Taman Ilmu Setiabudi

Mulai dari bulan Desember 2010 kemarin, aku meminta ijin kepada temenku, yang merupakan salah satu founder Taman Ilmu Setiabudi, untuk mengisi waktu luangku di hari Minggu pagi dengan menemani adik-adik Taman Ilmu.

Taman Ilmu Setiabudi

Taman Ilmu Setiabudi adalah sebuah taman bermain bagi adik-adik (TK s.d SMP) sekitaran wilayah Setiabudi dan Karet, Jakarta semenjak 5 Desember 2009. Adik-adik disini merupakan generasi-genarsi bangsa yang berasal dari keluarga sederhana (banyak yang kurang mampu) sekitaran setiabudi dan karet yang mempunyai semangat untuk belajar yang sangat tinggi walaupun dihari saat mereka seharusnya istirahat setelah seminggu full bersekolah. Tapi miris rasanya terkadang mendengar ada adik-adik yang tidak bisa ikut bermain (belajar) di Taman Ilmu karena harus membantu orang tuanya di pasar ataupun mencuci baju para penghuni kosan yang banyak tinggal diarea tersebut.

Di tempat inilah kami bermain sembari belajar.

Class                         :  Setiap Minggu, 10.00 – 11.30
Materi                     :  English (Menu Utama)
Materi Tambahan :
(1). Pengembangan Diri (Sikap-sikap Juara : Leadership, Teamwork, Creative, dll)
(2). Pembembangan Bakat (Painting Class, Singing Class, dll)
(3). Games-Games (Leadership, dll)
(4). Pengetahuan lain yang positif (Kesehatan, Teknologi, dll)

Tak lupa pula, disinilah kami bersama-sama mengukir Mimpi-mimpi kami dan mulai mengejarnya…

Taman Ilmu Setia Budi

Alamat :
TAMAN ILMU SETIABUDI
PAUD Melati, Samping Polsek Setiabudi
Setiabudi, Jakarta

Aku salut pada temenku ini, Johan, dan salah satu founder lainnya yakni Mbak Dwi. Mereka terus maju untuk mewujudkan keinginan mereka untuk mendirikan Taman Ilmu meski terbentur dengan banyak keterbatasan. Segala pembiayaan operasional dikeluarkan dari kantong pribadi para founder dan volunteernya. Beberapa sumbangan juga pernah diterima, misalnya berupa kamus dan meja lipat.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sampai sekarang Taman Ilmu belum memiliki bangunan sendiri, masih menumpang di PAUD Melati milik warga setempat. Ruangannya sangat sederhana, ada dua ruangan: untuk TK dan SD. Jika PAUD dipakai untuk acara warga, maka Johan akan memutar otaknya untuk menemukan tempat lain. Intinya: agar kelas tidak libur dan adik-adik tidak kecewa. Kali kedua aku ke Taman Ilmu, kami belajar di taman bermain sempit di dekat PAUD. Sampai saat ini Taman Ilmu berusia 1 taun 1 bulan.

Kadang ketika aku cape’ dan enggan berangkat, membayangkan semangat adik-adik di sana bisa membuat rasa malasku hilang seketika. Ketika kami datang, maka mereka akan berebutan menyambut dan manciumi tangan kami. Hal ini menghangatkan hatiku :).

Jo selalu membawa permen, biasanya banyak permen sisa dari kegiatan classroom kami di PLC, untuk dibagikan ke adik-adik jika mereka bisa menjawab pertanyaan yang kami berikan. Kadang setelah sampai di Blok M, kami mampir dulu beli snack seadanya di Ramayana, untuk dijadikan oleh-oleh. Melihat wajah mereka yang gembira, terbayar lunas semua lelah kami :).

Minggu besok akan diadakan tes untuk memetakan kemampuan adik-adik, yang selama ini untuk yang SD masih dijadikan satu. Kami juga sedang memikirkan cara untuk mendapatkan papan tulis yang konon kata Jo harganya berkisar 600ribu rupiah-an. Semoga berhasil ^^.

Di sini aku juga belajar banyak hal, ya setidaknya latihan sabar kalo nanti aku sudah punya anak sendiri :D. Aku dulu berfikir mungkin aku tidak akan cukup sabar dalam menghadapi anak-anak, ternyata aku salah *sumringah*. Yap pada akhirnya semoga aku, teman-teman, adik-adik, dan Taman Ilmu akan selalu bergerak maju dan menjadi lebih baik.

