Penipuan Bermotif Utang

Sebenarnya kejadian ini sudah terjadi beberapa minggu lalu. Namun dikarenakan saat itu saya sedang sibuk dengan UAS, jadi baru sekarang ada waktu buat nulis.

Sore itu saya pulang dari perpustakaan kampus UI, sekitar jam empat. Suasana kampus memang agak sepi karena weekend. Saya jalan sendiri menuju ke arah stasiun UI untuk kembali ke kosan. Di tengah jalan, tepatnya di depan kampus Fakultas Hukum, saya dicegat oleh seorang wanita usia sekitar empat puluhan yang menggunakan jilbab. Enggak tau kenapa, kalau dicegat orang di Jakarta dan sekitarnya pasti bawaannya suudzon. My bad but for reasons.Baca selebihnya »

New Friends New Activities!

When was the last time you did something for the first time?

It’s definitely an important question for coloring our days. New communities, new activities are important to give us new experiences, environment, friends and knowledge for sure. And if you’re lucky, it will lead you to your passion ๐Ÿ™‚

Me? I have at least two new communities. One of it you can read on my previous posting. Yes, Pertamina Runners. As you know from its name, it’s a community in my office to collect those who love to run. We train together, and attended some running races in Indonesia or abroad. Here we can support and enrich our information about things related with running activity such running apparels, injured treatment, race schedule, etc.

Pertamina Runners finisher 10K
Pertamina Runners finisher 10K

Another community is Pertamina Toastmaster. Even though until this far I never found our meeting were attended by more than fifteen members, but the environment was always exuberant. The senior members never judge when other make mistakes either in grammar or pronunciation. They are really supportive and wise. And I really have fun here, because they are so funny and the stories they told were interesting. I love for being here ๐Ÿ™‚

Toastmasters-02

From that activities, I get countless new friends and experiences (and bit injured leg)! ^^. So, how’s yours?

Antara Pengalaman, Pelajaran dan Ketidaksadaran

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman saya yang cukup “tidak biasa” dalam waktu dua minggu di bulan Desember 2013 lalu. Sebagian kejadian bisa dikatakan bagian dari kebodohan. Mungkin saya terlalu membesar-besarkan kebodohan yang saya buat sendiri, namun bukankah menertawakan diri sendiri adalah hal yang paling lucu? Menurut saya sih begitu ;).

The Wise Lady in Singapore

Ketika kelaparan dan hendak mencari makan di Singapore, kami (saya dan dua teman lain) masuk ke sebuah resto yang ada di salah satu mall di sekitar Clarke Quay. Pas melihat menu, memang ada beberapa yang mengandung “pork”, tapi kami tetap berusaha untuk mencari menu yang tidak mengandung “pork”.

Kami memanggil waitress setelah menentukan menu yang kami pilih. Dengan ramahnya sang waitress menanyakan apakah kami memakan makanan halal, dan menjelaskan bahwa meskipun di daftar menu makanan tersebut tidak mengandung “pork”, namun bisa jadi dalam proses memasaknya menggunakan minyak atau bahan lain yang berasal dari babi.

1240866369095_f

Saya amazed, di negara liberal masih ada orang-orang yang turut menjaga “keyakinan” orang lain dan menomorsekiankan profit. Dan saya semakin yakin bahwa Allah akan menjaga hambaNya dengan berbagai cara dan berbagai media. Alhamdulillah.

Akhirnya kami makan malam di Burger King ๐Ÿ˜€Baca selebihnya »

Bagaimana Bekerja di Organisasi Internasional dari Kacamata Saya – Pengalaman 10 tahun bekerja di Sekertariat PBB di Jenewa

Just A Reminder ๐Ÿ™‚

avatar michellekristyCerita untuk Indonesia

Saya mengakui bahwa pengalaman masa kecil seseorang dapat memberikan sebuah ide yang kemudian memberikan arahan untuk masa depan. Saya besar di Hong Kong bersama keluarga saya. Sewaktu itu ayah saya bekerja sebagai wiraswasta di sana selama 11 tahun, ketika saya berusia 3 sampai 14 tahun. Pengalaman internasional di masa kecil ini yang kemudian membentuk jiwa yang selanjutnya membawa saya untuk dapat bekerja di lingkungan internasional. Ini membawa kenyamanan tersendiri bagi saya sehingga saya selalu bercita-cita untuk dapat bekerja di lingkungan internasional.

