebih pagi lagi untuk mengerjakan tugas). Kemudian keluar dari kosan jam enam kurang untuk menuju ke stasiun. Seringanya sih bukan jalan ke stasiun, tapi jalan cepat setengah lari karna takut ketinggalan kereta :p.

Masalah belum selesai sampai di situ. Kalau menggunakan kereta Bogor – Stasiun Kota, sering kali jadi jantungan, deg-degan antara bisa masuk kereta apa enggak. Selama setelah lebaran, kereta makin sesak dan pintu CL (Commuter Line) semakin banyak yang tidak tertutup saking penuhnya. Akhirnya hal ini disiasati dengan naik kereta yang datang sebelumnya dengan tujuan Tanah Abang, turun di Tebet. Nah kalau sudah sampai Tebet bisa dibilang kereta Bogor – Stasiun Kota lebih longgar karena banyak yang turun di Cawang dan Tebet. Bisa keangkut kereta aja udah syukur, jadi kalau sampai bisa duduk itu adalah keajaiban :D.

Pulang kerja kembali berlari-lari supaya bisa ikut kereta jam setengah lima sore. Kebijakan PT KAI yang tidak menghentikan CL di stasiun Gambir sangat memberatkan. Padahal kalo berenti di Gambir, tinggal nyeberang aja udah sampai di kantor :(. Ga heran kalau berat badan saya yang tadinya di kisaran 52-54 Kg, belakangan ini stabil di angka 49 Kg.Baca selebihnya »

Kenapa (HI)?

Bulan lalu, saya memposting cerita tentang hadiah ulang tahun yang saya berikan untuk …diri saya sendiri :D. Tanggal 20 Mei 2012  datanglah pengumuman yang ditunggu-tunggu. I got the chance untuk kembali ke bangku perkulihan. Senang? Tentu! Daftar ulang juga sudah selesai dilaksanakan tanggal 14 Juni 2012 kemarin.

Selanjutnya, banyak komentar dan pertanyaan yang muncul dari orang-orang yang saya temui dan mengetahui keputusan saya untuk melanjutkan kuliah sebagaimana yang akan saya tuliskan berikut.

Kenapa kuliah lagi? Toh dari perusahaan tidak ada penyetaraan kenaikan golongan upah setelah lulus S2.

Tujuan saya kuliah lagi memang bukan untuk hal itu. Jadi ada atau tidaknya kenaikan tersebut, saya tetap akan melanjutkan pendidikan. Mungkin sebelumnya pernah saya tuliskan bahwa di perusahaan tempat saya bekerja saat ini, ada ikatan dinas 4 tahun yang harus saya penuhi. Saya juga ingin mengisi waktu 4 tahun itu dengan baik.

Biaya kuliahnya mahal..

Sudah menjadi kesepakatan bersama (rasanya) kalau biaya pendidikan akan semakin mahal setiap tahunnya. Apakah di Indonesia pendidikan dikategorikan sebagai investasi selayaknya rumah dan tanah? Harganya akan terus meningkat dan tidak pernah turun :p. Maka semakin ditunda, akan semakin besar juga gap biaya yang harus dipenuhi di tahun berikutnya. Intinya, semakin ditunda semakin menyesakkan kantong :D.Baca selebihnya »

Karena Hidup adalah Tentang Apa yang Kita Putuskan

Ada yang bilang kalau hidup adalah pilihan, menurut saya hidup adalah keputusan. Entah itu keputusan kecil (yang sekedar mau makan siang atau hadir di suatu acara) atau keputusan besar, semua yang diputuskan akan membawa kepada alur takdir yang berbeda. Semakin bertambah usia, semakin banyak pula keputusan yang perlu dibuat, yang sulit ataupun yang mudah.

Bulan lalu, saya memberi kado sebagai hadiah ulang tahun kepada…..diri saya sendiri *kok melas gitu kalo dibaca* berupa “tiket masuk” ke sebuah universitas untuk melanjutkan pendidikan (bisa dibaca di sini). Hasil tesnya diumumkan pada tanggal 20 Mei 2012 kemarin, ketika saya sedang di Belitung. Saat itu teman sekamar saya @magicaelly dan @LuluMaeez di tengah malam buta membuat keributan di kamar karena mereka mau menonton final Liga Champion. Saya kemudian ikut terbangun, bukan untuk menonton final tetapi untuk melihat pengumuman. Deg-degan. Diterima ataupun tidak, saya tetap deg-degan karena ada konsekuensinya masing-masing. Alhamdulillah saya diterima ^^.

Baca selebihnya »

Karena Pendidikan Adalah Hal Yang Istimewa (2)

Melanjutkan cerita sebelumnya. Sebenarnya, ada rasa enggan untuk menuliskan cerita demi cerita Karena Pendidikan Adalah Hal Yang Istimewa ini. Saya enggan untuk membuka kembali ingatan saya akan masa-masa itu. Tapi saya tidak ingin lupa akan apa yang telah dilakukan oleh orang tua saya, apa yang telah berhasil kami lewati bersama. Mungkin suatu saat anak-anak atau keponakan saya akan membaca halaman ini dan lebih mengenal kakek neneknya, belajar memaknai sebuah perjuangan dan mensyukuri apa yang mereka dapatkan.