Jika ada yang ingin bergabung, kami menyambut dengan tangan terbuka :).

Iklan

Baterai Modem Sierra Wireless AT&T 881

Pembaca yang budiman, beberapa hari yang lalu pas aku lagi ngenet sampai malam (ngerjain tugas kalo ga salah), tiba-tiba terdengar suara seperti ada sesuatu yang meletek (seperti telur pecah) di dekatku. Aku celingukan, nyari sumber bunyi misterius itu.

Tolah-toleh, nengok ke bawah kasur, kok nihil hasilnya. Trus aku pandang modemku, ternyata..oh ternyata..baterainya udah gembung sekali. Masuk angin sepertinya. Aku coba menekan tutup baterainya, tapi pas dicolokin tetep ga mau nyala si lampu indikatornya, yang artinya modemnya ga kedetek.

Tak kurang akal, aku mencari karet gelang beberapa buah, aku tekan dan aku karetin modemnya. Voila! Bisa nyala :D. Aku yang sempet panik, udah bisa sumringah. Oooh, apa jadinya aku tanpa internet *lebay* hihihi.

Aku putuskan untuk meminta bantuan google soal baterai ini. Dan aku menemukan itemnya di Jaknot dan yang paling membahagiakan adalah harganya yang sangat terjangkau, Rp 32.000,- ^_____^. Allah tau aja aku lagi bokek :D.

Pembayaran aku transfer via e-banking pada hari Minggu nyaris tengah malam. Sore ini barangnya sudah sampai. Makanya aku udah bisa posting-posting dengan gembira hihih.

Garis Tangan

Sebenarnya seberapa besar sih pengaruh garis tangan pada kehidupan seseorang? Sering banget aku dengar “itu udah bagian dari garis tangannya” dan sejenisnya, yang sepertinya mengindikasikan kalau segala macam nasib sudah di gariskan di telapak tangan.

Yang aku yakini hanyalah:

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya, QS. Ar-Ra’du (13):11

Jadi critanya siang tadi ketika aku dan seorang teman sekelompok yang sedang dilanda kebosanan, Platto namanya (jadi jangan heran kalo dia suka berfilsafat :p), mengobrol dan tiba-tiba dia memintaku untuk menunjukkan telapak tangan kananku padanya. Dengan gayanya yang sok serius dan meyakinkan, dia membenarkan posisi kacamatanya dan memandang garis yang terukir manis dan tegas di telapak tanganku.

aku: liat apaan si? kek bisa aja 😆

dia: ini safitri, garis yang atas ini menunjukkan garis percintaan.. *sambil tetep berusaha menafsirkan*

aku: trus-trus … *keliatan banget kalo bersemangat :lol:*

dia: kamu itu orangnya setia, pasanganmu juga *woh ya harus, awas aja kalo brani macem-macem*.

aku: *sumringah* jiakakakka, yaeyalah.. *mulai jumawa*

dia: tapi kalian agak ntar nikahnya *nahan mau nyiram aer*, yah umur 27 an lah..

aku: lagian masih ada kontrak sampe akhir taun ini :p. Trus apa lagi? *lumayan juga beginian buat ngilangin ngantuk*

dia: kamu itu banyak ya keinginannya yang tercapai?

aku: *senyum selebar sumur* he eh.. alhamdulillah.

dia: umurnya baik, jodoh baik, dari keluarga baik-baik. Kamu juga cerdas *ah, kapan-kapan aku traktir deh dia :lol:, yg masalah cerdas I’m clueless :lol:*

aku: amiiiiiiiiiinnnn…. trus nemuin masnya di mana?

dia: safitri, mana ada peramal yang ngasih tau hal detail begituan. Garis tangan kan cuma ngasih klu aja..

aku: iya deh gapapa 😀

Denger segitu aja aku udah seneng: keinginan tercapai, jodoh baik, umur baik, dibilang cerdas pula *ngakak aku*. Tanpa harus percaya, anggaplah temenku ini sedang mendoakanku, jadi dengan senang hati dan tanpa cela, aku mengamininya :D.

Let’s prove it ^^.