Pintu

Mungkin pada jalan-jalan sepi, yang acap kali menemani, adalah jalan yang saya pilih. Jalan yang menjanjikan kebebasan tanpa pesan basa-basi, yang seharusnya tidak perlu disisakan padanya tempat istimewa di kepala, apalagi di hati. Tidak sama sekali.

Tidak, saya tidak membenci mereka yang telah memilih pintu ini untuk diketuk dan didatangi. Tetapi bukankah saya juga memiliki hak untuk memilih? Berlari menggapai atau sekedar mengabaikannya.

Mungkin, saya memerlukan ketukan dari mereka yang telah selesai dengan dirinya. Mereka yang menyadari bahwa hidup kami bukan hanya saya dan dia, bukan hanya rumah, mobil dan segala sisanya.

Jadi, tunggu apa lagi? Jangan membuang waktumu di sini!

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s