Umur

Saya hanya ingin menuliskan fenomena yang selama ini saya amati. Ya mungkin things have changed dan hal ini merupakan salah satu respon bagi mereka yang ada di dalamnya *duh kok berat bahasanya*.

Jadi gini, saya merasa kalo saya sedang berada di lingkungan yang mempermasalahkan umur. Menurut saya sih ya (mengingat Indonesia (konon kabarnya) adalah negara demokratis, boleh dong saya punya pendapat), we can’t stop adding ages karena itu merupakan proses alamiah, we are human.

Nah yang membuat saya bingung adalah mengapa umur menjadi masalah ketika orang belum menikah? Mungkin emang culture, I accept it. But when I find younger people make jokes to the older one, yang saya pikirkan adalah belum tentu lo yang lebih muda bisa merasakan dan melewati umur yang sama dengan yang lebih tua :p. You can make jokes about someone’s age, but there’s no guarantee you’ll pass her/him current age. 

Dan yang lebih tua, is it that hard to accept your actual age? Menurut saya yang sebenarnya menjadi masalah adalah your achievement or what you have done not only for your self but also for your surroundings.

I am 26 yo and still being a single. So? 😉

Trouble is… A Gift

Nowadays, blogging time is such a precious time for me. I can’t tell how I miss to make a fiction story, or bring something here out of my brain. I miss to write until late at night, only to satisfy myself. Maybe this is my another random post because I have things on my mind.

I was a pessimist person, first I was in trouble I would cry and complain. I thought much, and I needed someone to be right beside me and said “everything will be okay, no matter what I’ll be here”. I bothered people around me, and I wasn’t a nice person, I wasn’t tough and I didn’t have a strong woman material. Until someday I realized, I couldn’t be the same person. I start doing things that I might not do in the past.

Baca selebihnya »

Bring The Words, Get The Blessing

Ya udahlah pakai bahasa ibu saja menulisnya, walaupun judulnya pakai bahasa mertua *ngarep to the MAX* *namanya juga usaha* :p.

Karena ini masih awal Ramadhan, dan pastinya semangat untuk mengisi Ramadhan dengan hal-hal baik masih hangat seperti baru dikeluarkan dari oven, saya jadi berfikir mengenai beberapa hal yang mungkin sederhana tapi bisa digunakan sebagai sedikit dari sedemikian banyak cara untuk meraih berkah Ramadhan di samping ibadah wajib.

Saya teringat pembicaraan dengan Rizka sebelum dia berangkat umroh beberapa bulan lalu tentang titipan doa saya dan teman-teman. Intinya sih doa akan lebih ijabah kalau kita ikhlas mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Apapun yang dasarnya ikhlas, pasti jatuhnya akan lebih baik bukan? Nah, tanpa harus diminta kita bisa mulai mendoakan orang-orang di sekitar kita; keluarga, teman, rekan kerja dll. Bisa doa secara spesifik kalau kita tahu apa yang mereka inginkan, atau secara global dengan meminta ke Allah untuk mengabulkan doa mereka.

Kalau ada keinginan-keinginan kita yang diijabah Allah, jangan keburu girang dan besar kepala dulu. Mungkin saja itu bukan hasil dari doa kita, mungkin saja doa kita masih nyangkut dan belum sampai di langit karena perbuatan yang kita kerjakan, tapi keinginan yang jadi nyata tadi adalah hasil dari doa orang lain yang lebih di dengar Allah :). Sebenarnya dengan mendoakan orang lain, kita belajar untuk turut senang dengan kebahagiaan yang mereka miliki, selain berpahala tentunya.

Selain mendoakan orang lain, pasti sudah pada tahu keutamaan menyayangi anak yatim dan bersedekah bukan? Kalau belum, google siap membantu hehe. Nah bagaimana kalau dikombinasikan keduanya? Saya yakin teman-teman pasti banyak yang ingin bersedekah, hanya sering bingung mau disumbangkan ke mana. Di depan kos saya ada Panti Asuhan Nusantara yang mengasuh anak yatim. Bagi yang ingin bersedekah, di website nya tercantum nomor rekening dari panti tsb.