Untuk dapat merealisasikan apa yang saya inginkan tersebut, saya bekerja di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan kemudian mendapatkan penempatan pertama di Jenewa. Penempatan inilah yang kemudian memberikan saya kesempatan bekerja di Sekertariat PBB di Jenewa. Kini saya menjabat sebagai Kepala Implementation Support Unit Konvensi Pelarangan Penggunaan Senjata-senjata Konvensional Tertentu (CCW), United Nations Office for Disarmament Affairs, Geneva Branch.

Tepat pada tanggal 1 Juli 2002 saya mulai bekerja diโ€ฆ

Lihat pos aslinya 1.436 kata lagi

My Running Race(s)

Sambil menunggu boarding untuk kembali ke Jakarta (yang akan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Bandung), saya yang berkeinginan untuk rajin blogging lagi, kali ini ingin menuliskan tiga event lari yang sudah saya ikuti selama sebulan terkahir. Sejauh ini, saya sudah ikut tiga event. Berikut adalah ceritanya dan skalian sama foto-foto narsisnya ๐Ÿ˜€

LPS Run di BSD pada 10.11.13

Merupakan running race pertama yang saya ikuti dengan jarak tempuh 5K, pertama kalinya mendapatkan finisher medal juga. Medannya yang naik turun menjadi tantangan tersendiri. Masa ya baru aja lewat garis start, udah menjumpai tanjakan *ngusap dahi*. But it was fun..

IMG-20131110-WA0011
Foto bersama Pertamina Runners

Baca selebihnya »

Why Running (?)

Saat ini olahraga lari memang jadi trend di Indonesia, err…lebih tepatnya di Jakarta kali ya. Hal ini merupakan berita baik buat saya yang memang sudah mulai lari ketika masih tinggal di Cikarang. Namun sejak pindah dari Cikarang pada akhir tahun 2010, udah jarang banget lari dengan berbagai alasan.

Dulu, saya keluar dari kos jam 5 subuh saat jalanan masih sepi. Kadang takut juga sih ada yang jahilin di jalan *halah*. Berbekal mp3 player dan earphone, saya lebih sering lari sendirian. Kalaupun lari bareng sama temen, ujung-ujungnya juga misah karena ada yang tetep lari dan ada yang jalan.

Apa sih sebenernya yang bisa didapetin dari lari?Baca selebihnya »

Release Your Worries

Jadi ceritanya hari ini saya ada acara kantor di Bandung dan direncanakan dimulai jam 08.00 pagi. Biasanya, saya akan berangkat H-1. Namun dikarenakan hari Senin malam ada kuliah maha penting yang harus saya hadiri dibanding yang lain, maka saya memutuskan untuk berangkat subuh hari H dari Depok ke Bandung dengan menggunakan travel jam 5 pagi, karena selain sebagai peserta saya kali ini juga sebagai EO jadi sebisanya ga telat. All was planned well.

Nah, senin malam sepulang kuliah baru mulai packing jam 11 an, karena saya mengalami sejenis insomnia yang dibawa dari kampus efek rasa paranoid draft proposal yang diajukan ke dosen bakal dilempar di kelas. Stres abis, padahal ini masih rough draft untuk bab 1 proposal tesis. Udah lewat tengah malem makin galau mau tidur apa enggak; kalau tidur takut kesiangan sementara kalau enggak pasti bakalan ngantuk paginya.

Kekhawatiran menjadi nyata. Saya tidur dan bangun jam 04.50 WIB. Panik, pastinya! Kemampuan multitasking wanita muncul: mandi, nelpon travel, ngemas laptop, sambil mikirin solusi ntar kalo udah ketinggalan travel. Akhirnya saya tetap memutuskan ke pool travel dan memesan untuk keberangkatan jam selanjutnya yakni jam 06.00 WIB.

Di perjalanan, berbagai kecemasan muncul hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak khawatirย “I released my worries and let’s see what universe offers me”.ย Hal ini sebenarnya sudah terbukti sejak malam ketika kuliah, review dari dosen tidak seburuk yang saya bayangkan. Sungguh kekhawatiran yang berlebihan. Tidak lama setelah memutuskan hal tersebut, bos menelpon dan mengabarkan kalau jam mulai acara diundur karena narasumber juga sedang dalam perjalanan.ย Universe conspires!