Setelah saya menerima ijazah SD, dan secara resmi menyelesaikan pendidikan dasar saya di Singkawang (SDN 18 Pasiran, Singkawang), saya dan keluarga kembali ke kampung halaman, ke sebuah desa kecil yang terletak di bawah keagungan Gunung Kelud yang masyur itu. Terlalu sedihkah atau terlalu hilang harapan bahwa kami nantinya masih memiliki kesempatan untuk bertemu lagi, yang membuat saya urung menyampaikan kata perpisahan kepada teman-teman saat itu, saya pun sudah lupa.

Ketika kembali ke Jawa, kakak kedua saya masuk ke SMA bersamaan dengan saya yang masuk SMP, sementara kakak pertama saya naik ke kelas 2 SMA. Bapak dan ibu memutuskan untuk menggunakan uang yang selama ini mereka kumpulkan untuk biaya sekolah kami, anak-anaknya, dan modal usaha bapak. Rumah yang sudah tua, yang dibeli mereka sejak saya belum lahir, diabaikan keperluan renovasinya.

Ketika hujan deras, tak jarang ibu sibuk mencari baskom atau apapun yang bisa menampung air hujan yang masuk dari celah-celah genteng rumah. Jangankan air hujan yang masuk melalui genteng, rumah kebanjiran karena tanahnya yang lebih rendah dari jalan raya di depan rumah juga pernah saya alami. Sehingga ketika tetangga tidur lelap karena udara dingin hujan di malam buta, saya dan ibu (karena hanya kami berdua saja yang di rumah saat itu) harus terbangun dan membereskan banyak hal. Ternyata keluarga yang menyewa rumah kami selama kami tinggalkan, tidak merawatnya dengan baik.Baca selebihnya »

Pintu

Mungkin pada jalan-jalan sepi, yang acap kali menemani, adalah jalan yang saya pilih. Jalan yang menjanjikan kebebasan tanpa pesan basa-basi, yang seharusnya tidak perlu disisakan padanya tempat istimewa di kepala, apalagi di hati. Tidak sama sekali.

Tidak, saya tidak membenci mereka yang telah memilih pintu ini untuk diketuk dan didatangi. Tetapi bukankah saya juga memiliki hak untuk memilih? Berlari menggapai atau sekedar mengabaikannya.

Mungkin, saya memerlukan ketukan dari mereka yang telah selesai dengan dirinya. Mereka yang menyadari bahwa hidup kami bukan hanya saya dan dia, bukan hanya rumah, mobil dan segala sisanya.

Jadi, tunggu apa lagi? Jangan membuang waktumu di sini!

Karena Pendidikan Adalah Hal Yang Istimewa (1)

Saya ingin bercerita tentang masa kecil dan masa-masa saya memperjuangkan keinginan untuk mendapatkan pendidikan. Maybe I am nothing, but I hope my writing can bring something..

Ketika dipikir ulang, sepertinya saya sudah terbiasa dengan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang saya inginkan. Ketika kecil, saya ikut bersama kedua orang tua saya untuk tinggal di manapun bapak ditugaskan. Bapak adalah seorang karyawan swasta yang menguasai alat-alat lapangan, gampangnya katakanlah bapak seorang teknisi atau operator.

Bapak hanya lulusan STM. Tapi yang saya salutkan dari beliau adalah semasa mudanya bapak sudah pernah merantau sampai ke jazirah Arab dan memiliki anak buah WNA yang juga merantau di sana. Foto-foto bapak semasa muda, berdiri di depan pesawat, mobil dengan plat negara-negara Arab, di dalam kapal atau sekedar hang out bersama teman-temannya masih tersimpan rapi di rumah. Hal ini sebagai bukti masa-masa “kejayaan”nya. Kalung emas yang bapak beli dulu sampai sekarang juga masih saya pakai. Ketika kami kesulitan uang, Ibu pun enggan untuk menjualnya, “sayang, untuk kenang-kenangan” katanya.

Setelah menikah, ibu tidak berkenan jika bapak merantau jauh ke luar negeri. Alasannya? Ibu seorang wanita, dan saya juga. Mungkin saya tidak perlu menanyakannya :). Meskipun janji akan limpahan materi ada di depan mata saat itu, tapi orang tua saya memilih pilihan lain, yakni tetap bekerja di Indonesia. Seingat saya, dan dari beberapa cerita yang pernah ibu sampaikan, sejak saya lahir kami sudah berpindah-pindah mulai dari Cilacap, Pangkal Pinang, Bangka, hingga ke Monterado.Baca selebihnya »