Hal simple lain yang bisa dilakukan adalah stop complaining, errr.. atau kurangilah mengeluh. Saya merasa sangat terganggu apabila mendengar orang mengeluh. Jangankan mengeluh secara terang-terangan, menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan borongan juga menimbulkan efek negatif secara psikologis pada orang di sekitarnya, IMHO. Ketika saya sudah tidak bisa menahan diri ingin mengeluh, sementara saya tidak sedang sendirian, saya kadang meminta maaf dan memberi tahu terlebih dahulu “maaf ya aku mau ngeluh sebentar”. Hal negatif itu cepat menular, jadi lebih baik kita tidak menjadi sumber virusnya.

The beauty of a view depends on the position where we stand.

Di hal-hal yang kurang menyenangkan sekalipun, ketika kita memilih untuk mempercayai there are messages behind them or lesson learned maka yang tadinya musibah malah akan menjadi berkah. Tuhan adalah seperti apa yang dipikirkan hambaNya, jadi berbaiksangkalah pada rencana-rencanaNya :).

Maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan kasihNya kepada kita.

Mungkin badan saya sedang panas sehingga saya menulis postingan spt ini.

Welcoming Ramadhan 1432 H

Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan all, semoga kita bisa memanfaatkan Ramadhan ini semaksimal mungkin. Iya saya tau, udah rada telat sih tapi kan masih awal Ramadhan juga :p *ngeyel*.

Tahun ini adalah Ramadhan pertama saya di Jakarta setelah tiga Ramadhan sebelumnya saya habiskan di Cikarang. Banyak yang berbeda memang: tempat kerja, teman, lingkungan, suasana dsb. Mana yang lebih enak? Semua ada tempatnya masing-masing :). Somehow I wonder, what would happen if I didn’t take the chance to move here. Oh iya, keluarga kami juga kedatangan member baru, kenalkan faeyza keponakan yang paling saya cinta (belum ada tandingannya sih:p).

Pengen nggigit aja kalo liat dia

Ngomong-ngomong soal Ramadhan, tiga hari kemarin saya sholat tarawih di tiga tempat berbeda demi mendapatkan tempat yang GTP (Great Tarawih Place) *maksa*. Pertama, di masjid dekat kos: bacaan sholatnya oke, rakaat oke, cuma sayang banyak anak kecilnya yang bikin berisik. Hari kedua di Istiqlal, dengan pertimbangan selemparan batu dari kantor. Tapi ternyata kondisi aktualnya tidak seperti yang diharapkan. Hari ketiga, saya ke masjid yang agak jauhan. Sayang sekali, di sana lebih mirip SKJ daripada sholat jamaah. Dan hari ini saya kembali ke masjid pertama, subhanallah bacaan imamnya merduuuuu banget sampai berhasil membuat saya berkaca-kaca dan ibu di sebelah saya menangis.

Di sini selama bulan puasa saya bisa pulang mulai jam 15.30, jadi pekerjaan harus diselesaikan sebelumnya biar bisa buka puasa di kos. Macet? Jangan ditanya. Tapi so far sampai di Kuningan sekitar jam 5 sore, not too bad :).

Hal yang bikin puasa tidak terasa ketika di kantor adalah pekerjaan dan rekan kerja yang rada-rada kurang waras kocaknya minta ampun. Yang menyenangkan juga adalah setiap hari mulai jam 11.30 ada tausiah dari ustad yang berbeda-beda dan sholat dzuhur berjamaah. Hari ini yang datang adalah Ust. Ahmad al Habsyi (semoga saya tidak salah menulis namanya).

Tadi ustad bilang, malaikat Jibril berdoa yang diamini oleh orang yang paling dicintai Allah: nabi Muhammad SAW. Salah satu dari ketiga doa malaikat adalah agar Allah melaknat orang-orang yang membiarkan bulan Ramadhan terlewat begitu saja. Bisa dibayangkan ijabahnya doa ini. Semoga saya dan kalian semua tidak termasuk di dalamnya. Semoga hati kita dimudahkan untuk menerima tausiah-tausiah dan tuntunan pada kebaikan, karena di bulan ini Allah sedang mengobral besar-besaran pahalaNya. Semoga kita tidak termasuk orang yang memajukan shaf jamaah tarawih di masjid ketika menjelang lebaran. Semoga kita bersemangat dalam berlomba untuk mendapatkan berkah Ramadhan.

Semoga saya dan Anda bisa menyambut Idul Fitri dengan penuh suka cita atas apa yang kita kerjakan selama Ramadhan :). Amin.

See ya on the next post :*.