Dari kejadian ini, ada beberapa hal yang saya pelajari:

  1. You can have plans, God decides. (Maybe) The most surviving mankind is the most adaptable to changes.
  2. We can release our worries after planned everything well, let the universe works and watch the miracles.

preview

Setibanya di Bandung, langsung ke TKP dan acara baru dimulai 5 menit. Sekarang tinggal 1 yang belum terjawab: kran air kamar mandi kosan udah dimatiin atau belum :p.

Ya Allah, I need You as always..

Update: setelah saya kembali dari Bandung, dibela-belain pake KA ke Jakarta jam 8 malem, ternyata krannya dalam keadaan mati kok sodara-sodara! See, universe conspires! *hasil dari otak yang ga konsen*

Start It Now!

A self reflection.

Do you ever realize how time passing by so fast, and even a blink can bring you to a year end? This 2013 is almost end. And how was your life?

How are you spending your time?

Did you have much free time on your agenda than filled with useful activities?

Life is like a marathon, long way to go and we have to keep moving forward. No matter what, time waits for no one. Many times opportunities disguised asย hard work. I mean not that hard, but surely by doing something and putting effort on it.

Knowing the finish line will make this life more valuable and respect our time. Whatever you want to be or want to do, don’t give a space for an excuse to stand in your way, start it now!

picsmeme-time-quote-14

Tips Ber-Commuter Line

Berdasarkan pengalaman saya yang menjadi Roker (Rombongan Kereta) selama satu tahun belakangan, berikut ini ada beberapa tips yang (mungkin) berguna bagi para Roker baik yang masih belia ataupun yang sudah fasih dalam per-Commuter Line-an. Yang perlu digaris bawahi di sini, saya bukan juru kampanye dari PT KAI (sejauh ini).

Pertama: Pastikan membawa kartu Commet jika memang sudah memutuskan akan berhubungan intens dengan CL. Sebenarnya banyak manfaat jika menggunakan kartu prabayar ini, salah satunya adalah ga perlu setiap hari antri di loket. Kebanyakan hubungan para Roker dengan CL sejauh ini sih “benci-tapi-butuh” gitu deh..

Kedua: Upayakan tubuh dalam keadaan sehat, butuh perjuangan berat ketika masuk ke kereta di jam padat. Apalagi jika berada di gerbong wanita, sense of survival kami ternyata luar biasa :p

Ketiga: Pastikan sudah memakai deodoran, kita juga bertanggung jawab atas keselamatan kenyamanan penumpang lain dan itung-itung membantu pemerintah dalam meminimalkan tingkat polusi udara. Hal ini mungkin sepele, tapi kebayang ga pas CL padat, cape pulang kerja, berdiri DI BAWAH KETIAK ORANG yang beraroma kurang sedap? Nah, jangan menjadi sumber kekurangsedapan itu ๐Ÿ™‚

Keempat: Sebisanya bawa satu tas saja. Selain CL itu lebih sering penuh daripada enggaknya, kerempongan akan menyusahkan kita sendiri di samping kemungkinan lupa kalau menaruh barang bawaan pada rak di atas kepala (apa sih sebutannya? Kalo nulisin kabin kok kasian pesawat disamain dengan benda-prasejarah-warisan-jepang ini)

Lima: Jauhi bangku prioritas, selama Anda bukan lansia, ibu hamil, atau mereka yang lebih berhak. Rebutan bangku saja sama yang lainnya.. *singsingkan lengan baju!*

Enam: Jaga dan awasi tas dengan baik, karena beberapa kali ada berita tentang copet di kereta. Ya kecuali jika memang ingin bersedekah kepada mereka :p

Tujuh: Pakailah earphone, untuk menghindari mendengarkan percakapan yang tidak perlu. Ya daripada ikutan dosa, apalagi jika berada di gerbong wanita..

Delapan: Bawa counterpain, tolak angin dan obat pribadi lainnya jika diperlukan. Di CL jargon “HIDUP ADALAH PERJUANGAN” lebih berasa!

Sembilan: Jangan mengeluh, berdecak kecewa dan kode-kode lainnya yang mewakili perasaan tidak suka, sebal, kecewa dan negatif lainnya. Bukan kita saja loh yang lagi cape :). By reducing negativity, we’re commited to be a good person.

Itu dulu deh, kalo ada yang lain nanti dibuatkan seri keduanya. Semoga manfaat ^^

Diposting dari dalam Commuter Line Jkt – Depok yang lagi stuck entah di mana. Untungnya dapet tempat duduk. Alhamdulillah.