Di Buang Sayang

Saya senang mengambil gambar dengan menggunakan hp, entah sekedar untuk iseng atau kenang-kenangan untuk diposting dan disimpan. Karena (saya lupa sudah berapa lama) memory card di hp saya tidak bisa digunakan sebagai main storage untuk menyimpan hasil foto, jadilah saya sering kekurangan storage media. Harus dihapusin dulu, baru bisa mengambil gambar baru. Padahal saya ini orangnya malas sekali untuk beberapa hal seperti nge-charge hp dan memindahkan data dari hp ke laptop.

Ini adalah meja baru saya. Sayang motonya dari samping. Kalau saya menghadap lurus ke depan, akan terlihat wajah mas Said yg errr gedung bertingkat, pohon kelapa, pohon hijau lainnya, dan kereta api yang sedang lewat. Itu ada cuddlie, karena dia enak banget untuk diuyel-uyel. Bantal hijau yang ada di kursi itu saya beli di Ace. Lucu-lucu ya barangnya di sana *ke mana aja mbaaaak?*.

Selain bantal, di Ace Hardware saya juga menemukan pengharum ini. Enak deh baunya :).

Ini foto pas lagi donor darah yang ketiga kalinya. Entah kenapa, donor darah yang kali itu kok rasanya agak sakit ga seperti biasanya. Pas diliat-liat, ternyata kok gede juga ya jarumnya :D.

Kenalkan, ini Tahira :p, temen sebatch yang sesama anggota SAP Module. Dia duduknya di sebelah saya sejak pertama kali kami OJT dan sampai sekarang. He’s kind of person where you can ask for many things. Awesome! Karna itu kali ya, makanya rambutnya rontok :lol:. Kalo saya lagi bosen, biasanya dia yang saya kerjain, tapi dia lebih sering bikin saya ngomel :p *bukannya emang hobi ngomel ya?*.

Nah ini dia, salah satu yang dilakukan Tahira di bawah meja. Kok ya bisa-bisanya gunting kuku kaki di kantor ckckckck.

Ini adalah pemandangan sore hari yang selalu saya lihat, sebelum saya pindah di ruangan baru. Ga perlu jauh-jauh berburu sunset, ada di depan mata. Subhanallah :).

Nah ini dia coffee brulee (ah atau apa sih namanya) yang selalu saya pesen di Anomali Coffee, enak deh, coba yuk ;). Emang sayang sih awalnya mau diminum, la bentuknya bagus hehehe.

Ini neng rizka pas lagi banci-bancinya upload foto pake hp baru *dilempar iga*. Ini kami lagi makan di Pasfes, di Tekko ato apa gitulah namanya, ingatan saya ga gitu bagus :D.

Ini adalah makanan yang saya pesen dengan Mas Eriek sebelum dia berangkat menjadi TKI di Singapura :lol:. Kami dinner di Mi Item Plaza Indonesia. Pizzanya itu looooh enaaaak banget *ngiler lagi*.

Mungkin itu dulu yang dibuang sayang dari hp saya kali ini. Seneng akhirnya bisa posting lagi hihi. See yaa soon..

What Did You Do on Saturday?

At my previous working place, my manager asked about our activities on weekend often. Suddenly, in the middle of my idle time, I remembered about that again. I would have an easy answer for him if he asked me about this on next Monday :p.

I woke up late this morning. My body works on this automatically. On weekdays, I wake up before 5 am and this thing will not happen on weekend. Then, I put together my passion for bathing, but chose to have breakfast first. Took a bath, played angry birds, worked on my side job and those steps were repeated until evening :)).

This thing reminds me about my talk with my friend yesterday.

fitri : kerjaanku baru kelar 4 masih kurang 16 ebuset
rizka : sabtu minggu hmm besok target brp? :D
fitri : kelaaaaar
rizka : hihihi seharian brarti?
fitri : iya keknya hahaha suram
rizka : hooh
fitri : ini aja wes ketap ketip
rizka : pantesan kamu awet jomblo #digampar :lol:
fitri : :lol:
rizka : padahal lho bayangken daerah setia budi
fitri : jomblo karir
rizka : tempat banyak esmud keren2 :D
fitri : :lol:
fitri : tak nang anomali wes
rizka : disini mah buruh pabrik semua gada esmud :lol:

Have a nice weekend, all :). Holiday comes to those who wait :lol:.

Perubahan Jam Tidur

Semenjak akhir bulan kemarin, jam tidur saya jadi berubah, dan hal ini semakin ditegaskan lagi sejak minggu ini. Saya sebenarnya masih mencari pola hidup yang seimbang: main, kerja, istirahat, keja sampingan dan lain-lainnya.

Kerjaan sampingan saya kerjakan sepulang kerja, atau di sela-sela waktu istirahat jika memungkinkan (walau sering kali tidak memungkinkan sih:p), kegiatan menulis blog juga menurun drastis. Saya sering kali sudah membuka halaman “add new post” tapi kemudian menutupnya kembali. Nah sebenarnya masalah yang muncul yakni ketika saya menjadwalkan mengerjakan kerjaan sampingan itu sepulang kerja, setelah selesai mandi dan makan malam (saya biasanya sampai kosan itu magrib dan langsung mandi) pas badan sudah bersih dan kenyang, kok malah ngantuk ya >.<. Namanya juga ngantuk, mau diminumin kopi juga sepertinya ga ngefek ya..

Beberapa hari ini jadinya saya membuat strategi baru, setelah makan malam kalau bisa ya kerja kalau nggak ya tidur dulu, nanti tengah malam atau jam 2 an gitu baru bangun lagi. Dan sejauh ini sih it works. Jadi berasa kembali menjadi mahasiswa yang mengerjakan skripsi, melek pas orang tidur hehe.

Eh kok jadi membicarakan skripsi? Saya jadi ingat kalau harus mengerjakan KKW (baca: paper untuk kelulusan) dengan deadline 3 bulan dan lebih beberapa hari lagi. Mohon doanya untuk kelancaran semua kegiatan saya :D. Masa-masa sebelum mengerjakan sama sekali itu adalah masa-masa di mana perasaan saya sangat tertekan, dan sekarang sudah mendingan karena Bab I nya sudah kelar (masih bab 1 padahal, kok udah legaan ya?).

Itu saja sepertinya cerita saya kali ini. Mumpung pada istirahat, saya mendingan mengerjakan si sampingan yang deadlinenya besok minggu. Btw, ada yang punya saran yang bagus mengenai management waktu?

Miss you all ^^.

So Be Careful With What You Wish For

It has been nearly two weeks since my last post here. I think if this blog is really a house, it would be a house full of cobwebs. So, how’s thing going? Pretty well? Good then, I am happy to hear from you again ;). Lately I was being terribly busy with my jobs. It haunted me all day and night long, till I didn’t get proper time to sleep and got sick. But I am getting better right now.

To make it related with the title, I’d like to share my experiences about my words that were granted by God.

“So be careful what you wish for,cause you just might get it and not know what to do wit’ it. Cause it might just come back on you ten-fold” eminem.

Sometimes me and my closest friends are making jokes by talking about people who stole our attentions and we called them “our living caffeine”. We don’t mean anything but adoring some parts of them that are used in a good way, such as their brilliant brain and inner beauty.

In short, I ever said “What if God gives me 24 hours to be spent with the person?”, without thinking much. And voila, I had to spend my time in a day, since morning till evening with the person but not in a “nice way”. Maybe another day, I will say in specific sentences how the togetherness should be spent #gakapok.

I also ever asked about a side job, so I can fill my time productively. And it happened, I got my wish until I couldn’t handle it and got sick. So, I said to my client that I can’t take the next job which has tight schedule because I was not in a possible way to continue the work.

I’ve warned you, be careful then ;).Baca selebihnya »

How To Assign Release Strategy

Yesterday I got an order to maintain release strategy for training occasion for MM Module. When the user wanted to do release PR, the release strategy tab didn’t appear. Release PR just can be accessed by the authorities. This case came from my experience, so if you find the same problem I don’t know if it will work or not.

So, here are the steps:

  1. Use tcode CL24N that used to Assign Objects/Classes to Class.
  2. Fill the class. Caused by the problem appeared on release strategy for PR, so I used CEBAN (Purchase Requisition Release Strategy) table (additional info) and fill class type with 032 (release strategy).
  3. Click on “only new assignments” and select “Release Strategy” when pop up window appears.
  4. Fill the Release Group and Release Strategy columns and press enter.
  5. Tab “Value for current class” will appear and we have to fill the value of each characteristic description that listed.
  6. Save it.
To check if steps above work or not, create PR and try to release it. To create PR we can use tcode ME51N and to release it use tcode ME54N. For user that don’t get used to SAP, small step will make them confused. If Release Strategy tab appears but the release indicator doesn’t  , maybe you forget to change from “display mode” to “change mode”. You can click on  button.

That’s all from me. Hope I can learn more.